CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 53. TERIMA


__ADS_3

Hari berikutnya seperti biasa hafka berangkat kerja tentunya sendirian. Sampai menjelang sore baru akan pulang. Untuk niatnya meminang verli lusa akan dilaksanakan, abi yusuf dan ummi halimah akan mendatangi kediaman verli.


Tak disangka nadin dan frisko malah datang ke pesantren untuk menjemputnya. Karna verli ingin menyelesaikan kuliahnya setelah itu baru akan kembali lagi ke pesantren.


Verli dan kely diajak kembali untuk pulang. Sebenarnya abi yusuf ingin menyampaikan dulu kepada verli namun tak enak hati lebih baik langsung datang ke rumahnya saja.


Setelah mendapat izin siang itu juga verli dan kely langsung pergi. Kemarin mereka sudah membereskan barangnya, tidak semua yang dibawa hanya sebagian saja karna nanti mereka akan kembali lagi.


Aina dan tia juga berpamit pada abi yusuf dan ummi halimah untuk melanjutkan kuliah mereka. Jadi hari ini keempat sahabat itu pergi bersamaan. Niatnya aina dan toa naik kereta saja namun verli mengajaknya pergi bareng. Ditolak oleh aina karna merasa tak enak hati, biasanya pun mereka juga kalau gak naik bis ya kereta.


Aina dan tia sekampus sama jadi wajar kalau berangkatnya bareng. Mereka sudah terbiasa mandiri sesekali orang tuanya berkunjung ke pesantren kalau gak gitu ya pada saat senggang kulia aina dan tia akan pulang. Rumah mereka agak jauh karna beda kota dengan kampus dan pesantren tapi masih kota tetangga jadi tidak jauh-jauh banget.


Verli terus memaksa dan nadin juga tidak keberatan. Karna terus dipaksa oleh verli mereka pun nurut saja. Akhirnya mereka satu mobil yang sama.


Dimobil mereka bercengkrama sambil verli bertanya tentang kuliah aina dan tia selama ini. Entah kebetulan atau apa, tempat kuliah aina dan tia satu kampus dengan verli.


"Beneran na?" tanya verli gak nyangka.


"Iya, memangnya kenapa? Kok kamu kayak kaget gitu" jawab aina.


"Ya berarti kita sekampus dong, aku juga sama kuliah disitu"


"Wah kebetulan sekali ver, kita jadi gak usah pisah lagi" kata tia.


"Ternyata kalian sekampus dengan verli, masuk pakai jalur apa?" tanya nadin ramah.


"Iya na kamu kok bisa masuk kampus ini kan sulit buat masuk situ" ujar kely.


"Pakai beasiswa tante, kami dapat beasiswa buat masuk kuliah disitu, alhamdulillah diterima dan sebelumnya ikut tes juga" jawab aina.


"Alhamdulillah kalau begitu ya, kalian jadi sekampus, lalu setelah ini kalian mau kemana kan kuliah masih besok?" tanya nadin.


"Kami biasanya tidur diasrama kampus tante"

__ADS_1


"Ma boleh ya aina dan tia tidur dirumah biar verli ada temennya juga, boleh ya maa" ucap verli memohon.


"Eh jangan ver kita ke asrama aja, dianterin juga sudah alhamdulillah, gak usah kami tinggal diasrama saja" tolak tia halus.


"Gak apa-apa biar verli juga ada temennya, kalian nginep saja dirumah tante malam ini"


Nadin sangat ramah dengan sahabat baru verli.


Nadin melihat verli sangat bahagia bersama kawan barunya. Terlebih sikap verli sangat dewasa dibanding yang dulu. Itu sudah membuat nadin sangat bangga, verli bisa mendapat teman yang baik dan tulus.


"Hmm aku sendirian dong ver, enak kamu ditemenin aina sama tia.......lah aku sama siapa nanti dirumah" kely merengut sambil menunjuk diriny sendiri.


"Mau ikut juga kamu key, izin dulu sama orang tuamu, kalau mau sekalian ke rumah tante"


"Eh mau dong tan, aku telfon mama dulu ya bia......" omongan kely dipotong oleh nadin.


"Gak usah telfon, nanti mama papa mu akan ke rumah jadi sekalian izin, pasti mereka nanti juga sampek duluan" kata nadin.


