CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.38


__ADS_3

Matahari pagi tidak muncul dari ufuk Timur, padahal sudah jam sembilan, cuaca terkesan dingin seperti mau hujan. Devaly duduk di samping Thasy dengan wajah murung. Pagi ini mereka sedang sarapan di ruang makan yang berada disamping dapur. Nasi kuning dan segala lauk yang menemani.


"Bagaimana menurut kalian nasinya, apa kalian menikmatinya?" tanya bibi Ayu dengan wajah sumbangan.


"Enak saya suka, di India namanya nasi kebuli, bumbunya lebih hot." kata Rakhes sambil mengacungkan jempol.


"Menurutmu Devaly..." Mayang ikut berbicara.


"Aku belum terbiasa, ini baru pertama kali bagiku." jawab Devaly datar. Dia tidak suka kepada Mayang yang kerap menyindirnya.


"Belajar makan nasi Basabi, siapa tahu menjadi warga Indonesia." ucap Aditya menatap Basabi.


"Trimakasih Aditya." jawabnya pendek.


Devaly tidak peduli sikap Aditya yang sangat acuh padanya. Biarlah Aditya menganggap aku angkuh, pemarah, posesif, sombong, aku tidak peduli. Aku berharap bisa membenci atau menjauh darinya. Cowok apa itu, yang sekedar mengatakan cinta di bibir saja, tapi juga mengumbar cinta kepada orang lain. Perlakuannya kepada wanita lain sangat mesra. bisik Devaly dalam hati.


"Aku berencana mau ke Nusa Penida, siapa yang mau ikut?" tanya Aditya sambil sudut matanya mengerling kepada Devaly.


"Aku ikut, ada apa disana?" Rakhes bertanya ingin tahu.


"Lautnya bening berwarna biru dan trumbu karangnya sudah bertaraf Internasional, 500 spesies hidup disana. Sangat indah dan cocok untuk snorkeling. Disana ada rumput laut Spinosum, rumput laut yang langka di dunia."


"Wow amazing, aku ikut."


"Oke, kita sudah setuju semua. Tinggal izin sama nenek." kata Aditya menelan senyumnya saat Devaly kepergok menatap dirinya. Dia sengaja membiarkan Devaly dengan tingkahnya yang kekanak-kanakan. Sebenarnya Devaly baik banget orangnya, tapi cemburunya gak tahan.


"Bos aku izin kepada nenek dulu." kata Made berdiri. Dia beranjak menuju dapur, nenek pasti di dapur.


Tidak berapa lama nenek datang dengan bibi Ayu serta Kadek Sri. Mereka membawa dua bungkus sesajen. Sesajen, buah, untuk di persembahkan kepada the baurekso disana. Supaya perjalanan ini tidak terganggu, perlu izin menurut kebiasaan umat Hindu.

__ADS_1


"Kalian mau ke Nusa Penida, harus ikut aturan disana. Disana sakral dan berbau mistis, Leak disana ilmunya sudah tinggi, jadi jangan kalian macam-macam disitu." jelas nenek tetap berdiri.


'Ya nek, tapi bolehkah aku mengajak salah satu pelayan nenek. Mereka punya pasangan hanya aku yang belum punya."


"Yaelah Abi, mengapa harus bawa pelayan. Disitu tidak boleh yang tidak-tidak atau ngomong jorok, memaki, nanti bisa kapal mu tenggelam."


"Nenek kasihan Abi, kita tanyain pelayan dulu, kira-kira siapa yang mau menemaninya kesana. Kalau tidak ada kita cari diluar saja."


"Panggil Kemoning, dia cukup pasih bahasa Inggris dan kebetulan rumahnya di Nusa Penida. Klop dech. Jangan disosor pelayan nenek." kata nenek.


Kemoning adalah putri Nusa Penida yang baru tamat sekolah Perhotelan di Bali. Dia dulu bekerja di Denpasar, karena Covid-19 dia lalu PHK. Untuk sementara dia kerja di nenek, masalahnya untuk mulai pekerjaan baru, banyak sekali saingan.


Setelah semua ready Aditya memanaskan mobil, mereka akan lewat Karangasem terus ke pelabuhan Padangbai. Menurut buku yang dia baca di Nusa Penida pengaruh alam dan mistis nya sangat kuat. Katanya Leak disana sangat tinggi ilmunya.


