
"Aku sudah memaafkan semuanya, Allah saja Maha Pemaaf apalagi aku yang hanya manusia biasa, tak selama terhindar dari dosa. Kita mulai dari awal membangun rumah tangga tanpa harus ada yang ditutup-tutupi"
"Terima kasih...." hanya kata itu yang bisa diucapkan verli.
Hafka membalas dengan pelukan manis penuh kehangatan. Verli sangat nyaman dalam pelukan hafka. Dari sini verli memulai cintanya dengan hafka. Memberi hati nya untuk sang suami dan memberi rasa sayang kepada nya. Memulai rumah tangga dengan rasa cinta sama cinta bukan kecanggungan lagi.
Setelah itu verli kembali untuk membereskan kamar yang belum selesai. Hafka membantunya agar cepat selesai biar saat ditinggal apartemen dalam keadaan bersih dan rapi. Dari sini mereka akan kembali ke pesantren setelah semua beres.
Selang beberapa menit semua sudah rapi dan bersih. Pakaian kotor sudah dicuci dan sudah dikeringkan. Badan verli rasa nya pegal tapi pekerjaannya jadi ringan karna ada suami yang baik rela membantu nya. Ia merasa bosan diapartemen, lantas mengajak hafka untuk keluar mencari udara segar. Sembari langsung pergi ke pesantren sekalian agar tidal bolak-balik ke apartemen lagi. Hafka menurut saja dan bergegas untuk bersiap. Merapikan barang yang perlu dibawa.
*******
Verli menelfon kely dulu untuk mengajak ketemuan sebelum balik ke pesantren. Kely pasti tidak akan ikut karna ia baru saja pulang dari pesantren beberapa hari yang lalu. Setelah menelfon dan janjian untuk bertemu, verli kembali bersiap. Selang beberapa saat mereka sudah rapi dan masuk ke dalam mobil. Hafka membawa mobil dengan kecepatan sedang sembari melihat suasana perkotaan.
Sepanjang jalan verli bersholawat dengan merdu. Hafka mendengarnya sampai terbawa suasana. Hati jadi adem dan tenang. Tak disangka suara verli sangat merdu didengar.
Tak terasa mereka sudah sampai ditempat janjian yang tadi verli bicarakan ditelfon. Verli segera turun dan masuk ke dalam restoran untuk mencari ketiga sahabatnya. Belum juga sampai masuk masih didepan pintu, netranya menangkap seorang yang dikenal, jihan. Ia bersama leysa baru keluar dari restoran tersebut. Tatapan matanya sangat tajam ke arah verli. Ia berhenti sejenak, melirik verli sinis. Sepertinya jihan masih tak terima jika hafka sudah menikah, karna rasa cinta yang begitu dalam. Rasa nya tak puas jika belum membuat si lawan menangis atau pun menderita.
Jihan mulai berdebat dengan verli. Beda dengan leysa yang terlihat ramah dan manis. Sepupu yang sifatnya bertolak belakang, ibarat timur dan barat. Verli tak menggubris sindiran dari jihan yang dilontarkan kepada nya. Ia hanya menyapa leysa dan berangsung untuk segera menemui sahabatnya tapi malah dicegah oleh jihan. Dikira verli datang sendiri oleh sebab itu ia hina verli sepuas hati di depan umum. Tak segan-segan jihan mengeraskan suara nya agar didengar orang lain. Tapi itu bukannya malah mempermalukan diri nya sendiri. Ya sudah namanya juga hati dibutakan cinta apapun bisa dilakukan asal cinta itu menjadi milik nya.
"Hafka gak pantes buat kamu, liat aja penampilanmu norak sekali, cari aja yang lain dari pada harus sama hafka" hinaan dan cacian ditujukan ke verli.
"Kamu kok ngomongnya kasar gitu sih ke kak verli, kalau punya mulut dijaga dong tutur katanya" tegas leysa yang tak terima.
"Gak usah belain dia, gak pantas perempuan ini untuk dibela. Harusnya kamu belain aku"
"Pantas atau tidaknya saya sama suami saya yang menentukan bukan kamu tapi Allah. Kalau memang sudah jodoh nya bagaimana kamu bisa melawan takdir" Ucap verli santai.
"Saya kesini bukan untuk meladeni kamu, mendingan minggir saya ada keperluan" tegas verli.
Ia mencoba menerobos masuk tapi tetap dihalangi oleh jihan. Verli didorong hingga tersungkur. Leysa yang melihat itu langsung menolong kakak nya. Dari tempat itu hafka melihat verli terjatuh karna didorong. Lantas ia menghampiri dan memarahi jihan. Hafka tak terima dengan perilaku jihan yang seenaknya saja.
"Ada dendam apa sih kamu sama istriku, tega sekali mendorong nya sampai jatuh. Kami tak pernah ada masalah sama kamu tapi sikap mu hari ini sudah membuktikan kalau kamu itu jahat, tak seperti yang ku kira" marah hafka.
__ADS_1
"Kenapa sih kamu harus nikah sama dia, aku tulus cinta sama kamu tapi malah dia yang kau pilih, dia gak pantas buat kamu ka"
"Karna istriku lebih baik dari kamu. Dia bisa menjaga diri, mempertahankan kehormatannya dan tidak mengumbar dosa seperti mu"
Hafka segera membawa verli pergi dari sana agar tak menimbulkan masalah lagi. Jihan masih tak terima kalau hafka lebih memilih verli dibanding dengannya. Verli masuk bersama hafka mencari kely yang katanya sudah sampai duluan. Ternyata benar kely sudah sampai, ia dudui bersama aina dan tia disamping pojok. Hati verli masih diselimuti emosi walau pun sudah berusaha menahan agar tak meluap-luap.
