
Malam hari
Verli ada di kamarnya sedang mengotak ngatik ponselnya. Verli membuka satu nama dikontaknya dan menelfon nomor tersebut.
"hai kelyna apa kabar?" verli menyapa dengan menanyakan kabar pada seseorang balik telepon.
"aku baik, kamu sendiri gimana? Hubunganmu sama radit baik-baik aja kan?" jawab kelyna, dia adalah sahabat verli udah lama sejak dibangku SD mereka sudah bersahabat dekat.
"hm itu yang ingin aku ceritakan padamu, apa kamu ada waktu?"
"ada kok apa sih yang gak buat kamu kalau gitu besok kita ketemu di cafe biasanya ya"
"oke makasih ya kely"
"oke"
Verli hari ini sangat capek padahal dia tadi hanya menemui radit setelah itu pulang. Mungkin hatinya yang terlalu capek memikirkan radit, padahal kan verli sangat mencintai radit. Verli merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya sebahu. Lampu sudah dimatikan hanya tersisa lampu tidur saja akhirnya verli tidur terlelap melewati malam yang sunyi.
02.30
Hafka bangun seperti biasa menjalankan rutinitasnya untuk shalat tahajud. Setelah itu hafka mengambil al-quran dan membacanya.
Suaranya sangat merdu dalam melantunkan ayat demi ayat.
Hafka sudah selesai shalat sekarang duduk di tempat tidurnya. Entah kenapa mikirannya memayangkan verli, hafka memang tidak tau persis wajah verli karna setiap bertemu dengannya hafka selalu menunduk tak pernah melihat wajahnya.
"Astagfirullah kenapa fikiranku melayang kesana, ya Allah jagalah hati hamba agar tidak salah arah dan tidak melihat yang seharusnya tidak hamba lihat." gumam hafka dalam hati agar menipis fikirannya tentang verli.
Hari sudah menjelang pagi hafka sudah ada dimeja makan bersama sepupu,paman, dan bibinya. Hafka hari ini tidak ada jadwal rencananya mau pulang ke pesantren hafka sudah rindu dengan suasana dipesantren.
"paman bibi hari ini hafka izin pulang ya karna beberapa hari kedepan sudah tidak ada jadwal lagi, hafka juga rindu sama abi umi" hafka membuka pembicaraan
"ya sudah kalau memang kamu ingin pulang nanti salamin buat abi dan umimu ya, maaf paman dan bibi belum bisa berkunjung kesana" ucap niko
"tidak apa-apa paman nanti hafka salamin buat abi dan umi" jawab hafka
"alif ikut hafka boleh gak pa sekalian nemenin hafka, alif juga bosen masalah pekerjaan biar asistenku yang urus. Beberapa jari kedepan tidak ada jadwal padat dikantor" ujar alif selesai menelan makannya
"Lah memang besok kamu tidak ada rapat dikantot?" tanya niko
"Ada sih tapi biar asistenku aja yang handle, aku mau refresing bentar capek pa kapalaku pusing kalau tiap hari mikirin kerjaan mulu boleh ya pa" jawab alif dengan nada
memohon.
"baiklah kamu boleh ikut hafka, tapi jangan kelamaan nanti tugasmu numpuk dikantor"
"siap, makasih papa" alif tersenyum lebar dapat izin pergi bersama hafka ke rumahnya.
__ADS_1
"lah kak aisyah sendiri dong issh masak ditinggal" kini aisyah cemberut karna akan ditinggal kakaknya itu.
"hanya sebentar aja kok nanti juga kakak pulang gak lama" ujar alif
"hmm ya udah deh tapi nanti kalau aisyah udah libur sekolah ajak juga ya"
"iya iya nanti kakak ajak kesana"
"makasih kak muuuuaaaccchhhh".
**********
Verli sudah berada di cafe menunggu kelyna datang, sudah 10 menit verli menunggu tapu kelyna belum datang juga.
"kely mana sih lama banget macet apa gimana" gumam verli sambil meneguk minuman yang telah dipesan.
"verlii!!" teriak seseorang sambil melambaikan tangannya tak jauh dari tempat duduk verli.
"hai sini" ucap verli dengan melambaikan tangannya juga.
"maaf ya kamu jadi nunggu lama tadi jalanan macet entah deh gak seperti biasanya" ujar kelyna yang baru sampai.
"iya gak papa, tadi aku udah pesankan minuman kesukaanmu tapi mungkin udah dingin kamu pesan lagi aja" verli menjawab sambil mengaduk minumannya.
"iya" jawab kely singkat.
"Apa yang ingin kamu ceritakan apa ada masalah dihubunganmu dengan radit?" tanya kely penasaran karna sahabatnya itu dari tadi hanya diam saja.
"huuufft......aku udah putus dari radit karna!!" verli menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dan mulai cerita namun verli memotong pembicaraannya.
"Karna apa ver cerita aja kamu kan udah lama sama radit kok bisa putus gitu aja" kely mulai penasaran raut wajahnya seketika berubah saat melihat kesedihan di wajah verli.
"Radit selungkuh kely aku memergokinya saat dikampus dia sama wanita lain dan ternyata wanita itu sedang hamil" verli sudah tidak bisa membendung air matanya dan akhirnya verli menangis.
