CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 19. SADAR KEMBALI


__ADS_3

"Benarkah kamu seorang dokter?" tanyanya lagi karna tak ada jawaban dari hafka.


"Apa kamu sudah baikan?" tanya hafka mengalihkan pembicaraan.


"Hmm ya beginilah, tunggu jawab dulu pertanyaaanku" tegas kely lagi.


"Maaf lain hari akan saya beritau untuk sekarang saya buru-buru permisi assalamualaikum" ucap hafka lalu pergi meninggalkan kely.


"Wa'alaikumussalam" jawab kely lirih tak percaya.


"Apa benar dia seorang dokter? Tapi kenapa dia menyembunyikannya dari orang lain? Apa memang dia tak ingin ada yang tau?" gumam kely dalam hati semua pertanyaan itu belum ada yang bisa terjawab.


"Aaahhh sudahlah itu urusannya kenapa jadi aku yang repot"


Beberapa saat syafira kembali dengan membawa sebotol air ditangannya. Setelah memberikannya pada kely mereka pun pergi pulang, kely masih penasaran dengan hafka kenapa bisa memakai setelan jas dokter.


Hafka berjalan tergesa-gesa munuju ruang operasi karna ada pasien gawat darurat yang harus ditangano segera. Setelah beberapa jam hafka bergelut diruang operasi akhirnya selesai dan pergi menuju ruangannya.


Hafka menyodorkan tubuhnya disofa ruang pribadinya dia baru ingat soal pertemuan tadi dengan kely, hafka jadi bingung kalau nanti bertemu dia lagi dan menanyai hal itu padanya.


Tak mau ambil pusing hafka lebih memilih mengabaikannya dan berjalan keluar menuju mushollah untuk shalat. Ini sudah sore hafka pergi keluar menuju pasrkiran untuk pulang ke apartemennya karna sudah merasa sangat lelah ingin rasanya cepat sampai dan istirahat.


-


-


-


-


03.00


Hafka bangun dari tidurnya mengumpulkan sisa nyawa yang belum full, lalu pergi ke kamar mandi selesai itu hafka melaksanakam shalat tahajud. Hafka berdoa sangat kusyuk disela-sela doanya disebut nama verli berharap sang kuasa mengabulkam setiap derai doa yang diucapkan, hafka ingin verli kembali pulih seperti semula. Setelah shalat hafka melanjutkan membuka al-quran sampai subuh tiba hafka tidak tidur.


Pagi menejelang, semua orang telah beraktivitas masing-masing begitupun dengan hafka yang sudah berada di rumah sakit. Karna dia terlalu pagi datang kerumah sakit masih ada satu jam sebelum kerjanya dimulai hafka memilih ke ruang ICU berharap kali ini verli akan sadar.


Perlahan hafka masuk dan duduk disebelah ranjang verli, jantungnya tak karuan dag dig dug rasa yang sama campur aduk.


"Assalamualaikum huuffh ternyata masih sama aja ya gak capek tidur terus!! Kasihan tuh orang tuamu sampai kapan begini terus udah lama kamu terbaring" hafka harap-harap verli menyauti ucapannya.


"Ya sudah kalau kamu gak mau bangun saya pergi dulu, tapi berjanjilah untuk segera bangun ya kalau masih ingin tau tentangku" ucap hafka ngomong sendiri.


Dilain tempat yaitu di alam bawa sadar verli.

__ADS_1


Verli bingung harus berjalan kemana tempat yang sekarang dia pijak sangat sepi hanya ada pepohonan dan taman bunga, tak ada seorang pun yang menjawab semua ucapannya.


"Aku dimana ini, tempat apa ya ini indah namun sepi" gumam verli


"Ya ampun udah berapa kali aku muter tapi yangku temui hanya bunga-bunga indah ini hmm harum juga baunya" verli berhenti sejenak didepan bunga mawar yang mekar dan mencium harumnya.


Terdengar seseorang melangkah dari arah samping verli masih ada jarak di antara mereka. Sontak verli menoleh ke arah langkah kaki tersebut, alangkah terkejutnya verli saat melihat orang tersebut dengan memakai baju serba putih sama persis dengan dirinya.


"Ka-ka-kamu kok ada di-disini" tanya verli terbata-taba.


