CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 15. HADIAH


__ADS_3

"Pergilah mama sama papa akan disini menemani verli" kata nadin.


"Ya sudah frisko berangkat dulu ya ma pa" ucap frisko.


"Iya hati-hati di jalan" jawab safren.


Frisko pergi dari rumah sakit menuju ke kantor untuk melakukan meeting hari ini.


Diapartemen.


Hafka sudah siap untuk pulang ke kampung halaman untuk menemui adiknya yang sedang sakit, dia sudah berjanji akan pulang. Sebelum itu hafka menelfon uminya untuk mengabari.


Tut.


Tut.


"Assalamualaiakum" akhirnya panggilan dijawab oleh uminya.


"Wa'alaikumussalam, umi hafka pulang hari ini ya beri tau maryam untuk menunggu, hafka sudah iizn ambil cuti tapi cuma sebentar 3 hari saja"


"Ya ndak papa nak syukuri saja, untung masih boleh pulang kasihan adikmu sudah tanya-tanya soap kamu" jawab halimah.


"Udah dulu ya umi ini hafka mau berangkat sekarang" ucap hafka sambil membuka pintu depan mobil.


"Iya hati-hati dijalan jangan ngebut lebih baik pelan asal selamat"


"Baik umi, assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Panggilan berakhir hafka mulai menyalakan mesin mobil melajukan dengan santai. Jalanan sedikit ramai karna ini masih jam aktif kerja. Sudah beberepa jam hafka menempuh perjalanan dan sesekali berhenti, akhirnya hafka sampai dirumahnya.


Hafka mengambil beberapa barang dibagasi mobil lalu membawanya masuk, sampai di depan pintu rumah hafka mengucap salam disambut oleh kakak dan abinya. Hafka masuk duduk diruang tamu, halimah keluar dari dapur membawa secangkir teh untuk hafka.


"Umi maryam ada dikamarnya?" tanya hafka.


"Iya dia ada dikamar lagi istirahat dari tadi nungguin kamu nak, alhamdulillah demamnya sudah turun" ujar halimah.


"Alhamdulillah, kalau gitu hafka ke kamar maryam dulu ya."


"Iya sana temuin kasihan dari tadi nungguin kamu, ngebet banget pengen ketemu mungkin karna kangen sama kamu dek" kata kenza.


Hafka mengangguk lalu pergi ke kamar adiknya. Sampai di depan kamar maryam hafka perlahan membuka pintu ternyata maryam sedang tidur, dia masuk pelan-pelan agar tidak membangunkannya.


Hafka mengelus kepala sang adik wajahnya sedikit pucat, lalu hafka mengecup kening maryam tak disangka itu membangunkan maryam. Maryam saat melihat hafka tersenyum gembira dan memeluk kakaknya dengan erat.


"Kak hafka ganggu ya" tanyanya.


"Gak kak maryam senang bisa liat kak hafka, maryam kangen maaf ya jadi ganggu kakak" kata maryam.


"Hei kenapa bilang begitu kakak kesini memang ingin bertemu denganmu, eh ya tunggu dulu kakak ada sesuatu untukmu" hafka mengambil sesuatu dari samping tempat tidur didalam paper back lalu memberikannya pada maryam.

__ADS_1


"Ini untukku kak?"


"Iyalah kan kak hafka ngasih buat kamu bukan yang lain hihihi"


"Makasih kak" maryam membuka isi paper back tersebut dan itu ternyata buku novel beserta buku yang lainnya tentang tak lupa hafka membelikan pakaian untuk maryam.


"Waaahh aaahhh senang sekali makasih banyaaaakk kak, muuuuuaaacchh" maryam sangat senang memeluk hafka dan mencium pipinya.


Maryam memang gemar membaca, apalagi membaca novel itu adalah hobynya. Saat melihat beberapa novel dan buku lain yang dibeli hafka hatinya sangat senang ditambah busana yang dibelikan hafka sangat cantik. Kakaknya itu memperlakukan dia sangat baik bahkan sangat menyayanginya.


"Kakak keluar dulu ya kamu istirahat saja, nanti kakak kemari sekarang kakak ingin bersih-bersih dulu, OK!!"


"Siap kak" ucap maryam.


Hafka pergi ke kamarnya untuk beberes, mandi setelah itu istirahat sejenak. Sudah sore hafka pergi ke masjid bersama abi dan kakaknya, selesai shalat hafka mengajar para santri untuk mengaji dan hafalan.


Para santri sangat senang bila hafka yang mengajar mereka karna dia sangat sabar dan lembut saat mengajarinya dalam mengaji maupun hafalan, tak diragukan lagi jika mereka menyukai hafka bahkan bila hafka tidak ada dipondok mereka selalu mencari hafka karna rindu. Dengan para santri hafka selalu ramah senyum dan suka bercanda dengan mereka, tapi kalau waktunya serius ya serius itu semua ada batasnya.


Malam tiba, Hafka pergi ke kamar maryam dengan membawa semangkuk bubur ditangannya. Tok tok tok, suara pintu diketuk


"Dek kak hafka masuk ya" ucap hafka.


"Iya kak masuk aja gak dikunci kok" jawab maryam sedang duduk diatas ranjang sambil memegang buku ditangannya.


