
Mayang marah bukan main kala bibi Ayu membongkar ilmu penangkeb yang dia kirim ke Aditya. Walaupun ilmu itu lambat bekerja, tapi sudah ada tanda-tanda Aditya tidak marah lagi padanya, dan mau menurut apa yang di perintahkan oleh Mayang. Ilmu ini biasanya berumur enam bulan, setelah itu Aditya akan sadar. Bagi Mayang waktu enam bulan banyak, bisa memuaskan dirinya dan yang terpenting benih bayi dari Gusde ada ayahnya.
Tinggal selangkah lagi, bagaimana caranya membunuh Devaly. Paling tidak membuat Devaly bercerai dengan Aditya. Ada yang lebih mendesak, adalah membunuh nenek dan meminta orang tua itu mentransfer ilmu leaknya. Setelah nenek meninggal, Mayang akan menikah dengan Aditya. Semua harta nenek bisa dia kuasai dengan mudah.
Malam kemarin hampir saja nenek transfer ilmunya, lidah nenek sudah keluar panjang, gara-gara Made datang ke kamar nenek bersama Rakhes, Basabi dan Thasy, nenek jadi mengurungkan niatnya.
Untung ritual yang di lakukan memelet Aditya tidak di ketahui Aditya dan Made, termasuk mulus. Bersyukurlah Aditya bisa dimasukan ilmu penangkeb dan hasilnya mulai kelihatan.
"Bibi bagaimana keadaannya?" tanya Aditya ketika bibi membawa garam, bawang merah ke kamar Kemoning.
"Saya bukan dokter Tuan!" ketus suara bibi.
"Belagu, dasar wanita tidak laku." Mayang mengejek bibi sambil tertawa.
"Lebih baik tidak laku dari pada jadi pelakor." sahut bibi sambil melempar garam ke tubuh Mayang. Mayang tersentak mau memukul bibi Ayu tapi pelayab menghalangi Mayang bertindak kasar. Hampir semua pelayan sekarang pro bibi Ayu.
"Kalian ikut-ikutan yaa.." bentak Mayang mendorong mereka.
"Kami tidak berpihak, tapi kami ingin hidup damai jauh dari perdebatan." seorang pelayan maju mendekati Mayang.
Perdebatan itu akan panjang karena Mayang tidak merasa bersalah. Dia juga senang membuat gara-gara. Tapi ketika dia melihat Ginha, hatinya mendadak menciut. Bukan ilmu Ghina lebih tinggi darinya, tapi karena Ghina ini pelayan yang paling pendiam dan banyak tahu rahasianya.
Salah satu rahasia Mayang yang di pegang Ghina adalah kedekatan Mayang dengan Gusde. Sebenarnya banyak rahasia di rumah ini dia ketahui, tapi dia tidak mau membuka aib orang. Itu yang membuat semua orang segan padanya. Ditambah ilmu Leak Ghina cukup tinggi dan kehidupan Ghina termasuk lempeng.
"Aku juga tidak ingin berdebat, kita damai." jawab Mayang memakai bahasa khatulistiwa. Lebih baik mengalah dengan Ginha, karena gadis itu tahu kalau Mayang telat datang bulan akibat bermain kuda-kudaan dengan Gusde.
"Syukurlah kamu mengerti." jawab Ghina sinis. Dia lalu ke kamar Kemoning. Tidak berapa lama keluar lagi.
"Teman-teman, siapkan makan siang. Waktu makan siang sudah lewat. Komang dan Ketut menyiapkan makanan untuk nona Devaly. Yang lain menyiapkan makanan untuk Tuan dan tamu di meja makan luar." perintah Ghina dingin. Wajahnya terlihat kaku.
__ADS_1
Mayang ikut beranjak ke dapur membantu yang lain. Dia jadi sedikit pendiam karena Ghina tidak ramah padanya. Kedamaian sulit ditemukan jika hidup penuh rasa dengki.
"Nguing..nguing...nguing..."
Mereka dikagetkan oleh suara sirine mobil ambulans. Semua berdiri mendekati mobil, apa yang terjadi?
Aditya kaget karena yang turun dari mobil ambulans adalah Rhafael saudara Kemoning. Wajah Aditya langsung memerah karena cemburu.
"Ada apa ini kenapa ada ambulans masuk?"
