CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 44


__ADS_3

Menjadi orang baik sangatlah susah, tapi menjadi orang jahat, lebih susah lagi. Harus konsisten berbohong dan pura-pura tidak tahu masalah yang dihadapi Tuan Aditya dan Basabi pacarnya, begitulah Made bersikap, sangat bertolak dengan hati nuraninya. Bukan apa-apa karena masalah Leak itu sangat sensitif.


Senyum harus tetap terpatri dibibir, jika ada teman bertanya tinggal menjawab, No Comment atau apalah, walau dalam hati perasaan sedang tergerus duka nestapa.


Basabi biasanya muram dan sering duduk di pojok menyendiri, kini wajahnya sudah mau berubah ceria seperti dulu. Senyumannya mengembang tatkala Made mengajaknya bergabung dengan teman-teman yang lain.


"Hai Basabi kamu kelihatan happy banget malam ini, kira-kira ada apa ya?!"


"Aku tadi berkeliling menjelajahi alam disini dan itu yang membuat aku hidup kembali, rasa stres yang melanda diriku lenyap. Rasanya uang tidak ada gunanya daripada kesembuhan bathin yang terjadi pada diriku. Kalian tidak akan mengerti betapa gembiranya aku saat ini." kata Basabi mendongak ke arah Home Stay yang saat ini dihuni oleh Aditya seorang.


"Ngomong-ngomong Aditya dimana, dari tadi aku cuma melihat Devaly. Aditya seolah lenyap, Jangan-jangan dia bersama wanita lain. Banyak aku lihat wajah cantik lewat di depan mata."


"Kalian jangan berpikiran buruk, semua dalam keadaan baik-baik saja. Aditya kurang enak badan dia tidur di kamar."


"Basabi, aku melihat kau sering bersama Aditya, apa kau juga calon istri Aditya?" Abisheka yang lagi sendiri mendekatinya.


"Aditya adalah pemuda tampan, baik hati, setia dan bertanggung jawab. Aku bukanlah type Aditya, dia tidak mungkin bisa jatuh cinta padaku, begitupun sebaliknya."


"Kamu bicaranya sok alim, kita ini biasa hidup liberal, kenapa tiba-tiba ada jatuh cinta baru bisa tidur sekamar."


"Aku tidak seperti kamu Abisheka, kamu bisa tidur dengan siapa saja, dengan Leak juga bisa."


"Hahaha...ternyata Abisheka punya kelainan. Aku tidak mengerti jadinya." kata Made sengaja tertawa untuk menyembunyikan rasa kagetnya. Made yakin Basabi pasti tahu sesuatu, dia pasti pernah memergokinya.


"Hueekkk...jika leaknya cantik tidak masalah, bagaimana kalau Leaknya mobil?" mereka semua tertawa. ingat dengan Leak mobil.


Melihat Basabi bersama Made, Devaly yang baru datang langsung menghampirinya. Ada rasa curiga kepada sikap Basabi yang tiba-tiba berubah. Apa yang terjadi antara Basabi dan Aditya?

__ADS_1


"Hallo teman-teman bagaimana kalau kita besok pulang ke Bungalow. Setelah itu kita akhiri liburan ini dan pulang, aku ingin segera berada di Las Vegas." Devaly menaikkan kedua tangannya sambil berbicara lantang.


"Setuju, aku juga sudah rindu tidur nyenyak." sindir Thasy melirik Rakhes. Pria itu menoleh dan tersenyum penuh arti mendapat sindiran itu. Tidak bisa tidur nyenyak karena tiap malam mereka memadu kasih.


"Kamu yakin sampai Los Angeles bisa tidur nyenyak, sedangkan kita akan selalu berdua. Kecuali kita putus cinta. Aku memastikan kalau sampai di Los Angeles kamu akan berpaling dariku. Kalau disini hanya aku yang bisa memuaskanmu, sedangkan di Los Angeles banyak lelaki idaman."


"Rakhes, kamu jangan kecil hati, namanya cinta akan terus menempel kemana pun kita pergi. Kecuali hubungan kita bermasalah dan kita putus, baru aku mencari yang baru." pungkas Thasy sambil memeluk Rakhes.


