CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bad. 42


__ADS_3

Melihat gelagat yang mencurigakan dari Aditya, Made menjadi penasaran. Diam-diam dia mengikuti dari jauh. Made yang sudah hafal arah jalan yang ditempuh oleh Aditya, merasa heran karena jalan ini menuju dukun Ngiwa yang sangat sakti. Dukun ini menjual ilmu Leak dan juga bisa menyembuhkan orang sakit kena Leak (Ngiwa).


Made sedikitpun tidak takut ke rumah dukun sakti itu, karena sudah sering membawa pasien kesana. Yang membuat heran kenapa Aditya dan Basabi datang kesini. Apa ada hubungannya dengan pemerkosaan itu?


Made cepat mencari jalan pintas supaya duluan sampai, dia akan mengintip dari bawah pohon beringin atau bisa darimana saja. Aditya tidak mungkin melihatnya. Dia sudah paham bahwa di rumah dukun itu tidak ada listrik, bukan tidak mampu, Jro dukun sengaja menerangi rumahnya dengan lampu sentir agar kelihatan seram.


Aditya dan Basabi sudah sampai di rumah Jro dukun yang terdiri dari, satu pendopo tempat tamu duduk-duduk, atau tempat Jro dukun menerima tamunya. Tempat berobat. Juga satu unit rumah mungil yang sengaja di desain antik Suasana mistis sangat kental terasa, apalagi banyak terlihat Leak pemula yang sudah berubah. Tanpa terasa badan mereka gemetaran saking takutnya.


"Kesini kalian berdua!!" teriak Jro dukun dari singgasananya.


Hati mereka menciut saat melihat dari mana asalnya sumber suara yang memanggilnya. Untung mereka tidak berteriak kaget melihat penampilan Jro dukun dan wanita tua yang berdiri disampingnya.


Walaupun lampu sentirnya remang-remang, mereka jelas melihat seorang lelaki gemuk duduk bersila di lantai yang beralasan tikar pandan. Tidak memakai baju, tapi memakai kain warna hitam dan selendang motif papan catur. Wajahnya terlihat seram dengan kumis tebal, jambang panjang sudah memutih serta mata bersinar seperti mata kucing garong yang ketemu ikan. Rambutnya semua gimbal dan panjang sekali, mungkin panjang rambut bisa dua meter, karena butuh tali khusus untuk menggantung rambutnya supaya tidak menyentuh lantai.


"Ma..ma-af..Jro-jro dukun...tolong memakai bahasa Inggris karena teman saya bule." kata Aditya tremor.


"Xixixi...berkata yang benar supaya kami bisa membantumu, kenapa kalian takut kepada kami, tidak ada yang memakan mu. Rasamu pahit..pahit..." wanita tua ikut bicara, hati ini tambah dag-dig-dug-plass saat wanita itu mendekatinya.


"Supaya kalian tenang duduk bersila dan ucapkan baca ini berulang-ulang sampai seratus delapan kali." kata Jro dukun mulai memakai bahasa Inggris patah-patah dengan logat yang medok


Nenek itu mengajari cara bersila yang benar. Pada saat tangan nenek menyentuh tubuh Aditya, dia merasa seperti tersengat listrik.


"Aduuuhhhhh...." teriaknya spontan.


"Xixixi...ternyata kau tidak berilmu, hanya gadis ini berilmu sepotong."

__ADS_1


"Saya memang tidak berilmu, tolong jangan di uji coba."


"Xixixi...mulailah dengan pernapasan tiga kali, setelah itu baru merapal mantra."


Aditya dan Basabi mulai melakukan apa yang disuruh oleh Jro dukun, Pertama memang agak mual dan pusing, tapi lama kelamaan mereka bisa menguasai diri. Setelah selesai perasaannya tenang badan tidak gemetar lagi dan bisa berkomunikasi dengan baik lagi.


"Berdiri dekat sini. Bicaralah yang jelas, tidak bertele-tele." kata Jro dukun sambil merapal mantra.


"Nama saya Basabi, telah menerima transfer ilmu Leak dari Ratu Leak tanpa sadar. Saya mengetahui hal ini ketika badan saya tiba- tiba berubah setengah jadi. Untuk itu saya mohon pertolongan dari Jro dukun supaya ilmu saya bisa dimusnahkan." Basabi angkat bicara.


Suaranya nyaring dan lantang. Made yang bersandar dibalik tembok pendopo, tubuh kurusnya langsung merosot turun, dia kaget mendengarnya. Pantas Basabi menjauh. pikir Basabi sedih.


