CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 14. KESEDIHAN


__ADS_3

"Baiklah tolong sampaikan terima kasih kami padanya dan ini segera tindak lanjuti anak kami" ucap safren sambil memberikan kertas tersebut.


"Baik pak saya permisi" jawabnya.


"Kira-kira siapa ya orang yang sudah mendonorkan darahnya, aku harus mencarinya dan berterima kasih" gumam safren dalam hati.


Setelah semua dipersiapkan dengan baik operasi verli dilaksanakan, bukan hafka yang melakukan operasi melainkam dokter yang lain. Perlu beberapa jam untuk melakukan operasi ini, waktu berjalan terasa lambat orang tua verli sangat cemas berharap operasinya berjalan dengan lancar.


Sudah sekitar 2 jam operasi dilakukan akhirnya dokter keluar dari ruang operasi menemui kedua orang tua verli.


"Dok gimana anak saya apa operasinya berjalan dengan baik?" tanya nadin dengan wajah khawatir.


"Operasinya berjalan dengan baik namun karna benturan keras dikepalanya mengakibatkan nona verli koma, kami akan memindahkannya ke ruang ICU untuk saat ini pasien belum bisa ditemui besok karna usai operasi, anda yang tabah nyonya saya permisi" ucap dokter lalu meninggalkan mereka.


"Pa, hiiissh.....hiisshh.....hiissh....!!!! verli pasti bisa sadar kembalikan!!" ujar nadin yang menangis sesegukan memeluk suaminya.


"Tenanglah ma verli pasti bisa bangun dan sembuh seperti semula, kamu yang sabar ya"


"Ma yang sabar ya pasti verli bisa sembuh kok jangan menangis" kata frisko sambil memegang bahu nadin.


Nadin hanya diam tak menjawab sekarang dia hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban untuk verli agar bisa sadar kembali. Sedangkan kely dia sudah dipindahkan keruang perawatan namun belum sadar sampai sekarang orang tuanya ikut cemas dengan keadaan kely.


Didekat ranjang kely mamanya terus menangis dan memegang tangan kely. "Kely anak mama bangun ya, sadarlah mama kangen dengan kamu, hiissh....hiisshh....!!!" kata syafira sambil terus menangis.


"Ma udah jangan nangis terus lebih baik kita doakan kely agar cepat sadar" ujar abisfa papa kely.


"Pa hati mama sakit liat kely dengan keadaan begini, apalagi dia tidak bisa jalan setelah ini" ucap syafira.


"Kuatkan hati mama, tadi doktee kan bilang kely pasti bisa jalan lagi ya walauoun butuh waktu masih ada harapan untuk kely bisa jalan lagi" ujar abisfa.


"Iya tapi tetep aja mana ada seorang ibu yang tidak khawatir pa" jawab syafira dengan tatapan tajam.


"Ya sudah sabar dulu bentar lagi pasti kely sadar kok" abisfa juga tak tega melihat kely begini tapi dengan keadaan begini dia harus kuat.


...***************...


Ditempat lain seorang pria sedang berdiri menunggu seseorang datang diruang tamu, tak lama datanglah pria lain yang lebih muda darinya.


"Keruanganku sekarang" jawab lelaki yang baru datang.


"Baik tuan". jawab pria tersebut.


Pria tersebut mengekelori lelaki itu dari belakang. "Gimana tugasmu apa berjalan dengan baik?" tanya lelaki tersebut.


"Semua berjalan dengan sempurna tuan, anda tidak perlu khawatir perempuan itu sekarang dirumah sakit sedang koma, dia tadi bersama temannya dalam mobil juga" jawab pria mesterius itu.


"Hmm bagus sepertinya temannya itu adalah kely sahabatnya, MENARIK!! lanjutkan misi selanjutnya seon aku ingin dia menderita" ucap lelaki tersebut pada seon anak buahnya.


"Baik tuan akan saya laksanakan, permisi" jawab seon menunduk.


"Oke pergilah" ujarnya.

__ADS_1


Seon lalu pergi dari hadapan lelaki tersebut, melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh tuannya itu. Seon pergi memacu mobilnya keluar dari rumah tuannya.


"Hahahah ini baru permulaan, tunggu hadiah selanjutnya verli" tawa lelaki itu menggema diruangnya.


Kembali ke rumah sakit.


Hafka berada diruang kerja baru melakukan operasi juga, sekarang masuk jam makan siang dia memilih bersandar di bangku ruangannya memijat pelipis kepala. Pikiran hafka terbayang oleh verli, bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenernya terjadi? Kenapa dia bisa kecelakaan? Sampai terdapat banyak luka apa separah itu?.


Semua itu terkecambuk dalam benak hafka. Dia terus melamun sampai lamunan itu buyar karna ada yang mengetuk pintu. "Masuk" ucap hafka.


Ternyata itu adalah dokter brisma yang masuk keruangan hafka. "Dokter brisma silahkan duduk, apa ada perlu sama saya?" tanya hafka.


"Ini sudah jam makan siang kenapa kamu malah disini biasanya ke kantin dan dari tadi saya liat kamu melamun" ujar dokter brisma.


"Emm gak papa dok, lagi gak pengen aja ingin disini" jawab hafka.


"Kalau ada masalah atau ada yang kamu pikirkan boleh berbagi cerita dengan saya" ucap dokter brisma tersenyum manis kearah hafka sambil menepuk pundaknya.


"Sebenarnya ada yang saya pikirkan soal verli, perempuan yang tempo hari berpapasan ditaman" ucap hafka ragu untuk bercerita.


