
"Ssuuutt jangan banyak bicara ya sekarang istirahatlah kakak akan menemanimu, sebentar lagi mama sama papa kesini cepatlah sembuh kakak keluar dulu ya" frisko sangat senang sudah hampir setiap hari dia menunggu di rumah sakit dan akhirnya verli sadar juga.
"Hmm" verli menjawab dengan deheman.
Frisko pergi keluar menunggu safren dan nadin datang, senangnya tak kepalang melihat adik nya sadar.
Tak lama nadin dan safren datang berjalan mendekati frisko,wajahnya sangat terlihat sangat senang dengan mata berkaca-kaca.
"Bagaimana verli apa sudah sadar?" tanya madin spontan.
"Sudah ma verli sudah bangun sekarang lagi istirahat nanti kalau keadaannya membaik akan dipindah ruangan, sekarang mama liat dari jendela kaca dulu ya karna kata dokter dia harus istirahat" ucap frisko memeluk nadin.
"Hmm yang penting verlu sudah siuman mama sangat senang" nadin berjalan mendekat ke jendela kaca dia melihat verli sudah benar-benar sadar.
Nadin tersenyum sambil menempelkan tangannya ke jendela kaca sebagai penghalang dirinya dan verli. Saat verli melihat itu hatinya sangat senang air matanya menetes tak bisa diucapkan lagi, padahal dia tadinya sudah pasrah akan nasib yang akan terjadi selanjutnya.
Verli bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa kembali pada orang tua dan kakaknya, dalam hatinya dia bertekad akan mengubah dirinya menjadi lebih baik tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya.
Hari sudah menjelang malam matahari sudah terbenam sekarang verli sudah berpindah ke ruang rawat biasa walaupun belum pulih betul, alat-alat ditubuhnya sudah dilepas dan tidak memakai bantuan oksigen.
Kedua orang tua verli dan frisko setia menunggunya sampai dipindahkan, sekarang hati nadin sudah plong melihat verli membaik.
"Bagaimana keadaanmu sekarang apa jauh lebih baik?" tanya nadin mengusap lembut tangan verli.
"Aku sudah baikan, mama tak perlu khawatir ya verli senang bisa liat mama papa dan kak frisko lagi" ucap verli lirih.
"Papa juga senang kamu bisa melewati semuanya, kamu memang anak hebat dan kuat" puji safren.
"Pa aku bukan anak hebat ataupun anak yang kuat, aku lemah aku selalu menyusahkan kalian, dan sekarang apa yang bisa dibanggakam dariku!! Jalan saja aku gak bisa dan seterusnya hanya duduk di kursi roda" jawab verli dengan pipi yang sudah basah.
Verli sudah tau kalau dia tidak akan bisa jalan ya walaupun kemungkinan kecil bisa dilakukan hanya saja sangat mustahil tapi kedua orang tuanya berharap ada keajaiban untuk anak nya, disaat itu hatinya hancur mendengar penjelasan mamanya bahwa dia tidak bisa jalan.
"Ssuuutt kamu bilang apa sih sayang kamu gak nyusahin kita, ini semua sudah takdir jangan putus asa ya pasti ada jalan untuk semua masalah yang kita hadapi" nadin menasehati verli.
"Iya ma verli akan berusaha untuk sembuh kembali"
"Sekarang istirahat ya"
Verli menjawab dengan anggukan saja, lalu beristirahat kembali.
-
-
-
-
Tiga hari kemudian.
__ADS_1
Kely datang ke rumah sakit bersama syafira dan abisfa, dalam tiga hari ini kely istirahat dan terapi tak sempat untuk melihat verli.
Karna hari ini ada kesempatan kely mengajak mama papanya menengok verli, dan di setujui oleh mereka. Sekarang kely sudah ada di koridor sama kedu orang tuanya.
Tok.
Tok.
Tok.
Suara seseorang mengetuk pintu ruangan verli, frisko pun membuka pintu dan ternyata itu kely saat melihat bahwa itu adalah dahabatnya verli sangat senang. Kely masih dikursi roda di dorong oleh abisfa mendekati verli.
"Hay apa kabar? aku senang sekali saat dapat kabar kalau kamu sudah sadar rasanya hatiku plong" ucap kely memeluk verli.
"Aku udah jauh lebih baik kok kamu gak usah khawatir ok!!"
"Heheh iya iya, maaf ya baru bisa datang sekarang kemarin aku sibuk pemulihan" jelas kely.
"Iya gak papa kok" jawab verli.
"Alhamdulillah kalau kamu sudah membaik om dan tante senang sekali, ini kita bawakan buah untukmu" ucap abisfa.
