
"Yaya santai aja gak papa kok, saya permisi" ucap hafka.
"Silahkan dok" jawab frisko, ya yang menabrak hafka adalah frisko. Namun frisko gak tau wajah hafka karna tertutup masker hanya tau dari jas yang hafka pakai.
Hafka pun bergegas pergi ke ruangan dokter brisma. Karna tidak ingin dia menunggu lama.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk" jawab orang dalam ruangan.
Ceklek.
"Permisi apa dokter tadi memanggil saya?" tanya hafka duduk di kursi.
"Iya ada yang ingin saya bicarakan sama kamu" ujarnya.
"Memangnya dokter ingin bicara apa?"
"Gini besok saya ambil cuti kurang lebih tiga hari karna saya ingin mengunjungi anak saya di luar negri" ujarnya.
"Ow begitu lalu apa yang bisa saya bantu?" tanya hafka lagi.
"Bisakah kamu gantikan saya selama saya cuti kalau gak keberatan soalnya dokter lain gak bisa!"
"Hmm" hafka berpikir sejenak.
"Sepertinya tiga hari kedepan jadwal saya tidak terlalu padat, insya Allah saya bisa gantikan dokter brisma" jawab hafka.
"Baiklah terima kasih banyak ya" ucap dokter brisma.
"Sama-sama sudah tugas saya juga" jawab hafka tersenyum.
"Apa sudah tidak ada keperluan lain soalnya saya mau pulang dok"
"Oh iya pulanglah maaf ya ganggu kamu"
"Eh gak papa dok hihihi kalau gitu saya permisi assalamualaikum" ucap hafka.
"Wa'alaikumussalam" setelah dokter brisma menjawab hafka pun keluar dari ruangan beranjak pergi untuk pulang ke apartemennya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Ruangan verli.
"Ya mungkin aja bisa jadikan!! mungkin dia gak mau ada yang tau identitasnya biasa juga gitu" kata kely.
"Aahh sudahlah itu urusannya, eh aku ambil ya buahnya"
"Iya makan aja kan tadi aku bawain buat kamu ya kali aku yang makan" ujar kely bercanda.
"Hehehe makasih" verli terkekeh.
"OK!"
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka ternyata frisko dan kedua orang tua kely di ikuti dengan nadin yang baru sampai.
"Mama" ucap verli.
"Sayang udah makan belum?" tanya nadin mencium kening verli.
"Udahlah kan verli juga pengen sembuh heheh"
__ADS_1
"Kely kita pulang yuk biar verli bisa istirahat lagi besok masih ada waktu untuk kesini lagi" ujar abisfa.
"Iya pa, ver aku pulang dulu ya besok aku kesini lagi kalau gak sibuk papa"
"Iya makasih udah datang kesini, makasih om tante udah nyempeyin jenguk verli" ujar verli tersenyum.
"Iya cepatlah pulih kami pulang dulu"
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam".
Kely dan orang tuanya pulang, sekarang tinggal frisko dan nadin. Verli meminta kakaknya mengupas buah yang tadi di bawa oleh kely.
"Gimana enakkan" tanya frisko.
"Ya enaklah namanya buah semuanya enak" jawab verli.
"Frisko kamu pulang aja ya biar mama yang jagain verli kasihan papa kalau ditinggal kerja sendiri" ujar nadin.
"Iya ma kalau gitu frisko pulang dulu ya"
"Iya hati-hati"
Frisko mengambil tasnya di sofa lalu mencium kening verli dan mencium tangan nadin lalu pergi untuk pulang.
Pagi hari.
Alif sedang makan bersama keluarganya, setelah seleai dia beranja pergi untuk ke kantor.
"Pa hari ini tidak ada jadwal meeting jadi alif pergi menemui hafka dulu ya sekalian nengokin gimana kabarnya" ucap alif.
"Ya pergilah kalau bisa temenin aja hafka sampai pulang toh gak ada jadwal penting hari ini kamukan" ujar niko.
"Hehe iya pa makasih"
"Ya sudah lanjut makannya"
Alif melanjutkan makannya bersama orang tuanya dan aisyah. Setelah itu alif bergegas pergi ke rumah sakit tidak jadi ke kantor, alif pergi menaiki mobil dengan kecepatan sedang.
Dirumah sakit alif menelfon hafka sedang berada dimana karna alif lupa untuk menghubungi hafka sebelumnya.
Tut.
Tut.
"Duh ka angkat dong aku udah keburu nyampek sini masak harus klimpungan gak jelas salahku sendiri gak nelfon dulu huuuffh" alif gumam sendiri dengan kebodohannya.
"Eh ya udahlah coba ke ruangannya aja barangkali ada disana" ucapnya lalu pergi ke ruangan hafka.
Cekleek.
Seseorang membuka pintu lalu menoleh ternyata hafka baru keluar dari ruang pribadinya dan melihat alif didepan pintu ingin masuk.
