CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 72. LAMPU HIJAU


__ADS_3

Hafka dan verli sudah tiba dipesantren. Perjalanan yang lumayan membuat hafka lelah karna menyetir walau pun verli sudah meminta untuk bergantian tetap tak mau. Diruang tamu ada kenza dan fatma yang sedang mengobrol dengan kyai yusuf berdama ummi halimah dan ada devan juga. Hafka dan verli disambut hangat oleh keluarga.


Mereka pun duduk untuk ikut nimbrung sebentar. Verli melihat perut kakak ipar nya yang membuncit sebab hamil. Diperkirakan bulan depan fatma akan melahirkan anak pertama. Ia jadi berpikir nanti kalau perut nya sama dengan kakak ipar, merasakan mengandung. Rasa takut juga ada dalam pikirannya, bagaimana nanti dia melahirkan sesakit apa rasanya? Semua terlintas dibenak verli.


Tak lama kemudian devan pamit undur diri untuk melanjutkan aktivitas dipesantren diikuti kenza. Perlahan mereka bubar satu-persatu terutama dengan hafka yang mengistirahat kan tubuhnya sebentar. Verli juga ikut ke kamar untuk bersih-bersih diri dan mengikuti kegiatan di pesantren. Ia terduduk sebentar diranjang samping hafka sembari melamun.


Ada apa kok melamun?" tanya hafka mensejajarkan duduk nya dengan verli.


"Aku takut mas" jawab verli setengah sambil menunduk.


"Takut kenapa?" tanya hafka bingung.


"Melihat kak fatma hamil, aku jadi kepikiran nanti kalau melahirkan rasa nya sesakit apa!! Kata mama orang yang melahirkan pasti sakit tapi kalau si buah hati sudah keluar kedua ini rasa sakit itu seperti hilang begitu saja dan berganti dengan kegembiraan....aku jadi takut" ujarnya.


"Tenang lah aku akan selalu ada untukmu, semua perempuan yang melahirkan pasti juga akan merasakan sakit, rasa sakit itu akan diganti sama Allah dengan pahala, aku akan selalu menemani kamu. Tapi kalau kamu mau menunda kehamilan gak pa-pa kok, jika belum siap" Hafka sangat sabar dan pengertian. Tapi itu malah membuat verli jadi merasa bersalah. Selama ini suaminya itu sudah sabar dan pengertian.


"Gak, aku gak akan melakukan itu. Kalau Allah memang ingin menitipkan anak pada kita, aku akan menerima dengan senang hati dan merawat nya hingga dewasa, aku dan kamu yang aka menjaga dia kelak" ucap verli.


Perkataannya disambut senyuman manis dan pelukan hangat dari hafka. Verli tak mau lagi membuat hafka selalu mengalah. Ia sebagai istri harus bisa mengerti dan tak selamanya minta dimengerti. Menahan hak suami dan menunda kehamilan itu sangat salah. Karna itu sudah kewajibannya melayani suami.


******


Alif pergi ke kantor nya untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai. Niatnya ia akan langsung pulang setelah selesai tapi malah dapat titipan dari sang adik untuk membelikan martabak manis dan snack kesukaannya. Terpaksa dia lakukan karna tak tega menolak permintaan aisyah.


Menjelang sore alif baru masuk mobil untuk pulang. Ia harus membeli titipan aisyah terlebih dahulu sebelum pulang. Kalau tidak dapat yang ada aisyah akan ngambek.


Beberapa saat kemudian.


Alif sudah sampai, tempat martabak itu cukup ramai. Ia harus sabar mengantri karna memang martabak disitu sangat enak, wajar saja kalau aisyah sangat menyukainya.


Setelah apa yang di inginkan terpenuhi alif segera masuk mobil dan kembali berhenti di minimarket yang tak jauh dari tempat tadi membeli martabak. Dua kantong plastik berhasil ditenteng oleh alif kemudian dibawa ke mobil. Ia pun kembali untuk pulang.


Ditengah perjalanan alif melihat mobil yang berhenti di pinggir jalan. Ada perempuan berhijab yang mondar-mandir melihat mobil nya. Saat melewati mobil tersebut alif baru tahu kalau perempuan itu adalah kely. Mobil nya berhenti didepan mobil kely. Alif pun turun dan menemui kely yang sendirian sambil melihat mobil nya entah kenapa.


"Assalamualaikum" ucap alif memberi salam.


"Wa'alaikumussalam" jawab kely menoleh ke sumber suara.


"Kenapa dengan mobil kamu? Mogok kah?" tanya alif.


"Ampun deh dimana-mana selalu ketemu situ mulu" ketus kely melengos begitu saja.

__ADS_1


"Niatku baik buat bantuin kamu, kalau gak mau dibantu ya sudah aku pergi dulu" ucap alif hendak berbalik.


"Duh gimana ya, ini mobil pakek acara mogok segala lagi. Ya udah lah terpaksa nih hanphone juga lowbet" batin kely.


"Eh tunggu, ya itu...bantuin mobilku mogok gak tau kenapa" ucap kely mencegah alif untuk pergi.


Alif tersenyum sebelum berbalik ke arah kely.


"Tadi ngegas, minggir dulu biar aku cek masalah nya apa" ujarnya sembari berjalan menuju mobil kely.