"Memangnya ada apa dengannya sampai kamu kepikiran?" tanya dokter brisma.


"Dia baru saja mengalami kecelakaan, sekarang keadaannya koma baru saja melakukan operasi dibagian kepala karna ada pembekuan dan banyak kekurangan darah jadinya dilakukan transfusi darah, teruuss....." Hafka menghentikan ucapannya.


"Terus apa hafka? Dia dirawat disini?" tanya dokter brisma seperti ada rasa kekhawatiran dihatinya padahak baru beberapa hari yang lalu bertemu.


"Iya dok dia dirawat disini, Kakinya pun lumpuh verli gak bisa jalan lagi harapan untuk dia bisa kembali jalan sangatlah minim sekarang hanya keajaiban dari Allah yang bisa membuatnya sadar dan sembuj kembali" ucap hafka dengan nada lirih tanpa tenaga.


"Apa jadi dia gak akan bisa jalan lagi!! Astagfirullah kasihan sekali, sekarang diruangan mana?" dokter brisma terkejut tiba-tiba saja hatinya amat terasa sakit entaj karna apa padahal verli bukanlah anaknya.


"Kita doakan saja agar dia cepat sadar dan pulih kembali kamu jangan khawatir ya" ucap dokter brisma dan tersenyum seperti memberi semangat pada hafka.


"Iya dok" ucap hafka.


"Sekarang ayo makan siang sebelum jam makan siang selesai" dokter brisma mengajak hafka makan diang bersama dikantin.


"Baiklah" jawab hafka.


Mereka pun pergi ke kantin bersama untuk makan siang, setelah selesai hafka dan dokter brisma melanjutkan kerjanya mading-masing.


-


-


-


Keesokan paginya.


Nadin kemarin pulang kerumah bersama safren agar tidak kelelahan, awalnya nadin tidak mau lalu dibujuk oleh frisko akhirnya nadin mau pulang dan frisko yang menjaga verli dirumah sakit. Nadin sudah siap betangkat ke rumah sakit bersama suaminya, mobil melaju keluar dari perkarangan rumah mereka.


Sampai dirumah sakit nadin langsung menuju ke ruang ICU bersama safren, terlihat frisko duduk sendirian didepan ruang ICU dia setia menunggu di rumah sakit seperti pesan mamanya.

__ADS_1


"Frisko!!" ucap nadin baru sampai.


"Mama papa sudah dateng ya" kata frisko mengangkat kepalanya melihat kedua orang tuanya.


"Gimana apa verli sudah sadar?" tanya nadin.


"Belum ada perubahan dari verli ma, dia masih koma" jawab frisko dengan wajah sendu tanpa semangat.


"Sampai kapan verli akan seperti ini, kapan dia akan bangun dari komanya" ujar nadin lesu dan khawatir dengan air mata yang mulai menitih.


"Sabar ma jangan nangis ya frisko gak trga liat mama nangis, mama mau ke dalam? Verli sudah boleh ditengok tapi satu persatu" ucap frisko.


"Kalau begitu mama liat verli duluan ya pa, frisko udah liat masuk tadi?" tanya nadin menatap frisko.


"Belum frisko nunggu mama sama papa tadi" ujarnya.


"Ya sudah mama masuk duluan ya" ucap nadin.


Frisko dan safren hanya mengangguk, nadin mulai masuk ke ruang ICU melihat verli yang terbaring lemah diatas ranjang dengan banyak alat ditubuhnya. Ini kali pertama nadin melihat putri tercinta terbaring tak berdaya, hatinya sakit sekali seperti ditusuk-tusuk air matanya menetes membasahi pipinya.


Nadin mengelus tangan verli mengusapnya dengan lembut sambil menatap wajah verli. "Sayang cepatlah bangun ya, mama sayang sama verli jangan tinggalkan mama papa dan kakak kamu, kami masih ingin bersenang-senang denganmu" nadin terus menangis didepan verli tak ada respon apapun darinya.


"Cepatlah pulih mama menunggumu sayang, kamu pasti kuat mama yakin itu cepat bangun ya mama pergi dulu, janji ya kamu akan bangun dan kembali pada kami" kata nadin seraya mengecup kening verli lalu keluar dari ruang ICU.


"Sudah liat verli ma?" tanya safren.


"Sudah tapi tetap tidak ada respon apapun dari verli, hati mama sakit pa liat dia teebaring tak berdaya seperti itu hiissh....hiiissh....hiissh!!" ucap nadin sambil nangis dipeluk oleh safren.


"Sabar ya kita berdoa saja yang terbaik agar verli cepat sadar" kata safren menenangkan nadin.


"Iya pa semoga verli cepat sadar dan kembali pada kita" ujar nadin menyerka air matanya.


Frisko melihat jam tangannya lalu berbicara dengan nadin dan safren. "Pa ma frisko tinggal ke kantor sebentar gak papakan soalnya hari ini ada meeting penting gak bisa ditinggal, setelah selesai frisko akan cepat kembali kesm rumah sakit ya" jelas frisko pada safren dan nadin.


"Pergilah mama sama papa akan disini menemani verli" kata nadin.


"Ya sudah frisko berangkat dulu ya ma pa" ucap frisko.


"Iya hati-hati di jalan" jawab safren.


Frisko pergi dari rumah sakit menuju ke kantor untuk melakukan meeting hari ini.


❤❤❤❤❤❤


DUKUNG TERUS HAFKA DAN VERLI 😊


DENGAN CARA


-VOTE


-LIKE

__ADS_1


-KOMEN


MAKASIH PARA READERS YANG SUDAH MAMPIR ❤


__ADS_2