
Mulut Rakhes enak sekali ngomong, katanya tidak boleh marah-marah, tentu masalah ini merupakan pukulan bathin yang paling berat. Seluruh dunia akan menyoroti kehidupannya dan sepak terjangnya saat berlibur di Pulau Dewata.
Bukan itu saja orang juga akan bertanya siapa yang merekam dan menggugah vidio itu ke youtube atau ke aplikasi lain. Kenapa tidak di edit, masalahnya Thasy adalah model dunia. Banyak pertanyaan yang akan keluar, dari mulut nitizen.
Setelah capek mengamuk Thasy dipapah oleh Rakhes menuju kamar mandi, dia sangat kasihan melihat Thasy tapi juga jijik, karena yang menggoyang Thasy adalah Leak ngakak
Mungkin ini hari terakhir dia sudi menyentuh Thasy, untuk selanjutnya Goodbye saja.
"Kamu mandi dulu, aku akan merapikan baju dan tempat tidurnya." kata Rakhes cepat keluar dari kamar mandi.
Tashy tidak menjawab, dia lalu mengguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower. Ada perasaan jijik dan ngeri terpatri diingatannya. Dia tidak menyangka kalau pemuda tampan yang menggodanya adalah Leak, semacam gondorowo. Tapi kenapa di hasil rekaman pemuda tampan itu berubah menjadi Leak ngakak, itu yang dia tidak mengerti.
Pukul.05.25 dini hari. Rakhes bersiap untuk mandi, biasanya dia mandi berdua dengan Thasy, ntah kenapa hari ini dia malas berdua. Ada rasa jijik yang tiba-tiba menyelinap jika mereka berdua bersentuhan. Apa karena dia melihat vidio Thasy bersama raksasa jelek itu, ntahlah.
"Excuse me, Rakhes...Rakhes...where are you?" suara Made terdengar lantang. Rakhes membuka pintu kamar dia mendapati Made dan Basabi berdiri terpaku melihatnya.
"Owh...untunglah kalian datang, aku stres berat menghadapi masalah Ini. Thasy masih mandi."
"Kamu boleh mandi dan berpakaian yang benar, aku yakin akan banyak ada tamu datang kesini akibat ulah kalian."
"Silahkan duduk, agak berantakan karena Thasy mengamuk."
"Tidak apa-apa, mandilah katakan kepada Thasy kami datang." kata Basabi duduk di sofa di serambi depan. Dia melihat barang berantakan, semua menjadi korban amukan Thasy.
Made mengumpulkan Camera, Handphone yang sudah hancur, bisa nanti sebagai buktii, siapa tahu ada polisi atau wartawan yang meminta buktì. Dia yakin banyak spekulasi terhadap kejadian ini yang menimbulkan pro dan kontra.
__ADS_1
"Menurutmu siapa Leak yang meniduri Thasy kalau melihat dari vidio itu." tanya Basabi mencoel tangan Made.
"Aku tidak pernah melihat secara nyata Leak, walaupun dia datang tadi malam. Aku hanya melihat orang hitam tinggi. Tapi di vidio itu terlihat jelas dan detil. Harusnya gambar itu menjadi hak paten."
"Aku juga tidak jelas melihat, tapi aku yakin bahwa Leak tadi malam itu sama orangnya. Kesimpulannya, setelah Leak itu pergi dari tempat kita, dia lalu mencari Thasy."
"Aku juga berpikir begitu. Jalan satu-satunya kita membuat pengaduan kepada kepala desa dan polisi, untuk memenjarakan Jro dukun, supaya dia kapok, tidak mengulangi kegilaannya lagi."
"Basabi, apa yang kamu katakan? kamu ingin membuat aku malu?" suara Thasy membuat Basabi menoleh, dia melihat Tashy menangis dan menghambur kepelukannya. Basabi kaget, dengan spontan dia menepis tangan Thasy yang berusaha memeluknya.
"Basabi KAU!! apakah kau jijik padaku?" tangis Thasy meledak. Perlahan dia menjauh dan masuk ke kamarnya.
"Thasy...aku tidak bermaksud...." Basabi mengejar Thasy ke kamar.
"Ada apa Basabi, kamu telah menyinggung perasaannya. Saat ini Thasy dalam keadaan stres berat, aku harap kamu mengerti."
