
Devaly berontak saat Aditya semakin tidak sopan menjelajahi setiap inci tubuhnya. Dia sangat benci dan marah kepada laki-laki itu. Cemburunya keras ketika Aditya tidak berusaha menolak nenek, malah di depan nenek wajahnya cerah sekali. Dasar play boy, laki-laki tidak ada akhlak. Harusnya dia tegas sama nenek dan Mayang mengatakan isi hatinya menolak menikah dengan Mayang Kala nenek dan Mayang menghembuskan hawa permusuhan kepada Devaly, Aditya hanya diam tanpa membela, modal ganteng tapi mengecewakan. Brengsek!
Mengapa dia bernafsu menyetubuhinya, apa itu tidak gila namanya. Berarti Aditya cinta kepada Devaly tapi mau menikahi Mayang. Maksudnya apa, berarti manusia ini sangat serakah dan tidak tahu diri.
"Aditya aku akan mengadu kepada nenek jika kamu memperkosa ku. Terus terang aku tidak mencintaimu lagi." ketus Devaly. Dia berusaha lepas dari pelukan Aditya.
"Aku mau melepasmu asal kamu Jawab, kau mencintai siapa, Rhafael atau Malamute aku juga curiga ada cowok lain yang bisa masuk ke kamarmu."
"Aku cinta Malamute mengerti, dia baik dan selalu menemani ku saat aku kesepian." kata Devaly bohong, tidak mungkin dia berkata kalau dirinya sangat mencintai Aditya.
"Tidak apa-apa kalau kamu mencintai Malamute, aku yakin dia merindukanmu." ucap Aditya cepat turun dari ranjang tanpa menunggu jawaban Devaly.
Gadis itu heran kenapa Aditya buru-buru, padahal Devaly ingin berlama-lama dengan Aditya. Jarang ada kesempatan berdua saling berpelukan. Apalagi setelah Aditya nanti menikah dengan Mayang, pasti Aditya akan terbelenggu.
Setelah Aditya pergi Devaly enggan memakai pakaiannya kembali, apalagi sudah semakin malam, dia juga akan tidur, tidak terasa tenaganya terkuras saat melawan Aditya. Dia menendang pakaiannya ke lantai kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Malam ini matanya sulit terpejam akibat ulah Aditya, omongan nenek dan Mayang. Devaly meraih ponselnya ingin mendengarkan lagu, tiba-tiba tangannya ada yang menarik-narik dengan lembut. Devaly menaruh kembali ponselnya di nakas, dia melihat sosok hitam itu dalam kegelapan.
"Kenapa kau kesini, aku benci padamu, kita sudah putus semenjak kau menipuku." Devaly langsung cemberut dan menolak tubuh Malamute ketika Serigala itu meloncat naik ketempat tidur.
Dengan gaya romantis Malamute menyusup ke balik selimut. Devaly serta merta balik badan memunggunginya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak ada rasa denganmu, keluar kau!!" bentak Devaly kesal. Dia menendang tubuh Malamute.
Malamute merekayasa kedatangannya, untuk meniduri Devaly. Biarpun Devaly memakinya, menendangnya dia tidak bergeming. Baginya inilah kesempatan terakhir untuknya, karena Devaly akan pulang ke Los Angeles bersama rombongannys. Dia baru dapat khabar bahwa Abisheka akan di deportasi.
Untuk itulah Malamute pura-pura ngambek. Dia berencana akan membuat Devaly tidak pulang ke negaranya dan mau menikah dengannya. Memang nenek akan menikahi Aditya dengan Mayang, tapi dia juga ingin menikahi Devaly. Terlihat Arogan, tapi dia hanya mencintai Devaly.
"Kebiasaan kalau ngambek tidur di lantai, kau pikir aku kasihan. TIDAK!!"
Sampai capek Devaly ngomel Malamute tetap diam, tengkurap tidur di lantai. Malah Devaly yang tidak bisa tidur memikirkan Malamute. Akhirnya dia tidak sampai hati juga, dengan kesal dia turun dari ranjang dan memukul pelan punggung Malamute.
"Naik, kebiasaan bohong, ini terakhir kalinya kau bisa tidur denganku. Nanti kalau aku sudah pergi baru kau nyesel, tidak ada yang akan menyayangimu."
