
Pukul. 23.15 wita. Abisheka terbangun, dia baru saja terlepas dari mimpi buruk. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Untung hanya mimpi. bathinnya. Dia turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Tadi mimpinya sangat jelas sekali, seorang wanita yang sangat cantik membuka pintu kamarnya. Abisheka seolah sudah mengenal wanita itu dan memeluknya. Mereka saling berpelukan dan berciuman, sangat bernafsu dan romantis.
Abisheka tidak menyadari kalau pakaiannya terbuka sendiri, wanita cantik itu sambil menari dan tertawa-tawa mendekati pria itu. Ketika Abisheka menyambut tubuh wanita itu Pada saat itulah dia melihat wanita cantik itu berubah wajahnya menjadi seèram, mulutnya terbuka lebar, taring panjangnya merobek dada Abisheka. Pria itu terus berlari...sampai dia terbangun.
Abisheka ketakutan, untung hanya mimpi buruk. Dia cepat-cepat turun menuju kamar mandi. Selesai mandi dia keluar kamar untuk mencari angin. Bayangan mimpi itu melekat di otaknya, sehingga dia berteriak ketika ada seekor monyet hampir menubruknya.
"Dasar monyet gila..." gerutunya kesal. Dia menuju mini bar mencari Wine. Cuacanya sangat mistis dan luar biasa dingin.
"Abisheka mau kemana?" tiba-tiba ada orang nongol dari pohon hias.
"Bikin kaget saja." kata Abisheka tidak bisa menghilangkan rasa terkejutnya."
"Hai Mayang, bikin kaget saja. Ngapain ngumpet disitu. Ini sudah malam sekali., harusnya kamu tidur." tegur Abisheka.
"Aku mau ke mini bar mencari Wine, dan sengaja mengagetkanmu." Mayang berbohong. Sebenarnya dia berganti wujud dari monyet menjadi manusia serta menunggu Abisheka.
"Kebetulan sekali kita bareng-bareng ke Bar." Abisheka tangannya langsung menggandeng tangan Mayang.
"Gimana kalau kita minum di Gazebo yang ada di kebun?" bisik Mayang sambil mengecup pipi Abisheka. Mayang sangat agresif beda dengan Kemoning yang santun. Abisheka tidak melewatkan kesempatan ini dia mendaratkan ciuman romantis ke bibir ranum Mayang.
"Kita ke Gazebo sayank....." bisik Mayang tidak tahan ketika tangannya dengan sengaja menyentuh yuniornya Abisheka yang sudah mengeras. Mereka segera keluar setengah berlari menuju Gazebo. Tempat yang biasa di pakai Rendezvous oleh Abisheka.
Sampai di Gazebo Mayang menuangkan dua sloki Wine, kemudian dia menaruh minuman itu di rak khusus. Suasananya gelap gulita, karena Gazebo ini di tutupi oleh pohon bunga yang berada di kanan kirinya.
"Kenapa kamu baru mendekati aku padahal kita sudah sering bertemu."
"Karena kau tidak mau menolehku, kamu sibuk dengan gadis lain." sahut Mayang naik ketubuh Abisheka. Dia berinisiatif mengambil kendali permainan. Mungkin karena sering dengan berbagai lelaki, Mayang merasa lebih pintar dari Abisheka.
Mayang mencium bibir Abisheka dengan ganas, dia sudah horny dari tadi dan memilih tembak langsung tanpa lama-lama warmup. Abisheka membiarkan Mayang menjelajahi seluruh tubuhnya, Abisheka merasa Mayang surprise melihat badannya yang besar dan berotot.
__ADS_1
"Mayang jangan terburu nafsu." kata Abisheka menurunkan tubuh wanita itu ketika Mayang melewati *******.
"Aku tidak tahan....." kilah Mayang terpaksa mengalah.
Sekarang Abisheka yang mengambil kendali, setiap sentuhannya membuat Mayang ngilu.
"Aku menyukaimu." bisik Mayang pasrah. Dia menggelinjang erotis ketika Abisheka mulai permainannya. Mayang tidak menampik kalau laki-laki itu sanggup membuatnya menjerit berkali-kali.
"Sekarang kamu gantian." kata Abisheka merebahkan tubuhnya disamping Mayang. Walaupun tulang sudah terasa remuk, wanita itu menuruti perintah Abisheka.
Ketika Mayang mulai menindih Abisheka, desiran angin yang sangat dingin menyentuh tubuhnya. Firasatnya tidak enak, dia berhenti, tapi Abisheka menuntutnya tetap exis.
