CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 28. HATI YANG GELISAH


__ADS_3

"Tak jauh dari tempat saat ban mobil anda bocor saat itu, sudah puas kan kalau gitu saya permisi" ucap hafka lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan verli yang masih bertengkar dengan pikirannya sendiri.


"Astaga itu orang gak bisa santai dikit apa ya sukanya ngegas mulus, ini juga kenapa jantungku berdebar kencang sekali apa jangan-jangan.......... Aaahh tidak mungkin aku suka dengannya" gumam verli sendiri sembari menetralkan jantungnya yang berdebar saat didekat hafka.


Sepanjang perjalanan hafka memikirkan perkataannya tadi, kenapa bisa dia memberi tau alamat rumahnya. Dan semakin dekat jarak dengan verli membuat jantung hafka berdetak lebih cepat. Hafka menepis semua pikirannya sekarang dia lebih fokus untuk meminta izin agar dibolehkan untuk cuti.


Sampai depan pintu ruang direktur rumah sakit hafka mengetuk setelah mendapat jawaban ia membuka perlahan pintu yang tertutup.


Cekleek.


Pintu ruangan terbuka hafka langsung menghampiri Direktur rumah sakit, sebenernya hafka sedikit ragu takut tidak diperbolehkan namun ia berusaha untuk tenang.


"Silahkan duduk dokter hafka" setelah direktur memberi izin untuk duduk hafka pun duduk dikursi.


"Ada keperluan apa anda bertemu saya?" tanya direktur rumah sakit.


"Saya ingin meminta izin cuti untuk beberapa hari ini karna saya ingin kembali ke kampung halaman, maaf sekali pak kalau ini mendadak karna orang tua saya bener-bener ingin bertemu, apa boleh saya izin cuti untuk beberapa hari?" hafka menjelaskan alasan dirinya ingin mengambil cuti, hafka ragu dengan jawaban direktur.


Direktur diam sejenak mendengarkan setiap ucapan hafka, setelah berpikir akhirnya direktur mengizinkan hafka untuk mengambil cuti beberapa hari. Karna hafka termasuk dokter terbaik di rumah sakit itu selain dokter brisma dan banyak yang menyukai kerja hafka sangat profesional.


"Setelah saya menimang-nimang, anda boleh mengambil cuti untuk beberapa hari ya kurang lebih lima hari, karna dokter juga sudah banyak berjasa disini apalagi beberapa hari yang lalu anda sudah menggantikan tugas dokter brisma" ujarnya.


"Terima kasih banyak pak" ucap hafka sangat sennag dengan jawaban dari direktur padahal tadi hafka kira tidak akan diizinkan.


"Sama-sama, saya buatkan surat cutinya nanti anda bisa ambil kesini" ujarnya lagi.


"Baik kalau begitu saya permisi dulu assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam"


Setelah itu hafka beranjak pergi dari ruangan direktur dan kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya. Hafka sangat senang hari ini akhirnya bisa pulang bertemu kedua orang tuanya, sangat lama hafka tidak mengunjungi mereka.


"Alhamdulillah akhirnya bisa pulang juga, sudah kangen sama abi, umi dan maryam" ujar hafka lirih sambil berjalan.


...♡Ω♡Ω♡Ω♡...


Frisko sudah kembali mengambil obat, sekarang ia duduk disamping verli. Frisko melihat verli dengan wajah sedikit kesal membuat frisko penasaran apa yang terjadi sebelumnya sehingga membuat mood verli berubah. Tapi saat frisko menanyakan pada verli malah ia menggelengkan kepala saja tanpa menjawab sepatah kata pun hal itu semakin membuat frisko penasaran.


Setelah lama frisko mendesak verli untuk biacara akhirnya ia mau buka suara dan menjelaskan pada frisko alasan moodnya jadi berubah. Verli menjelaskan tanpa mengurangi sedikitpun dari ceritanya, dan mengatakan identitas hafka yang sebenarnya. Frisko hanya diam mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut verli, setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya frisko mengerti.


"Jadi lelaki yang kamu ceritain tempo hari itu kan, kamu ketemu disini dan ternyata dia dokter yang bertugas dirumah sakit ini?" frisko bertanya kembali untuk memperjelas ucapan verli.


"Iya aku gak nyangka kak......pada awalnya aku menghina dia sampai merendahkannya tapi ternyata pangkat yang dijalani diatas verli" ucap verli malu dengan dirinya sendiri.


