CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 100


__ADS_3

Bibi, Kemoning dan Ghina memberanikan diri mengurus semua keperluan Aditya, termasuk mengganti pak Suwarno dengan lawyer lain. Tentu tidak mudah mengganti pak Suwarno, dia malah mengancam akan memenjarakan Aditya seumur hidup.


Tapi Kemoning tidak peduli, walaupun mereka awam masalah hukum, masih ada saudara yang bersimpati kepada masalah Aditya dan rela membantu. Semua saudara yang dulu memusuhi nenek sekarang akur dan saling tolong menolong.


Berkat Kemoning, Ginha dan bibi akhirnya Aditya bebas besyarat. Yach, bersyukurlah. Setelah dua bulan Aditya menjadi tahanan di Polda, dia kembali bersatu di Bungalow lagi bersama Devaly. Mereka akhirnya sengaja mengadakan pesta kembang api, sehingga kebun belakang menjadi terang benderang dan indah. Hampir sekampung menonton dari halaman mereka, aset jalan untuk orang luar memang tidak ada.


Paijo pun ikut bergembira, baru tadi pagi dia diterima sebagai tukang kebun, karena buruh pemetik Kopi sudah cukup, untuk sementara Paijo menjadi tukang kebun. Aditya punya rencana akan merombak taman menjadi asri.


"Hai Paijo kamu sangat menikmati pesta ini, bagaimana kalau kamu menemaniku malam ini. Kita begadang sampai pagi." suara lembut dari pelayan nenek mengagetkan Paijo. Dia langsung menoleh, seorang gadis tersenyum padanya.


"Owh..boleh-boleh." Jawab Paijo cepat. Saat ini mereka berada di Gazebo belakang sambil menonton kembang api.


"Trimakasih Paijo."


"Siapa namamu?" tanya Paijo mencoba membandingkan kecantikan Mayang dengan gadis ini. Walaupun gelap Paijo bisa melihat atau mengira-ngira, kalau gadis ini lebih dari Mayang.


"Namaku Komang, aku pelayan lama."


"Berarti kamu tahu seluk beluk dan semua kejadian di rumah ini."


"Tahulah, tapi untuk apa diingat."


"Aku ingin mendengar cerita tentang nenek dan semua pelayan nya. Banyak cerita diluar sana yang tidak benar, itu membuat aku tidak percaya, lebih baik aku mendengar dari sumber yang valid. Itupun kalau kamu mau cerita."


"Aku akan ceritakan tapi bukan disini."


"Bagaimana kalau kita ke kamar saja." bisik Paijo menggeser pantatnya dan mendekati Komang.


"Aku menurut saja, malam ini aku kesepian."

__ADS_1


"Kebetulan, aku juga lagi kesepian." kata Paijo turun dari Gazebo. Dia mendekati gadis itu dan berdiri didepannya.


"Turunlah aku akan menggendong mu." kata Paijo disertai rabaan tangannya. Komang diam ketika tangan Paijo meraba-raba dalam kegelapan.


Suasana malam yang dingin dan gelap gulita membuat perasaan Paijo berkelana. Dia naik kembali ke Gazebo dan menerkam tubuh Komang.


"Sayank...aku membutuhkan mu." bisik Paijo memeluk Komang menciumnya membabip buta.


"Kamu kasar dan liar Paijo...." kata Komang membalas sentuhan Paijo yang memanas. Paijo sudah gelap mata dan gelap hati, tidak berpikir panjang. Dia lupa janjinya kepada Mayang.


Tangan Paijo berselancar ke gunung dan ke lembah, membuat Komang belingsatan minta ditembak.


"Paijo Love you...." bisik Komang bergairah.


"Love you too..." sahut Paijo mengarahkan pistolnya kesasaran yang tepat.


Dan, jlebb!! Owh...Komang menjerit pelan, ada rasa sakit sedikit. Ini pengalaman kedua di coblos.


Genjotan Paijo yang berutal membuat Gazebo bergoyang dan mengeluarkan suara berisik. Bagi pelayan yang kebetulan lewat, hal seperti itu sudah biasa. Mereka sering melihat atau mendengar Gazebo bergoyang makanya mereka tidak usil.


Saking asyiknya Paijo tidak menghiraukan bahaya. Sepasang mata Macab menonton pertunjukan Paijo yang super duper, sakit hatinya melihat pemuda yang dia nilai polos dan setia, kini main kuda lumping dengan wanita lain. Pria model Paijo saja bisa berselingkuh, apalagi yang memakai mobil Lamborghini. Duhh...hancur hati Mayang.