"Ini sangat sulit, ilmu yang diwariskan agak susah dimusnahkan, kecuali ada orang yang tulus ikhlas menerimanya."


"Saya akan membayar berapapun biayanya, asal ilmu itu hilang dari tubuh teman saya." kata Aditya berharap.


Kaki Aditya selangkah mundur. Bayangan kelam tentang masa depannya terpampang di pelupuk matanya. Tanpa terasa airmata bergulir jatuh dipipinya. Aditya kembali duduk bersila sambil sesambat.


"Ya Tuhan, hamba mengucapkan banyak terimakasih atas Karma buruk yang harus hamba terima saat ini. Hamba mengerti dosa hamba terlalu banyak di kehidupan yang dulu, sehingga ini harus hamba jalani dan hamba ikhlas menerimanya. Hamba mohon lindungilah hamba dalam menjalani Karma ini, supaya hamba tabah dan bisa mencuci dosa-dosa hamba dalam kehidupan ini."


Aditya menghapus air matanya dengan ujung kemeja, dia menghela nafas berulang kali melegakan hatinya. Saat Basabi menyentuh tangannya dan memeluk dirinya, Aditya lalu meledakan tangisnya. Walaupun dia tidak mengerti bahasanya saat Aditya berdoa, tapi Basabi tahu bahwa pria itu akan mengambil ilmu leaknya.


"Bagaimana anak muda, kamu sudah siap menjadi manusia Leak yang bergentayangan setiap malam, untuk mencari roh bayi dan memakan bangkai anjing, kodok, jika kamu lapar. Siang hari kamu kenal istri, anak dan keluargamu, tapi malam hari kamu melihat anak, istri dan keluargamu adalah santapan lezat yang bisa kamu makan. Apakah kamu sanggup menjalani semua itu?"


"Jika ini sudah Karma saya, bagaimanapun beratnya saya harus terima."

__ADS_1


"Supaya kamu mengerti, ilmu itu awalnya putih, jika kamu menjalankannya dengan pikiran negatif kamu akan menjadi berdosa. Tapi, jika kamu memakai ilmu itu dengan cara yang positif kamu akan mendapat pahala. Semua jawaban itu ada di otakmu sekarang." ucap Jro dukun memberi bayangan.


"Dari dulu saya termasuk orang yang paling menentang ilmu Leak di keluarga kami, tapi saya tidak tahu cara melenyapkannya atau mengelola ilmu ini, ketika berada didalam tubuh."


"Rajin sembahyang, berpuasa, bersedekah, beryadnya sesuai aturan. Belajar agama dan mengamalkannya dengan baik. Jika itu kamu lakukan, jangankan ilmu Leak, ilmu planetpun akan hilang dengan sendirinya. Ilmu itu akan berubah dari negatif menjadi positif."


"Saya akan menerima dan berusaha merubah pola pikir saya terhadap ilmu Leak."


"Kalau begitu silakan kalian berdua membuka seluruh pakaian, yang pria memakai kain di bawah perut. dan yang wanita diatas dada." perintah nenek menyerahkan dua potong kain putih yang telah diisi gambar dan diisi aksara kuno.


"Dimana tempat gantinya?" tanya Aditya celingukan.


"Ganti saja disini, hanya pakaian luar yang dibuka. Tidak usah malu, toh gelap."


Dengan tergesa-gesa mereka menjauh dan mengganti pakaian sesuai perintah nenek. Aditya merasa mau di eksekusi mati, dia begitu nervous menjalani ritual ini. Selesai memakai pakaian putih, mereka disuruh masuk ke kolam air panas, yang ternyata tidak panas. Air nya berbau blerang. Aditya dan Basabi dimandiin dengan kembang tujuh rupa sambil di mantrain oleh nenek.


"Naik ke atas!!" perintah nenek dengan suara melengking.


"Setelah itu yang perempuan kesini."


Setelah Basabi dekat dia disuruh menari-nari melingkari api unggun, sambil lidah di julur kan sampai panjang. Kaki yang sebelah kiri menekuk dan diangkat (nengkleng).


Tampa sadar Basabi mulai berubah menjadi setengah Serigala dan menerkam Aditya.


"Basabi sadar..sadar..." pekik Aditya berusaha melepaskan diri. Tapi cengkraman Serigala itu menguat dan Aditya dibanting. Setelah itu lidah api dari Basabi meluncur masuk ke mulut Aditya. Pria itupun pingsan.

__ADS_1


*****


__ADS_2