"APA!! Dia selungkuh kok bisa padahal kalian udah lama kan menjalin hubungan dan selama ini radit menyayangimu dengan tulus dan kamu tadi bilang apa wanita itu hamil" kely kaget dengan ucapan verli.
"iya, hiissk....hiissk...hiiissk" verli menangis sesegukan.
"udah jangan nangis ya mungkin dia bukanlah orang yang baik untukmu masih banyak kok laki-laki yang lebih baik darinya yang bisa mencintaimu dengan tulus" ucap kely memeluk verli memberi semangat.
"tapi gak segampang itu kely, kalau wanita itu hamil berarti udah lama mereka menjalin hubungan dibelakangku" jawab verli yang masih masih menangis.
"udah yang sabar ya, lupain aja dia kamu harus bisa move on dari radit jangan seperti ini terus kamu harus bisa tunjukin ke dia bahwa kamu bisa mendapatka orang yang lebih baik darinya dan satu lagi bikin dia menyesal telah meninggalkanmu" ucap kelyna mengelus pundak sahabatnya.
"Kamu benar aku harus bisa move on dari dia, buat apa juga menangisi laki-laki g*la itu, aku akan membuat dia menyesal sudah meninggalkanku" jawab verli sambil menyerka air matanya.
"Nah gitu dong itu baru sahabatku, udah jangan buang air matamu demi dia gak pantas dia kamu tangisi" ujar kely
__ADS_1
"makasih ya kely kamu memang sahabat terbaikku"
"iya" jawab kely singkat sambil memeluk verli.
"Ow ya aku juga mau ceritain soal laki-laki yang kemarin sempet menolongku dua kali yang pertama saat aku mau dirampok dan yang kedua saat radit ingin menyakitiku" ujar verli
"siapa memangnya dia kamu kenal?" tanya kely.
"aku sih gak kenal, awal ketemu saat dirumah sakit waktu aku nganter mama periksa kesehatan dia tak sengaja menabrakku"
"Lalu kenapa dengannya kamu suka sama dia? Siapa namanya ganteng gak?" goda kely dengan pertanyaannya.
"Gak lah biasa aja sih, dia tampan tapi aku gak tau siapa namanya, dia aja gak mau beri tau malah nyuruh aku shalat malam kalau ingin tau namanya dan nyuruh pakai pakaian tertutup aneh gak sih"
"Dia nyuruh kamu shalat dan memakai pakaian tertutup, wah pasti orangnya alim banget tuh dari perkataannya aja udah kelihatan" jawab kely makin menggoda verli.
"Iya kalau sama aku aja gak mau liat katanya bukan sepantasnya dia lihat" ujar verli
"wah pepet(deketin) aja dia jangan dilepasin sulit loh dapet cowok kayak dia, barangkali aja jodoh perbaiki diri dulu mulai dari shalat jangan sampai telat" kelyna menasehati verli.
"Tapi seleraku bukan dia lagi pula aku nyaman seperti ini" jawab verli santai, memang tipikal verli bukan cowok seperti hafka namun lelaki yang punya gaya keren dengan outfit yang kece.
"Ver dengeri nih ya, udah saatnya kamu berubah udah terlalu jauh kamu sama Allah jangan sampai diakhir nanti kamu menyesal aku sebagai sahabatmu ingin liat kamu bahagia dan ingin yang terbaik untukmu, cobalah perbaiki pelan-pelan aku jamin kamu pasti dapat ketenangan setelah itu, kamu juga bisa dapat cowok yang mencintaimu dengan tulus bukan seperti radit" kely memberi pengertian sekaligus nasihat sambil menyelempangkan pashmina ke bahu.
"Iya aku akan mencobanya kely, doakan aja ya"
"aku pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu ver" jawab kely memeluk erat sahabatnya.
Halaman Pesantren.
Hafka sudah sampai di pesantren bersama alif, mobilnya sudah terparkir dihalaman pesantren. Didepan rumahnya abi yusuf dan umi halimah sudah menyambut mereka berdua, sebelumnya hafka sudah memberi tau orang tuanya kalau akan pulang bersama alif.
"Assalamualaikum abi umi" hafka mencium punggung tangan yusuf dan halimah secara bergantian begitupun dengan alif.
"ayo masuk umi udah masak banyak untuk kalian" ucap halimah
"iya umi"
Hafka masuk ke kamarnya menata barang bawaannya dilemari dibantu dengan alif, lalu membersihkan badannya. Kini mereka semua sudah ada di meja makan, banyak menu makanan dimasak oleh umi halimah karna tau keponakannya akan datang juga.
"umi masak ini semua sendiri?" tanya alif melirik semua menu makanan yang ditata rapi dimeja makan. Alif memang memanggil orang tua hafka dengan sebutan abi umi karna itu permintaan keduanya.
"iya kan kamu juga ikut kesini, jadi umi masakin menu kesukaan kalian berdua" jawab halimah sambil menaruh nasi dipiring suaminya.
"wah pasti enak" saut hafka yang sudah tak tahan melihat menu makanan terjajar rapi.
"ayo makan jangan diliatin aja" ujar yusuf
__ADS_1
"iya abi" jawabnya.