CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 47


__ADS_3

Inilah yang dinamakan kebun nenek, sangat luas, sepanjang mata memandang Mayang tidak menemukan satupun manusia. Jika dia disuruh kesini sendiri dia pasti menolak, takut ada binatang atau ular. Mengerikan.


Jalanan bersih seolah sering disapu. Kata nenek jika musin buah, kebun ini dibuka untuk umum, gratis makan buah sepuasnya, jika bawa pulang baru bayar.


"Ini belum apa-apa say, kita akan berkeliling menjelajahi kebun lain, mungkin besok baru selesai. Bagaimana kalau kita makan dulu, aku lapar." ajak Gusde membantu Mayang membawa makanan ke Dangau.


"Dangau nya bersih tapi tidak ada kelihatan orang sama sekali. Jalannya juga bagus, siapa yang mengerjakan semua ini, sangat terawat."


"Itu sudah ada bagiannya. Kalau mau banyak orang dan pemandangan indah kita ke kebun bunga. Disitu tiap hari ramai orang memetik dan membeli bunga." jelas Gusde.


"Aku mau, tapi ada pacarmu tidak disana?"


"Pacarku disini, gadis cantik dan seksi." gombal Gusde sambil menarik tubuh Mayang ke pelukannya.


"Jsmu genit, awas ada yang melihat."


"Mayang, aku padamu..." kata Gusde sambil mengangkat tubuh Mayang ke Dangau. Rok mini Mayang tersingkap sedikit membuat mata Gusde tak berkedip melihat paha mulus gadis itu. Tanpa sadar dia menelan salivanya.


"Kita makan dulu." kata Mayang membuka bekal. Ketika Mayang membuka nasi kotak Gusde memegang tangan Mayang.


"Minum dulu sayank aku haus." kata Gusde menatap Mayang dengan tatapan penuh arti.


"Ma..mak-sud..mu?" Mayang jadi grogi di panggil sayank. Wajah Mayang memerah saat tangan Gusde meraba pahanya dengan gairah tertahan.


"Kamu adalah impianku...." tanpa di komando Gusde dengan mudah menjajal bibir ranum Mayang.


"Gusde..aku tidak bisa bernafas." bisik Mayang tatkala Gusde memberi jeda untuk menarik nafas.


"Maaf sayank, aku terlalu rindu padamu. Walaupun kamu tidak mengenaliku tapi aku selalu mengintaimu setiap aku datang ke rumah nenek."


"Benarkah kamu sering kerumah nenek, aku jadi tersanjung."


"Benar sayank, aku mencintaimu siang dan malam. Kau satu-satunya gadis pujaanku." tangannya mulai berani *****-***** dan menyentuh gunung kembar Mayang yang menantang.


Mayang yang tumben mendapat rayuan maut langsung merasa di awang-awang. Hatinya klepek-klepek ketika bibir Gusde menyentuh gunung kembarnya.


"Sayank aku takut ada orang lewat."

__ADS_1


"Disini aman, ini wilayahku. Hanya aku yang bertugas di kebun ini. Kita akan menjadikan tempat ini sebagai tempat rendezvous."


"Aku takut hamil kamu tidak memakai pengaman." tangan Mayang menepis tangan Gusde yang menyingkap rok mininya.


"Jangan takut aku bertanggung jawab, aku siap mempersuntingmu. Apapun yang kamu minta aku ladenin." kata Gusde dengan nafas memburu. Dia tidak bisa berhenti dan sedikit memaksa supaya Mayang menurut.


"Mayang sayank kamu tega melihat aku seperti ikan tanpa air." bisik Gusde terus merayu Mayang.


"Kita baru kenal, apa harus secepat itu?"


"Aku sudah lama mencintaimu sebelum kamu mengenalku." kilah Gusde kembali menyingkap rok mini Mayang.


Tanpa menunggu di komando, Gusde langsung menindih tubuh Mayang, tangannya


mengelus aset Mayang dan Jlebb!! Gusde menenggelamkan rudalnya dengan mudah.


Aahhhh....akhirnya Mayang berdesah, ketika Gusde mengajaknya berlayar dalam lautan asmara. Mayang adalah wanita liberal yang gampang disentuh asal orang yang diajak bisa memuaskannya.


Angin berdesir menyapu tubuh pasangan itu yang lagi berlomba menuju puncak. Mayang merasa pemuda hitam manis ini adalah duet mautnya yang bisa nengimbangi gejolak hasratnya yang liar dan menggebu. Sungguh memabukkan.