"Adek kakak lagi apa nih"


"Lagi baca novel nih yang kakak berikan tadi ceritanya seru semua jadi senang bacanya"


"Ya sudah ini dimakan dulu umi sudah buatin bubur untuk kamu setelah itu minum obat ya"


"Heemm umi memang best deh enak banget gak pernah mengecewakan masakan umi" pujinya.


"Ya iya dong umi memang jago kalau masak heheheh, udah habisin ya" jawab hafka ketawa kecil.


"Pasti dong" maryam terus menyantap bubur lalu meminum obatnya yang ada diatas meja samping ranjang.


"Nah udah kan sekarang tidur ya bacanya dilanjut besok, OK!!"


"Siap kak" ujar maryam lalu merapikan tidurnya mengambil selimut dan mulai tidur, hafka mengelus kepala maryam sampai tertidur setelah dipastikan sudah nyenyak hafka pergi dari kamar maryam.


Diruang tengah ada abi dan umi sedang duduk sambil menonton TV, kenza sudah pulang dari sore karna tidak ingin lama-lama meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Hafka menghampiri kedua orang tuanya. Yusuf yang melihat hafka keluar dari kamar maryam menyuruh hafka duduk.


"Bagaimana keadaan maryam sudah lebih baik?" tanya yusuf seraya meneguk teh.


"Sudah bi malah sekarang jauh lebih membaik untung saja makannya masih mau, biasanya kalau orang sakit makannya susah dia pintar walau gak tetep ditelen" jawab hafka dengan bibir melengkung.


"Gak ada kamu kemarin mah susah harus dibujuk dulu katanya gak enak pahit lidahnya" kata yusuf dengan nada agak ketus.


"Hmm biasalah bi namanya juga sakit pasti susah makan"


"Iya maunya sama kamu aja baru makannya lahab nyata langsung baik aja itu anak emang obatnya itu kamu dia kangen kayaknya" ujar yusuf

__ADS_1


"Iya bi, hafka jadi gak tega kalau mau meninggalkan maryam lagi" ucap hafka seraya menunduk lesu.


"Udah gak papa maryam juga ngerti kok bukan anak kecil lagi, mungkin kemarin dia hanya kangen aja" halimah angkat berbicara sambil menoleh ke arah hafka.


"Tapi hafka tetep aja kasihan umi"


"Dah gak usah terlalu dipikirkan toh sekarang maryam sudah sehat udah mulai membaik mungkin besok juga udah sembuh"


"Iya umi, kalau gitu hafka pergi ke kamar ya umi abi"


"Istirahatlah jangan sampai kamu kecapean ya" ujar halimah mengelus pundak hafka.


"Iya umi" hafka pun berdiri dari duduknya lalu pergi ke kamar untuk istirahat.


-


-


-


-


Subuh tiba.


Hafka berada dimasjid melaksanakan shalat subuh, setelah selesai hafka mengambil al-quran dirak dan mulai membacanya, disisi lain juga ada santri yang sedang mengaji.


07.00


Syafira berada diruang putrinya, kely baru saja sadar abisfa yang berada diperjalanan menuju kantor saat diberi tau oleh syafira langsung berbelok menuju rumah sakit untuk melihat keadaan kely.


Syafira sangat senang melihat kely sudah siuman dari kemarin hatinya tidk tenang karna kely belum sadar juga. Namun hatinya berat untuk memberi tau kenyataan sebenarnya tentang keadaan saat ini. Kely melihat tangan dan kakinya diperban lalu menatap wajah mama tercinta.


"Ma kely dimana?" tanya kely dengan suara lemas.


"Kamu di rumah sakit sayang, kamu habis kecelakaan mama senang kamu sudah sadar dari kemarin mama sangat cemas" jawab syafira.


"Kecelakaan!!" kely masih mengumpulkan ingatannya dengan kejadian waktu itu, kely pun ingat dengan peristiwa tersebut yang membuatnya masuk rumah sakit.


"Ma verli dimana dia baik-baik saja kan?" tanya kely lirih.


"Tenangkan dirimu dulu sayang, kamu baru saja sadar mama panggilkan dokter dulu ya" Syafira memencet tombol di samping verli yang langsung tersambung dengan ruang perawat.


Tak lama dokter dan dua perawat masuk keruangan kely, mengecek keadaannya.


"Alhamdulillah keadaan kely sudah mulai membaik, apa yang anda rasakan nona?" ucap dokter sekaligus bertanya.


"Ini kenapa kaki saya gak bisa digerakin ya dok, beray banget rasanya" ujar kely seraya mencoba menggerakkan kaki kanannya.


"Karna benturan dikaki kanan anda mengakibatkan adanya keretakan yang cukup serius sehingga kaki anda lumpuh" jelas dokter.


"APA LUMPUH!! Apa tidak bisa sempuh dok?" kely sangat kaget dengan penjelasan dokter dengan mata melotot.

__ADS_1


"Kaki anda tidak lumpuh total itu masih bisa disembuhkan seiring berjalannya waktu dengan terapi yang teratur"


Hati kely sedikit lega dengan jawaban dokter walaupun perlu waktu untuk sembuh kely akan tetap semangat masih ada harapan untuknya bisa jalan normal kembali. Sejenak dia teringat verli lalu bertenya keadaan verli sekarang.


__ADS_2