CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 39. MENGAJAK


__ADS_3

"Cukup ya dit mendingan loh pergi aja kalau kesini hanya ingin menghina verli, gak ada manfaatnya, mendingan loh simpan omongan itu buat istri kesayanganmu"


"Sabar dong, gak usah ngegas gitu aku hanya ingin melihat si cac*t ini malu sama dirinya sendiri, gak nyadar apa ya!! Gak usah belagu deh muka dipolosin belagu" maki fera.


"Kurang perhatian ya atau kurang kasih sayang!! Hahaha oh iya aku lupa kan sekarang jomblo gak ada yang dipeluk, dulu....eh iya itukan dulu sekarang sudah jadi milikku" ledek fera.


Tapi verli bahkan tidak terpancing emosi sama sekali buatnya itu sebuah kekuatan untuk lebih kuat lagi dan bisa meredam amarahnya pada siapapun yang mengusiknya. Dengan marah tidak akan memecahkan masalah namun malah menambah beban masalah tersebut.


"Ver kamu kenapa diem aja sih diperlakukan begitu sama mereka, biasanya kamu paling ngena kalau masalah ginian" ucap rafran heran.


Verli tetap tidak bergeming atau pun membalas ucapan rafran. "Halah palingan juga itu mulut bisu gak bisa bicara ya hahahah" ledek fera yang terua ngedumel.


"Stop ya kamu menghina verli terus, nanti balik ke diri sendiri baru tau rasa" ucap kely.


"Halah nanti juga balik ke dirimu, yang cac*t itu kalian bukan aku, kenapa gak sekalian aja kalian mati" fera dengan santainya bisa berucap seperti itu, karna verli tak terima dengan perkataan fera kali ini verli sedikit tegas tapi tetap dengan wajah yang tenang.


"Ow ya apa seyakin itu?" tanya verli tiba-tiba.


"Tapi aku gak yakin, gimana kalau nanti aku sembuh dan itu berganti padamu? Takdir gak ada yang tau bisa aja sekarang kamu sehat tapi besok masih yakin dengan keadaan tetap seperti sekarang?" pertanyaan berulang kali yang tidak bisa mereka jawab, namun mereka tidak habis akal.


"Yakinlah aku mah gak seperti kalian bahkan beda jauh, radit aja memilih aku dari pada dirimu itu artinya aku lebih istimewa dibanding denganmu"


"Kesempurnaan dan keistimewaan hanya milik Allah kita ini tak ada yang istimewanya"


"Udalah ayo key, buat apa mengotori mulut kita hanya untuk membalas mereka nambah dosa aja, udah yok pergi" verli tanpa basa basi langsung pergi begitu saja disusul sama kely dibelakangnya.


Radit dan fera malah tambah kesal dengan sikap verli. Yang mereka inginkan adalah membuat verli bertambah marah tapi malah lain dengan hal itu.


Sedangkan rafran pergi mengekor verli dan kely menyusul mereka. Rafran begitu kecewa dengan sikap sahabatnya yang sekarang, sangat berbeda dengan radit yang dulu. Bahkan sangat jauh berbeda, seperti dua orang bukan satu orang.


*****


Di Rumah Niko.


Alif tidak pergi ke kantor hari ini tapi nanti siang ada pertemuan rapat, untuk sekarang ia sedang menjalankan tugas dari papanya untuk menggantikan ia rapat di luar. Karna niko juga ada meeting dikantor jadi untuk sekarang alif yang menggantikan.

__ADS_1


Alif bersama asistennya tengah menunggu di restoran yang telah disepakati, mereka memesan ruang VIP agar leluasa berbicara masalah bisnis dan kerjasama mereka.


Tak lama mereka menunggu orang yang akan mengajak kerjasama pun datang dengan asistennya pula. Alif menjabat tangan lelaki tersebut yang sudah sangat dewasa dibanting dengannya. Lelaki tersebut tersenyum ramah ke arah alif, merekapun duduk bersama dan mulai membahas pembicaraan.


"Maaf kalau kalian menunggu lama" ucap lelaki tersebut.


"Tidak pak abisfa, kami juga baru sampai disini" jawab alif.


Yang mereka temui sekarang adalah papa kely, alif tidak mengetahui hal itu karna ia memang tidak pernah bertemu sebelumnya. Alif hanya tau kely saja tidak dengan orang tuanya, jadi sekarang mereka bertemu juga terasa asing.


