CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 49.


__ADS_3

Dokter Respati meminta maaf tanpa sengaja membuat rombongan Aditya bernostalgia kembali. Abisheka sampai malas bicara, dia duduk memandang laut di bawah. Berbagai cara telah ditempuh supaya bisa melupakan Kenny tapi tidak bisa, jauh dilubuk hatinya Abisheka sulit melupakan sosok Kenny, nama itu tetap akan terpatri sepanjang hidup.


"Dokter, semenjak tamu ini berlibur di Pulau Dewata, banyak masalah yang mereka temui, semua yang terjadi diluar akal sehat, sebagai remaja zaman now mereka melakukan sesuatu sebagai becandaan, atau sifat ingin tahu yang berlebihan. Mereka menganggap itu hal sepele padahal ulah mereka menjadi bumerang dan sampai merenggut nyawa. Itu yang membuat mereka kaget, dan kini lebih berhati-hati bertingkah laku."


"Aku mengerti, memang banyak turis asing yang berbuat semua gue padahal sudah ada peraturan di setiap tempat wisata, maklum mereka hidup di dunia real dan kita di dunia mistis." kata dokter Respati tidak enak hati.


Made mengajak Aditya dan Basabi turun ke pantai untuk mencari makan, berusaha pergi dari Devaly yang omongannya membuat sakit hati. Dia maklum dan tidak menyalahi sikap Devaly yang memusuhi Aditya, dan begitu juga dengan Aditya yang tidak mungkin terus terang. Masalah sangat rumit membuat Made naik darah, sungguh membingungkan.


Abisheka tersadar dari lamunannya dan ikut turun kebawah. Dia membiarkan dokter Respati berdua bersama Devaly. Sampai di tangga terakhir dia bertemu Kemoning yang memakai pakaian adat.


"Abi aku datang!" seru Kemoning. Abisheka mengembangkan tangannya saat Kemoning menghambur kepelukannya.


"Aku merindukanmu, kamu begitu cantik memakai pakaian adat."


"Hanya kamu yang memujiku sayank, aku jadi tersanjung. Bagaimana tidurmu semalam apa nyenyak, aku terus berdoa untuk kalian jangan sampai kalian kena musibah. Maaf aku baru bisa datang kesini."


"Bersyukurlah kami aman karena berlindung di atas. Hanya Aditya dan Devaly yang tidur di Home Stay."


"Maukah kamu ikut kami ke penampungan membantu orang-orang yang kena musibah gara-gara gempa kemarin itu."


"Tentu aku mau, ajak aku kesana supaya bisa melihat langsung, siapa tahu aku bisa sedikit menolong mereka."


"Mari kita jalan."


Melihat kepergian mereka tanpa peduli sama dirinya, Devaly meradang. Dia sakit hati dan cemburu kepada Aditya yang tidak pernah memikirkan dirinya. Keterlaluan!. Teganya Aditya dan Basabi Diam-dia pergi, dimana rasa empati nya kepada teman.


Setelah dokter Respati pergi Devaly masuk ke kamar, dia menumpahkan tangisnya di atas bantal. Memaki dan menyumpahi Aditya dengan kata-kata kasar. Dia tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang menyaksikan tindak tanduknya.


Malamute itu meloncat ketempat tidur dan tidur disamping Devaly. Gadis itu kaget kemudian dia memeluk Serigala itu histris.


"Malamute kau mengagetkan aku. Kenapa kamu baru datang, aku kangen padamu."


"Geerrrr ....."

__ADS_1


"Malamute aku dicuekin sama Aditya, cintanya sudah luntur padaku. Sekarang aku lagi patah hati maukan kamu jaf


Jro dftubvbigh6jh7nd n, ""-"":""%%"% fghzi pacarku?" tanya Devaly sambil menghapus air matanya.


"Geerrrr...." sahut Serigala itu menjilat wajah Devaly. Serigala itu seolah mengerti, dia memeluk dan menjilati tubuh Devaly dengan gayanya.


Mereka berdua berguling-guling diranjang sambil bercanda. Devaly merasa Serigala ini pintar dan agak mesum, karena roknya terus disingkap oleh Serigala itu. Aneh banget.


"Malamute kenapa kau genit sekali, tubuhku hanya boleh dijilati suamiku, bukan untukmu. Kau tidak boleh melecehkan aku, mengerti.