"Lah lif kok kamu ada disini?" tanya hafka kaget.
"Hmm aku telfon kamu gak diangkat ya udah aku langsung kesini aja" ujar alif
"Ya kamu ngapain ke sini? tadi hanphoneku sengaja tak matikan ini aku ada pasien"
"Owalah ya udah deh aku tunggu di ruanganmu ya!" ucap alif berjalan memasuki ruangan hafka.
"Eeeh gak kerja kamu? lagian aku tuh gak bisa nemenin kamu disini masih banyak pasien aku ngelembur hari ini" jelas hafka.
"Gak, ya udah sana aku disini aja nunggu kamu selesai"
Hafka melihat jam tangannya lalu berkata pada alif "Aku pergi dulu ya tunggu aja kalau mau, aku masih lama soalnya" jelas hafka lalu pergi meninggalkan alif sendiri.
__ADS_1
"Hmm okelah, huuffh sama aja sendiri tapi gak papa lah" celoteh alif.
❤❤❤❤
Hafka bergilir ke ruangan pasien mengecek sekarang jam kerja hafka bertambah untuk menggantikan dokter brisma beberapa hari dan itu sudah disetujui oleh kepala rumah sakit.
Tepat di ruang VVIP no 2 yaitu ruangan verli, awalnya hafka tidak tau kalau itu ruangannya verli sampai seorang perawat mengarahkannya ke ruangan tersebut.
Cekleek.
Ruangan terbuka memperlihatkan sosok verli alangkah terkejutnya hafka saat melihat bahwa pasien tersebut adalah verli. Untungnya hafka pakai masker jadi kemungkinan verli tidak begitu mengenali.
"Permisi nyonya kami akan memeriksa nona verli" ujar perawat tersebut.
"Silahkan" jawab nadin.
"Haduh kenapa jadi dia ya semoga aja gak ngenalin aku, udah kemarin ketahuan sahabatnya sekarang malah ketemu disini" celoteh hafka dalam hati.
"Saya akan periksa anda, apa hari ini ada keluhan?" tanya hafka berusaha santai.
"Hmm tidak ada dok" jawab verli.
"Kok kayak gak asing ya suaranya tapi siapa!!" kini verli yang curiga sama hafka.
"Baiklah saya akan periksa anda dulu"
Hafka berusaha santai dan profesional dalam menjalankan tugasnya, entah kenapa hatinya tak karuan deg deg an. Setelah beberapa menit hafka sudah selesai memeriksa keadaan verli.
"Keadaan anda semakin membaik nona, obatnya diminum teratur dan makan yang cukup kita akan melihat dalam beberapa hari kedepan kalau benar-benar sudah membaik anda boleh pulang" ujar hafka menjelaskan.
"Baik dok, saya akan menjaga pola makan anak saya dan teratur minum obat" ucap nadin tersenyum.
"Kalau begitu kami permisi cepat sembuh nona verli" kata hafka.
"Ya dok silahkan" jawab nadin.
Hafka dan perawat pun pergi dari ruangan verli menuju ruangan lain, dalam hati hafka tak menyangka bisa bertemu dia lagi. Hati hafka tak bisa di kontrol rasa dag dig dug dirasakan, entah kenapa hafka pun tak tau.
15.00
Hafka sudah selesai mengerjakan tugasnya kini beralih ke ruangannya melihat alif. Sampai di ruangan, hafka tak menemukan keberadaan alif dalan ruangannya.
"Kemana anak itu kok gak ada apa pulang ya!" gumam hafka.
Dooorr.
Seseorang dari belakang mengejutkan hafka sontak dia langsung terkejut dan menoleh.
"Hahahah mukamu tuh lucu banget kalau kaget" alif terkekeh karna melihat ekspresi lucu dari hafka.
"Eeh kamu nih main ngagetin aja dari mana tadi?" ucap hafka kesal.
"Heheh maaf jangan marah, aku dari kantin nih beli minum bosan juga nungguin kamu" ujarnya.
"Tadi udahku bilang bakalan lama masih aja nungguin" ucap hafka menyenderkan badannya disofa.
"Lah di kantor gak banyak kerjaan gak ada meeting sama sekali jadi percuma kesana"
"Hmm ya udah yuk pulang capek banget aku"
"Okelah aku juga bosan nungguin kamu terus, eh aku nginep diapartemenmu boleh gak?" tanya alif.
"Buat apa emang paman gak nyariin"
"Nanti biar aku izinlah ya boleh dong" bujuk alif.
"Ya sudah deh dari pada aku sendiri"
__ADS_1
"Sipp" ujar alif mengacungkan kedua jempol pada hafka.
Mereka pun pergi pulang ke apartemen hafka, sebelum itu alif menelfon papanya untuk meminta izin setelah di izinkan baru alif pergi bersama hafka.