CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 48. IKHLAS


__ADS_3

Radit dan fera memandang kely sinis, mulut mereka seperti anti banget kalau tidak mencibir musuhnya. Apalagi fera yang terus menghina dan merendahkan kely dan verli. Mulutnya seperti cabai yang ganas dan merah meronta.


Kely hendak pergi karna tak ingin mendengar ocehan fera namun dicegah oleh radit. "Apaan sih" ketua kely.


Fera menunduk melihat kearah verli, ia merasa aneh dengan perempuan yang ada didepannya dan merasa sudah kenal.


"Ini sahabatmu yang cac*t itu?" tanya pada kely sinis. "Hmm ngapain pakai baju ginian, norak banget sih mana bajumu gak bisa beli ya!! Uangnya habis sini aku kasih.......eh mana ada yang mau sama kamu kalau pakaian aja kayak ibu-ibu gini gak cocok" cibir fera.


"Maaf siapa kamu yang mengatur saya? Orang tuaku bukan, kakak ku juga bukan terus apa urusannya dengan kamu! Allah saja memerintahkan untuk menutup aurat tapi kamu malah mengumbarnya dan mau dipegang sana-sini ibaratkan buah yang murah tidak terbungkus setelah dipegang terus gak cocok dikembalikan lagi, jadinya banyak tangan yang sudah memegangnya tapi gak dibeli, beda dengan buah yang terbungkus rapi yang gak boleh dipegang walaupun gak cocok buah itu tetap bersih terbungkus tidak ada cap tangan orang-orang yang memegangnya........Dengar ya kalau kamu saja belum bisa lebih baik dariku tidak usah mencibir atau pun menghina seharusnya kamu berusaha lebih baik dariku" verli mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Ck sok banget ceramah, kalau mau ceramah dimasjid sana gak usah disini, panas telingaku denger ucehanmu" ketus fera.


"Kalau panas dikipasin bukan ditambahi dengan omelanmu" kata kely.


Lalu kely dan verli pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua yang tengah dilanda amarah. Males juga berdebat dengan orang yang tidak bisa diajak bicara.


******


Alif sudah pulang karna ia hanya menginap dua hari saja. Ia sekarang berada dikantor karna ada rapat hari ini bersama klaen penting.


Setelah rapat selesai ia pergi untuk makan siang direstoran. Alif pergi sendirian karna ingin mencari suasana.


Alif pun memesan makanan dan minuman. Ia melirik sejenak suasana direstoran, tak sengaja alif melihat kely sedang bersama lelaki dan perempuan. "Sepertinya itu orang tua dia" batin alif.


Alif pun sedikit melihat orang tua kely. Ia seperti mengenali pria yang bersama kely. Sejenak alif berfikir dan baru mengingatnya bahwa itu partner bisnis papanya.


Alif pun menghampiri mereka dan menyapa abisfa. Kely terkejut melihat alif ada di tempat yang sama dengannya. Terlebih kely merasa papanya sudah mengenal dekat dengan alif, terlihat dari sapaan alif yang langsung disambut hangat oleh abisfa.


"Silahkan duduk pak alif" ujar abisfa.


"Panggil alif saja om" ucap alif merasa tak enak hati.


"Papa kenal sama kak alif?" tanya kely selidik.


"Ya kenal dong key, alif ini partner bisnis papa......lebih tepatnya pak niko orang tua alif" jelas abisfa.

__ADS_1


Kely pun mengerti kenapa papanya bisa dekat dan mengenal alif.


"Lah kamu udah kenal sama alif?"


"Udah.....udah lama juga waktu kely healing dulu sama verli"


"Sudah lama berarti, wah lebetulan sekali ya" kata abisfa.


"Alif ini hebat loh masih muda sudah pandai berbisnis, tak sia-sia pak niko mempercayakan perusahaan ditangan alif" puji abisfa.


"Gak juga om"


Perbincangan dilanjut sambil makan siang. Kely bersama orang tuanya berpisah tadi saat selesai dari rumah sakit. Verli pun pulang sedangkan kely mampir untuk mengisi perut bersama kedua orang tuanya dan tak sengaja terlihat oleh alif yang sedang ada ditempat yang sama juga.