"Breettt..." kaki Serigala itu menarik bajunya sampai putus kancing depannya.


"Malamute kau jahat, awas lagi kau ulangi, aku pukul kau!" bentaknya.


Devaly turun dari ranjang. Tangannya menguwel-uwel pipi Serigala itu dengan gemes.


"Rasanya aku ingin menelanmu, kau begitu lucu." gumam Devaly mengunci pintu.


Kemudian dia membuka bajunya yang kancingnya putus dan melempar ke tempar sampah. Serigala itu melompat ke tubuh Devaly hampir Devaly jatuh.


"Kau senang melihatku tidak pakai baju, dasar mesum." kata Devaly tertawa.


"Breettt...." kembali Devaly kaget karena penutup gunung Kembarnya ditarik paksa.


"Kau keterlaluan!!" replek tangan Devaly memukul tubuh Serigala itu.


"Dasar Malamute mesum." kata Devaly malas, dia membiarkan gunung kembarnya tanpa penutup. Dia juga membuka roknya, takut ditarik Malamute, jadilah Devaly tontonan Malamute.


"Malamute mari bobo, peluk aku."


Tanpa di komando dua kali Malamute itu meniban tubuh Devaly. Rasanya empuk sekali. Malamute itu menjilati bibir Devaly dan anehnya Devaly merasa terangsang.


"Seandainya kau Aditya aku akan serahkan semuanya, tapi tidak apa-apa walaupun kau hanya Malamute tapi aku suka, aku jatuh cinta padamu." desah Devaly.

__ADS_1


Dia membuka penutup terakhir tubuhnya dan membiarkannya lidah Malamute itu beraksi. Ntah kenapa dia merasa itu bukan Serigala tapi Aditya. Mulutnya meracau menyebut nama Aditya berkali-kali.


"Malamute perkosalah aku, sungguh merana diriku jika kau membiarkan aku ditengah jalan. Tolonglah sayank." kata Devaly seperti cacing kepanasan.


"Geerrrr......." Serigala itu menggelengkan kepalanya lalu turun dari ranjang.


"Mau kemana kau." teriak Devaly. Tapi Devaly kalah cepat Serigala itu melompat lewat jendela.


Devaly menahan kesal, akhirnya dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia cepat-cepat mandi, berganti pakaian dan keluar dari kamarnya. Di luar ternyata sudah gelap, tidak ada satupun temannya yang duduk di lobby.


Dia mencoba menghubungi Abisheka tapi tidak ada jawaban, kemana mereka pergi. pikir Devaly mencoba tenang. Tiba-tiba bulu kuduknya berdiri, seolah ada orang yang memperhatikannya.


Kenapa perasaannya tumben takut begini, apakah karena sepi. Biasanya dibawah ramai dan lampu terang benderang, Cafe berjejer di pinggir pantai dengan suara dentuman house musik.


"Aku tidak bersalah tolong minggir dari sini, jangan menakutiku!!" teriak Devaly berusaha marah supaya rasa takutnya hilang.


"Dasar setan kau beraninya nenakutiku, sini mendekat, aku lempar jauh pakai as aku." Devaly cepat mengambil asbak. Walaupun lampu sudah menyala tetap saja terlihat gelap. Home Stay ini terletak jauh di ujung bukit dan di atas laut.


Tiba-tiba pohon yang berada di depan lobby bergoyang keras, setelah itu terdengar suara dengusan berat.


"Hoamsss....puusss."


"Hei, siapa kau brengsek, kau tidak mungkin bisa membunuhku karena belum takdir ku."


Devaly berteriak kencang ketika ada manusia hitam besar di hadapannya.


"Setannn....Malamute...." dia melempar asbak ke Leak itu sambil memaki sembarangan. Devaly sangat berani, tapi sayang dia pingsan saat tangan Leak itu menjulur panjang meraih tubuh Devaly.


"Turunkan dia, apa maksud Jro dukun datang kesini. Apa anda tidak puas menjebak saya dan bersekongkol dengan Ratu Leak." bentak Malamutebytidak senang.


"Itu bukan urusanku, kau harus memberi tumbal untuk menyempurnakan ilmumu."


"Pergi kau dari sini, sekali lagi kau datang mengganggu pacarku, aku pastikan mayatmu akan aku gantung di bawah pohon Randu." kata Malamute memperlihatkan taringnya.

__ADS_1


****


__ADS_2