Gempuran Gusde kasar dan brutal membuat Mayang menjerit-jerit puas. Itu yang dia mau dan butuhkan selama ini. Bukan uang, bukan harta benda, tapi kenikmatan duniawi yang bisa membuat lenguhan panjang tanpa jeda.


"Sayank minum dulu, habis itu kita makan." ajak Mayang menyodorkan air mineral. Dia tidak malu-malu lagi meladeni Gusde yang perkasa. Sengaja dia bertingkah genit ketika mata Gusde menatap gunung kembarnya.


"Yank kalau sama aku kamu boleh memakai tank top, tapi kalau sama yang lain jangan. Aku tidak senang asetmu di obral, milikmu racun dunia."


"Ya sayank, aku menyerahkan diri padamu. Apapun yang kamu minta aku akan turuti."


"Aku minta kamu jangan selingkuh dengan cowok lain. Aku bisa membunuhmu jika itu terjadi." Gusde mulai egois, dia agak kecewa karena Mayang sudah ada yang membobol.


"Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Aku juga menginginkan hal yang sama darimu. Ingat, aku lebih sadis darimu, jika kamu selingkuh aku akan mengisap darahmu dan memakan jantungmu."


"Hahaha...seperti Leak saja."


"Ancaman ku memang sadis, sesadis goyanganku." jawab Mayang terkekeh. Ini hari istimewa yang akan dia ingat sepanjang masa.


"Hahaha...mari kita makan sayank, setelah itu pulang. Besok kita berputar-putar sampai perutmu melendung.

__ADS_1


Ketika dia asyik makan melintas dihadapan mereka lelaki tua naik buggy. Gusde kaget dan meletakkan makanannya. Dia buru-buru turun dari Dangau menghampiri lelaki itu.


"Ada apa pak, bapak mencariku?" tanya Gusde pelan. Mereka bicara bisik-bisik takut di dengar Mayang.


"Rupanya kamu disini, siapa wanita itu?"


"Tangan kanan atau kepercayaan nenek, dia akan menjadi atasanku. Aku di perintahkan oleh nenek untuk membuat dokumentasi kebunnya. Mungkin nenek curiga hasil cengkehnya menurun sedangkan tiga bulan yang lalu banyak untung."


"Kita tunggu perintah selanjutnya, kalau bisa pinjamin bapak uang untuk membeli sapi. Jangan kamu antar wanita ini ketempat pertenakan kita, bisa berabe kalau sampai dia tahu kita punya peternakan."


"Aku mengerti, tapi aku malu baru kenal sudah pinjam uang. Lagian dia tidak mungkin punya uang banyak."


"Coba saja siapa tahu mujur." kata lelaki tua itu lalu cepat pergi.


Gusde kembali ke Dangau menghampiri Mayang. Dia memasang wajah sendu dan seolah-olah ada masalah berat yang dia alami.


"Sayank sepertinya kita harus menyudahi hubungan ini. Aku tidak pantas menjadi pacarmu." suara Gusde tercekat.


"Kenapa sayank, siapa bapak tadi?" tanya Mayang meletakan nasi kotaknya. Perutnya tiba-tiba kenyang mendengar perkataan Gusde.


"Dia bapakku. Sudah berbulan-bulan ibu sakit kanker sering kemoterapi, tapi belum sembuh. Bapak tadi minta uang untuk berobat ke Penang Malaysia. Banyak butuh biaya, dia minta lima puluh juta, dimana aku mencari uang sebanyak itu."


"Terus apa hubungannya ibumu sakit dengan hubungan kita."


"Dari sana kamu bisa tahu bahwa aku orang tidak punya. Uang segitu saja aku tidak ada, tapi aku tetap bersyukur dikasi umur panjang badan sehat, dan ketemu kamu."


"Kenapa kamu tidak jual motor saja?"


"Motor itu tidak bisa dijual baru nyicil, kalau aku tidak bisa bayar bisa ditarik Leasing."


"Kamu bisa kasbon dulu nanti gajian baru bayar. Aku akan minta keringanan dari nenek. Siapa tahu nenek peduli dan memberi kamu sumbangan."


"Trimakasih sayank ku, pujaanku, maaf aku tidak bisa melakukan yang kamu suruh."


"Mana nomer rekening mu aku akan transfer lima puluh juta."


"Tidak usah sayank, lelaki tidak boleh meminta...." Gusde pura-pura sedih, padahal di dalam hatinya bersorak gembira. Ternyata Mayang cepat luluh dengan play boy ini.

__ADS_1


****


__ADS_2