
Devaly mencari Malamute di bawah kolong ranjang, di balik almari, seluruh ruangan, tapi tidak ada Malamute. Kemana Serigala besar itu, tidak mungkin dia loncat lewat jendela bisa mati dan hanyut, karena di bawah jendela adalah jurang. Duhhh...ada-ada saja.
"Malamute kau bukan hewan sungguhan, kau siluman atau Leak. JIka benar kau Leak aku mohon enyah kau dari sini!!" bentak Devaly kesal. Mulutnya mengoceh keliling ruangan, karena Malamute menghilang secara gaib.
"Aku menyesal menyayangimu, kau tidak ubahnya seperti Aditya. Habis manis sepah dibuang, kau pikir aku tebu? Aku manusia, punya hati dan jantung. Sekarang aku yakin kau Leak." kata Devaly keluar dari kamar.
Di luar sepi sekali, tidak satupun temannya kelihatan batang hidungnya. Dua berencana menciduk Malamute kalau lagi lewat. Devaly memilih duduk di sofa samping pohon bekul yang berada di pojok ruangan. Kata orang, pohon betul ini ditakuti oleh bangsa Leak, Jin setan, siluman.
Kebetulan lampu di serambi remang-remang akibat gempa kemarin, jadi dirinya tidak akan jelas terlihat dari orang. Dia juga mengambil air mineral, garam, bawang merah. Cabai apa perlu? daripada konyol diserang Leak, Devaly mengambil juga cabai terus dimasukan ke botol air mineral dan di kocok-kocok. Nanti kalau Malamute datang air ini mau di lempar kematanya. Rencananya di peruntukan untuk menjebak Malamute.
"Aku lupa mantranya, kira-kira apa ya?" pikir Devaly. Dia mau ke kamar mengambil ponsel, tapi urung, ada angin dingin berdesir lewat menerpa wajahnya. Angin semakin kencang. Jangan gempa lagi ahh, capek!!. gerutu Devaly.
Saat Devaly melamun mengingat mantranya tiba-tiba ada suara memanggil Thasy. Degg! Dadanya seketika berdebar. Devaly perlahan bangun dari duduknya dan bersembunyi di balik sofa. Dia geser pohon bekul sehingga menutupi tubuhnya.
"Thasyyyy....Thasyyy....Thasyyy..."
Suara itu terus terdengar mendayu-dayu dan membuat bulu kuduk merinding. Brengsek suara siapa itu. Suasana menjadi mencekam, tubuh Devaly seolah membeku saat pintu kamar Thasy terbuka lebar. Thasy berjalan keluar seolah melayang tanpa menyentuh lantai. Aneh banget. pikir Devaly tanpa berani keluar dari persembunyiannya.
"Sayank aku merindukanmu....."
Ntah darimana datangnya tiba-tiba seorang pemuda tampan sudah ada di depan Thasy. Pemuda itu memeluk dan menggendongnya ala Bridal Style. Perlahan mereka berdua masuk ke kamar Thasy.
"Ternyata kau biang keroknya, setan!!" Devaly berlari menubruk punggung pemuda itu. Dia menyiram tubuhnya dengan air cabai. Dia ingat omongan Kemoning bahwa setan itu akan datang lagi.
"Iblis kau, terkutuk kau!!" Devaly menendang tubuh itu tanpa takut, kemarahannya kepada Malamute dia tumpahkan ke pemuda itu.
"Berani kau melawanku betina!!"
"Geerrrr...." pemuda itu berbalik setelah lebih dulu melempar tubuh Thasy ke ranjang. Dia kaget melihat perubahan di tubuh pemuda itu, yang tadinya tampan kini menjadi Leak berwajah seram, sangat menakutkan.
__ADS_1
Jro dukun yang menjelma menjadi Leak ngakak sangat marah sekali. Ini malam yang sangat penting baginya. Malam kedua yang seharusnya dia tidur lagi dengan Thasy untuk menyempurnakan janin yang ada di dalam perut Thasy.
"Thasy sadarlah, bangun kamu. Kamu telah kena hipnotis, ternyata wajahnya sangat jelek dan menjijikkan." kata Devaly melemparkan bawang ke wajah seram itu.
"Kurang ajar, berani kau menghalangi jalan ku kau memang pantas sebagai pengganti." kata Leak itu dengan suara gemetar dan marah.
"Berani kau menyentuhku, akan aku lempar pakai bawang." pekik Devaly melemparkan sedikit bawang.
Dia juga mengoleskan bawang ketubuhnya dan mengunyah lalu disembur-sembur kan ke segala penjuru. Walaupun terasa perih Devaly tetap melakukan itu.
Leak itu sampai mengaduh saat kena semburan bawang, dia merangsek Devaly dan menarik gadis itu ke pelukannya.
Sekali sentak daster Devaly robek, hampir dia menyerah ketika Leak itu meniup wajah dan tengkuknya. untung dia ingat mantra yang diajarkan Aditya.
