CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 77. MEMANJAKAN


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


Kini bertepatan hari bahagia untuk Alif dan Kely yang melangsungkan pernikahan bertempat dimasjid Baiturrahman. Alif sudah siap menjabat tangan Abisfa dan ijab qobul pun dimulai. Sementara Kely berada ditempat lain terpisah dengan mempelai pria. Rasa gugup deg deg an pun dirasakan keduanya terlebih Alif yang sekarang sudah berhadapan dengan Abisfa dan penghulu.


Alif begitu lantang mengucapkan ikrar suci didepan Abisfa sebagai wali nikah Kely. Dan disaksikan banyak sanak saudara terutama orang tuanya.


"Bagaimana sah?"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah!"


Sang pemuka agama pun mulai berdoa diikuti para saksi yang ikut berdoa dan mengaminkan. Setelah kata sah terucap disisi lain air mata Kely tak bisa dibendung lagi. Benih kristal bercucur begitu saja pipi nya. Masih terasa mimpi karna sekarang statusnya sudha menjadi seorang istri.


Setelah ijab qobul selesai Kely digiring untuk disandingkan dengan mempelai pria. Begitu anggun dan cantik sampai Alif tak berkedip saat melihat istrinya. Kely duduk disamping Alif. Mereka memasang cincin bergantian dan menandatangani buku nikah.


Para kerabat menyalami mereka berdua bergantian. Terlebih orang tua mereka yang mengucapkan selamat begitu pun dengan ketiga sahaba Kely yaitu Verli, Aina, dan Tia. Mereka sangat bahagia melihat sahabatnya bisa melepas lajang. Acara resepsi akan diadakan dirumah kediaman Kely.


Dirumah Kely sudah banyak persiapan, Kely tak mau terlalu mewah dan mencolok. Dia mau yang elegan tapi tetap sederhana. Kely sedang dirias bersama MUA yang sudah ahlinya dan profesional sehingga hasil make up terlihat bagus dan Kely begitu cantik dengan gaun yanv sudah disiapkan senada dengan Alif. Mereka pun bersanding menyalami para tamu yang hadir.


Mulai dari saudara, teman, sahabat, petinggi perusahaan dan kerabat dekat. Begitu banyak tamu yang hadir dan mmeinta foto sebagai kenang-kenangan. Verli yang begitu antusias dihari pernikahan sahabatnya. Ia berfoto bersama dengan Kely juga kedua sahabatnya. Setelah mereka dilanjut para orang tua dan kerabat. Sangkin begitu banyak tamu sampai mereka tak sempat beristirahat. Padahal Alif sudah tak tahan sedari tadi untuk malam pertama bersama Kely.


Di sisi lain Verli bersama Hafka tengah makan berdua. Istrinya itu begitu manja hari ini. Entah kenapa sampai Hafka geleng-geleng karna bingung. Seperti sekarang Verli minta disuapi Hafka saat makan. Tak pikir lama lelaki itu menurut saja dan menyuapi Verli. Mangkanya mereka milih duduk dipojok agar tak diliat orang banyak. Dengan lahap Verli makan disuapi sang suami sampai habis setelah itu baru Hafka makan.


"Ah maaf ya mas jadi buat kamu nyuapi aku" seolah Verli baru merasa bersalah.


"Tak apa sudah tugasku, habis ini kita pulang sudah malam" kata Hafka sambil melanjutkan makannya.


"Iya, makasih"


"Sama-sama"


Sementara Alif masih sibuk menyalami tamu yang hadir walaupun sudah sedikit berkurang. Dirasa para tamu sudah agak sepi Alif mengajak Kely untuk beristirahat walau pun ia enggan beranjak Alif tetap memaksa.


"Tapi masih ada tamu" ucap Kely.


"Kan gak terlalu banyak....biar aku bilang sama mama dan papa, udah nurut saja kamu juga pasti capek" kata Alif padahal dirinya sendiri sudah tak betah berlama menunggu.

__ADS_1


Tak perlu kata lama Alif meghampiri Syafira yang tak jauh dari mereka. Untuk meminta izin membawa Kely beristirahat karna sudah malam juga. Setelah mendapat izin Alif menarik tangan Kely menuju kamar.


Kely begitu canggung berdua saja dikamar bersama suaminya. Wajar ini pertama kali Kely berdekatan dengan pria. Tanpa mengenal pacaran bahkan Abisfa melarang Kely untuk pacaran kalau bisa menikah langsung. Papanya itu begitu menjaga dia agar tak salah memilih pendamping. Kely duduk diranjang yang sudah dihias begitu cantik dengan taburan bunga mawar berbentuk love ditambah angsa ditengahnya. So sweet sangat indah.


Alif pun ikut duduk disamping Kely. Senyap sunyi tak ada suara yang lepas dari mulut mereka berdua. Sama-sama bungkam karna canggung baik Alif maupun Kely. Karna tak tahan Alif pun membuka suara tapi sudah disahut oleh Kely duluan.


"Aku mau ganti baju dulu" ucap Kely langsung berdiri menuju ruang ganti.


Alif ingin bicara jadi ditunda karna Kely sudah beranjak dari duduknya. Beberapa saat Kely sudah keluar mengganti bajunya dengan piyama tidur dengan rambut yang terhelai lurus membuat Alif terpesona. Sampai mata nya tak berkedip. Lamunan itu buyar saat Kely menyuruh nya untuk berganti baju. Alif pun mengangguk lalu pergi untuk mengganti pakaiannya.


Kemudian Alif sudah selesai berganti pakaian dan duduk disebelah Kely yang bersandar diranjang. Sunyi beberapa saat sampai Kely membuia suara.


