CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.11


__ADS_3

Sampai di Bungalow cuaca sudah gelap. Rasa lapar dan capek bersatu membuat otak cepat meradang. Aditya dengan tegas melarang para tamu masuk ke kamar sebelum mandi dan keramas di permandian umum. Setelah mereka mengganti seluruh pakaiannya barulah mereka boleh masuk ke kamar.


"Bibi Ayu tolong semua pakaian mereka bawa ke laundry, jangan di kasi pewangi." perintah Made Tirta setelah mereka selesai mandi.


"Made, apakah mereka akan makan di kamar masing-masing. Tadi bibi tawarkan mereka makan, mereka menolak dengan alasan tidak nafsu makan, cuma minta susu saja."


"Kalau begitu makanan mereka di tempatkan di kereta dorong dan taruh di kamar masing-masing. Kalau aku dengan bos, makan di ruang makan saja."


"Baik, kami akan persiapkan." jawab bibi Ayu kembali ke dapur.


Habis mandi Aditya mencari nenek Odah, dia kangen dengan neneknya. Dia beranjak menuju rumah nenek yang berada di belakang. Baru saja kakinya melangkah terdengar suara anjing peliharaan nenek melolong bersahutan.


Anjing lokal yang ada dibelakang pasti sedang melihat hantu. pikir Aditya menghentikan langkahnya. Dia berbalik menuju ruang makan, perasaannya sangat kacau ketika mengingat kejadian hari ini.


Dia duduk termenung, perasaannya menjadi miris mendengar lolongan anjing terus menerus. Bagaimana kalau tamunya mengetahui nenek bisa berubah menjadi leak, pasti sangat memalukan. Kenapa nenek tidak tidur saja. pikir Aditya kesal.


"Bos ada apa jangan melamun, kita berdua saja yang makan disini." kata Made yang baru nongol.


"Mari kita makan....." sahut Aditya.


Made membuka tudung saji, tapi tiba-tiba, kursi, lantai, lampu, dan meja terasa bergoyang.


"Gempaaaa....." tamu semua lari ke halaman. Mereka berlarian sambil berteriak-teriak heboh.


Aditya memeluk tiang rumah lebih erat, gempa dan angin yang super dingin datang menyerbu membuat benda yang berada di ruang makan berhamburan jatuh.


"Aku merasa melihat hantu." Kenny dan Abisheka menunjuk ke halaman dekat parkir mobil. Mereka sontak menoleh, disitu terlihat seorang pria tua yang menatap mereka. Tangan kakek melambai-lambai memanggil Kenny dan Abisheka berulang kali. Anehnya kakek itu berada cukup jauh dan penerangan disekitar mobil tidak ada, tapi mengapa mereka dengan jelas melihat kakek itu dan mendengar panggilan kakek itu. Yang paling aneh kenapa kakek itu tahu nama Abisheka dan Kenny?


"Ada apa berteriak-teriak Tuan dan nona-nona ...." bibi dan yang lainnya keluar dari dapur dan menghampiri tamunya.


"Gempa dan angin kencang sekali." jawab Made menggigil.

__ADS_1


"Tidak ada gempa, kami dari tadi di dapur, tapi tidak merasakan gempa. Jangan-jangan kalian ada berbuat salah sehingga dikasi hukuman oleh "Sing Baurekso" di Trunyan." kata bibi menatap tamunya.


Mereka saling pandang dan akhirnya Abisheka dan Kenny mengaku. Bibi dan semua yang ada disana sangat kaget mendengar penuturan Kenny dan Abisheka. Made sering melihat turis lokal atau manca negara suka membuat ulah di Bali karena iseng padahal sudah diperingati.


Memang kedengaran aneh, pelayan yang berada di dapur tidak merasa ada gempa atau angin dingin yang menimpa Bungalow. Bagi bibi itu sebuah petunjuk bahwa ada tamu yang berbuat salah.


Kalau suara anjing melolong mereka semua mendengar. Bagi pelayan itu sudah biasa, hampir tiap hari anjing yang berada di rumah belakang ribut dan melolong malam hari. Mereka tidak takut sama sekali.


"Abisheka dan Kenny kita masuk ke ruang makan, aku yakin gara-gara ulah kalian semua ini terjadi." kata Made berusaha sabar.


Mereka mencari Aditya yang masih


setia memeluk tiang. Gempa sudah lenyap, hanya angin dingin menusuk tubuh sampai ketulang sumsum.


"Bos gempa sudah hilang, aku minta supaya bos masuk ruang makan. Dari tadi bos belum makan, kita juga ada berita mungkin berhubungan dengan gempa dan angin dingin yang barusan terjadi." ucap Made mendekati Aditya.


