CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.34


__ADS_3

Seperti baru bangun dari tidur panjang, Made merasa kaget ketika dia mendapati dirinya berada di antara pohon pepaya renteng dan pohon Belimbing.


"Aku telah kena sirep dari Leak." gerutu Made berdiri. Dia mengusap daun kering yang menempel di bajunya. Matanya jelalatan mencari keberadaan Basabi gadis itu tidak ada. Made berjalan terhuyung-huyung mencari Basabi. Dia yakin Basabi belum bangun, karena tadi malam dia meninggalkan Basabi sendirian di Gazebo.


Matahari sudah muncul di ufuk Timur. Kabut tebal perlahan menghilang, kini terlihat jelas bunga bermekaran dari taman bunga. Made terus berjalan mencari Basabi sejauh satu kilometer. Dia baru melihat bayangan Basabi duduk di bawah di antara pohon Kopi dan Vanilli. Made berlari supaya cepat sampai.


"Basabi kenapa kamu sampai kesini, ini perumahan para lelaki, buruh pemetik Kopi dan Vanilli!" seru Made suka cita.


"Hai, mari kita pulang, tadi malam kamu kemana saja aku bingung mencarimu." ucap Basabi sambil mengusap wajahnya yang pucat. Basabi bersedih heran juga, tidak biasanya Basabi cengeng.


"Aku terkena ilmu sirep dan tertidur sampai pagi. Kuharap kamu tidak kena karena jarak terjauh pengaruh ilmu sirep satu kilometer."


"Aku tidak mau pulang." suara Basabi lirih memeluk Made. Tangisnya pecah ketika berada dalam pelukan Made.


"Basabi tidak biasanya kamu lebay begini. Ada apa sebenarnya ceritalah, mungkin aku bisa menolongku."


"Tiga orang telah memperkosa ku di Dangau. Waktu itu aku tidak berdaya melawan."


Degg!! seakan dihantam bongkahan batu besar Made menjadi bengong. Badannya tiba-tiba gemetaran saking kagetnya.


"Basabi, aku yang bersalah ninggalin kamu sendiri tadi malam. Tidak boleh kasus ini di biarkan, ini sudah kriminal. Kita harus lapor Polisi." Made ikut menangis.


"Aku tidak mau aib ini tersebar, aku punya jalan sendiri untuk membalaskan sakit hatiku." kata Basabi menghapus air matanya.


Basabi ingat kalau dia sekarang punya kesaktian aneh. Apa karena nenek pernah memberikannya sesuatu, dan sesuatu itu yang membuat dirinya sakti?


"Trimakasih sayank, kamu telah menerima aibku. Kau telah menyemangati hidupku. Tapi jika kamu pergi aku juga tidak masalah. Karena ini aib besar yang memalukan."


"Sayank, aku menyerahkan padamu, yang terbaik menurut mu. Aku tidak akan pergi setelah tahu musibah yang kamu alami."


"Aku merasa dadaku sesak menahan sakit hati ini. Cobaan ini membuatku hancur. Aku tidak akan melepaskan ketiga lelaki itu."


"Mari kita pulang, kamu perlu istirahat. Aku akan menemanimu sampai kamu bosan padaku."


Made membelai rambut Basabi. Walaupun baru beberapa hari menjalin kasih, hati Made sudah terpikat. Sulit sekali membunuh cinta yang sudah terlanjur melekat.

__ADS_1


"Mari kita pulang, kau harus mandi, keramas yang bersih." kata Made membantu Basabi berdiri.


Mereka berdua memasuki rumah nenek, Basabi melihat nenek sudah duduk di kursi taman memandang mereka.


"Pagi nenek, salam sehat." sapa Made tersenyum. Basabi hanya mengangguk diam, dia malas tersenyum.


"Pagi-pagi kalian sudah datang dari kebun, apa kalian tidur di Gazebo?"


"Begitulah nek, kami bosen dirumah terus, menerus."


"Tidak apa-apa tidur di Gazebo asal betah di gigit nyamuk.' kata nenek menatap Basabi tajam.


Basabi meninggalkan nenek dengan puluhan pertanyaan di otaknya. Hanya nenek yang mengerti kenapa dirinya tadi malam bisa terbang dan mulutnya keluar api.


"Aku akan mandi setelah itu langsung tidur." ucap Basabi melepaskan tangannya dari tangan Made.