"Dan dia juga seorang santri katanya gitu tadi" lanjut verli.


"Ampun deh kak udah dijelasin juga masih tanya lagi" ucap verli kesal. "Dia itu tinggal dipesantren katanya gitu, masih kurang jelas ucapan verli!!" verli mulai geram karna frisko tak paham dari tadi.


"Yaya maaf kan memang kakak gak paham mangkanya tanya jangan ngambek dong nanti kakak belikan apapun yang kamu mau asal jangan ngambek ok" ujar frisko dengan senyum semringahnya berharap verli akan membalas senyumannya.


Verli melirik sedikit ke arah frisko saat melihat wajah imut kakaknya yang memohon, verli luluh juga dan wajahnya berubah seketika melengkungkan senyum ke arah frisko


"Iya deh emang kakak nih jago kalau membujuk orang hahahah" ucap verli menggoda sembari terkekeh.


"Oh ya tadi kamu bilang dia tinggal dipesantren kan berarti sebelumnya seorang santri dong!! emang kamu tau tempatnya?"

__ADS_1


"Gak jauh katanya dari tempat aku sama kely liburan waktu itu, kayaknya aku tau deh kak hmm....." kata verli sambil berpikir dulu.


"Hayoo kalau emang tau mau kesana? sekalian aja nikah" goda frisko terkekeh membuat wajah verli kesal.


"Apaan sih kak kalau ngomong ngelantur ya kali aku nikah sama dia, orangnya aja dingin cuek kayak kulkas" saut verli kesal dan memalingkan wajahnya.


"Bercanda kali dek gak udah dimasukin hati kamu ini ngambekan kayak anak kecil, udah ayo pulang pasti mama udah nungguin kita" ujar frisko tak mau lagi membuat verli muram.


"Iya" jawab verli dengan nada kesal.


Frisko mendorong kursi roda verli keluar dari rumah sakit menuju tempat parkir mobil. Sampai disana frisko mengambil kunci dari sakunya lalu membuka pintu mobil dan menggendong verli masuk ke dalam mobil.


Frisko pun menaruh kursi roda verli dibagasi belakanh lalu berjalan kedepan menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit.


❤❤❤❤


20.00


Hafka sudah pulang dari rumah sakit sejak tadi sore sekarang ia ingin beristirahat agar besok tidak kecapean saat berkendara. Besok hafka akan pulang ke rumahnya di XXX untuk menemui kedua orang tua dan adiknya. Hafka sudah kangen dengan mereka karna pekerjaan jadi tidak bisa menyempatkan waktu untuk pulang.


Sekarang hafka berbaring di atas ranjang setelah shalat isya'. Ia menata tempat tidurnya dengan posisi nyaman lalu mulai memejamkan mata, tak butuh waktu lama hafka sudah ada di alam mimpinya artinya sudah tertidur.


Beberapa jam kemudian tepat 02.30 hafka bangun dari tidurnya, mengumpulkan nyawa yang tersisa saat sudah benar-benar bangun hafka pergi ke kamar mandi melakukan aktivitas rutinnya. Setelah shalat dan membaca al-qur'an hafka berbaring diranjangnya namun tidak tidur hanya berbaring saja.


Hafka sedang memikirkan sesuatu bukan soal orang tua atau adiknya namun memikirkan hal lain. Hafka terheran-heran dengan hatinya sendiri sampai memijat pelipis kepalanya.


"Duh kenapa dia lagi dia lagi sih, astagfirullah udah gak beres nih......gak itu gak boleh dia bukan siapa-siapamu hafka kenal aja baru!!" gumam hafka lirih, sepertinya ia sedang memikirkan seseorang.

__ADS_1


"Huufhh......ya Allah apa dia memang Engkau takdirkan untukku? kalau bukan hindarkan aku darinya agar tidak terlilit dosa" gumam hafka seraya berdoa.


Hafka terus berperang dengan pikiran dan hatinya sendiri, tak mau ambil pusing hafka lebih memilih untuk memejamkan matanya namun juga tak terlelap. Dan terus berbolak balik ke kanan dan ke kiri seperti orang tak nyaman, ya memang tak nyaman dengan dirinya sendiri walaupun sudah menepis tentang apa yang dipikirkannya tetap saja masih menempel tak mau lepas.


__ADS_2