
"Assalamaualaikum" ucap kely
"Wa'alaikumussalam" jawab hafka dan dokter brisma.
"Masih kenal dengan kami tidak? kamu lelaki yang waktu itu nolongin kita kan pas ban mobil kita bocor" kata kely.
"Ow iya kalian saya masih ingat" jawab hafka.
"Kebetulan ketemu disini saya berterima kasih ya sekali lagi atas bantuannya tempo hari" ucap kely.
"Iya sama-sama kita manusia sudah seharusnya daling tolong menolong" ujar hafka sambil melirik sekilas ke arah verli yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Eh verli liih malah main ponsel terus, VERLIIII!!!" teriak kely pelan yang kesal dengan verli.
"Hmm iya iya sabar dong gak usah ketus gitu" jawab verli lalu berdiri menatap hafka.
"Ketemu lagi sama kamu disini, hmm makasih tempo hari udah nolongin kita" ucap verli.
"Masya Allah kalau dia tertutup begini auranya terpancar cantik, Ehh astagfirullah kenapa denganku ini astagfirullah astagfirullah tenang hafka" gumam hafka mengagumi kecantikan verli saat memakai hijab namun ditepis olehnya.
"Em eh i i iya" jawab hafka terbata-bata.
"Kamu kenal dengan mereka hafka?" tanya dokter brisma.
"Iya, waktu itu tak sengaja bertemu mereka ternyata ban mobilnya bocor jadi saya tolongin kebetulan saya sama alif" jawab hafka.
"Ow begitu, ya sudah" ucap brisma.
"Ini siapa kamu, Ayah?" tanya verli.
"Bukan, kenalin ini dokter brisma rekan kerja saya" jawab hafka memperkenalkan dokter brisma kepada verli dan kelyna.
"Bentar tunggu dulu kamu tadi bilang apa dokter? rekan kerjamu? jadi kamu ini seorang dokter?" tanya verli lagi seraya kaget.
"Ya ampun kenapa malah keceplosan sih, alesan apa ya" gumam hafka dalam hati
__ADS_1
"Hmm bukan, maksud saya doktee brisma ini memang seorang dokter, saya hanya klining service yang sudah menganggap dokter brisma sebagai ayah sendiri" ucap hafka berbohong.
"Owalah kirain sama- sama dokter" ujar verli.
"Kenapa hafka berbohong pada mereka? dan perempuan ini siapa namanya tadi, ah ya verli wajahnya kok seperti mirip seseorang ya tapi siapa terus ini rasanya aku dekat sekali dengannya" gumam dokter brisma dalam hati sambil melirik ke arah verli.
"Kami permisi dulu ya, assalamualaikum" ucap hafka.
"Wa'alaikumussalam" jawab veeli dan kely.
Dokter brisma yang mendengar hafka berbohong kepada verli dan kely pun menanyakan alesannya kepada hafka.
"Hafka kenapa kamu tadi berbohong tentang statusmu yang sebenarnya kepada mereka?" tanya dokter brisma.
"Saya hanya gak mau mereka tau identitas yang sebenarnya, biarlah mereka tau saya hanya seorang laki-laki sederhana apa adanya, bukan seorang dokter biarkan identitas ini keluarga saya yang tau" jawab hafka sambil terus berjalan.
"Ya sudah kalau memang itu alasanmu, itu privasimu saya gak mau ikut campur" ucap dokter brisma sambil tersenyum.
"Ini sudah memasuki waktu ashar kita cari masjid dulu untuk shalat dok" pinta hafka.
" Ya sudah ayo" jawabnya.
Sore telah berganti malam. Verli sudah selesai makan malam, sekarang berada dikamarnya menatap dirinya sendiri didepan cermin. Tadi saat pulang orang tuanya kaget juga kagum melihat anak mereka berpenampilan beda dengan pakaian serba panjang dan berhijab. Mereka lebih menyukai verli yang memakai hijab dari pada yang terbuka.
Verli terus memandangi dirinya didepan cermin sambil terus bergumam.
