CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 42. PERTEMUAN TAK DISANGKA


__ADS_3

"Kok terburu-buru dok? Padahal di sini anda sangat dipercaya dengan keteguhan dan kecerdasan anda, sebaikny anda pikirkn dulu" kata direkturnya.


"Maaf sekali dok, tapi keputusan saya sudah bulat, tolong izinkan saya"


Direktur tidak mungkin memaksa hafka karna walau pun di bujuk berbagai cara, ia tetap dalam pendiriannya. Walau pun berat tapi direktur akan mengizinkan hafka resain dan pindah tugas.


"Baiklah tapi habiskan sisa kerja sampai minggu ini"


"Alhamdulillah.....ya dok terima kasih banyak" dalam hatinya hafka merasa senang dan gembira.


"Kalau begitu saya izin kembali" ucap hafka.


"Silahkan" jawab direktur.


Hafka keluar dari ruang direktur rumah sakit dengan wajah bahagia karna bisa berkumpul dengan keluarganya walau pun tidak setiap hari harus di rumah.


****


Kely tengah bersantai di ruang tamu sambil memakan camilan. Ia berniat meminta izin untuk masuk ponpes bareng verli. Ternyata kely benar bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


Kini ia tengah berkumpul dengan kedua orang tuanya, kely sudah siap untuk meminta izin.


"Papa mama" panggil kely.


"Iya nak ada apa?" tanya syafira.


"Kely mau minta izin masuk pesantren boleh?" ucapnya langsung tanpa ragu.


"Hah!! Kok tiba-tiba kamu pengen masuk pesantren? Lah terus kuliah kamu bagaimana?" tanya abisfa kaget.


"Iya pa, kely gak sendiri kok ada verli....karna verli akan masuk pesantren beberapa hari lagi, tolong ya pa ma izinin kely" ucapnya memohon.


"Kalau masalah kuliah kely bisa kok mengerjakannya online, tolong pa izinkan kely ya, biar nambah ilmu juga dandapat pengalaman" ujarnya.


"Gimana ma?" tanya abisfa pada syafira.


"Menurut mama bagus juga kalau kely mau masuk pesantren agar ilmu agamanya nambah, biar gak terjebak dunia luar kalau dipesantren kan pasti gak sempet mikir ke leluasa" pendapat syafira.


"Ya udah papa izinin kamu masuk pesantren, tapi daerah mana jauh gak?" tanya abisfa lagi.


"Ya agak jauh sih pa lumayan, kely pernah kok kesana paa healing sama verli"


"Nanti ke rumah verli ya pa, kita tanyain lebih jelasnya" papar kely.


"Oke nanti kita ke rumah verli sekalian makan diluar jarang kan kita makan bersama" kata abisfa sambil tersenyum kecil.


"Oke pa, makasih" ucap kely bahagia sambil memeluk abisfa dan syafira bergantian.


**


Kely sudah ada dirumah verli bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Verli kamu jadi kan pindah ke pesantren?" tanya kely.


"Iya jadi kok key" ucap verli.


"Jadi bagaimana din, kamu jadi memasukkan verli?" tanya syafira pada nadin.


"Iya jadilah anaknya yang maksa, tapi baik juga buat verli" kata nadin.


"Bagus memang untuk mereka agar nambah wawasan dan memperdalam ilmu agamanya" saut abisfa.


"Jadi di pesantren yang itu kan ver?" tanya kely memastikan.


"Iya jadi kok, papa besok mau kesana....iya kan pa?"


"Iya besok papa kesana kakak kamu" jawab safren.


"Kalau gitu saya ikut sekalian ya.....mau liat sekaligus agar tau tempat lokasinya" kata abisfa.


"Baiklah besok kamu kesini aja nanti kita pakai satu mobil saja bagaimana?" ajak safren.


"Ide bagus itu boleh-boleh" ucao abisfa antusias.


Kedua orang tua keli dan verli memang sudah akrab karna nadin dan syafira juga bersahabat, jadi tak dihiraukan lagi kedekatan mereka sudah seperti keluarga.


*****


Satu minggu telah berlalu.


Sebelumnya safren, frisko dan abisfa sudah mendatangi pesantren yang verli maksud dan berniat menitipkan verli disana. Tapi tak sengaja abisfa melihat foto yang ia kenal yaitu sebuah foto dua orang lelaki yang tampan terpapang di atas meja dekat lemari yang ada di depannya. Ia kenal betul dengan salah satu orang yang ada difoto tersebut.