"Berarti kita semua sudah setuju pulang. Aku akan menghabiskan hidupku di Las Vegas. Menyesal datang kesini." gumam Devaly.


"Aku tidak menyesal, bagiku pulau ini sangat indah dan banyak pengalaman hidup yang dapat aku petik dan menambah wawasanku." sahut Basabi dengan suara serak.


"Jika suatu hari kalian ingin main kesini lagi, ingat hubungi aku. Aku akan menyambut kalian dengan bahagia, aku pasti akan merindukan kalian." kata Made lirih.


Hatinya tiba-tiba ngilu membayangkan Basabi akan pergi. Made sangat mencintai gadis bertatto itu dengan kekurangan dan kelebihannya.


Pada saat yang sama terjadi goyangan keras. Mereka meloncat keluar dan semua berlari keluar. Gempanya sangat keras. Terdengar suara kentongan bertalu-talu pertanda ada bahaya. Tiba-tiba semua lampu mati, gelap gulita.


"Naik semua ke bukit, air laut pasang, kita ke atas mencari perlindungan." teriakan seorang lelaki membuat mereká ketakutan dan buru-buru naik bersama. Mereka melihat air laut menyapu pantai dan masuk ke Cafe dan Restoran. Air menyeret barang-barang yang ada di pinggir laut.


Angin kencang dan hujan badai membuat mereka bingung mencari tempat berlindung. Untunglah banyak ada rumah batu yang bisa di pakai berteduh.


"Pasti ada yang berbuat salah, sehingga terjadi badai besar begini." seorang lelaki mengoceh tidak senang.


"Kira-kira apa yang terjadi pak?" tanya made mendekati laki-laki tua yang sedang komat- kamit.


"Hari ini ada upacara besar di Pura, seorang warga negara asing berpose telanjang di pohon keramat di kawasan wisata Kayu Putih di Desa Tua. Mungkin itu yang menyebabkan tiba-tiba air laut naik, terjadi angin badai seperti ini."

__ADS_1


"Apakah masalah itu sudah ditangani oleh aparat atau bagian Imigrasi?"


"Masih diamankan, mungkin akan langsung dideportasi ke negaranya dan dimasukan daftar cekal." jelas pak tua. Made manggut- manggut tanda mengerti.


Untungnya mereka membawa ponsel, sangat berguna untuk penerangan. Made dan Basabi mencari teman-teman mereka supaya berkumpul.


"Rakhes, Abisheka, apakah kalian mau aku ajak ke pendopo untuk berteduh. Rumahnya memang seram, tapi saat ini hanya tempat itu yang nyaman untuk kita singgahi."


"Aku mau, mudah-mudahan disana listrik hidup, Handphone lowbat." kata Thasy.


Made, Rakhes, Abisheka, Devaly, Basabi, Thasy mereka berenam, Kemoning tidak ikut karena dia pulang ke rumahnya dalam tahap mengikuti seremony atau ritual ke agamaan.


"Berjalan sampai kesana pasti basah kuyup, hujan deras, tapi disana kita bisa meminjam kain. Disamping itu dalam perjalanan banyak Leak yang kita temui, apa kalian sanggup?"


"Made, kita ke Home Stay saja. lebih nyaman. Walaupun tidak ada lampu, kita bisa tidur." kata Basabi menggigil karena badannya sudah basah.


"Jangan Basabi, kalau tanahnya longsor, rumahnya ikut terjun bebas, dan kita akan berada di laut lepas."


"Bagaimana kalau aku mengambil koperku, jika aku lama tidak datang berarti aku sudah tidur di kamar." kata Devaly lari menembus hujan.


Devaly merasa risih karena banyak orang di dalam rumah batu. Suasananya gelap gulita, badan basah kuyup dan kedinginan. Sungguh tidak enak, bau badan orang bercampur jadi satu membuat perut mual.


Kalau sudah takdir dimanapun kita berada malaikat maut pasti bisa menemukannya. pikir Devaly terus berjalan menuju Home Stay. Baru membuka pintu utama Devaly kaget melihat ada seekor husky malamute yang tubuhnya sangat besar dan bulunya bersih dan tebal.


Serigala itu langsung menurut saat Devaly berjongkok memeluknya. Rasa nyaman membuat Devaly mengajak Serigala itu masuk ke kamarnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2