"Owh, yaya...sekalian kita makan saja." sahut Adit berjalan menuju ruang makan. Sebenarnya dia sudah capek dan mengantuk. Bibi Ayu dan pelayan lain masuk ke ruang makan.


"Kita makan dulu setelah itu baru cerita. Aku yakin kalian pasti lapar semuanya."


"Trimakasih.."


Selesai makan akhirnya Made mulai bercerita dengan gaya bertutur. yang lainnya ikut mendengarkan dengan khusyuk. Aditya percaya dengan cerita Made yang melihat hantu di dekat mobil. Dia berusaha sabar ketika Made mulai menjelaskan bahwa yang menyebabkan musibah ini terjadi adalah ulah Kenny dan Abisheka.


"Kami minta maaf, ntah apa yang berada di otak kami. Sebenarnya kami hanya iseng. Kami hanya ingin meneliti apa yang menyebabkan bau mayat tidak busuk, itu aja." kata Abisheka grogi.


"Sudah dijelaskan yang membuat mayat tidak berbau busuk karena pohon TARU MENYAN." pungkas Made kesal.


"Kalian berdua egois, teganya kalian tidak mengakui salah saat di danau. Bagaimana jika kita semua mati tenggelam. Permainan kalian tidak lucu dan sangat berbahaya. Kalian orang berpendidikan, sebelum berbuat pikir dulu." kata Aditya emosi.


"Aku mohon maaf, ini tengkoraknya dan ranting pohon. Aku rela barang ini di buang ketempat sampah." ucap Kenny dengan tangan gemetar saat mengeluarkan benda itu dari tas ranselnya.

__ADS_1


"Aduuuhhhhh....." tiba-tiba Kenny berteriak karena tangannya digigit oleh tengkorak itu.


"Ada apa?"


"Tanganku digigit tengkorak." teriak Kenny menangis histeris lalu memperlihatkan jari tangan yang berdarah.


"Mana mungkin, ini hanya sebuah benda mati, tengkorak." kata Abisheka membanting benda itu.


"Abisheka ambil benda itu, kalian berdua harus bertanggung jawab mengembalikan benda ini dimana kalian temukan."


"Aku takut kesana, mengapa harus kesana. Kita memanggil ojek online saja, untuk mengantarkan benda ini. Kita paketin saja."


"Sekerdil itukah jiwamu Abisheka? kalian berdua kurang ajar. Kalian sama sekali tidak menghargai kami dan keyakinan kami, serta adat istiadat kami. Apakah kalian tidak mengerti apa yang akan terjadi jika ojek online tahu apa yang kalian kirim. Aku tahu dan yakin, mereka pasti tidak mau dan kalian akan digiring ke kantor polisi lantas dideportasi." jelas Aditya emosional.


Abisheka dan Kenny diam tertunduk lesu, yang lain juga diam. Saat ini mereka dalam ketakutan yang luar biasa, ditambah rasa capek. Untuk mencapai danau sudah sangat malam, tidak ada perahu yang akan menyebrangi. Menuju ke kuburan pasti sangat riskan dan bisa saja mereka berulang kali pingsan karena diganggu roh halus atau binatang buas, misalnya biawak atau ular. Mereka kesana karena berbuat jahat, jadi sangat menakutkan.


"Aditya aku mohon bantuanmu dan teman semua, supaya besok pagi kesana. Malam ini aku dan Kenny tidak sanggup." kata Abisheka berharap Aditya mau memaklumi.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa, dalam hal ini aku tetap menyalahkan Kenny dan Abisheka, yang gegabah. Aku mohon pengertian Aditya dan Made supaya mau mengantar kami besok pagi kesana." sebagai ketua rombongan Devaly menyumbang usul. Dia juga kesal sama Kenny dan Abisheka.


"Aku mengerti keadaan kalian saat ini, aku juga merasakan. Tapi aku tidak tanggung jawab kalau kalian diganggu tidurnya oleh setan."


"Kami tidur di ruang keluarga kalau boleh. Jika benda ini mengganggu, kami bisa tangani ramai-ramai."


"Kalau begitu kita tidur di ruang keluarga. Jika kalian melihat sesuatu, tolong jangan berteriak, cukup colek teman."


Made menyuruh pelayan memasang empat spring bed. Untung ruang keluarga sangat luas. Sedangkan benda itu mereka bungkus kembali dan dimasukan ke ransel, kemudian diletakan dilantai di depan pintu masuk.


"Kalian boleh istirahat, jangan wik..wik disini. Kalau berpasangan tidak apa-apa. Kita lagi prihatin tolong dikendalikan gairah kalian malam ini." pesan Made.


*****

__ADS_1


__ADS_2