"Iya om aku bersyukur sekali, ini verli jadi ngerepotin om dan tante"
"Gak papa cepat sembuh ya" jawab syafira.
"Makasih om tante" ujar verli tersenyum.
"Hehehe papa tau aja ya udah aku mau ngobror sama verli, kak frisko gak papa kan keluar dulu?" ucap kely terkekeh kecil.
"Iya santai aja pasti verli juga kangen sama kamu" jawab frisko tersenyum lalu mengelus kepala verli dan beranjak pergi.
Kini tinggal kely dan verli berdua saja dalam ruangan, mereka ingin melepas rindu satu sama lain. Kely mengobrol banyak mulai dari dirinya sadar sampai tak kuat melihat verli koma.
"Kely aku ingin berubah" ucapan verli mengagetkan kely.
"Berubah apa maksud nya ver?" tanya kely tak paham.
"Yaa aku ingin memperbaiki hidupku yang kacau ini, melangkah lebih benar lagi" jawab verli.
"Kamu beneran kan gak bercanda sama aku!" kely kaget mendengar ucapan verli.
"Ya iyalah emang mukaku nih keliatan bercanda apa!!" tegas verli.
"Eh ya gak sih jangan ngegas dong, ya aku seneng kalau kamu memang bener serius ingin berubah ver hehehe"
"Sebenernya aku masih gak percaya dengan ucapanku sendiri" ujar verli seraya memikirkan sesuatu.
"Lah gimana sih tadi katanya serius pengen berubah sekarang bilangnya bingung yang bener ini yang mana ver" kely cemberut jadi bingung sendiri.
__ADS_1
"Hmm entahlah"
"Hadeh ver ya sudahlah, eh bentar deh kenapa kamu tiba-tiba kepikiran pengen berubah?" tanya kely penasaran.
"Huuffh gimana ya aku juga bingung harus cerita dari mana" verli menghela nafas panjang.
"Lah gimana toh kamu ini udah ceritain aja intinya"
"Oke deh, waktu aku koma tuh dalam alam bawa sadarku aku berada dalam sebuah taman atau apa ya pokoknya banyak pohon hijau lebat dan bunga-bunga cantik tapi sepi hanya ada aku saja karna kesepian aku mencari jalan untuk pulang gak ketemu juga.." verli menghentikan ceritanya.
"Terus apa yang terjadi sampai kamu bisa kembali ver" keky semakin dibuat penasaran.
"Tau gak lelaki yang pernah nolong kita dan ketemu ditaman?"
"Ow ya aku ingat kenapa dengannya?"
"Entah kenapa dia bisa menemuiku dan nyuruh aku untuk pulang karna keluargaku menunggu, jujur ya dia tampan hihihi terus dia bilang kalau aku kembali dia berharap aku berubah dan dia janji akan kasih tau namanya kalau aku sudah sadar, nah terus dia pergi entah kemana aku cari gak ada tak lama aku nangis lah disela itu ada cahaya terang banget aku coba masuk tuh setelah itu gak tau deh apa yang terjadi" jelas verli menceritakan semuanya membuat kely tercengang.
"HAH!! Lelaki itu nemuin kamu kok bisa aneh deh apa jodoh ya hahahah" goda kely membuat verli malu.
"Issh apaan sih ya gak mungkin lah paling juga cuma kebetulan aja" elak verli.
"Bentar deh waktu itu aku ketemu dia di rumah sakit ini pas setelah jenguk kamu di ruang ICU" kely mengingat sesuatu.
"Memangnya kenapa?"
"Dia tuh pakek setelan jas dokter gitu pas aku tanyain dia kerja disini apa gak eh malah gak jawab pergi gitu aja ya aku kan jadi penasaran"
"Apa pakai setelan jas dokter!! apa iya seorang dokter di rumah sakit ini tapi gak mungkin deh"
❤❤❤❤
Ruang kerja hafka.
Baru saja hafka selesai dengan kerjanya ingin pulang ke apartemen sebelum itu hafka akan bertemu dengan dokter brisma.
Hafka berjalan ke ruangan dokter brisma tapi belum juga sampai hafka bertabrakan dengan seseorang.
Bugh.
"Maaf dok saya tidak sengaja" ucap seseorang yang menabrak hafka.
"Gak papa saya juga minta maaf gak hati-hati" jawab hafka.
"Ya sekali lagi saya minta maaf dok"
"Yaya santai aja gak papa kok, saya permisi" ucap hafka.
"Silahkan dok" jawab frisko, ya yang menabrak hafka adalah frisko. Namun frisko gak tau wajah hafka karna tertutup masker hanya tau dari jas yang hafka pakai.
__ADS_1
Hafka pun bergegas pergi ke ruangan dokter brisma. Karna tidak ingin dia menunggu lama.