CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.40


__ADS_3

"Bruuggh....." Pintu kamar Aditya yang tidak terkunci terbuka lebar.


"Ahhhh...."


"Ada apa Devaly?" tanya Aditya lemah sambil mengancingkan kemejanya. Dokter Dwika juga kaget.


"Devaly keluar!!" bentak Made menarik tangan Devaly. dengan kasar, dia lalai tidak berpikir Devaly akan seceroboh itu.


"Apa maksudmu menarik aku, kamu curang menutupi bos mu yang sedang selingkuh." kata Devaly berontak.


"Kamu tidak punya sopan santun. Aku orang kepercayaannya tidak berani sembarangan masuk kamar Tuan, apalagi Tuan saat ini kurang sehat." kata Made geram. Dia hampir menampar Devaly.


Devaly bersandar di tembok ketika dokter wanita itu menatapnya tajam. Tadi dia sangat kaget ketika pintu di dobrak dari luar. Tidak di sangka seorang bule membuat ulah.


"Jaga sikapmu nona, kamu berprasangka buruk kepada kami. Ini Bali, disini kami sangat percaya kepada Karma, pilihan hidup kami ada dua, berjalan di jalan yang baik atau berjalan di jalan yang salah. Rata-rata kami selalu berjalan dijalan yang baik untuk menghindari karma buruk, karena teman sejati adalah karma, dia akan mengantar kami sampai mati."


"Maaf dokter, aku tidak menyangka ada dokter di dalam kamar pacarku."


"Berarti kamu tidak peduli kesehatannya. Dia dalam keadaan stres berat. Mungkin semua yang dialaminya membuat pikirannya ruwet. Sebagai pacar, kamu seharusnya menghibur diri nya, bukan malah main dobrak." kata dokter itu menohok.


"Maaf dokter dia tidak sengaja, saya tidak mengatakan pacarnya sakit, maksudnya supaya tamu kami tenang berlibur." kata Made menimpali. Dia kasian melihat Devaly diceramahi oleh dokter.


Manusia tidak ada yang sempurna, Devaly memang cemburuan sekali, angkuh, cuek, tapi dia berusaha merubah sifatnya ketika cintanya bersemi kepada Aditya. Hanya sifat cemburunya yang tidak bisa berubah.


Setelah dokter itu pergi Devaly kemudian duduk di sofa di luar kamar Aditya. Dia kesal dengan Made yang menyembunyikan apa yang dialami oleh Aditya.


"Devaly, turun ikut makan." kata Made yang kembali nongol setelah mengantar dokternya pulang.


"Aku malas turun!!"


"Ngapain kamu diam disini seperti kambing congek. Biarkan Aditya sendiri, jangan kamu ganggu."


"Kenapa kamu sentimen sama aku, aku ingin sendiri disini." kata Devaly menangis. Dia benci kepada Made yang selalu ngerecoki.


"Aku melindungi bos dari kata-kata jahat yang kerap kamu lontarkan padanya. Saat ini bos sakit karena banyak pikiran, tolong kamu menjauh. Disini tidak ada klinik atau rumah sakit, kalau mau berobat kita harus nyebrang Kamu harus belajar menghormati orang atau mengasihi setulus hati. Tuan tidak sama dengan aku, dia lelaki satu-satunya yang banyak beban."


"Aku tidak tahu harus bagaimana bersikap, ini karakterku. jika kamu memaparkan sifat burukku, itu tidak masalah. Siapa boleh menilaiku dengan opini masing-masing."

__ADS_1


"Orang lain menilaimu karena sifat yang keluar dari dirimu begitu. Kamu cuek, aku tidak tahu apa kamu punya hati. Aku yakin kamulah biang kerok yang menyebabkan Tuan sakit."


"Astaga, apakah aku seburuk itu dimatamu?"


"Mungkin Tuan juga menilamu begitu!" ketus suara Made.


"Aku sudah berusaha berubah, namun ..." Devaly menggantung ucapannya, dadanya terasa sesak, dia kembali menangis.


"Trimakasih, kamu sudah terus terang." kata Devaly berdiri. Dia menghapus air matanya. Perlahan dia menuruni tangga.


Sampai dibawah dia melihat Basabi duduk termenung sendiri, tidak mengerti kenapa sifat Basabi berubah, apa yang terjadi. Atau Made yang menyebabkan Basabi begini.


"Basabi, kenapa kamu berada sendiri disini?" tanya Devaly duduk disampingnya. Dia berharap Basabi mau menjawab.


"Maafkan aku nona, mungkin aku banyak mengecewakanmu Akhir-akhir ini, karena aku banyak pikiran."


"Basabi aku ini bos mu, bicara lah, siapa tahu aku bisa bantu."