"Ong, tulak tanggul sakawetan, tulak tanggul saka kidul, tulak-tulak-tulak-tulak..." teriak Devaly sambil menyemburkan bawang dari mulutnya.
Leak mendengus ketika Devaly mengujar mantra, tidak ada efek dari mantra itu. Leak itu malah sekarang menari-nari berputar mengejar Devaly. Mulut Devaly sudah terasa perih mengunyah bawang, ketika Leak itu menarik tubuhnya. Dia terus mengujar mantra supaya Leak takut menyentuhnya.
"Malamute tolong aku." teriak Devaly lantang.
Dia heran kenapa semua temannya tertidur dan tidak menyadari kalau ada Leak di luar. Devaly semakin lemah ketika Leak itu memeluknya, untunglah Malamute cepat datang menolongnya, Serigala itu meloncat dan menendang dada Jro dukun.
Devaly di lempar begitu saja oleh Jro dukun ke lantai, dia sibuk menghadapi Malamute yang menyerangnya dengan gencar. Ada rasa heran dihatinya, kenapa Devaly tidak kena sirep, padahal yang lain semua kena sirep.
Dia harus tahu penyebabnya, tadi dia mencium darah wangi dari tubuh Devaly yang hampir telanjang. Ingin sekali dia menghirup darah gadis itu supaya dia awet muda. Tapi Malamute tiba-tiba menyerangnya.
"Dasar tua Bangka, kau akan menangis darah jika malam ini terlewati." bentak Malamute sangat geram.
"Jika itu terjadi gadis ini penggantinya, darah dan tubuhnya sangat wangi. Aku bisa naik tingkat secara reguler dan mendapat mustika Leak jika gadis ini masih suci. Raja Leak akan senang dengan persembahan ku malam ini.
__ADS_1
"Bedebah, langkahi dulu bangkai ku jika kau nekat melakukan ke inginanmu!!"
"Rupanya kau juga terpesona dengan wanita ini. Leak mana yang menolak tubuh gadis ini, hahaha ...."
Mereka saling ejek dan perang mulut serta saling menjatuhkan. Devaly bersandar di tembok dan terpaku, haruskah dia menangis atau tertawa saat menyadari kebodohannya.
"Malamute kau telah membodohiku, sampai hati kau menipuku. Rupanya kau bisa bicara dan suaramu mirip orang yang aku cintai. Aku tidak menyangka menjadi korban. Siapa kau sebenarnya hiks..hiks...hiks..." gumam Devaly sendiri, badannya melorot di tembok, dengan lemas dia duduk bersandar, di lantai sambil menangis kesal.
Sementara Malamute dan Jro dukun masih perang tanding Devaly melihat Thasy keluar dari kamarnya. Layaknya seperti robot hidup, Thasy melangkah menuju Leak itu.
"Thasy jangan kamu dekati, dia leak yang dulu melecehkanmu. Sadarlah, kau pukul saja orang nya sampai mati." teriak Devaly bangun dan menarik Thasy.
Dengan marah Thasy menolak tubuh Devaly, tapi Devaly tidak peduli, dia menyeret Thasy ke kamarnya. Jro dukun membiarkan Thasy pergi dan menyambar tubuh Devaly. Dengan ringan Jro dukun memanggul tubuh Devaly.
"Bajingan tengik, turunkan aku, setan kau!!" teriak Devaly memukul punggung Jro dukun. Dia berontak sambil minta tolong.
Malamute meloncat tinggi sambil sesekali memukul Jro dukun dengan tenaga bathin. Dia sangat marah ketika Jro dukun terbang dari serambi menembus kegelapan. Kurang ajar, Malamute terus mengejarnya di malam yang semakin pekat. Untungnya Malamute punya ilmu bathin yang tinggi, diwariskan oleh keluarganya secara otodidak.
Devaly sudah di bawah pengaruh sihir Jro dukun, ketika berada di atas Bukit Kaleran. Ini sebuah kuburan tua. Disinilah tempat semua Leak, mempersembahkan tumbal. Tampak terlihat Raja Leak Poleng dan beberapa orang muridnya yang rata-rata masih muda belia menari-nari memakai kain nori putih sebatas lutut dan bertelanjang kaki.
Mereka disambut lolongan Srigala, suara burung hantu dan binatang malam.
"Selamat malam paduka Leak, saya datang untuk mempersembahkan seorang gadis perawan yang berdarah wangi." kata Jro dukun membawa Devaly kehadapan Leak poleng.
"Xixixi....krauxx..krauxx.....bawa gadis itu kesini. Dan duduk kau di atas batu nisan." perintah Leak poleng dari singgasananya, lalu jro dukun menurunkan Devaly dari gendongannya.
"Murid-muridku semua, kalian merapat, ayo kesini semua berkumpul. Tidurkan gadis ini di atas bale-bale, lepaskan semua pakaian dan apapun yang dia pakai. Kemudian tutup badannya dengan kain putih yang sudah di rajah. Setelah itu percikan air tiga kali." kata Raja Leak Poleng berdiri dari singgasananya.
*****
__ADS_1