
Akhirnya Made membuka pintu memberi wanita baju biru itu masuk. Dia meneteskan air mata, seperti ketakutan. Rambutnya yang panjang terlihat awut-awutan. Mereka saling pandang tak mengerti. Semua menjadi curiga kepada Devaly yang baru ini. Tentu mereka tidak begitu saja percaya dan bisa menerima, walaupun wanita ini menangis bombay.
"Siapa kamu?" tanya Made menutup pintu.
"Apa maksudmu?" mata wanita itu membulat menatap Made. Dia menghapus air matanya.
"Kamu ini siapa, apa kamu Leak yang ingin memakan kami." ucap Thasy melempar garam ke tubuh wanita itu.
'Kalian gila ya!!" teriak wanita itu kasar, tapi dia menjadi maklum ketika matanya melihat tubuh Aditya dan wanita yang mirip dengan dirinya sedang tidur di lantai.
"Apa yang terjadi, kenapa Aditya. Apa karena wanita ini kalian seolah curiga padaku. Dasar kalian otak udang!!" ketus wanita itu.
Hampir Basabi menampar wajah wanita itu untung Made cepat menarik tangannya.
"Ngaku saja! kamu Leak menyamar jadi Devaly. sedangkan Devaly asli kamu sudah tumbalkan kepada nenek." semprot Basabi emosi. Suaranya meninggi tanpa kontrol.
"Aku Devaly yang asli. Kalian ngaco, sampai hati menuduh ku yang tidak-tidak." geram wanita itu sambil berkacak pinggang.
"Buktikan kalau kamu Devaly, dari mana asalmu. Ibumu namanya siapa dan adik yang paling kecil nama siapa." tanya Made sinis.
"Namaku juga siapa dan apa pekerjaan ku." tanya Thasy ikut nimbrung.
"Hahaha..kalian gila. Tentu saja aku tahu siapa kalian, jangankan dirimu Basabi, nama nenekmu aku tahu. Dan kau sendiri adalah orang kepercayaan ku selain Rakhes dan Abisheka. Tatto di pinggulmu juga aku tahu yang dibikin setahun yang lalu." ucap wanita itu tertawa.
Jujur Basabi sangat percaya kepada wanita ini. Akhirnya semua jadi percaya kecuali Made. Made masih ragu karena keterangan itu bisa saja dapat dari browsing Internet. Dia tetap berpihak kepada Devaly baju putih versi dirinya. Basabi dan temannya publik pigure biodata mereka gampang dicari.
"Jangan percaya dulu, coba lihat Devaly yang ini. Rasanya dia dan Aditya sudah mulai bangun." kata Made membantu Aditya duduk.
"Jangan menyentuhnya itu pasti Leak!" seru wanita baju biru, yang ada disamping Basabi.
"Basabi bantu Devaly, jangan percaya dengan wanita baju biru."
"Aku takut Made, gimana kalau dia Leak?"
__ADS_1
"Jangan buta, yang ini pasti asli. Lihat saja dan bandingkan dengan wanita baju biru. Tidak mungkin orang lain ditumbalkan untuk menerima ilmu Leak, pasti Devaly." jelas Made mantap. Masuk akal juga.
Dengan terpaksa Basabi membantu Devaly, walaupun Aditya dan Devaly sudah duduk berdua di sofa, tapi pikiran ke dua orang itu belum sepenuhnya normal.
"Hai, jangan dekati Aditya. Walaupun mereka percaya padamu tapi aku tidak. Kamu tetap Leak. Besok siang aku akan menjemur kamu supaya wujud aslimu terbongkar." Made menarik wanita baju biru.
"Kamu jahat Made, tapi tidak apa-apa kamu tidak percaya padaku. Aku tadi juga ditinggal di kamar sendiri, Aditya pergi lama sekali, aku sampai menangis ketakutan karena kalian tidak ada." tutur wanita itu membuat Made bimbang.
"Saat kamu kesini apa kamu diganggu Leak?" pancing Made.
"Tidak ada Leak, aku hanya takut saja."
Apapun yang dikatakan wanita itu tidak membuat Made percaya, dia berusaha membuat Aditya sadar dengan memijatnya.
"Hanya Aditya yang bisa membedakan aku dengan Leak, dengan cara Making Love. Aditya akan menemukan sisi lain dari kami berdua. Padahal perbedaan ku dengan dia sangat jelas, aku alergi sama tatto, wanita itu dadanya memakai tatto." jelasnya sambil menunjuk dada wanita baju putih.