"Aku sudah siap jika kamu meminta hak itu malam ini juga" ucap Kely tanpa melirii ke arah Alif.


"Jika kamu belum siap aku gak akan memaksa dan apa cinta itu sudah tumbuh dihatimu! Kalau belum maka lakukan ini setelah ada cinta itu karna aku gak mau kamu melakukan ini karna terpaksa" serka Alif seolah mengerti dan paham.


Kely menunduk mendengarkan ucapan Alif. Ia jadi mengingat ucapan Verli tadi saat berdua. Banyak nasihat yang diberikan oleh Verli padahal disini seharusnya Kely leboh paham dari Verli yang baru belajar. Tapi sepertinya Kely juga perlu masukan.


"Ingat Key jangan pernah menahan apa yang sudah menjadi hak suamimu. Saat ikrar suci diucapkan disitulah kamu harus berbakti pada suami, jangan membangkan atau pun menolak perintahnya" ucap Verli menasehati.


"Iya Verli aku paham kok, tapi aku masih canggung dan belum terbiasa. Aku juga belum tau rasa apa yang ada dalam hatiku" kata Kely menatap sahabatnya.


"Iya Ver makasih, aku jadi lebih baik sekarang" ucap Kely tersenyum manis.


"Semangat Key aku akan selalu mendoakan agar kamu bahagia bersama suami mi sekarang"


"Aamiin"


Ingatan itu kembali di benak Kely yaitu penuturan dari sahabatnya yang disimpan dala memori otakny. Ia tak mau nanti nya akan merasa bersalah kalau menahan hak suami. Dengan cinta atau tidak ia harus siap lagi pula sudah halal juga.


"Aku sudah siap memberikan hak yang tak perlu ku tunda, sangat berdosa jika aku menolaknya. Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, aku tak masalah. Aku tak tau rasa apa sekarang yang jelas aku merasa nyaman ada didekatmu" ucap Kely yang disambut senyuman oleh Alif.


"Jadi boleh...?"


"Boleh tapi tunggu aku sebentar" ucapnya


"Kemana?"


"Sudah tunggu saja..." Kely beranjak menuju ruang ganti.

__ADS_1


"Mau ngapain dia ya....ah tunggu saja deh" gumam Alif.


Sementara Kely diruang ganti sedang membuka kado dari Verli setelah mendapat pesan darinya saat Alif masih mengganti pakaiannya. Tangannya bergerak membuka isi kado dari sahabatnya. Mata Kely terbelalak saat tau isi kado tersebut.


"Verli ngapain beri aku ginian, apalagi nerawang pula aku kan gak biasa pakek ginian" gumam Kely menggerutu.


Ting.


Satu notifikasi masuk ke hanphone nya, segera Kely meraih dan membaca isi pesan dari Verli.


(📲Manjakan suami mu jangan sampek diambil singa hidung belang, pakaialah itu pasti suami mu suka. Heheheh semangat Key) pesan Verli.


Kely hanya melihat pesan itu tak berniat menjawab dan langsung mematikan hanphonenya.


"Baiklah dari pada dia dicuri singa ganas aku harus bisa memanjakannya, ayo Key semangat" gumam Kely yang mulai berdandan dan memakai lingerie yang diberikan oleh Verli.


Beberapa menit.


Alif menggerutu karna Kely lama sekali. Perlahan seseorang keluar dari ruang ganti dengan memakai lingerie merah sudah cantil seperti tuan putri. Kely dan Verli sebelas dua belas wajah mereka memang sudah cantik matural walau pun tanpa make up apalagi ini Kely berdandan sangat cantik.


Alif terbelalak sampai tak berkedip. Ia menelan salivanya sendiri melihat bidadari didepannya.


"Jangan melihatku seperti itu, jadi tidak" kata Kely.


"Ah jadi dong, kamu cantik sekali aku suka ayo sini duduj disebelahku" ucap Alif menepuk ranjang disampingnya.


Kely menghampiri lalu duduk disamping Alif.


"Wah kamu memang hebat tau aja apa yang lelaki suka" ujarnya.


"Aku sudah siap" jawaban Kely.


Tak mau berlama-lama Alif membacakan doa sebelum melakukannya dibarengi dengan Kely. Setelah berdoa Alif merebahkan Kely. Mulailah mereka melakukan pemanasan dulu. Dari Alif yang mengecup bibir Kely dan berlama disana sampai turun perlahan ke tengkuk lehernya.


Dimulai pertarungan sengit antara keduanya. Ditemani malam yang cerah penuh bintang berkelap-kelip dan bulan yang memancarkan purnama disuasana panas. Selimut tebal menutupi semuanya. Ranjang mulai tak beraturan. Busana berserakan dimana-mana. Suara mengeram sang betina diikuti si jantan yang terus memburu mangsanya. Mengejar hingga lelah dan tiba saat dimana sesuatu menonjol masuk ke lubang kecil dengan dengkuran yang menggema. Keringat bercucuran diseluruhnya. Melakukan dengan halus dan membuat si betina betah berlama dan nyaman.


Perkelahian yang cukup sengit, si jantan mengakhiri dengan kecupan lembut dipuncak kepalanya setelah tiga jam bertarung tanpa henti. Bercak merah terlihat dikain itu tandanya kesuciannya sudah dilepas untuk sang suami. Alif menyelimutinya sembari tersenyum bahagia. Kely yang sudah lelah dan letih memejamkan matanya dan tidur bersandar di dada bidang Alif.


"Terima kasih sudah mau hadir dalam hidupku, beristirahatlah" ucapnya

__ADS_1


"Hemm" hanya itu balasan yang terucap dalam bibir Kely karna sudah lelah.


__ADS_2