CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 95. MAKIN CINTA


__ADS_3

"Aku memang begini, sebenarnya canggung sih kalau pertama kali begini tapi kita sudah sah lalu buat apa canggung lagi. Apalagi sekarang kamu sudah menjadi suamiku" ujar Aina.


"Sayang.....panggilan untukmu. Aku punya pesan dengarkan baik-baik" Aina sudah siap mendengarkan ucapan dari suaminya.


"Aku ingin membangun tumah tangga ini dengan harmonis, dengan penuh cinta dan kasih sayang, selamanya hanya ada aku, kamu dan anak kita nanti. Jika nanti aku belum bisa menjadi imam yang baik untukmu tolong ingatkan aku, tegur aku, ajarkan aku mana yang benar untukku dan untukmu. Jangan bosan untuk mengingatkanku jika salah karna aku hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa" papar Frisko mengatakan kepada Aina.


"Aku lebih suka orang yang mau belajar terus dibanding orang yang mempunyai ilmu dan dia bisa apapun tapi sombong dengan ilmu yang dimiliki. Tidak perlu meminta pun aku akan melakukannya dan kita lakukan bersama-sama. Belajar bersama-sama dari tadinya salah menjadi benar." jawab Aina.


Frisko langsung memeluk Aina dengan erat. Sontak Aina terkejut dengan pelukan Frisko. Ia sampai bengong dan sejenak membalas pelukan hangat suaminya sambil tersenyum.


"Hm itu apa...." Frisko bingung harus mengatakan apa kepada Aina. Ia ingin melakukan malam pertamanya tapi Aina tidak siap ya sudah dia tidak akan memaksa sekarang.


"Apa?" tanya Aina.


"Mau melakukan malam pertama sekarang?" tanya balik Frisko sedikit malu ngomongnya.


Pipi Aina bersemu merah saat Frisko mengajaknya malam pertama. Bukan mengajak sih kan dia menanyakan Aina mau apa tidak. Sebenarnya Aina masih malu-malu kucing dan gugup kalau berhadapan dengan suaminya langsung.


"Tapi...." Aina menjeda ucapannya dan langsung dibalas oleh Frisko. "Ya sudah tidur saja kamu pasti capek. Ganti lah baju dulu" ucap Frisko.


Tanpa tanya lagi Aina langsung pergi untuk mengganti bajunya. Ia menetralkan degupan jantung yang terpompa lebih cepat dari biasanya. Ia gugup dan masih malu-malu. Selesai mengganti bajunya Aina kembali ke kamar dan melihat Frisko sudah terbaring di ranjang dengan berbalut selimut.


Perlahan Aina naik ke atas ranjang dan mengintip suaminya ternyata masih belum tidur. "Belum tidur ya......hem malam pertamanya ditunda besok saja ya selesai resepsi, maaf aku belum siap sekarang" ucap Aina sambil menunduk.


Frisko langsung bangun dari tidurnya dan melihat Aina yang menunduk. "Hei tidak perlu minta maaf.....aku akan menunggu sampai kamu siap" ujar Frisko mendekap pipi mulus Aina untuk melihat ke arah wajahnya.


"Sekarang tidurlah sudah malam. Tapi boleh kan aku memelukmu" ucap Frisko.


Aina mengangguk sambil tersenyum dan mereka memutuskan untuk tidur dengan saling mendekap, berpelukan. Sebelum memejamkan mata Frisko mengecup kening Aina dan tidur. Aina tersenyum lalu ikut hanyut dalam mimpi masing-masing.


🌷


🌷


🌷


🌷


Malam berganti pagi, bulan berganti matahari. Membuat semua orang yang tertidur pulas menjadi terbangun. Verli dan Hafka sudah berada dimeja makan ubtuk sarapan. Begitu pun dengan pengantin baru tersebut. Mereka hari ini akan pulang ke rumah Frisko. Berat bagi Aina untuk meninggalkan pesantren, yang selama ini sebagai rumah untuknya.


Banyak kenangan yang ada dalan pesantren. Ia juga tidak bisa mengajar lagi disana. Karna dia harus ikut dengan suaminya. Tidak ada lagi keramaian santri dan santriwati yang mengaji maupun bercanda tawa. Pasti Aina akan rindu dengan semua momen tersebut. Tapi sekarang statusnya sudah beda, dia sudah menjadi istri yang memag seharusnya mengikuti kemanapun suaminya pergi.