Verli terima saja kemauannya, karna dipaksa bagaimana pun aina dan tia tetap tidak mau. Karna merasa sungkan padahal nadin tak


keberatan.


♥ ☆♥ ☆♥☆♥☆♥


Drama dimobil telah selesai, skip. Berganti ke hafka yang tengah menata hati, marajut rasa mempersiapkan segala kematangan untuk nanti menerima kehidupan barunya.


Paginya hafka bersama kedua orang tuanya beserta kenza. Mereka pergi untuk mendatangi kediaman verli. Dengan doa meminta izin agar semua dilancarkan.


Persiapan sudah selesai, perjalanan sudah dilalui. Mobil mereka sudah memasuki halaman rumah verli. Alamat itu didapat oleh abi yusuf yang memintanya.


Kedatangan keluarga hafka disambut hangat oleh nadin dan safren. Verli terpaksa izin pulang setelah mata kuliah yang pertama, karna dihubungi oleh mamanya untuk pulang cepat. Ada keluarga hafka yang akan datang ke rumah mereka.


Mereka duduk rapi diruang tamu, hafka hendak mengutarakan niatnya. Gugup? Jangan ditanya lagi, hafka sangat deg degan. Sampai tangannya basah karna keringat yang terus diukep alias dipegang menjadi satu.

__ADS_1


"Bismillah semoga ini keputusan yang tepat" batin hafka dalam hati.


"Niat saya dan keluarga saya kemari untuk meminang putri anda om, tante untuk menjadi istri saya" Ada yang plong keluar dari hati hafka lega rasanya bisa mengutarakan apa yang ingin disampaikan.


"Jadi kamu ingin menikah dengan anak kami? Tapi verli masih kuliah dan kea...." Nadin memutus perkataannya lalu menoleh ke suaminya.


"Jika tidak keberatan apakah nak verli mau menikah dengan hafka? Dan kalau pak safren dan bu nadin merestui untuk iktikat baik kami" kata abi yusuf ramah.


"Kami tidak keberatan kalau masalah ini, kami merestui saja, nak hafka juga baik dan sholeh pasti bisa membimbing verli kedepannya, tapi semua keputusan ada ditangan verli" jelas safren.


"Sayang apa kamu mau menerima ajakan nak hafka untuk meminang kamu, apa kamu bersedia?" tanya nadin.


Verli juga bingung diterima apa tidak. Ketemu saja jarang dan ia tidak tau bagaimana hafka sebenernya. Dibenak verli bertanya mengapa hafka bisa mau menikah dengannya. Padahal dari awal hafka cuek dan amat jutek sama verli.


Verli kalau ditanya mau apa tidak pasti kebingungan. Disisi lain sepertinya orang tua verli senang saja jika ia menikah dengan hafka. Namun perasaannya bimbang.


"Verli kamu terima apa tidak nak, papa tidak akan memaksa kamu jika hatimu belum berkenan" tutur safren.


"Hmm ver-verli menerimanya pa" jawabnya gugup, entah jawaban dari mana yang langsung muncul dibenak verli mau menerima pinangan hafka.


"Alhamdulillah" ucap syukur ummi halimah dan abi yusuf.


Hafka pun lega mendengar jawaban dari verli. Sekaligus berpikir alasan verli mau menikah dengannya.


"Ya Allah apa keputusanku tepat, duh kenapa tadi aku gak minta waktu unttuk menjawab, ini mulut main ceplos aja, semoga keputusanku gak salah deh" gumam verli dihati.


Setelah dirimbung dan menemukan tanggal yang pas. Hafka dan verli akan menikah tiga hari lagi. Niat baik harus disegerakan tak perlu ditunda lama-lama.


"Gak kecepetan pa, tiga hari" verli keberatan karna waktunya sangat dekat sekali dan menurutnya kecepetan.


"Gak nak itu udab waktu yang pas, niat baik gak boleh ditunda-tunda, lebih cepat kan lebih baik" ucap nadin memberi pengertian.


Ada satu yang terlupa nadin dan safren tidak jujur dengan rahasianya. Nadin berpikir sangat berat karna jika verli menikah harus ayah kandungnya yang menjadi wali nikah. Inilah rahasia yang disembunyikan bertahun-tahun dari verli.

__ADS_1


__ADS_2