CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 101. EKTRA PART


__ADS_3

Aina tersenyum dibalik niqabnya. Ia miris melihat wanita didepannya yang secara terang-terangan menyatakan cinta yang tertuju untuk suaminya.


"Apa anda tidak mempunyai rasa malu, menyatakan cinta sama suami orang" balas Aina dengan santai.


"Memangnya kau itu secantik apa sih sampai Frisko tertarik denganmu. Padahal cantik juga aku, kalau kau tutupi terus mana tau wajahmu jerawatan dan dekil"


"Anda baru tau saya hari ini. Bagaimana bisa nona menyimpulkan seperti itu?" balas Aina menyelidik.


"Halah sudah ketahuan dari sikapmu itu, sok-sok biar kelihatan alim. Mana tau kau hanya porotin uangnya saja" hardik Neli.


"Astagfirullah, jaga ya ucapan anda. Saya bukan perempuan seperti yang kamu pikirkan. Ucapan kamu itu sudah menunjukkan siapa yang hanya ingin memanfaatkan uang saja." tegas Aina.


"Kau tadi bilang apa? Dasar wanita gak tau diri" Neli hendak menampar Aina namun dengan cepat tangan Aina mencengkeram pergelangan tangan Neli.


"Dengar ya nona.....jangan kira saya diam anda berbuat seperti ini. Jangan menggap saya perempuan rendah, karna ucapan anda menunjukkan diri anda sendiri. Assalamu'alaikum" tanpa basa basi Aina langsung pergi dari sana meninggalkan Neli yang masih mematung ditempat.


Saat memasuki ruangan ternyata Frisko sudah ada di dalam. Aina langsung menghampiri suaminya tak lupa dia menutup pintu. Dengan wajah cemberut Aina duduk disamping Frisko sambil membuka niqabnya. Kini wajah cantiknya terlihat dimata Frisko namun wajah cantik itu kusut membuat Frisko bingung.


"Kenapa sayang?" tanya Frisko.


"Tuh karyawan kamu.....tadi dia memaki aku dan menghinaku katanya aku hanya memanfaatkan uangmu dan dia juga mau menamparku" Aina jelaskan semuanya kepada Frisko semua yang terjadi tadi.


Sepontan Frisko terkejut dan marah. Berani sekali ada orang yang menghina istrinya. Dia pun bertanya siapa yang melakukan itu.


"Kalau gak salah namanya Neli, tadi aku lihat di id care nya. Itu perempuan membuat aku naik darah saja."


"Biar nanti aku yang akan memberi pelajaran padanya. Kamu jangan marah lagi ya, wajah cantikmu jadi hilang" goda Frisko agar Aina kembali tersenyum lagi.


Aina tersenyum sembari memeluk Frisko. Dia beruntung mendapat suami yang pengertian dan menerimanya apa adanya tanpa memandang status.


Kemudian Frisko menlfon asistennya untuk menyuruh Neli menghadapnya. Tak butuh waktu lama Neli akhirnya ke ruangan Frisko. Ia tenang-tenang saja karna merasa tidak berbuat kesalahan. Tapi dia masuk hanya ada Frisko di dalam sana. Wajahnya tersenyum dan sudah berpikir yang melambung tinggi.


"Kamu tau kenapa saya memanggilmu kesini?" tanya Frisko.


"Tidak tuan" jawab Neli.


"Tidak!! Apa kamu gak merasa berbuat kesalahan?" tanya Frisko lagi.


"Tidak tuan" jawaban yang sama dilontarkan oleh Neli.


"Sayang..." ucap Frisko, tapi yang salting malah Neli dikiranya Frisko memanggik dia, eh ternyata manggik Aina yang sedari tadi berada di ruangan itu namun di temoat istirahat yang biasa dipakai oleh Frisko.


Aina pun keluar dan menghampiri Frisko sembari menunjukka kemesraan didepan Neli. Kali ini dia tidak memakai niqabnya karna ingin memancing Neli dan menunjukkan padanya bahwa Frisko itu milik dia.


"Sekarang masih gak tau apa kesalahanmu?" tanya Frisko.


Kali ini Neli hanya diam saja tak menjawab. "Ayo jawab" tegas Frisko.


"Tidak tuan, saya tidak ada membuat kesalahan dalam bekerja" ujarnya masih mengelak.


"Kamu memang tidak membuat kesalahan dalam bekerja tapi etika mu itu gak bisa dijaga. Kalau sama istriku saja kamu berani apalagi dengan orang lain." kini Frisko nda bicaranya mulai tinggi.


"Istri anda yang ingin berdebat dengan saya tuan. Apakah salah jika saya membala diri" ucap Neli.


"Tadi kamu bilang apa membela diri? Jelas-jelas yang mulai itu kamu bukan saya. Sekarang mau adu kecantikan, ayo.....Katanya tadi Aku nih jelek, dekil. Sini lihat apa saya seperti yang kamu ucapkan tadi?" ejek Aina.


Jika dibandingkan dengan Neli, Qina lebih cantik. Kulitnya yang putih bersih dan wajahnya yang mulus selalu dirawat walau pun tertutup sekali pun. Karna dia ingin orang yang tepat nanti bisa senang memilikinya.