"Apa kau tak mau pulang? Semua orang terutama kedua orang tuamu sangat merindukanmu"


"Kau kenapa ada disini bisa kah kamu bawa aku pergi dari sini, bentar aku harus memanggilmu apa?" tanya verli


"Hmm nanti pasti kamu akan tau, sekarang baliklah setelah itu kamu akan tau namaku" ucap hafka.


Di alam bawa sadar verli dia bertemu dengan hafka yang menyuruhnya untuk kembali entah kenapa bayangan hafka bisa muncul dalam alam bawah sadarnya.


"Aku akan pulang tapi bagaimana? sedangkan tempat ini luas tidak ada jalan untuk aku kembali" jawab verli lirih.


"Memohonlah dengan berdoa semoga ada jalan untukmu pulang dan berubahlah setelah itu mencari orang yang lebih baik" setelah mengucapkan itu bayangan hafka hilang seketika.


Verli terus mencari keberadannya tapi tetap gak ada, verli duduk di kursi panjang disekitar taman tersebut.


"Aku sudah bingung, disini aku kesepian hanya ditemani bunga-bunga ini saja tolong kembalikan aku"


Verli terus bergumam lirih sambil menangis tersedu-sedu. Saat verli terus menangis ada cahaya yang memancar sangat terang mengarah padanya, verli melihat arah cahaya tersebut perlahan kakinya melangkah semakin mendekat ke dalam cahaya tersebut.


"Apa ini jalan keluarnya!! Kalau iya aku harus pergi" setelah bergumam verli memaksakan diri untuk melewati cahata tersebut.


❤❤❤❤


Alam nyata.


Hafka sudah melangkah pergi lewat pintu lain. Setelah kepergian hafka, frisko masuk ke ruang ICU sata sudah sampai dan duduk disamping verli dia menangkao satu gerakan di jari verli. Sontak friako terkejut dan memanggil nama verli.


"Dek kamu sudah sadar, ya ampun tangan kamu bergerak"


"Dokteeer susteer dokteeer" frisko terus memanggil dokter dan suster


Dokter dan dua orang perawat menghampiri frisko. "Ada apa tuan" tanya dokter.


"Tangan adik saya tadi gerak dok tolong periksa dia"

__ADS_1


"Baiklah tolong anda keluar dulu ya kami akan melakukan yang terbaik" pintah dokter pada frisko untuk keluar.


Tak berkata lagi frisko langsung keluar dan duduk di kursi tunggu berharap semoga verli sadar, tak lupa dia menghubungi orang tuanya setelah itu frisko kembali menunggu kabar dari dokter.


Didalam dokter mengecek keadaan verli dan terus memanggil namanya, tak ada respon dari verli dokter pun hendak pergi keluar namun si perawat menghentikan langkah dokter.


"Dok jari pasien bergerak kembali" ucap salah satu perawat.


Dokter kembali memeriksa verli dan beberapa kali mencoba membangunkan, perlahan mata verli terbuka remang verli melihat ke langit-langit, dokter tersenyum lega.


"Alhamdulillah sungguh keajaban, saya akan memberi tau keluarganya" ucap dokter lalu pergi keluar.


Ceklek.


Pintu ruang ICU terbuka terlihat dokter keluar dengan senyum diwajahnya, frisko langsung menghampiri dan bertanya keadaan verli.


"Gimana dengan adik saya dok?"


"Alhamdulillah adik anda sudah melewati masa kritisnya sekarang sudah sadar"


"Alhamdulillah apa boleh saya masuk?"


"Silahkan, tapi jangan lama karna pasien harus istirahat dulu setelah keadaannya stabil kami akan memindahkan ke ruang rawat biasa"


"Terima kasih banyak dok"


"Iya kalau begitu saya permisi"


Dokter pergi kembali masuk kembali keruang ICU.


Frisko berjalan masuk ke ruang ICU, terlihat verli sudah sadar dan langsung menghampirinya air mata pun pecah.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar dek kami sangat khawatir padamu" kata frisko duduk di samping verli.


"Ka-kakak" ucap verli dengan nada lirih.


"Ssuuutt jangan banyak bicara ya sekarang istirahatlah kakak akan menemanimu, sebentar lagi mama sama papa kesini cepatlah sembuh kakak keluar dulu ya" frisko sangat senang sudah hampir setiap hari dia menunggu di rumah sakit dan akhirnya verli sadar juga.


"Hmm" verli menjawab dengan deheman.


Frisko pergi keluar menunggu safren dan nadin datang, senangnya tak kepalang melihat adik nya sadar.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2