__ADS_1


Verli terus tersenyum ke arah Aina. Ia melihat Aina dengan tatapan menyelidik. Aina yang ditatap seperti itu oleh Verli merasa bingung dan bertanya-tanya.


"Hari ini aku harus kerja kamu baik-baik dirumah ya nanti kalau pulang aku bawakan martabak manis kesukaan kamu" ucap Hafka kepada Verli.


"Iya mas....terima kasih, ow ya besok jadwalku cek up"


"Tenang saja aku gak bakalan lupa, biar nanti aku ambilin nomer sekalian jadi besok tidak perlu menunggu" ucap Hafka.


"Iya" jawab Verli singkat.


"Kak maaf ya aku tidak bisa nganter kakak pulang. Aku hanya bisa mendoakan agar pernikahan yang kalian jalani bisa langgeng dan sakinah mawadah warahmah"


"Aamiin....tidak pa-pa aku tau kamu juga pasti sibuk. Terima kasih sudah membantu dalam pelaksanaan pernikahan kami"


"Sama-sama" jawab Hafka.


Mereka pun menyelesaikan sarapan, kemudian Aina dan Verli mmebantu untuk membawakan piring yang kotor ke dapur untuk dicuci. Setelah itu Verlu menarik tangan Aina ke halaman belakang. Aina pun bingung kenapa Verli membawanya ke belakang.


"Ada apa Ver?" tanya Aina bingung.


"Jalan kamu biasa saja dan tidak menunjukkan gerak-gerik aneh. Apakah kamu melewatkan malam pertama bersama kak Frisko?" tanya Verli penasaran. Ya ampun ternyata si Verli dari tadi mengintai Aina karna penasaran hal itu toh. Ohh Verli tukang kepo memang.


"Iya memang. Aku masih gugup Verli, jadi ku tunda dulu sampai hatiku tenang" jawab Aina jujur.


Aina harus mengambil barang dan pakaiannya di asrama. Jadi Verli mengantar Aina untuk ke asramanya sambil berpamitan kepada Tia. Duh pasti kasihan sekali Tia ditinggal sama Aina pergi. Bisa dibayangin dari awal masuk barengan dan sampai sekarang mereka bersahabat cukup lama. Ehh malah dipisahkan oleh pernikahan. Tia yang sabar ya nanti pasti ketemu jodohnya kok.


Samai di depan kamar Aina mengetuk dua kali dan memperlihatkan Tia yang berdiri di depan pintu. Tia langsung memeluk Aina dengan erat. Ia tau setelah ini pasti akan ditinggal oleh Aina pergi.


"Aku akan sendiri dong....gak ada kamu sepi pasti kamar ini. Verli sudah menikah, Kely juga, dan kamu Aina. Huufh aku sendiri di asrama gak enak Na" keluh Tia yang merasa kesepian.


"Sabar ya Tia pasti sebentar lagi kamu akan bertemu dengan jodohmu. Kalau ada waktu aku akan berkunjung ke sini" ucap Aina yang kini sudah duduk bertiga.


"Masih ada aku Tia, kan aku selalu disini jadi kamu gak perlu kesepian." ucap Verli.


"Iya....tapi kalau malam aku sendiri, biasanya ada yang aku ajak ngobrol terus shalat bareng"


"Shalat sama imammu nanti Tia" sahut Verli memotong ucapan Tia sambil tertawa.


"Isssh! Masih lama Verli. Mana ada yang mau melamar"


"Ehh nyatanya Aina sudah sah tuh, gak ada angin gak ada hujan sudah ketemu jodohnya aja" ucap Verli sambil berkedip ke arah Aina.

__ADS_1


Mereka pun membantu Aina untuk membereskan barang-barangnya. Satu oer satu pakainnya dimasukkan ke dalam tas. Selesai itu Tia membantu untuk membawakan. Di depan sudah siap mobil Frisko. Ia mengambil tas yang dibawa Aina untuk dimasukkan ke dalam mobil.