Kely melihat verli seperti orang yang sedang menahan amarah. Ia mencoba mencairkan suasana dan merubah mood verli agar baik.
"Kenapa ver? Kelihatannya kesal gitu" ucap kely.
"Habis ketemu mak lampir" jawab verli ngasal.
"Hah!! Mana ada hari ini mak lampir, mimpi kamu ya"
"Haduh bukan mak lampir di dongeng, ini mak lampir berwujud manusia dan cinta sama laki orang"
"Ah sudahlah gak perlu dibahas gak penting. Aku mau pamit sama kalian untuk balik ke pesantren" ucap verli merubah arah pembicaraan.
"Iya hati-hati dijalan, minggu depan aku akan balik kesana. Ka aku nitip verli ya"
"Kami pamit dulu ya, kalian bertiga cepet nemu jodohnya biar gak sendiri mulu." Kata verli sembari berdiri dan memeluk sahabatnya satu-persatu.
"Minta doa yang terbaik aja semoga cepat nyusul kamu" saut aina.
"Aamiin"
"Kami pergi dulu, assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serentak.
Verli beranjak pergi bersama hafka. Kely sudah terbiasa sekarang tanpa verli. Ia harus bisa mengerti kalau sahabatnya itu sudah bersuami, wajar jika waktu untuk nya terbatas. Tapi kalau sudah sama-sama dipesantren pasti sering bertemu dan kumpul bareng. Kadang kajian rutin atau ikut aktivitas para santri lain.
Kehidupan verli sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Semenjak pernikahan nya berlangsung hingga detik ini. Hafka mengendarai mobil nya keluar dari halaman parkir restoran tersebut. Mereka akan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke pesantren. Sebelum itu mampir ke toko oleh-oleh dulu untuk dibawa pulang.
__ADS_1
♡♥♡♥♡♥♡♥♡
Jihan berpisah mobil dengan leysa. Keduanya memakai mobil sendiri-sendiri. Dari sini jihan akan kembali untuk bertugas dan pulang. Mereka bertemu untuk sekedar mengobrol dan mencari suasana. Baru akan membuka pintu mobil tiba-tiba leysa ingin buang air kecil. Ia masuk lagi ke restoran tersebut untuk mencari toilet. Sedangkan jihan sudah menaiki mobilnya untuk pulang.
Jendela mobil milik jihan diketuk oleh seseorang. Dia perempuan dan hampir seumuran dengan jihan. Ia pun turun dan menghampiri perempuan tersebut karna dia terus mengetuk jendela mobil jihan. Perasaan ia tak kenal dengan perempuan itu, bertemu saja tidak pernah. Tapi malah perempuan ini tersenyum ke arah jihan. Ia meminta jihan untuk kerja sama dengannya. Entah apa maksud dari perkataan perempuan tersebut. Kerja sama apa? Jihan juga tidak tau.
Perempuan itu menjelaskan apa tujun dari kerja sama yang dimaksud. Ia ingin membuat rumah tangga verli dan hafka berantakan. Ia meminta jihan untuk kerja sama dengannya agar misi dan kekesalan di hati masing-masing tercapai. Tak lupa perempuan itu mengenalkan nama nya dan kenapa bisa dia tak suka melihat verli bahagia. Mereka pun saling berkenalan. Dia ingin melihat verli menderita kalau bisa seumur hidupnya. Mereka punya tujuan yang sama membuat rumah tangga hafka dan verli berantakan. Jihan ingin mendapatkan hafka sedangkan perempun itu ingin melihat verli menderita dan bercerai dengan suaminya yang sekarang.
Perempuan itu menjelaskan rencana apa saja yang harus dijalankan. Tentu ia perlu bantuan untuk menuntaskan dendam nya. Tahap awal jihan yang harus menjalankan rencananya dan kalau berhasil perempuan itu yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.
"Bagaimana apa kamu mau?" tanya perempuan tersebut.
"Oke, aku akan membantumu untuk menuntaskan dendam itu dan aku juga akan merebut apa yang harus menjadi milikku" ucap jihan penuh keyakinan.
"Bagus, berikan aku nomormu dan sekarang kita partner. Jangan sampai ada yang tau soal rencana ini cukup kita berdua saja dan besok kamu mulai rencana itu" ujarnya.
"Gak masalah itu gampang serahkan padaku, ini kartu namaku" kata jihan.
"Oke, aku pergi dulu kalau rencana A berhasil hubungi aku dan mulai ke rencana B"
"Iya," jawab jihan singkat.
Perempuan itu pun pergi begitu saja dari sana dengan melihat sekeliling takut ada yang mengawasi atau mendengar pembicaraan mereka. Setelah itu jihan kembali masuk ke dalan mobil, menyalakan mesin dan pergi meninggalkan restoran tersebut. Dengan hati senang, ia ingin rencana ini berhasil. Dan hafka akan menjadi milik nya. Perempuan itu menguntungkan sekali buat nya karna dengan begitu jihan sangat mudah merebut hafka dari genggaman verli.
"Ternyata ada juga yang gak suka sama hubungan mereka, ini bisa menguntungkan bagiku" gumam jihan sambil menyetir.
♡☆♡☆♡☆♡☆♡
Selamat Pagi Readers🤗
Author minta maaf karna akhir-akhir ini telat kalau up🙏. Untuk seterusnya author usahakan akan up terus.
Author minta dukungannya dengan cara Like, Vote, Hadiah, dan Beri Komen positif dikarya ini❤
__ADS_1
Love You All❤ by by👋