"Perkenalkan saya alif anak dari pak niko, maaf kalau papa saya tidak bisa menghadiri pertemuan ini dan saya akan menggantikan beliau" tutur alif menjelaskan.


"Tidak apa-apa itu sama saja, kalau begitu kita mulai saja kerjasama nya bagaimana?"


"Silahkan pak abisfa"


Mereka mulai membahas bisnis dan kerjasama yang akan mereka jalani, alif begitu lihai saat menjelaskan dan menuturkan apa saja yang harus dilakukan. Abisfa sangat kagum dengan alif, masih muda tapi sangat pintar menurutnya ia seorang yang cerdas dan hebat dalam dunia bisnis, bisa dilihat dari penjelasan alif dan strategi untuk meningkatkan bisnis mereka bersama.


"Wah ini sangat bagus sekali, jadi kita sepakat?" tanya abisfa berdiri dan menguluskan tangannya.


Pertemuan telah selesai alif izin undur diri terlebih dahulu, karna ia juga akan melakukan pertemuan rapat diluar. Setelah kepergian alif, abisfa masih stay di resto tersebut. Ia masih kagum dengan alif, masih muda tapi berbakat, biasanya pemuda seperti dia akan lebih senang bermain atau pun melakukan hal tidak jelas.


"Pandai sekali anak pak niko itu sangat pintar" sanjung abisfa yang didengar oleh asistennya.


"Benar pak, dia sangat jenius dalam hal perusahaan tidak rugi kalau pak niko mempercayakan anaknya" ucap sang asisten.


"Kamu benar, ya sudah apa ayo kembali ke kantor......apa ada jadwal meeting lagi hari ini?" tanya abisfa.


"Tidak ada pak"


"Kalau gitu saya akan pulang saja untuk tugas yang lain kirim lewat email saya"


"Baik pak"


Setelah itu mereka pergi dari restoran tersebut, abisfa langsung menuju rumahnya. Dia juga harus menjemput kely dikampus, biasanya kely akan diantar jemput oleh supir tapi kali ini abisfa ingin menjemput kely sendiri.

__ADS_1


******


Hafka sudah tiba dirumah sakit sejak tadi, ia sekarang berada di ruang kerjanya mengamati hasil lab tentang penyakit yang diderita pasien tersebut. Sejenak seseorang mengetuk pintu ruangan hafka, setelah dapat izin masuk orang tersebut membuka pintu. Ternyata itu direktur rumah sakit yang menemui hafka.


"Bagaimana dok apa pasien siap melakukan operasi hari ini juga?" tanya hafka.


"Tadi sudah di cek bersama dokter brisma dan pasien siap melakukan hari ini, lebih awal lebih baik karna kita tidak bisa memastikan apakah besok pasien masih kuat untuk menjalani operasi" jelas sang direktur.


"Baiklah kalau begitu kita bisa melakukannya hari ini juga" jawab hafka.


"Kami akan persiapkan segalanya dan anda akan ditemani dokter brisma"


"Baik dok"


Segala sesuatu telah dipersiapkan, hafka masuk ke ruang operasi disusul dengan dokter brisma dibelakangnya. Pintu ruang operasi ditutup, hafka dan dokter brisma tengah berusaha menyelamatkan nyawa seseorang. Dua jam telah berlalu kini lampu sudah padam menandakan operasi sudah selesai.


Hafka dan dokter brisma keluar dari ruang operasi, menuju ruang ganti. Pemeriksaan telah selesai hafka akan pulang sekarang karna merasa tugasnya sudah selesai.


Sebenarnya hafka ingin sekali membahas soal pemindahan tugas pada direktur, tapi ia urungkan karna hari akan gelap jadi hafka memilih membicarakan itu besok.


Saat dikoridor hafka berpapasan dengan dokter brisma, ia juga hendak pulang. Tapi sepertinya tengah menunggu seseorang jadi hafka menghampirinya.


"Dokter brisma" sapa hafka.


Dokter brisma pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Anda sedang menunggu siapa dok?" tanya hafka.


"Lagi nunggu supir, tadi saya diantar oleh supir ke sini" jawabnya.


"Bagaimana kalau saya antar saja dok?" tawar hafka.


"Tidak usah nanti malah merepotkanmu, mungkin sebentar lagi juga sampai, lagi pula jalur kita berbeda nanti kamu malah bolak balik" tolaknya halus.


"Gak apa dok saya gak keberatan, ini juga mau hujan sudah mendung, saya antar saja ya dok" pintanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2