"Kalian tidak usah repot-repot, aku bisa mengurus diriku sendiri. Silahkan kalian pergi dan jangan menungguku."
"Thasy kita ini satu team, tidak ada yang boleh keluar dari team ini. Masalah yang kita hadapi sangat banyak dan beragam. Hampir semua mendapat masalah. Untuk itulah kita harus mencari solusi untuk menghadapinya. Aku berharap kamu mengerti, mari keluar dan duduk satu meja sambil sharing mencari solusi." kata Aditya memapah Thasy keluar dari kamar.
Thasy merasa diperhatikan, Aditya ternyata tidak jijik padanya. Sampai di luar Aditya mengajak temannya duduk di serambi depan. Dia menyuruh Thasy duduk di sampingnya.
"Teman-teman semua, kita sudah tahu masalah apa yang dihadapi oleh Thasy. Kalau di pulau ini kejadian begitu sudah lumrah dan sering terjadi, Gondorowo atau Leak akan meniduri seorang gadis dan konon sampai ada yang punya anak. Hii..mengerikan." tutur Aditya berjeda, dia menunggu tanggapan dari teman-temannya rupanya teman-temannya lebih senang mendengar.
"Kejadian begitu jarang terekspos dan terasa tabu. Mungkin akan heboh seperti sekarang karena di rekam dan dibuat konten, kejadian itu menjadi konsumsi publik. Sungguh sangat disayangkan kenapa ini terjadi." kata Aditya menatap Rakhes.
__ADS_1
"Karena waktu itu aku dalam keadaan sangat lelah dan tertidur." kilah Rakhes.
"Enak sekali kamu bicara, pacarmu digoda iblis kamu malah tertidur. Tidak masuk akal ceritamu, karena setelah kamu bangun kamu langsung upload vidio. Harusnya kamu cari Thasy terlebih dahulu dan bertanya, tentang vidio yang kamu rekam." ucap Basabi dengan suara tinggi. Dia jadi kesel sama Rakhes.
"Sudalah, jangan masalah ini di pakai ajang perdebatan. Untuk Rakhes kalau nanti kamu bicara kepada polisi harus yang tegas dan masuk akal. Jawabanmu tadi meragukan dan seolah-olah ini rekayasa."
"Abisheka, kamu tidak ada di posisiku, jadi kamu bebas bicara. Jangan asal menuduh sembarangan."
"Thasy kamu harus kuat, masyarakat disini tidak akan usil bertanya jika itu masalah pribadi. Kamu bermasalah dengan nitizen dan dengan follower mu saja." kata Made menguatkan Thasy.
"Kalau aku jadi kamu, aku tidak peduli. Itu masalah astral yang tidak bisa di elakan lagi. Dan tidak semua orang bisa mengalami kejadian itu. Kontennya Rakhes menjadi yang paling di sukai, top deh." kata Devaly datar, diam-diam dia merasa cemburu kala Aditya meletakkan tangannya di punggung Thasy.
"Untuk jalan keluarnya kita mencari oknum di balik semua masalah yang kita hadapi."
Semua memandang Aditya, Made dan Basabi sudah mengerti siapa yang bakal dituduh oleh Aditya. Setelah lama berpikir akhirnya Aditya menyatakan orang yang di curigai saat ini adalah Jro dukun.
"Karena sebelum Thasy di tiduri oleh Leak, dia menyerang kita di Home Stay. Jadi kita tahu bahwa Leak itu sama." kata Aditya bersemangat.
"Kalau begitu kita cari dia dan bunuh." sahut Thasy marah.
"Kita kesana tapi tidak boleh membunuh atau main fisik, kalau dia mengaku kita seret dia ke polisi."
"Sebelum kita berangkat mari sarapan dulu, siapa tahu kita lama disana."
Made kemudian membuka box, membagikan sandwich dan honey kombucha. Tidak ada makanan lain karena kapal belum bisa menyeberang. Kecuali makanan sederhana seperti singkong, ubi jalar dan jagung itu selalu sedia, tapi bule nya tidak mau.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan mereka segera berangkat menuju rumah Jro dukun. Matahari sudah mulai menampakkan diri namun air laut tetap pasang.
*****