"Kenapa kamu berhenti, aku tidak terima."
"Oke-oke, aku gagal fokus." sahut Mayang kembali konsentrasi.
Tiba-tiba kelelawar menyambar tubuhnya mengagetkan Mayang, serta merta dia menolak tubuh Abisheka, tapi laki-laki itu sangat kuat. Dia terus dipacu tanpa jeda.
"Abisheka aku takut, aku tidak bergairah." bisik Mayang ketika matanya bersitatap dengan mata Leak di depannya. Dia gemetar karena kepergok berselingkuh.
"Mayang!!" teriak nenek murka. Dia menarik tubuh Mayang sampai jatuh dan mendorong wanita itu ke tanah.
Nenek cemburu berat melihat Mayang sedang bercumbu dengan Abisheka. Selama ini nenek merahasiakan kalau wanita cantik yang di ajak Cuscus dengan Abisheka adalah dirinya.
"Ma..ma-af nek." kata Mayang terpaku.
"Setan kamu Mayang, beraninya kamu berbuat begini dengan pacarku. Perempuan busuk kau. Mendengar omongan nenek Mayang kaget bukan kepalang, dia tidak menyangka kalau cewek cantik yang sering mondar mandir di kebun adalah nenek.
Abisheka melonjak kaget ketika mendengar suara pacarnya yang serak-serak basah. Dia cepat mencari pakaiannya dengan perasaan gugup. Suasana gelap gulita membuatnya meraba-raba sekeliling. Untung pakaiannya bisa di ketemukan.
"Abisheka, kau memang laki-laki tidak punya otak, berselingkuh dengan Mayang, laki-laki tidak tahu di untung." semprot nenek yang berwujud wanita cantik. Nenek memakai bahasa Inggris yang bisa di mengerti oleh Abisheka.
__ADS_1
"Plookk...Plookk..." Nenek menampar Abisheka sampe terjungkal. Tamparan nenek sangat sakit, karena nenek Leak, jadi keras.
"Dewi, maafkan aku." Abisheka memeluk Dewi. Walaupun gelap gulita Abisheka bisa membayangkan kalau Dewi sangat cantik kalau marah.
"Puihh...jijik aku mendengarnya. Abisheka ini nenek, kamu mengerti? dia Leak merubah wujud menjadi wanita cantik. Kau ditipu, yang kau tiduri adalah nenek peot yang sebentar lagi masuk Liang kubur." teriak Mayang tertawa mengejek.
"Kurang ajar kau Mayang, matilah kau!!"
Nenek marah besar ketika kartunya dibuka. Dia menyerang Mayang dengan lidah api. Mayang menghindar dan melawan nenek dari segala penjuru.
"Aku tidak takut denganmu nenek, aku akan menyiksamu. Ilmumu masih setengah, aku lebih sakti darimu."
Nenek semakin marah apalagi Abisheka ikut marah-marah dan menghina dirinya.
"Brengsek kau nenek, rupanya kau Leak. Aku akan bunuh kau!!" bentak Abisheka.
"Abisheka, Mayang juga Leak, kau juga ditipu." kata nenek tertawa. Seketika tubuh Mayang menjadi Macan.
"Kalian berdua setan, aku akan membunuh kalian. Manusia tidak beradab, sampah masyarakat!!" teriak Abisheka mengambil botol minuman Wine melempar ke Mayang. Macan menangkapnya dan melempar ke nenek.
"Bruugghh...." Nenek tergeletak jatuh.
Melihat nenek jatuh Abisheka beralih ke Mayang yang sudah berubah menjadi Macan. Laki-laki itu tidak takut dengan macan jadian, dia melempar kayu besar ke tubuh macan.
"Mati kau setan, jijik aku melihatmu."
Mayang yang sudah berubah menjadi Macan tidak punya hati nurani. Dia sangat sadis. Dia melihat Abisheka adalah mangsa yang harus dimakan. Dengan geram Macan melompat menyerang Abisheka. Pergulatan seru terjadi, Abisheka terus memukul Macan.
Lama kelamaan Abisheka tidak kuasa lagi melawan, seluruh tubuhnya di cabik-cabik oleh Macan. Darah banyak keluar, dadanya dirobek dan isi jantungnya di makan. Sangat mengerikan.
Setelah Abisheka meninggal, Macan menyeret nenek ke rumah. Dia menaruh nenek di depan kamarnya supaya di lihat pelayan. Macan masuk ke kamar dengan perut kenyang.
__ADS_1
*****