Tidak menunggu perintah dua kali Malamute akhirnya naik dan langsung memeluk Devaly. Tidak itu saja, Malamute mulai menerapkan rencananya. Tekatnya sudah bulat, biarlah orang mengutuk tindakannya yang egois, dia tidak peduli. Hanya ini yang bisa dia lakukan demi sepotong cintanya. Sudah lama dia menimbang rencana ini dan tidak ada jalan lain lagi.
Lambat laun hasrat Devaly memuncak, dia merasa Malamute adalah seorang laki-laki perkasa yang membuat jeritan kesakitan saat Malamute mendorong kasar keperkasaannya Tanpa sadar air matanya merembes turun ketika Malamute menggoyang tubuh Devaly sampai ranjang terdengar berderak nyaring.
Berderak – derak sangkutan dacing,
Bagaikan putus diimpit lumpang.
Bergerak – gerak kumis kucing,
__ADS_1
Melihat tikus bawa senapan.
Hahaha....ini pantun seolah untuk Devaly dan Aditya. Walaupun Devaly menjerit-jerit dia tidak menolak kelakuan Malamute yang lama kelamaan membuat hasratnya terpacu. Ini pengalaman pertama sangat erotis membuat dirinya merasa berada di awang-awang.
"Malamute I love you..." bisik Devaly puas.
Malamute senang melihat reaksi puas dalam sinar mata Devaly. Mungkin Devaly tidak akan pernah melihat sinar wajah kemenangan dari Malamute, karena kamar gelap gulita. Sudah menjadi kebiasaan kalau Devaly tidak akan pernah menyalakan lampu kamar, semenjak Malamute sering datang kebalik selimut nya.
"Aku tidak peduli kau siapa, aku cinta padamu. Jika aku pulang ke negaraku aku akan membayar mahal supaya kamu bisa ikut naik pesawat. Nanti aku akan menyewa private jet untuk kita berdua." bisik Devaly membuat Malamute mengerjitkan alisnya.
Terdengar biasa, tapi kata-kata Devaly memacu detak jantungnya. Malamute sangat takut dan khawatir. Jangan-jangan Devaly berencana akan menangkap dirinya untuk dibawa ke luar negeri. Jika itu terjadi lebih baik dia bunuh diri.
"Malamute, aku ingin membuat vidio saat kita melakukan hal ini, siapa tahu di vidio aku melihat wajah asli mu. Bukankah dulu Thasy membuat vidio begitu dan terlihat wajah asli Leak. Aku ingin tahu wajah aslimu."
"Kita istirahat dulu, nanti di ronde kedua aku bikin vidio. Kau jawab dong, dulu kau banyak bicara waktu melawan Jro dukun. Kenapa sekarang tidak bisa?" kata Devaly kesal. Malamute tetap tidak mau berkata.
Malamute melirik jam di dinding, masih lama jam tiga. Dimana setiap jam tiga dia sangat gampang menghilang dan menuju kamarnya. Tapi kalau sebelum jam tiga dia keluar kamar, dia masih berwujud Malamute. Menakutkan jika kepergok Leak lain di luar kamar. Intinya dia takut ketahuan keluar dari kamar Devaly. Nanti Devaly bisa saja di bully, apalagi nenek dan Mayang tahu, Devaly bisa dicabik-cabik tubuhnya.
Devaly yang ketagihan untuk dijamah mulai pasang posisi mengundang untuk Malamute. Dia tidak sabar melihat tampang aslinya Malamute. Ketika Malamute sudah bereaksi, tangan Devaly meraih ponselnya. Malamute cepat menghentakan bokongnya sehingga ponsel Devaly jatuh ke lantai. Saat Devaly menjulur kan tangannya untuk mengambil ponselnya, Malamute menggoyang Devaly tanpa jeda. Pupus sudah harapannya untuk mengetahui siapa Malamute. Apalagi ronde kedua sangat menggila, membuat Devaly melambung tinggi ke awan.
"Jika kau Aditya aku akan lebih bahagia, tapi jangan marah. Bersama Aditya belum tentu Serikat ini. Terima kasih sayank kau telah membuat aku menjadi WANITA."
__ADS_1
Ting!! jam tiga pagi, Malamute turun dari ranjang setelah mencium mesra bibir sexy Devaly. Akhirnya rencananya berjalan mulus, apakah ini namanya jodoh?
****