"Sudah naik semua, mari kita Goo..." kata Made melihat Basabi yang duduk di pojokan.


Sedangkan Devaly terpaksa duduk di depan, maunya tadi dia duduk di belakang. Dia buru- buru pindah kedepan gara-gara Kemoning mau duduk di depan. Padahal itu ide Made, supaya Devaly cemburu. Walaupun dia duduk di depan disamping pak sopir mulut Devaly tetap mengerucut tidak mau menoleh kearah Aditya.


"Dimanapun aku kerja tetap menjadi pelayan karena basic ku adalah waitres. Aku tidak kuliah hanya sampai SMK setingkat sekolah menengah atas."


"Begitulah, tapi bukannya lebih baik kerja di hotel daripada kerja disini."


"Sama saja uangnya, kalau disini dapat santainya, kalau di hotel dapat capeknya. Lagipula aku mau cepat menikah, aku tidak mau seperti pelayan lain yang tidak mau membuka diri dengan para lelaki."


"Wow..ternyata sudah punya pacar..."


Made dan Rakhes ikut tertawa. Tadinya Abisheka sudah merasa enjoy dapat gadis belia yang masih bau kencur. Pupus sudah harapannya untuk bisa mendapatkan surga dunia.


"Hallo teman-teman, kita sudah sampai di pelabuhan Padangbai, sebentar lagi kita akan naik perahu motor, aku peringatkan kepada kalian tidak boleh melakukan sesuatu yang di larang. Sebentar ada papan attention, disana sudah ada rulesnya." Made berkoar-koar.

__ADS_1


"Oke Made..trimakasih." sahut Thasy.


"Sebelum kita turun, mari makan dulu. Bibi Ayu sudah menyiapkan bekal untuk kita. Itupun sesuai request dari teman semua. Semoga kalian suka."


Aditya masuk ke pelabuhan Padangbai dan masuk kedalam parkir khusus. Sebenarnya badannya kurang sehat gara-gara stres memikirkan Basabi. Wanita itu mengancam akan membunuh nenek karena memberi ilmu padanya secara diam-diam.


"Devaly putar bangkumu, kita makan siang bersama." kata Made menyodorkan nasi kotak.


"Yach...gapapa aku hadap sini aja."


"Bos badanmu panas." Made kaget ketika tidak sengaja menyentuh pundak Aditya. Karena memakai bahasa Indonesia teman bule tidak mengerti.


"Ambil obat demam sepertinya aku sakit karena kurang tidur."


"Makan dulu bos, apa perlu aku pijat." Kemoning menawarkan diri.


"Sangat tidak baik kalau bos dalam keadaan sakit. Atau bos mau ke KPLP minta bantuan untuk di periksa, biasanya ada dokter jaga." sambung Kemoning lagi.


"Aku mau istirahat saja, tolong Kemoning kerok punggung ku."


Aditya turun dari mobil tanpa menoleh kepada Devaly. Dia langsung naik di belakang dan rebahan di kamar. Sikapnya itu membuat Devaly menaruh nasinya. Rasa laparnya hilang, air matanya bergulir jatuh.


Devaly tidak mengerti kenapa Kemoning masuk kamar dengan Aditya, apa yang mereka lakukan. Made juga membiarkan bos dan Kemoning di kamar. Dia cemburu berat. Tapi dia bertahan tidak melabrak pintu itu, marahnya bertambah ketika Thasy berkata julid kepada Rakhes.


"Sayank hanya kita yang bisa menghargai suatu hubungan dan menjaga cinta kita. Tidak berguna wajah cantik kalau pacar kita lebih memilih batu kali hahaha..."


"Thasy jangan sembarangan bicara, aku tidak mau membersihkan mobil. Dilarang lempar nasi kotak, kalau kenyang nasi di taruh saja."


"Yank, aku suapin ya. Kita makan sekotak berdua, jangan tidak makan. Di Laut tidak ada nasi padang, yang ada paus. Tolong semua makan yang banyak karena perjalanan yang kita akan tempuh sangat panjang, mungkin bisa sampai besok." kata Made ngibul.

__ADS_1


Made membuka kotak nasi mau menyuapi Basabi, tapi wanita itu menolak. Bagiannya dia buka sendiri. Basabi memang ingin menjauh dari Made dan tidak mau lagi dengan Made. Dia juga akan terus terang masalahyang dia hadapi.


*****


__ADS_2