CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.32


__ADS_3

Pukulan bathin untuk ke dua kalinya bagi Abisheka. Beberapa kali dia menyeka air matanya. Aditya berusaha menguatkannya dan menawarkan ikut pergi ke kuburan.


"Jika berkenan mari kita ikut mengantar Kiky keperistirahatan terakhir. Kata Bibi Ayu, Kiky akan di kremasi siang ini. Karena sekarang kebetulan hari baik."


"Aku merasa hancur, walaupun hatiku belum sempat mencintai dirinya, tapi aku merasa Tuhan telah menghukum aku. Dua kali dalam tenggang waktu yang tidak berjarak jauh, dua wanita meninggalkanku begitu saja dengan masalah yang tidak masuk akal."


"Abisheka kamu harus tabah, mungkin kamu belum jodohnya. Aku berdoa supaya kamu menemukan wanita yang terbaik." Basabi ikut menghibur Abisheka. Dia menepuk punggung Abisheka dengan prihatin.


"Mari kita ikut ke kuburan, supaya kalian tahu kremasi di sini." kata Made sambil memakai kain dan udeng.


Bibi Ayu mengeluarkan jarik atau pakaian adat khusus dipakai ke kuburan. Mereka akan ke rumah orang tua Kiky yang berada di desa sebelah. Mayang datang buru-buru dan ikut membantu memakai kan tamu mereka kain dan aksesoris, tidak lupa dia ngomel saat Devaly belum juga memakai kain. Tapi akhirnya semua selesai ketika Kadek Sri ikut membantu.


Mereka semua naik ke mobil, seperti biasa Aditya menyetir, Devaly ada disampingnya.


"Sayank, aku ingin tidur denganmu nanti malam. Akhir-akhir ini aku selalu mimpi buruk dan ketakutan luar biasa. Seolah-olah ada siluman di kamarku." bisik Devaly ketika mereka berada di mobil.


"Hemm...Devaly jangan kamu mengganggu sopir dengan bisikan mautmu. Kita mau ke kuburan, kamu harus punya empaty kepada teman yang berduka." Mayang yang duduk di belakang berkomentar pedas. Hatinya panas melihat Devaly menempel kepada Aditya.


"Tidak usah ribut, itu masalah kecil." Kadek Sri ikut protes. Dia sebel kepada Mayang yang semakin hari tambah ngelunjak. Baru di sayang nenek, Mayang tambah berani selalu memarahi tamunya Aditya.


Tidak begitu lama mereka sudah sampai di depan rumah Kiky. Warga desa mulai keluar dari rumah Kiky. Mereka berbaris di jalan raya berjalan menuju kuburan. Tangisan histeris dari orang tua dan sanak keluarga bercampur dengan suara gambelan.


Rombongan Aditya disambut oleh keluarga besar Kiky dengan baik. Mungkin juga karena Aditya membawa tamu internasional. Ada undang-undangnya bila berbuat tidak baik kepada turis. Karena hampir semua lapisan masyarakat bergerak didalam bisnis pariwisata.

__ADS_1


Mereka mengangkat Bade yang berisi peti mayat. Perjalanan ini sangat mengharukan, suara kidung berirama. sedih dan gambelan yang menyayat hati, membuat semua orang berlinang air mata. Kebetulan Kiky anak yang ramah, periang sehingga kepergiannya menyakitkan.


Kuburan dikampung masih alami, kita masuk kebun yang luas, rimbun di jalan setapak. Kanan kiri pohon kelapa dan pohon-pohon besar. Sampai di kuburan Bade (tempat mayat) di turunkan dan peti nya di bawa ke dekat pembakaran.


Warga sudah punya tugas masing-masing, ada yang bagian konsumsi, Aditya dan Made ikut maju menggotong peti mati. setelah peti dibuka, jazad Kiky di letakan diatas tempat yang sudah dipersiapkan. Setelah itu baru di beri sesajen dan api di nyalakan memakai kompor gas.


Devaly dan teman-temannya duduk di kursi plastik yang sudah disiapkan oleh warga. Kremasi nya masih tradisional, karena di desa tidak ada crematorium seperti di kota. Memakai kompor gas juga cepat paling dua jam atau lebih sedikit.