"Itu bukan tatto, orang jahat membuat aksara kuno ditubuh Devaly. Terus terang aku tidak percaya padamu. Bisa saja kamu membuat tapi pura-pura bodoh."
Made tambah tidak percaya kepada wanita itu, dia berusaha membangunkan Aditya dan Devaly sekarang dengan segala cara.
"Bos Aditya sadarlah, aku pusing dengan wanita yang mengaku istrimu. Sebenarnya yang mana istrimu?"
Setelah memakan waktu hampir satu jam Aditya dan Devaly baju putih membuka mata dan melihat sekelilingnya.
Merekapun jadi senang nelihat Aditya sadar dan bisa diajak bicara, terlepas siapa nanti yang dipilih oleh Aditya sebagai istri yang asli mereka hanya bisa menunggu.
"Mana istrimu?" tanya Basabi menyuruh wanita itu mendekati Aditya. Mereka berdua kaget, dan geleng-geleng kepala.
"Aku hampir mati diseret kesini olehnya, dia buka bajuku dan memaksa ku supaya tidur dengan nenek. Dia ingin supaya ilmu nenek bisa diwariskan padaku, untung kalian cepat datang." kata Devaly baju putih.
"Kenapa kamu diwariskan ilmu?" tanya Made ingin tahu. Aneh juga, nenek tidak senang sama Devaly.
"Supaya nenek cepat mati, kalau ilmu ditubuh nenek masih ada, nenek tidak akan bisa mati, dia akan sekarat sampai kiamat." jawab Aditya itulah yang pernah dia dengar dari bibi Ayu.
__ADS_1
"Tapi kenapa bos membiarkan Devaly di jadiin tumbal."
"Saat itu aku dalam keadaan tidak berdaya." kilah Aditya.
Aditya ingat, tadi sekitar jam delapan, dia pergi mau menengok nenek di kamarnya, sebelum masuk kamar tiba-tiba ada yang menepuk punggung nya dan mendorongnya masuk. Kamar nenek gelap, antara sadar dan tidak, matanya melihat bayangan berjubah hitam mengintimidasi nenek dan menuntut supaya ilmunya di transfer.
"Setelah itu dia tidak tahu apa-apa lagi."
"Jadi bos tidak tahu mana nona Devaly?" Aditya menggeleng, tapi dia yakin wanita yang duduk disamping nya Devaly.
"Aku istrimu!!" keduanya berkata. berbarengan.
"Bos mari kita ke Bungalow, disana kita lanjut membahas soal ini. Disana aku akan tahu mana istri bos yang asli."
Akhirnya mereka pergi ke Bungalow. Made membiarkan kedua istrinya bosnya ikut, yang terbayang dalam otaknya waktu itu kenapa lidah nenek keluar panjang? Jangan-jangan nenek mau transfer ilmu ke Devaly, tapi keburu ketahuan. Banyak spekulasi ada di otak Made.
Sampai di Bungalow Aditya bingung dengan dua istri yang wajahnya sama. Seluruhnya sama.
"Kenapa kalian membuat aku bingung, apa keuntungan kalian menjadi istriku?" tanya Aditya menguap. Semua sudah ngantuk karena sudah larut malam.
"Supaya ada yang merawat nenek, serta melestarikan peradaban yang ada. Nenek berjuang mati-matian, untuk itulah Aditya sebagai cucunya memelihara dengan baik apa yang nenek wariskan. Sebagai istrinya aku akan membantu semampu mungkin dan berusaha setia dan menurut." kata Devaly versi Made.
"Bagus sekali, jawabannya intelektual, pantas menjadi mis favorit." kata Made senang, dia yakin wanita ini Devaly.
Rakhes, Thasy dan Basabi saling pandang, mereka bimbang. Akhirnya mereka bertiga berpihak kepada wanita versi Made. Wanita baju biru kecewa, dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Kalau kamu apa tujuannya menikah?" tanya Aditya, dia memandang wanita baju biru sepintas. Karena dia merasa Devaly yang asli adalah wanita baju putih yang tidur dengan nenek.
Wanita baju biru menatap Aditya dengan cermat. Dia sebenarnya malas menjawab, untuk apa juga, karena gerak gerik Aditya seolah lebih percaya pada wanita baju putih.
"Aku menikah denganmu karena aku mencintaimu." jawabnya pelan. Matanya berkabut, dia menahan kepahitan hatinya.
****
__ADS_1