Sebelum pergi mereka berpamitan kepada kyai Yusuf dan ummi Halimah. Terlebih Aina yang masih berat untuk meninggalkan pesantren. Ia berterima kasih kepada kyai Yusif dan ummi Halimah karna selama ini sudah baik padanya. Semua ilmu yang telah diberikan tak akan pernah bisa digantikan dengan apapun. Aina sudah menganggap mereka orang tua kandungnya sendiri.


Setelah berpamitan kepada semua orang Aina mulai memasuki mobil. Di iringi oleh Frisko yang dan semua orang melambaikan tangan ke arah mereka. Mobil pun sudah keluar halaman pesantren. Menerpa angin yang lewat dijalan yang mereka lewati.


🌺


🌺


🌺


🌺


Kely berada dikantor suaminya. Karna dirumah dia merasa bosan jadi ia memutuskan untuk mengantar makan siang sekalian bertemu dengan Alif. Niatnya juga untuk pulang bareng suaminya biar pun harus menunggu lama yang penting bisa sama Alif.


Sesampainya diperusahaan Kely langsung masuk ke lantai atas. Ia sudah tau ruangan suaminya karna ini bukan kali pertama dia ke kantor. Sampai didepan ruangan Alif ia berpapasan dengan sekretaris suaminya. Dia pun menunduk lalu langsung pergi dari sana.


Kely pun masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu. Biasanya juga begitu asal ia sudah memberi tau kalau mau datang ke kantor. Melihat Kely yang datang Alif langsung tersenyum senang. Ia menyambut uluran tangan Kely.


Kely meletakkan tas dan kotak makan di atas meja. Karna jam makan siang sebentar lagi. Jadi ia ingin menyiapkan dulu untuk suaminya. Karna sudah jam makan siang jadi Kely memberikan makanan tersebut kepada Alif. Tapi karna suaminya itu manja jadi Kely menyuapinya.


"Enak...." ucap Alif sambil mengacungkan jempolnya. Kely hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang manja tapi hatinya senang.


"Besok mau dimasakin apa lagi?" tanya Kely.


"Terserah yang penting kamu yang masak. Lidahku gak selera kalau bukan masakan drai istri tercinta" jawab Alif.


"Baiklah suamiku sayang" ucap Kely pipinya bersemu merah mendengar perkataannya sendiri.


"Aku disini ya nemenin kamu. Bosen mas dirumah terus, kalau disini ada kamu"


"Jangan sayang, aku lama dikantor nanti kamu capek dan bosan" jawab Alif melarang Kely untuk menemaninya dikantor. Ia mengkhawatirkan keadaan Kely apalagi dia sedang mengandung.


"Gak pa-pa mas, gak akan bosan kalau kamu yang menemani" jawab Kely tetap dalam pendiriannya.


Alif tidak bisa menolak permintaan Kely. "Ya sudah kalau kamu capek tidur di ruangan sana ya, aku gak mau kamu sampai kelelahan."


"Oke, makasih. Ow ya nanti malam acara resepsi pernikahan Aina, boleh aku datang kesana sama kamu juga" jawab Kely sekalian meminta izin.


"Iya nanti berangkat sama aku" ucap Alif. Kemudian Kely membereskan semuanya dan memilih untuk duduk disofa menemani Alif sampai pulang nanti. Karna masih ada jam istirahat Alif menemani Kely dulu. Malahan Alif berniat mengajak Kely jalan-jalan tapi ditolak karna Kely tau kalau pekerjaan dang suami masih banyak.

__ADS_1


Alif tetap ingin mengajak Kely keluar walau pun dia tak mau. Karna Alif terus memaksa akhirnya Kely mengiyakan dan mengikuti Alif yang suda jalan duluan. Tangan Kely menggandeng tangan Alif, walaupun banyak mata karyawan yang melihat.


Akhirnya Alif mengajak Kely ke mall untuk berbelanja semua keinginan Kely akan dituruti oleh Alif. Siapa sih yang gak mau dimanja oleh sang suami, pasti semua juga mau termasuk mimin nih. Masih menunggu yang belum pasti. Kely sangat senang bisa dimanja oleh Alif terlebih dalam keadaan hamil. Rasa cinta Alif bertambah besar kepada Kely dan begitu pun sebaliknya.


__ADS_2