
Perlahan perseteruan mereka semakin meruncing, memancing Mayang untuk lebih konsisten berbohong, supaya Aditya semakin bersimpati kepada dirinya. Dianggap arogan oleh bibi Ayu membuat Mayang semakin menjadi-jadi. Malam ini dia menantang bibi Ayu untuk ngelekas atau berubah wujud lima kali dalam semalam.
"Mayang, ilmuku tidak setinggi itu, aku tidak mampu mengimbangi ilmumu yang sudah tingkat tiga. Kamu sendiri tahu, bahwa aku orangnya tidak ambisius. Disini aku hanya sebagai pelayannya nenek, tidak ingin lebih."
"Sekarang nenek sekarat, aku sebagai calon menantu berhak mengatur semuanya. Jika ada yang tidak suka silahkan angkat kaki dari sini. Sebagai calon menantu aku berhak tahu berapa penghasilan dari kebun, Bungalow dan Hotel."
"Setelah nenek meninggal dan kamu menjadi istri Tuan Aditya, disitu baru kamu bertindak semaumu mewakili nenek, sekarang kamu hanya pelengkap penderita saja, karena Tuan tetap bersama nona Devaly. Aku rasa Devaly sudah jatuh cinta sama Tuan dan begitu juga sebaliknya. Nona Devaly bucin kepada Tuan."
"Aku punya kekuatan untuk merebut Aditya dari tangan Devaly, tunggu saja tanggal mainnya." ancam Mayang memandang ke luar jendela.
Di depan kamar nenek Aditya, Devaly, Basabi dan Made sedang berbincang-bincang serius dengan seorang dokter. Tidak ada keinginan untuk membantu atau mendoakan supaya nenek cepet sembuh. Keinginannya malah sebaliknya, Mayang ingin nenek cepat mati dan ilmunya pindah ke dirinya.
Setelah berilmu tinggi dia bebas bertindak untuk mengambil harta nenek, membunuh bibi Ayu, dan menikah dengan Aditya. Jika Devaly membuat hatinya panas dia juga akan memusnahkannya. Tidak ada orang yang bisa menghentikan kemauannya. Mayang kemudian mencari Aditya, ternyata pria itu ada di kamar nenek.
"Aditya aku ingin bicara denganmu, face to face." kata Mayang ketika Aditya berada di kamar nenek.
"Ada apa, aku lagi mumet, besok-besok saja kalau tidak penting."
"Penting bagi masa depan kita. Nenek sudah menjodohkan kita....."
"Jangan dulu dibahas, itu tidak penting." potong Aditya sebel.
Mayang kesel, dia lalu duduk di sofa dekat jendela. Matanya tak sengaja melihat sosok Devaly menuju ke kamar nenek. Buru-buru Mayang berdiri mendekati nenek, dia memijit kaki nenek, darahnya berdesir ketika melihat wajah nenek yang serem, matanya melotot berputar-putar mengerikan.
Nenek pasti kesel kepada Mayang, mungkin saja nenek mau bicara atau mengutuk Mayang sebagai pelayan durhaka. Sungguh kasihan nasibmu nek, capek mencari ilmu setinggi langit, tapi nasib nenek terakhir tidak bisa bergerak, sekarat nek. Ketika pintu terbuka Mayang tiba-tiba menjatuhkan diri ketubuh Aditya, spontan Aditya memeluk Mayang.
__ADS_1
"Aduuuhhh...." Wajah mereka hampir bersentuhan.
"Hem, apa aku meganggu?" tiba-tiba Devaly nongol di pintu. Wajahnya terlihat merah dengan senyuman kaku.
"Kami mau membicarakan sesuatu." kata Mayang seolah terganggu. Devaly keluar dari kamar nenek dengan perasaan tak menentu.
"Devaly...sayank...." panggil Aditya, tangan Aditya ditarik oleh Mayang.
"Nenek aku dengar mengaduh." kata Mayang bohong. Aditya tidak jadi keluar, dia sekarang sibuk memperhatikan nenek. Kakinya di pijit, tangannya, Mayang pura-pura sibuk mijitin padahal dalam hati dia mengutuk nenek
Devaly setengah berlari masuk ke kamar Basabi, kebetulan saat itu Basabi baru saja selesai menghubungi Managernya, keluarga besarnya. Basabi tidak mengabarkan tentang pernikahan Devaly, dia hanya mengatakan kalau mereka masih betah tinggal disini.