Flasback On


Safren dan frisko juga abisfa sudah sampai di ponpes yang verli maksud. Mereka awalnya bingung harus bertanya pada siapa karna area pesantren sangat luas, akhirnya mereka bertemu dengan ustads devan yang kemudian mengantarkan ke kediaman kyai yusuf.


"Assalamualaikum" ucap ustada devan.


"Wa'alaikumussalam" jawab ummi halimah.


"Ow ada nak devan ada perlu apa?" tanya ummi halimah.


"Ini ummi ada yang mencari yang mencari kyai" jawab ustadz devan.


"Silahkan masuk dulu, terimah kasih nak devan sudah diantar kan kesini"


"nggih ummi, saya permisi assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"Mari silahkan" ucap ummi halimah.


Tak lama abi yusuf datang menemui mereka bertiga diruang tamu. Sedangkan ummi halimah ke belakang untuk membuatkan minum.

__ADS_1


"Perkenalkan saya safren, ini anak saya frisko dan ini sahabat saya abisfa, maksud kedatangan kami kesini berniat ingin memasukkan putri kami untuk menimba ilmu di sini kyai" kata safren.


"Silahkan kami sangat senang jika anda mempercarakan putri anda pada kami" ucap abis yusuf tersenyum.


"Putri saya sudah berkuliah kyai apakah masih bisa diterima" safren takutnya pesantren ini hanya menerima sampai tamat menengah atas.


"Disini tidak memandang usia atau sekolah, jika ada niat untuk belajar dan menimba ilmu silahkan tidak ada masalah, para santri juga ada yang sudah lulus tapi tetap tinggal di sini" jelas kyai yusuf.


"Alhamdulillah kalau begitu, tapi kyai jujur saja putri saya tidak bisa berjalan dan sekarang hanya bisa pakai kursi roda dan putri sahabat saya juga sakit mereka habis terkena musibah, tidak apa kan saya menitipkan mereka sama kyai" papar safren.


"Tidak apa pak, selagi anaknya mua kami siap menjaga mereka disini dan mengawasi keadaan mereka"


Sejenak abisfa memandang foto yang ada di atas meja dekat lemari yang ada didepannya, ia seperti mengenali salah satu lelaki yang ada di foto tersebut. Dua sosok lelaki yang ada di foto itu, abisfa baru ingat kalau salah satunya adalah alif yang pernah ia temui saat meeting. Ia pun langsng menanyakan tentang foto tersebut.


"Maaf kyai saya mau tanya?" ucap abisfa lirih.


"Silahkan mau tanya apa pak?" jawab kyai yusuf.


"Yang ada di foto itu siapa ya kyai, saya mengenali salah satu di antara mereka"


Ummi halimah dari belakang membawa tiga cangkir teh dinampan, lalu diletakkan di atas meja. Dan langsung kembali ke belakang karna tak mau mengganggu mengobrok dan nanti saja ia tanyakan.


"Itu putra saya sama sepupunya keponakan saya, alif dan hafka namanya"


"Masya Allah alif ini putranya pak niko betul?" tanya abisfa memastikan.


"Loh pak abisfa mengenalinya" abi yusuf kaget karna abisfa seperti kenal betul dengan alif.


"Iya kyai, pak niko partner bisnis saya dan kebetulan saya juga kenal dengan alif, kalau sama pak niko saya sudah dekat tapi kalau dengan putranya baru satu kali bertemu saja" jelasnya.


"Masya Allah ternyata pak abisfa kenal dengan niko.......Iya niko itu adik saya jmtapi memang tinggalnya jauh"


"Gak disangka ternyata pak niko masih saudara dengan kyai, kebetulan sekali" saut safren.


"Kenal pak niko juga?" tanya abisfa heran.


"Iya lah pak niko itu juga partner kerjaku, tapi kalau sama putanya aku gak tau" jelas safren.


"Ow begitu"


Frisko hanya diam menyimak pembicaraan mereka, tak sepatah kata pun keluar dari mulut frisko. Karna ia tak mau menyela pembicaraan orang tua.


"Begitu saya kyai kami hendak pulang, dua hari lagi kami akan kemari bersama putri kami untuk menitipkan di sini menimba ilmu"


"Iya pak senang sekali bisa bertemu dengan anda"


"Kalau begitu kami pamit kyai assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam" jawab kyai yusuf.


Mereka bertiga pun keluar dari kediaman abis yusuf dan berjalan menuju mobil. Mereka sejenak memperhatikan area pesantren yang sangat luas, banyak para santri dan santriwati beraktivitas. Akhirnya mereka menjalankan mobil keluar dari halaman pesantren dan pulang.

__ADS_1


Flasback Off


__ADS_2