Bagi Paijo ini adalah pengalaman kedua yang mengaduk gairahnya. Pemuda itu sudah tidak malu merayu Komang dengan ucapan seronok. Dunia seolah milik mereka berdua. Komangpun tambah keras berdesah kala Mayang menuju klimak.


"Aku tidak akan melepaskanmu sayank, kita akan tidur bersama supaya setiap saat bisa memadu kasih. Kau adalah bidadari, pujaan hatiku yang lain lewat...."


Angin dingin berhembus kencang ketika kaki Macan itu mendekat, dia tidak rela pelayan itu merebut lahan basahnya. Lebih baik rugi dari pada sakit hati.


Macan melompat ke Gazebo menerkam Paijo dan melemparkannya ke tanah. Begitu juga nasib pelayan, Macam menerkam dadanya dan membanting ke tanah. Kemudian Macan menyeret kedua orang itu menjauh.

__ADS_1


Teriakan maut bergema dari mulut pasangan mesum itu. Namun teriakan itu ditelan oleh suara mencon dan petasan. Walaupun ada yang mendengar, mereka tidak peduli karena sudah biasa. Leak makan jantung orang atau Leak bertarung, lumrah. Jika mereka tidak mendengar teriakan dari kebun nenek baru aneh.


"Bajingan kau Paijo, dasar iblis!!" bentak Mayang berapi-api.


"Siapapun kau, aku minta ampun dan berikan aku hidup." Paijo memohon dengan nafas terengah-engah. Darahnya banyak mengalir.


"Mampus kau pecundang!!" Macan merobek dada Paijo dan mencabik jantungnya. Kedua pasangan mesum itu mati tergeletak bersimbah darah.


Macan perlahan meninggalkan mangsanya, darahnya masih mendidih mengingat ulah Paijo yang menyakiti hatinya. Dia perlahan berjalan menyusuri jalan desa, air matanya mengalir ketika menyadari hidupnya sendiri dan dalam keadaan miskin. Apa yang harus dia lakukan?


Ketika Macan melewati rumah mewah milik pak Bupati, yang terkenal kaya raya. Macan berhenti dan meloncati tembok rendah pekarangan zaman sekarang, dia berdiam sebentar melihat situasi.


Macan kembali berjalan setelah dirasa aman. Syukurlah tidak ada anjing galak, dia heran tidak ada penjaga malam. Macan perlahan masuk ke dalam rumah, dia berpikiran rumah luas ini tidak ada penghuninya.


Macan bingung apa yang harus dicuri, karena barang disini mewah semua. Kalau diambil, dia sulit membawa pulangnya. Akhirnya Macan memutuskan untuk masuk ke sebuah kamar mengambil uang. Dia tidak melihat kalau gerak gerik nya sudah di intai oleh scurity yang berada di ruangan control cctv. Scurity itu tidak heran melihat Macan, dia yakin itu siluman atau Leak.


"Kita tembak atau biarkan pulang dengan sendirinya." bisik Man Aye kepada Ketut.


"Tembak saja, sudah ada pengumuman di Balai desa kalau ada Leak yang lewat, di door saja. Apalagi Leak ini kesini dengan tujuan mencuri." sahut ketut mengambil pistolnya.


Dengan mengendap-endap Macan mencari uang, tapi tidak selembar pun uang di dapat. Mungkin pak Bupati tidak tidur disini tapi di bangunan lain. pikir Macan celingukan. Dia lalu keluar dan menuju bangunan induk.


"Doorr..doorr..." suara tembakan peringatan membuat Macan kaget dan berlari cepat. Tapi tidak urung dia kena tembakan saat Scurity Ketut menembak.


"Cepat sekali menghilang, aku yakin dia tertembak." kata Ketut berlari ketembok.


"Paling punggungnya terserempet peluru lihat nanti di cctv."


"Sialan, semoga saja dia mati." Man Aye juga ikut lari mencari Macan itu. Gara-Gara bunyi tembakan pak Bupati terbangun. Rumah jadi ramai. Polisi juga berdatangan. Berita ini cepat tersiar membuat Aditya lega, karena polisi sekarang yakin bahwa Macan masih hidup.

__ADS_1


*****


__ADS_2