"Ada apa Devaly? jangan katakan kalau Aditya tertangkap basah lagi berselingkuh."
"Mereka ada di kamar nenek lagi berpelukan, aku tidak kuasa menahan perasaan cemburu. Dari dulu aku menghindari cinta, karena aku terlihat bodoh kalau jatuh cinta.
"Apa seseorang bisa membunuh orang lain segampang itu. Kita juga punya Tuhan."
"Tidak bisa Leak membunuh sembarang orang, kecuali orang itu berbuat salah kepada Leak. Itupun jarang bisa membunuh secara langsung paling hanya bisa membuat sakit atau bebainan."
"Intinya tidak boleh bikin ulah dengan Leak, gimana kalau suami kita dirampas."
"Apa Aditya mau dengan Mayang, sebelum matamu melihat dia tidur berdua, jangan sembarang menuduh. Leak mempergunakan segala cara untuk menyakitimu. Semakin kamu marah padanya, dia akan lebih senang. Jangan terpancing." kata Basabi berdiri.
Dia wajib memberi masukan kepada Devaly karena gadis itu belum pernah jatuh cinta secara mendalam. Kini Devaly menjadi istri Aditya, yang peradabannya jauh berbeda. Belum lagi ilmu Leak yang membuat black circle di rumah nenek. Kadang Basabi ingin mengajak Devaly pulang ke negaranya, dia kasihan melihat keadaan Devaly yang belum tahu apa-apa.
__ADS_1
"Basabi kamu mau kemana?"
"Kamu diam disini, aku mau menjenguk nenek Jika ada tamu yang ingin bertemu dengan Aditya persilahkan saja masuk atau kamu bisa cari bibi Ayu."
"Kenapa aku, kita tidak bisa bahasa Indonesia."
"Tadinya bibi menyuruh aku duduk di lobby karena ada tamu yang akan datang, rasanya kamu lebih pantas karena kamu istri Aditya."
"Oke..kalau begitu aku duduk di lobby." sahut Devaly ikut keluar.
Basabi tersenyum dalam hati, dia sengaja menyuruh Devaly menyambut wartawan yang akan datang, supaya Devaly memperkenal kan diri sebagai istri Aditya. Tidak perlu lagi bersembunyi toh nenek sudah meninggal.
Basabi melangkah ke tempat nenek, dia sengaja membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Dia kaget melihat Aditya berontak di peluk oleh Mayang.
"Hallo...ada apa ini, kenapa kalian saling gelut, apa kalian tidak kasihan dengan nenek. Atau kalian sengaja berbuat begitu supaya nenek cepat meninggoy." kata Basabi dengan wajah datar.
"Aku melarang kamu masuk, ini nenekku dan kamu hanya seorang turis asing."
Mayang melepaskan cengkramannya dari tubuh Aditya. Padahal lagi sedikit saja dia bisa mencium pria itu, dasar Basabi. Atau nanti malam dia berubah menjadi Devaly dan Devaly asli dia buang ke kebun nenek, supaya diperkosa sama buruh pemetik Kopi. Ini ide yang bagus.
"Aditya istrimu kelaparan, dia dari tadi menunggu mu."
"Istri, apa benar itu? kamu sudah menikah dengan Devaly. Jika kamu tahu pesan nenek kamu akan pingsan. Nenek menyuruh kita menikah, punya keturunan yang banyak hidup bahagia." kata Mayang terhenyak.
"Maafkan aku Mayang, aku mencintai Devaly. Carilah lelaki yang bisa memuaskanmu, aku tidak bisa menjadi suamimu." kata Aditya berkeringat. Tadi dia hampir memukul wanita itu. Untung dia ingat Mayang kesayangan nenek.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku istrimu yang kedua yang akan mengelola harta benda nenek disini. Bungalow, kebun serta semua harta bergerak dan tak bergerak. Devaly suruh di kota. Jika membantah akan kurobek dadanya, kumakan jantungnya. Nenek juga akan aku bacakan mantra supaya dia ngelekas merubah wujud menjadi seperti KUYANG dan aku vidioin supaya seluruh dunia tahu." ancam Mayang membuat Aditya dan Basabi merinding.
****