Tidak ada yang merespon pertanyaan Aditya, Rhafael dan petugas ambulans masuk ke kamar Kemoning sambil mendorong Brankar Bibi Ayu sudah membawa dengan pakaian ganti Devaly, karena Devaly akan di opname.
"Nanti dulu, dia mau diajak kemana?" tanya Aditya tidak enak hati. Dia serba salah, karena Kemoning lebih condong ke Rhafael.
"Jangan banyak tanya Tuan, kami sedang fokus." sahut Kemoning dingin.
Wajah Aditya terasa ditampar, dia diam membisu saking malunya. Semua menonton saat Devaly di evakuasi ke ambulans. Terlihat wajah Devaly membengkak dengan mata terpejam. Rhafael ikut di ambulans beserta bibi dan Kemoning.
Kehidupan itu sebenarnya indah, belajarlah untuk menikmati hidup di saat ini, jauhkan diri dari rasa khawatir dan prasangka buruk. songsong masa depan, buang penyesalan akan masa lalu.
Hidup bukan tentang siapa yang lebih kuat dan mendapatkan lebih banyak materi, tapi siapa yang bisa menikmatinya lebih baik.
"Tuan apakah Tuan tidak bisa berpikir?" tanya Made melihat Aditya seperti orang bolong. Rakhes juga heran melihat perubahan Aditya yang mencolok.
"Mayang, apa yang kamu lakukan sehingga bos seperti orang bodoh." tanya Made pelan.
"Jangan menuduh sembarangan, mungkin saja bos stres melihat Devaly sakit atau bisa juga merasa bersalah karena dia ikut memaki dan menampar Devaly."
"Jadi kamu mengakui itu Devaly asli?" tanya Rakhes heran.
__ADS_1
"Aku baru sadar itu Devaly yang asli karena dia bisa sakit. Kalau palsu pasti dia bisa menghilang saat kita gebugin." kata Mayang enteng.
"Gampang sekali kamu berbicara, makanya jangan ikut campur masalah Devaly dan Aditya. Kamu yang membuat kita bersalah, kamu jahat Mayang." semprot Thasy kesal. Kalau terjadi sesuatu pada Devaly semua bisa dipenjara.
"Bagaimana kalau aku menebus dosa dengan cara menemani Devaly di rumah sakit?!"
"Aku yakin kamu akan memakan jantungnya, setelah itu kamu ambil suaminya. Dasar Leak jahat." maki Made kesal.
Mayang duduk diam ketika satu persatu turis asing itu memaki Mayang. Apalagi mereka merasa bingung melihat Aditya yang terlihat bodoh.
"Sayank, kamu tidak membela aku semua memojokan diriku gara-gara musibah yang terjadi pada Devaly." Mayang memeluk Aditya dari belakang.
Sungguh ajaib, Aditya diam dipeluk Mayang dan malah membalasnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Mayang, bibirnya mendarat ke bibir Aditya. Mereka tidak punya malu berciuman lama.
"Mayang, kamu menggunakan ilmu pelet, setan kamu. Bos sadar, dia itu Leak." teriak Made kesal. Aditya seolah tidak mendengar, Mayang cepat mengajak Aditya ke kamar.
"Bos jangan mau, sadar..sadar. Cepat siram bos dengan garam." perintah Made, serempak pelayan mengambil garam dan merebut Aditya dari pelukan Mayang.
"Aditya istrimu di rumah sakit, kita akan kesana sekarang." Basabi menarik tangan Aditya dan mengajaknya ke Bungalow.
"Kalian berani melawanku!!" bentak Mayang kesal karena dihalang-halangi bercinta dengan Aditya.
"Aku waras, jadi aku mengingatkan Aditya supaya tidak meladeni Leak sepertimu."
"Bajingan tengik kamu!!" Mayang melempar sendal ke Made.
"Jangan main fisik, Devaly sudah jadi korban, Mayang tidak kapok-kapok. Kamu kira semua bisa diatur dengan rencana busukmu. Dasar kemaruk!!"
"Aku dijodohkan dengan Aditya oleh nenek, bukan aku minta sendiri. Kalian mengerti tidak. Jangan asal menuduh sembarangan."
__ADS_1
"Mungkin nenek saat itu lagi pikun, sehingga cucunya dijodohkan dengan Leak." kata Made meninggalkan Mayang.
****