Beberapa saat, alif melihat titik masalah yang mengakibatkan mobil kely mogok.


"Seperti nya aki mobilmu bermasalah, udah pernah diservis belum?" tanya alif yang masih mengotak-atik mobil.


"Belum kayak nya, aku gak pernah ngecek. Terus gimana dong, aku pulang naik apa?" keluhnya.


"Kamu pulang aku anter saja, biar mobil kamu nanti diambil sama tukang servis langgananku" ajak alif.


"Harus ya pulang sama kamu gak ada cara lain apa"


"Kalau gak mau pulang saja jalan kaki sana"


Kely termenung sejenak memikirkan tawaran alif untuk pulang bareng. Pesan taksi atau grab juga gak bisa karna hanphone nya mati.


"Ya sudah, terpaksa hanphone ku juga lowbet" pasrah nya sambil cemberut bersandar dimobil depannya.


"Oke, aku telfon tukang servis nya dulu biar diambil" ucap alif mengambil hanphone disakunya dan menelfon tukang servis yang biasa jadi langganan.


Beberapa menit kemudian.


Dua orang lelaki datang membawa mobil berhenti di depan mobil alif. Mereka menghampiri alif dan kely yang sedari tadi menunggu.


Setelah menitipkan mobil kely pada mereka, alif pun kembali ke mobilnya bersama kely yang mengekor.


Sepanjang jalan kely hanya terdiam menatap ke arah luar jendela. Suasana teduh melihat gedung-gedung mejulang tinggi dan hiru-pikuk kendaraan yang melintas tak terlalu ramai. Alif menatap kely sekilas, mencuri-curi padang saat seseorang yang ditatap tak melihat. Dalam hati alif mengagumi kely yang menurutnya tidak seperti wanita yang lain. Ada rasa senang saat bisa berdua dengannya saja.


"Eh astagfirullah setan, jaga pandangan lif ingat dosa" batin alif yang langsung fokus ke depan.


"Key!!" ucap alif memecahkan keheningan diantara mereka.


"Apa?" jawab kely singkat tanpa menoleh ke arah alif.

__ADS_1


"Apa kamu sudah punya pasangan?" tanya alif yang masih fokus menyetir.


Seketika pertanyaan itu membuat kely menatap alif sekilas lalu berbalik melengos.


"Tidak" jawabnya singkat.


"Apa kamu suka sama seseorang?" tanya alif lagi.


"Tidak" jawaban yang sama seperti sebelumnya yang diberikan oleh kely.


"Kalau ada seseorang yang mengajakmu menikah, apa kau mau menerimanya?" tanya alif.


Kely terdiam sejenak sebelum menjawab. Ia beralih menatap ke arah depan tanpa melihat alif.


"Tergantung, kalau dia serius dan setia aku bisa saja menerimanya. Buatku asal dia bertanggung jawab aku akan lapang dada untuk bersanding dengannya" jawab kely.


"Kalau gitu apa aku boleh meminta restu pada kedua orang tuamu"


Deg.


Kely sungguh terkejut dengan ucapan alif. Ia bingung apa maksud perkataannya.


"Maksudnya?" tanya kely pura-pura tak paham.


"Aku mau menikahimu" ucap alif mantap tanpa ragu, wajahnya terlihat serius.


Kely ditambah kaget mendengar ucapan yang terlihat serius dari mulut alif. Bibir nya tak bisa menjawab apapun. Rasanya sulit untuk bilang tidak, tapi hatinya masih belum yakin. Ada rasa bahagia juga saat alif melamar dia lebih tepatnya mengajak menikah. Entah karna apa atau sudah tumbuh benih cinta? Hanya mereka berdua yang merasakan.


Tiba-tiba alif meminggirkan mobil nya dan berhenti. Ia berbicara tanpa menatap kely. Pandangan yang bukan halal untuknya.


"Berikan aku kesempatan untuk meminta restu pada orang tuamu dan menikah denganmu, aku tak mau ada orang lain yang memilikimu duluan, aku sungguh serius" ucap alif.


Kely terdiam sejenak lalu menjawab ucapan alif yang memberikan kesempatan untuknya. Papa nya tak akan semudah itu merestui orang yang belum tentu dikenalnya. Karna ia mau kely mendapat pasangan yang benar-benar bertanggung jawab dan tak memandang status.


"Baiklah silahkan datang ke rumahku, aku akan memberi kesempatan untuk mu hadir dalam hidupku. Aku tunggu kehadiranmu dan niat baik itu besok" jawab kely menunduk.


"Terima kasih, aku akan datang kerumah mu tepat waktu"


"Heem" kely menjawab dengan denggeman saja.


Alif sungguh bahagia dapat lampu hijau dari kely, sekarang tinggal restu dari kedua orang tuanya. Alif tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Kalau bisa menikah kenapa harus berlama menunggu. Alif sudah mengagumi kely sejak awal bertemu sampai sekarang hatinya ada ketertarikan pada kely. Oleh sebab itu alif tak mau menunda, lebih baik bertanya dulu kalau masalah hasil bisa belakangan. Dari pada dipatuk ayam duluan entar.

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang. Alif mengantarkan kely dulu untuk kembali ke rumahnya.


__ADS_2