"Kelihatannya mama dan papa suka sekali melihatku pakai hijab, apa iya aku harus memakainya tiap hari tapi ini membuatku gerah, ahh sudahlah gak perlu kamu hiraukan verli nanti malah diledek temen sekampus lagi karna modelku yang begini" verli bergumam sendiri dikamarnya.
Verli merebahkan badannya diranjang kamar, memilih untuk tidur agar besok bisa melanjutkan kuliahnya karna ada kelas pagi.
Malam semakin larut verli sudah tertidur lelap merangkul gulingnya dan memakai selimut sebahu berharap mimpi indah malam ini.
*******
Pagi ini hafka tidak bekerja jadwalnya kosong jadi dia memilih pergi ke rumah niko, sebelum itu hafka pergi ke minimarket membeli sesuatu untuk aisyah. Setelah sampai diminimarket hafka langsung memilih banyak belanjaan, mulai dari susu, snack, coklat, minuman berasa dan banyak lagi. Karna sudah tidak ada lagi yang perlu dibeli hafka keluar menuju mobilnya, Tak jauh darinya hafka menangkap seseorang yang dia kenal.
__ADS_1
Hafka memilih melangkah pergi tanpa menoleh ke arah orang tersebut, namun orang itu juga mengenali hafka dan malah menyapanya.
"Hai ketemu lagi ternyata, kenapa ya setiap aku kemana pun pasti kamu ngikut mulu" kata verli menyapa hafka.
"Huuuffftt" hafka hanya bisa menghela nafas panjang. "Baru saja kemarin berhijab kenapa sekarang malah dilepas lagi ya, berubah 100% beda banget" gumama hafka dalam hati.
"Heh kamu denger gak aku ngomong kok malah diam aja" ucap verli memecahkan lamunan hafka.
"Iya saya denger, anda ini kenapa? kemarin baru pakai hijab nutup aurat sekarang dibuka lagi" tanya hafka menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Haduh kemarin itu karna permintaan sahabatku ya jadi aku gak bisa nolak" ujar verli.
"Udah baik sahabat kamu menyuruh berhijab kenapa malah dilepas kenapa gak dipertahanin, apa orang tuamu tidak menyukainya?" pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan oleh hafka.
"Cerewet banget sih, ya terserah aku lah baju ya bajuku sendiri gak usah ngatur lah lagian gerah enakan begini" jawab verli ketus.
"Saya hanya sekedar mengingatkan, apa kamu tidak kasihan sama ayahmu? apa ini caramu membalasnya? cobalah berubah, gak akan terasa gerah kalau ada niat dihatimu kecuali itu hanya sekadar memakai lalu melepas gak akan ada rasa nyaman di dalamnya, ingat ya jika memang kamu sayang kedua orang tua berproseslah pelan-pelan agar nanti ayahmu tidak mendapatkan siksaan dineraka atas perbuatanmu, permisi assalamualaikum" ucap hafka panjang lebar lalu pergi meninggalkan verli.
"Apa aku salah selama ini, apa yang dikatakan dia tadi benar?" gumam verli memikirkan ucapan hafka barusan.
Kediaman Niko.
Hafka baru sampai lalu turun dari mobil menenteng belanjaannya dibawa masuk kedalam, rumahnya kelihatan sepi hafka pun masuk sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum paman bibi" ucap hafka.
"Wa'alaikumussalam ternyata kamu toh ayo masuk" jawab delsa.
"Ini bi buat aisyah tadi hafka sekalian mampir ke minimarket" ujar hafka seraya memberikan kantong belanjaan ke delsa.
"Ya ampun jadi ngerepotin, kebetulan aisyah dikamarnya sebentar ya bibi panggilin" ucap delsa, baru saja delsa mau memanggil aisyah dia sudah nyamperin duluan.
"Kak hafka dateng kesini ternyata" ucap aisyah yang baru datang lalu melirik tas belanjaan di atas meja. "Itu buat akukan kak heheh" sambung aisyah sambil terkekeh.
"Iya ini buat aisyah ini ambil itu semua makanan dan minuman kesukaan kamu" kata hafka sambil menyodorkannya pada aisyah.
__ADS_1
"Makasih kak tau aja aku lagi ingin ngemil tapi kak alif masih kerja gak pulang-pulang" ucap aisyah.