Mereka sedih dan ngeri melihatnya. Air mata Devaly perlahan jatuh, Basabi dan Thasy juga mengalir. Bayangan Kenny tiba-tiba melintas kepermukaan. Abisheka menunduk sedih. Dia menangis.


Kiky mengingatkan Devaly untuk sabar, betapa manusia itu tidak berarti. Dia merasa kesombongan, kecantikan, sungguh tidak berguna karena terakhir akan mati. Dan takdir itu tidak bisa di prediksi kapan datang. Kapok sombong dan culas.


Sekitar dua jam baru selesai kremasi dan mereka lanjut ke Laut untuk membuang tulang yang tersisa. Ada tempat yang disiapkan khusus untuk membuang semua sesajen dan segala macam pernak pernik, termasuk uang yang diberi oleh orang-orang untuk bekal mati.


Suara kidung tetap sedih dan membuat hati galau. Devaly yakin ini peristiwa yang tidak bisa di lupain seumur hidupnya. Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata betapa sedih hati Devaly kalau ingat Kenny dan Kiky.


Sampai dirumah nenek menunggu di depan. Mayang memerintahkan semua mandi di toilet umum yang ada di samping garasi. Dan pakaian dikumpulkan serta akan di londry.


"Setelah semua bersih baru boleh masuk kamar masing-masing." kata Mayang tegas.


"Devaly jangan manja minta ini itu kita masih berkabung. kamu tidak kenal dengan Kiky tapi kami yang biasa mengajak Kiky tidur, dan bercanda sangat terpukul."


"Mayang dia tamu Tuan tidak sepantasnya kamu bicara begitu. Apa urusannya ikut bersedih. Dia Turis, ingat itu. Dia makan tidur bayar dengan mahal." kata Made sangat geram.

__ADS_1


Mayang tidak menjawab dia langsung masuk ke dapur. Hari-hari melelahkan bagi Mayang. Orang yang diharapkan selalu menempel dengan Devaly. Apa ke istimewaan Devaly, sama saja seperti bule di Kuta, bebas!!. getutu Mayang.


Mereka semua melewatkan waktu makan siang dan memilih tidur sepuasnya. Mungkin mereka masih di rundung kesedihan. Ketika malam menjelang mereka masih betah di kamar, tidak ada yang ingin bangun keluar kamar. Made memeluk Basabi dan menciumi gadis itu sampai puas.


"Aku ingin kamu ke Jepang, melihat bunga Sakura atau barang-barang yang dibuang ketempat sampah. Asal kamu tidak malu mengambil, semua barang yang dibuang masih bagus-bagus dan layak pakai."


"Aku ke jepang hanya ingin meminang kamu, dan membeli pedang sampai."


"Hahaha...ada-ada saja. Aku pikir kamu mau membeli boneka ***."


"Isshh...sudah ada boneka bertatto disisiku, tinggal ei bawa ke penghulu."


"Kita jalan-jalan ke kebun belakang. Malam ini cerah sekali, banyak bintang. Kita iseng saja membawa makanan kecil dan Whisky. Sekali-kali kita mabuk." ajak Basabi senang.


"Kita bawa dua senter, kamu bawa satu aku satu. Aku ingin tidur dibawah jutaan bintang di langit."


"Kita tidur-tiduran sampai jam dua belas malam. Kita bikin konten dengan judul I Love You Leak."


Dengan gaya romantis mereka berdua berjalan berendeng. Bau bunga melati, bunga wijaya keruma dan kenanga membuat hidung Basabi kembang kempis karena saking harumnya.


"Untung kita sudah siap memakai trening, supaya tidak digigit nyamuk. Ternyata banyak sekali nyamuk, senternya sampai tertutup nyamuk dan serangga."


"Bau harum buah durian tercium sampai sini padahal pohonnya di pojok." kata Made mengarahkan senter nya ke atas pohon.

__ADS_1


"Mungkin ada yang jatuh, ini Durian montong isinya merah." kata Made mengajak Basabi mendekati pohon Durian


*****


__ADS_2