__ADS_1


"Kamu saja kurang cantik dibanding istriku! Terus tadi kamu mau berbuat kasar dengan ingin menamparnya HAH!!" bentak Frisko.


"Tapi tuan...." omongan Neli disela oleh Frisko.


"Mulai sekarang kamu akan saya turunkan jabatanmu menjadi karyawan biasa. Tak ada penolakan atau pun yang lain, sekarang kamu pergi dari sini"


"Gak bisa begitu dong tuan.....saya sudah memberikan yang terbaik buat perusahaan ini" tolak Neli yang tidak terima


"Masih untung saya tidak memecatmu....pergi sekarang atau keputusan saya akan berubah" tegas Frisko.


Neli pun keluar dari ruangan Frisko dengan kekesalan dan kesedihan. Amarah tak terbendung dihatinya. Beberapa kali dia mengumpat di sepanjang jalannya.


"Tuh sudah kan jangan cemberut lagi" ucap Frisko kepada Aina.


"Terima kasih" ucap Aina.


...🌷🌷🌷...


Sesampainya dipesantren Hafka dan Verli langsung membersihkan diri. Terlebih dulu Verli memandikan Hamsya. Sementara Hafka keluar sebentar untuk ke pondok.


Selesai mandi Hamsya di dandani dengan sangat tampan. Bau harum khas bayi sangat disukai oleh Verli. Setelah itu dia membawa Hamsya keluar kamar, di depan lewat ummi Halimah.


"Ummi, mas Hafka tadi belum balik dari pondok?" tanya Verli kepada ummi Halimah.


"Sepertinya belum nak, memangnya kenapa?" tanya ummi Halimah.


"Mau nitip Hamsya, karna Verli mau mandi sebentar. Hmm biar Verli nunggu saja kalau begitu" ujarnya.


"Sini biar Hamsya sama ummi, kamu mandi saja. Ummi juga kangen sama Hamsya" ucap ummi Halimah.


"Gak pa-pa ummi, Verli titip Hamsya sebentar? Ummi gak kemana-mana?" tanya Verli memastikan.


"Ya sudah ummi, Verli titip Hamsya sebantar" ujar Verli sembari mengalihkan Hamsya ke gendongan mertuanya.


Setelah itu Verli kembali masuk ke dalam kamar untuk mandi dan membereskan semuanya, jadi kalau nanti suaminya pulang kamar sudah bersih.


Di pondok pesantren....


Hafka bersama dengan Arga. Mereka melihat suasana di pesantren dan aktivitas para santri. Tak lama ada Devan yang ikut gabung bersama mereka berdua.


Seperti biasanya mereka terlihat akrab bertiga. Saling bertukar cerita dan suasana hati. Tatapan mata Arga terus tertuju pada asrama putri yang letaknya di sebelah selatan dipisahkan dari asrama putra.


Entah apa yang sedang dilihat oleh Arga. Namun matanya seperti mencari seseorang. Sampai-sampai Hafka berbicara tak di dengarkan oleh Arga.


"Kamu lihat apa sih Ga? Sampai bengong gitu, aku bicara dicuekin" gerutu Hafka.


"Gak lihat apa-apa kok. Ohh ya tadi kamu ngomong apa" tanya balik Arga untuk menghilangkan rasa canggungnya.


"Gini aku minta tolong sama kamu, nanti malam ada pengajian di masjid pesantren. Kamu gantikan ya untuk sementara, aku benar-benar capek hari ini. Maaf kalau mendadak, soalnya abi bilangnya juga dadakan" ucap Hafka.


"Ohh iya abi tadi juga sudah bilang sama aku, tenang saja aku akan siap kapan pun untuk menggantikanmu" jawab Arga dengan senang hati.


"Syukron Ga...."


"Afwan" jawab Arga.


Hafka pun kembali ke rumah utama untuk menemui jagoan kecilnya. Dan saat di depan rumah dia melihat Hamsya digendog ummi Halimah. Ia pun menghampiri dan mencium pipi Hamsyah.

__ADS_1


"Verli mana ummi?" tanya Hafka.


"Masih mandi, tadi sia juga nyariin kamu buat jaga Hamsya." jawab ummi Halimah.


"Ya sudah sini Hamsya nya biar Hafka gendong. Ummi istirahat saja" ujarnya.


Kemudian ummi Halimah memindahkan Hamsya dari pangkuannya ke Hafka. Karna ummi Halimah juga harus ke pondok untuk mengajar para santriwati mengaji.


...🌷🌷🌷...


Malam telah tiba..


Hafka berada di kamar setelah tadi mengikuti pengajian di masjid pesantren bersama dengan Verli juga. Hari ini sangat melelahkan, namun rasa lelah itu seolah sirnah saat melihat Hamsya.


Junior kecil itu yang bisa mengobati rasa lelah, capek, marah hanya dengan melihatnya. Sekarang kehidupan Hafka dan Verli tidak hanya berdua saja meliankan sudah ada si kecil yang harus terus mereka jaga dan mereka rawat.


