CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 90


__ADS_3

Berdebat dengan Mayang rugi waktu dan rugi tenaga, semua omong kosong. Wanita itu tidak mau merendah sedikitpun, apalagi mau mengakui kalau dia dalang dari hilangnya Devaly. Mayang malah melempar kesalahan kepada penjaga di depan gerbang.


Masalah itu akhirnya blur begitu saja, karena Aditya merasa hutang budi. Ya.. sudah kalau begitu, bibi Ayu hanya bisa menarik nafas panjang, melihat tingkah Mayang yang makin hari semakin manja kepada Aditya.


Rupanya Mayang merubah taktik untuk mendekati Aditya. Sekarang dia rajin datang ke Devaly hanya mengobrol tentang janin yang di kandungnya, dia berusaha menghibur Devaly dan mengambil hati Aditya. Terlihat sabar dan baik hati.


"Devaly, maukah kamu mengantar aku ke kebun belakang menemui keluarga pacarku." kata Mayang lembut.


"Besok nenek di kremasi pasti seksi rumah akan sibuk banget, aku tidak mungkin dikasi keluar rumah oleh Aditya. Maaf Mayang aku tidak bisa pergi denganmu."


"Aku yang akan minta izin kepada Tuan, pasti Tuan mengizinkan."


"Bukan masalah minta izin, tapi aku yang tidak mau kesana, banyak kejadian aneh yang terjadi di kebun belakang membuat aku takut."


"Aku tiap hari ke belakang mencari Gusde, di belakang sepi. Kita mau berbuat apapun di Dangau tidak ada yang melihat."


"Aku tidak tahu pikiranmu, bisa saja sampai di belakang kamu bunuh aku. Kau musuh dalam selimut." sahut Devaly tersenyum.


"Ya Tuhan, teganya kamu berpikiran begitu. Tiap hari aku berdoa demi ke baikanmu, supaya kamu sehat, panjang umur, bahagia."


"Sama, aku juga sering mendoakanmu supaya kamu cepat dapat jodoh dan jauh dari Aditya." kata Devaly menohok.


"Hahaha....ternyata kamu suka bercanda. Aku dulu senang sama Tuan, sekarang tidak lagi." kilah Mayang. Tentu saja dia bohong, cintanya kepada Aditya sudah mendarah daging. Malah dia berencana mengajak pria itu berenang bareng.


"Kapan-kapan kita berenang supaya perut adem. Semenjak hamil aku malas mandi."


"Aku buta tidak bisa berenang, kamu ajak Basabi atau yang lain." tolak Basabi.


"Ogah ah...aku maunya sama Tuan dan kamu, kita akan berenang seharian."


"Aku mau, asal kamu jangan selingkuh dengan suamiku."


"Mana berani aku selingkuh dengan Tuan, kasihan dirimu. Sudah buta diselingkuhi lagi."


Devaly mau ingin mengetes Aditya saja, apa selama ini Aditya setia atau pura-pura setia. Takutnya mereka dibelakang sering ketemu.


"Devaly kita duduk di lobby, di luar ada Basabi, Rakhes dan Thasy. Aku menuntunmu keluar." rayu Mayang.

__ADS_1


"Aditya mau datang untuk istirahat aku harus menunggunya dikamar."


"Sebentar saja." Mayang memaksanya.


Akhirnya Mayang mengajak Devaly keluar dan menyuruh duduk disamping Basabi.


"Basabi ajak Devaly bercerita, tiap hari dia menangis karena sepi. Kalian sebagai teman tidak ada peduli, aku saja peduli."


"Sorry nona Devaly, aku sengaja tidak datang ke kamarmu, karena takut mengganggu mu."


"Enjoy Basabi, aku tidak pernah seperti yang dikatakan Mayang. Lagipula ada suamiku."


Mereka bercanda senang, saat Aditya naik ke lobby sengaja Mayang memberi kode supaya tidak memanggil Aditya. Tentu saja Devaly tahu Aditya datang, karena dia pura-pura buta.


Melihat istrinya tertawa senang, Aditya tidak ingin mengganggu. Dengan perasaan lelah dan mengantuk dia langsung menuju kamar. Dia membuka pakaian, menyisakan kaos singlet dan boker.


"Tuan sudah makan?"


"Hee..Mayang, Aku sudah makan, Devaly sudah makan?"


"Hemm...ya.."