Alif terus memandangi kely saat makan. Kely yang merasa di lihatin terus sama alif merasa salah tingka. Kely pun pergi ke toilet untuk menetralkan rasa geroginya.


Saat ditoilet ia bergumam sendiri sambil melihat wajahnya dicermin, perasaan yang aneh.


"Mau copot aja ini jantungku, kenapa dia melihatku seperti itu sih" gumamnya.


"Bisa-bisa jantungan aku kalau dilirik terus kayak gitu, astagfirullah ya Allah ampuni hamba-Mu ini"


Alif berpamitan kepada abisfa, syafira, dan kely untuk pergi duluan karna harus kembali ke kantor. Kely hanya mengangguk saja, sedangkan abisfa tersenyum senang.


Melihat ada raut beda dari tatapan alif pada kely dan sebaliknya, abisfa bisa menyimpulkan bahwa ada rasa berbeda dikeduanya.


"Suka ya key" kata abisfa sembati menggida kely.


"Iya pa makanan nya enak kely suka kok rasanya pas" jawab kely.


"Bukan makanan key tapi itu....Alif kamu suka sama dia" tanyanya tanpa dosa membuat kely melongo.


"Eng-enggak kok pa.....papa ini apaan sih kok bicaranya gitu" elak kely salah tingkah.


"Halah jangan bohong udah kelihatan kok, iya gak ma bener kan kata papa" tanya abisfa pada syafira.

__ADS_1


"Kayaknya bener sih, hihihi"


"Hmm apaan sih ma kok malah ikut-ikutan papa, dah lah aku mau ke mobil dulu" ketus key kesal lalu ia jalan sendiri menuju mobil.


Abisfa hanya tertawa melihat kelakuan kely yang tidak mau mengakuinya dan malu-malu. Syafira juga ikut tertawa melihatnya, udah ketahuan tapi ngeyel.


"Mungkin belum dirasa juga, masih awal maklum lah nanti juga ngebet sendiri" batin abisfa.


*****


"Verli dari tadi kamu diem aja kenapa?" tanya nadin.


"Enggak pa-pa kok maa......hmm hari ini aku mginep disini kan ya besok baru pulang" verli mencoba menyembunyikan apa yang dia rasa sekarang.


"Iya, besok baru kamu kembali" jawab nadin.


Mereka tengah duduk di ruang tengah bersama sambil mengobrol. Verli rindu dengan semua tanamannya, ia hendak melihat.


"Mau kemana ver?" tanya safren.


"Liat tanaman verli pa, masih subur kan"


"Masih lah kan mama yang selalu merawatnya, disiram, dikasih pupuk, pokoknya gak pernah telat" kata nadin.


"Makasih, mama memang hebat" puji verli.


Verli melihat semua tanaman bunga yang ia rawat dulu dan sekarang masih tetap subur. Bunga yang bermekaran menjadi penyejuk hati untuk verli sendiri.


Ia masih memikirkan perkataan radit waktu di rumah sakit. Verli masih syok, marah, gak nyangka tapi ia berusaha mengikhlaskan perbuatan radit.


Hatinya sudah hancur ditambah perbuatan radit yang malah menyakiti verli. Padahal ia tidak punya masalah dengan radit.


"Apa yang membuat radit benci sekali dengan ku? Apa salahku?"


"Apa gara-gara fera keguguran, tapi itu kan dia sendiri yang menjatuhkan tubuhnya tapi sekarang malah aku sasarannya" verli bergumam sendiri sambil melihat dan memegangi bunga-bunga cantik didepa nya.

__ADS_1


"Udah lah ikhlaskan saja verli gak usah ada dendam itu tidak akan membereskan masalah, biarkan Allah saja yang memberi keadilan untuk nya" kata verli lirih.


Verli pun kembali ke dalam rumah lalu menuju kamarnya. Ia kelelahan dan memutuskan untuk istirahat sebentar untuk menghilangkan rasa capeknya.


__ADS_2