Itulah amanah yang diberikan oleh Allah untuk mereka jaga baik-baik. Menyayanginya dengan setulus hati dan mendidiknya dengan ilmu agama. Agar kelak dia tumbuh menjadi seorang pemimpin yang bijak dan adil. Ramah dengan semua orang dan rendah hati kepada siapa pun.


Sebisa mungkin mereka akan menjaga putra mereka dengan baik. Itulah hasil kasih cinta mereka berdua. Jodoh memang tidak bisa di tebak kapan dia akan datang. Belum tentu yang datang cepat akan berjodoh. Terkadang jodoh itu datang sekedar lewat tanpa disadari bahwa dia lah pasangan yang ditetapkan oleh Allah.


Sama halnya dengan Hafka dan Verli. Dari kebencian menjadi percintaan. Allah memang maha membolak-balikkan hati seseorang. Walau pun kelihatannya dia sangat sulit untuk dirubah, namun dengan kuasa Allah semua yang mustahil akan menjadi mungkin.


Dengan kesabaran Hafka dia bisa menemukan jodohnya. Doa yang selalu dilantunkan untuk dia yang sekarang menjadi istrinya. Memang yaa jodoh itu cerminan dari diri sendiri. Maka dari itu kalau ingin berjodoh dengan orang yang baik dan paham agama, harus bisa melihat apakah diri ini sudah baik.


Doa yang selalu di panjatkan oleh Hafka disetiap malam sudah terjawab dengan hadirnya Verli dan pelengkap kehidupan mereka adalah Hamsya. Sama-sama saling mendoakan dan tidak akan tau bahwa mereka akan bertemu dan hidup bersama membangun keluarga yang penuh dengan kenyamanan.


"Loh kamu nangis sayang? Kenapa?" tanya Hafka yang terkejut melihat istrinya tengah menangis sambil mengelus pipi Hamsya.


"Aku bersyukur sama Allah mas. Air mata ini bukanlah air mata kesedihan melainkan rasa syukur. Aku tak pernah terbayang akan memiliki kamu dan melahirkan di mungil ini" ucap Verli sembari menunjuk pada Hamsya yang tersenyum ke arah mereka berdua.


"Alhamdulillah.....Tiada kata selainkan Alhamdulillah. Allah memang Maha Baik keoada hamba-Nya. Aku juga tak pernah terbayang akan satu atap dan berbagi ranjang dengan kamu. Tapi itulah rencana Allah yang luar biasa" balas Hafka.


"Iya mas, aku sangat bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa berubah dan memiliki keluarga yang bahagia. Tak ada yang bisa aku ucapkan lagi selain rasa syukur." papar Verli.


Hafka langsung mengecup kening Verli. Dedek Hamsya malah tersenyum dan seolah bertepuk tangan.


"Hey ganteng, gak ngantuk ya ini sudah malam ayok tidur" ucap Verli lalu merebahkan tubuhnya disamping Hamsyah begitu pun dengan Hafka.


"Terima kasih ya Allah, sangat besar nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Suami yang baik dan anak yang tampan. Aku akan selalu mengukir senyum di wajah mereka. Terlepas dari masa laluku, itu semua akan menjadikan motivasi agar diriku lebih taat pada-Mu" batin Verli dalam hatinya sambil memeluk Hamsyah.


"Ya Allah ku ucapkan rasa syukur hanya kepada-Mu. Kebahagiaan ini akan selalu ku jaga agar tetap sama seperti ini. Berikan kami umur yang panjang agar bisa melihat anak-anak kami tumbuh besar. Terima kasih atas segala kekuasaan-Mu, doa-doa yang telah aku panjatkan. Doa disepertiga malamku akan selalu terukir dan akan selalu ku jaga" batin Hafka dalam hatinya.


Mereka sama-sama memanjatkan rasa syukur atas karunia dan niknat Allah yang telah di berikan kepada mereka. Doa-doa yang selalu dilantunkan disela suka duka, senang sedih, kekecewaan atau pun kemarahan. Lebih kencang lagi kalau doa itu di panjatkan disepertiga malam. Disitulah waktu paling tepat untuk berdoa dan mengadu kepada Allah swt.


..._TAMAT_...


🌻


🌻


🌻


🌻


Alahamdulillah akhirnya novel "Doa Disepertiga Malam" tamat juga 😊. Terima kasih yang sudah mengikuti kisahnya dari awal hingga akhirπŸ™. Author ucapkan banyak-banyak terima kasih sudah mendukung karya ini❀❀❀


Maaf jika ada kesalahan atau saat aploud sangat lamaπŸ™. Novel ini cukup sampai disini dan tidak ada season 2 lagi. Karna nanti malah alurnya tidak sesuai jadi author sudahi. Kalau ada yang ingin tau kisah Arga dan Tia atau ustad Devan sama ustadzah Haidah, author akan buatkan di kisah mereka sendiri jika readers mau😁.

__ADS_1


Terima kasih buat kalian semua jazakillahu khair❀❀ I Love You soo much. Jangan lupa mampir di novel author yang lain judulnya "Gadis Gendut Istri Sang CEO". πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹ by by see you next time.


__ADS_2