Aditya memejamkan matanya, sedangkan Mayang mulai beraksi. Dengan lembut dia memijit kaki Aditya sambil membayangkan keperkasaan laki-laki itu. Mendapat pijitan mesra Aditya tambah pulas tidurnya.


Tanpa malu Mayang naik ketempat tidur dan merebahkan tubuhnya disamping Aditya. Nafasnya terdengar memburu, perlahan tangannya melingkar di pinggang Aditya. Dia mulai mencium lengan, dada dan ....


"STOP!! dasar murahan, keluar kau dari sini. Cari laki lain jangan suami orang kau lahap." Basabi tiba-tiba nyelonong masuk, Mayang kaget bukan kepalang, dia langsung merosot turun dari ranjang.


"Tuan yang minta, aku cuma memijit saja."


"Bohong, tidak mungkin Tuan minta disentuh oleh wanita lain. Dasar mesum."


"Ingat omonganmu Basabi, aku akan mengoyak dadamu, memakan jantungmu."


"Abisheka bisa kau makan, begitu juga pacar mu Gusde, tapi aku sudah punya takdir sendiri. Tuhan telah mengutus ku kesini untuk membongkar aibmu dan membunuh mu saat kamu berubah menjadi Macan."


Mayang terdiam antara percaya dan tidak, ada rasa ngeri berhadapan dengan Basabi.

__ADS_1


"Aku sudah lama mengincarmu, tempo hari aku hampir membunuhmu, karena ulahmu nenek menjadi sakit. Aku sudah mengambil pistol saat Abisheka kau bunuh." Mayang langsung kena mental, bibirnya bergetar.


Perasaan Mayang campur aduk, dia tidak menyangka kalau rahasianya sudah diketahui oleh Basabi. Dia pura-pura cuek dan berkata datar.


"Basabi, jangan membuatku terpojok, apapun yang kamu katakan tidak akan merubah penilaian Aditya padaku, dia tetap menilai diriku most perfect."


"Kalian jangan ribut, Aditya sedang tidur." tegur Devaly sambil menarik tangan Mayang keluar.


"Devaly pelan, aku pasti keluar." kata Mayang keluar kamar.


Sampai diluar Mayang bukannya duduk, dia cuma mengacungkan jari tengahnya kepada Basabi, setelah itu dia ngeloyor pergi. Mau mengejar tidak mungkin, karena banyak orang di rumah nenek.


"Kurang ajar, manusia setan." kata Basabi membuat Devaly tertawa.


"Mayang diladeni pasti akan membuat sakit hati, itu pelakor sejati. Dari pertama bertemu sampai sekarang terus menjadi pelakor. Tidak ada kapoknya."


"Hanya Aditya saja yang percaya kepada Mayang, selebihnya orang muak melihatnya. Belum lagi bau badannya seperti Macan."


"Aku yakin dia yang menjadi Macan dan makan tubuh Gusde." kata Rakhes tertawa.


"Jangan keras-keras nanti kamu dimangsa, lihatlah dia sedang mengintip kita dari balik pohon Belimbing."


"Busyet, semoga dia cepat dapat azab. Lihat matanya melotot kepadaku." kata Rakhes menunduk.


Semua tertawa melihat tingkah Rakhes yang menciut ketika mata Mayang melotot dari jauh.


Devaly masuk ke kamar untuk menemani Aditya tidur. Tidak biasanya Aditya tidur siang dia jadi khawatir takut Aditya sakit. Dengan rasa sayang Devaly memeluk suaminya. Tapi tangannya di tepi, tangan Aditya menarik selimut dengan kasar.


"Kenapa sayank?" tanya Devaly heran.


Aditya tidak mau menjawab, Devaly diam tidak menuntut lebih jauh, wanita itu keluar kamar kembali bergabung dengan teman yang lain. Tidak biasanya Aditya sekadar itu saat tidak ada problem.


Dikamar, Aditya berusaha menguasai dirinya yang diserang oleh ilmu hitam yang bercokol di tubuhnya. Siang-Siang Malamute mau keluar dan ingin bercinta dengan Devaly. Malamute semakin kuat membuat Aditya hampir kalah.


Setelah nenek di kremasi Aditya ingin minta tolong kepada semua pendeta untuk datang memusnahkan ilmu Leaknya. Berapapun biayanya dia akan bayar.


*****

__ADS_1


__ADS_2