"Aku akan membawa sarapanmu nanti ke kamar. Kita bisa sarapan berdua di kamar."


"Terserah kamu, sebaiknya kamu tinggalkan aku sendiri. Carilah wanita lain, aku banyak masalah dalam hidupku." kata Basabi dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak mungkin memberi tahu bahwa ýdirinya tadi malam bisa berubah.


"Demi nama Tuhan aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu dalam keadaan apapun. Aku berjanji akan menikahimu," Made bersumpah dengan serius. Dia tidak tahu betapa Basabi sampai meýrinding mendengar sumpah Made.


"Jika kamu tahu siapa aku...." gumam Basabi masuk kedalan kamarnya.


"Basabi jangan masuk dulu..." tapi Basabi sudah masuk kamar dan terdengar pintu di kunci dari dalam. "KLEK"


Basabi bersandar di balik pintu, air mata nya tidak terbendung lagi, tidak mungkin dia menerima Made sebagai teman hidupnya. Apalagi dengan perubahan wujud yang dia alami.


Basabi menuju kamar mandi, dia membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya. Dia memperhatikan dengan seksama setiap inci tubuhnya, tapi dia tidak menemukan apapun kecuali kumis tipis menghiasi wajah cantiknya nya. Abaikan saja. pikir Basabi langsung mandi.


"Tookk..tookk..tookk..PERMISI.."


Basabi cepat menuju pintu dengan hanya menggunakan handuk ditubuhnya. Dia tahu itu suara bibi Ayu.


"Ada apa bibi?" tanya Basabi setelah pintu dibuka. Dia melihat bibi tegang dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Aku mau bicara denganmu." kata bibi masuk ke dalam kamar. Dia menatap Basabi dengan seksama.


"Silahkan duduk bi, ada apa?"


"Pakai pakaianmu, setelah itu kita ngobrol." kata bibi seraya duduk di sofa. Perasaan Basabi jadi tidak enak, tumben bibi datang menemuinya secara pribadi.


"Ada apa bibi?" tanya Basabi kembali duduk di sofa. Dia tampak pucat karena banyak menangis.


"Kamu kemana tadi malam?" tanya bibi hati-hati.


"Apakah bibi harus tahu?"


"Tentu, karena apa yang terjadi akan sangat mempengaruhi kehidupanmu. Jika kamu berkenan bercerita lah, dengan begitu beban pikiranmu akan berkurang."


Basabi mematung, dia tidak senang ngumbar aib dan berpikir kalau made terlalu lancang memberitahukan bibi masalah pribadinya.


"Bibi, apa yang bibi tahu tentang aku?"


"Aku melihat kamu berbeda dengan yang lain sehingga nenek memasukan ilmu LEAK ke dalam tubuhmu, tapi sayang ilmu itu masuk separuh saja, mungkin saat memasukannya ke ragamu, nenek atau kamu, ada halangan. Lebih tepatnya gangguan."


⁶Dari mana bibi tahu kalau aku punya ilmu Leak, apa bibi punya bukti. Dulu sewaktu aku sedih pernah datang kepelukan nenek, menumpahkan isi hati. Apakah itu yang bibi ketahui dan akhirnya bibi menuduh aku bisa menjadi siluman.."


"Ya dan tidak, yang jelas dari perubahan yang setengah jadi. Kamu menjadi Serigala tapi setengah manusia. Itu tanpa kamu sadari kamu mendapat tanpa disengaja. Kamu hebat dari pemula."


"Hahaha...bibi aneh, aku sendiri tidak merasa ada perubahan, bibi banyak mengkhayal. Hidupku sudah pahit, jangan bibi tambah dengan hasil halusinasi yang tidak nyata."


"Kamu berpikir bibi merekayasa omongan? tidak Basabi. Bibi bicara kenyataan. Sekarang kamu dalam keadaan transisi. Dari manusia biasa menjadi Leak."


"Aku tidak mengerti yang bibi bicarakan, jika maksud bibi datang kesini hanya menuduh aku menjadi manusia setengah Srigala, aku tidak peduli itu hak bibi. Terserah bibi."


"Kalau kamu tidak percaya bercerminlah." kata bibi mengeluarkan cermin khusus dari tas nya.


****


.

__ADS_1


__ADS_2