"Siapa pun tidak akan bisa membantuku." desis Basabi memalingkan muka. Dia tidak ingin Devaly berada disampingnya mengorek aib yang membuat dirinya hancur.


"Pada saatnya nanti aku akan bercerita padamu. Ini tidak ada hubungannya denganmu atau dengan teman yang lain. Murni karena diriku yang gegabah."


"Aku menghormati privasi mu, jika ada yang mengganjal dihatimu bahuku siap menjadi sandaran pundak mu."


"Trimakasih nona atas perhatian mu."


Perbincangan mereka terhenti, tidak tahu kenapa hubungan yang dulu akrab dan ceria, tiba-tiba menjadi renggang seolah menjadi bom waktu yang kapanpun bisa meledak.


"Mari kita bergabung dengan teman, tidak enak rasanya kita cuek. Semua punya masalah, namanya hidup, tapi bagaimana caranya kita mencari solusi "


"Maaf aku mau disini saja."


"Tidak apa-apa Basabi, yang mana menurut mu baik, jalani saja."


Devaly pergi mencari teman-temannya yang lain. Mereka sedang membakar ikan dengan hati senang. Hatinya sedikit lega setelah tahu bahwa Aditya tidak selingkuh. Tapi sakit, dia khawatir apa yang dialami Aditya.


"Devaly kamu habis menangis, apa yang terjadi, apa Aditya selingkuh?"

__ADS_1


"Aku menangisi nasibku yang malang. Sulit menjadi orang baik."


"Emangnya kamu baik nona, aku rasa selama ini kamu selalu menghinanya. Setelah kamu mencintainya giliran dia mendepakmu. Dia itu tidak mencintaimu, hanya balas dendam. Apalagi nenek tidak setuju denganmu, jangan merasa diatas angin nona." kata Rakhes menatap Devaly.


"Jangan fitnah, Tuan tidak begitu. Jika dia membuang mu pasti ada sesuatu yang membuatnya berbuat begitu."


"Kemoning itu benar, kamu jangan membela yang salah. Lihat saja buktinya kalau Aditya memang benar mencintaimu, pasti dia tidak memasuki kamar Basabi berjam-jam, atau masuk kamar berdua dengan Kemoning."


"Rakhes jangan kau ngelantur, aku masuk kamar dengan Tuan karena Tuan sakit, aku di suruh pijatin. You know "kerokin" atau.. hahaha...."


"Aditya sakit, kenapa tidak bilang?"


"Karena kalian bukan dokter itu pertama, kedua karena dia tidak mau mengecewakan kalian. makanya jangan julid dengan Tuan?"


"Maaf Kemoning, berarti aku terlalu cepat cemburu, tidak mencari kebenaran terlebih dahulu, sudah marah-marah." kata Devaly muram, dia menyesal punya pikiran negatif kepada Aditya.


"Berpacaran tidak hanya sekadar soal makan bersama atau jalan-jalan. Namun, tentang berbagi kebahagiaan dan kesusahan. Kedua hal tersebut harus dilalui bersama-sama agar bisa saling menguatkan. Dengan begitu hubungan akan menjadi lebih harmonis." kata Kemoning menggurui.


"Itu benar Kemoning, kita harus bijaksana dan lebih tulus. Saling memahami dan mau pengerti. Percintaan tidak harus memiliki camkam itu, setidaknya kita menjadi mantan terindah."


"Wow amazing..." apa yang kalian ributkan.


Made dan Aditya sudah berada di belakang mereka. Tentu saja mereka terdiam. Wajah Aditya terlihat pucat, Devaly diam membisu. Mungkin dia harus kembali kepada sifat yang dulu, yaitu cuek beibeh.


"Kami lagi membahas permasalahan cinta, dan ingin bertanya kepada kalian semua, jika waktunya kita bubar, masihkah dihati kalian ada cinta? atau menghilang secara perlahan. Bukankah pertemuan kita hanya sebentar, tapi mengapa kita begitu ruwet berpikir dan berharap angan-angan kita tercapai." kata Abisheka menatap jauh kedepan.


"Aku pribadi cepat suka sama orang, tapi kalau jatuh cinta sangat sulit, sekali jatuh cinta aku sulit lepas. Mungkin karena aku sering bad mood membuat sifatku seperti gelombang samudra."


"Devaly, bercinta itu gampang, yang sulit saling memahami supaya cinta itu langgeng."


"Benar Kemoning, apalagi pacar tidak bisa melihat cewek nganggur. Semua di pacar."


"Karena pacarmu seekor lalat, dia akan terus mencari sampah walaupun mawar ada disisi nya.


******


"

__ADS_1


__ADS_2