CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.39


__ADS_3

Devaly tidak kuasa lagi mengontrol dirinya dan turun dari mobil, dia ingin mendobrak pintu kamar Aditya, Made menghalangi dan menjelaskan kepada Devaly kalau Aditya. di dalam tidak berbuat yang aneh-aneh. Tapi Devaly emosi dan menunjukan jari tengahnya kepada pemuda itu. Made tersenyum saja.


"Aku benci dengan kalian berdua, kalian bajingan. Suka selingkuh."


"Sabar nona, aku perhatikan nona marah tidak karuan dan berasumsi negatif. Belajar bersabar, tenangkan diri dan satu lagi jangan cepat cemburu."


"Apa pedulimu, kamu tidak tahu perasaanku dan kalian para cowok hanya bisa menyakiti hati wanita."


"Nona Devaly, apakah sudah makan banyak. Perjalanan ini sangat jauh, ombak juga sangat besar. Kalau nona kelaparan di tengah laut dimana cari makan."


"Biarin dah aku tidak peduli, lebih baik mati daripada sengsara begini."


"Ngomong yang benar nona, disini tanahnya sangat sakral. Semoga omongan nona tidak menjadi kenyataan."


Perdebatan mereka terhenti saat Aditya turun dari mobil. Dia sudah berganti baju dan wajahnya terlihat memerah serta sedikit berkeringat.


"How does it taste already good? (Bagaimana rasanya sudah enak?)" tanya Made menatap bos nya. Karena ada Devaly, Aditya malas menjawab, dia hanya mengangkat jempol sambil menenggak air mineral.


Siapa sangka pertanyaan Made dan kode jari jempol dari Aditya membuat Devaly tambah meradang. Dia mengira Aditya bermain cinta dengan Kemoning. Hatinya langsung hancur, dia ingin mencakar-cakar pria itu. Baginya Aditya telah mengkhianatinya. Kesabarannya sudah diambang batas.


Devaly membeku, menangispun dia tidak mampu lagi. Hatinya tertusuk sembilu dan merajalela merasuk kedalam sanubarinya yang paling dalam.


Devaly seperti robot hidup yang menatap kosong kedepan. Ketika mereka menaiki perahu boat yang berisi dua puluh lima orang, Devaly yang biasa protes, kini diam membisu. Bukan karena dia senang menyatu dengan orang lain, tapi karena dia malas ribut.


"Kenapa kita naik perahu kecil begini?" terdengar suara Thasy protes.


"Kalau mau naik kapal ferry lewat pelabuhan ini bisa juga, lewat Benoa juga ada. Tapi perahu ini tidak apa-apa jangan takut." kata juru mudi meyakinkan Thasy.


Mereka naik bersama penumpang lain, Made terlihat bersama Basabi, karena mereka menghindari duduk bersama orang lain. Mau tidak mau Aditya duduk disamping Devaly daripada diisi orang lain.

__ADS_1


Tidak satupun kalimat keluar dari mulut Devaly, begitupun mulut Aditya. Suasana jadi kaku, sesekali badan mereka bersentuhan. Aditya yang masih sakit memejamkan matanya menahan meriang dan badannya terasa ngilu semua.


Healing hari ini sangat memuaskan, otak jadi fresh melihat pemandangan lautnya yang indah dengan airnya yang bening, membuat mata tidak bosan-bosannya melihat ke bawah. Berbagai jenis ikan langka, trumbu karang warna warni sangat mempesona.


Rumput laut juga berwarna putih, hijau, dan merah serta ada berbentuk anggur, terlihat jelas dari atas permukaan laut. Banyaknya orang main snorkeling membuat hati ini ikut terpanggil, untuk ikut terjun ke laut bermain dengan ikan warna warni dan lumba-lumba.


Semua mata memandang Aditya karena perahu sudah bersandar di pelabuhan Nusa Penida.


Cuma butuh waktu satu jam saja akhirnya mereka sampai. Semua kena tipu oleh Made. Mereka turun, seperti biasa banyak dagang asongan yang menyambut mereka. .


"Kita mencari penginapan yang terdekat dan kemunģgkinan kita akan berada disini selama tiga hari." kata Made.


"Aku malah senang lama disini, bisa melihat sunset dan main snorkeling." kata Abisheka.


"Teman-teman kita sudah dijemput oleh travel untuk pergi ke sebuah Home Stay yang tidak jauh dari penangkaran penyu. Mari semua naik ke mobil."


Mereka naik mobil dan di ajak ke sebuah penginapan di atas bukit di bawahnya ada laut biru membentang. Tidak habis-habisnya mereka mengagumi keindahan panorama yang terbentang dari timur ke barat.


Aditya langsung menuju ke kamar tidak ikut berpesta dengan yang lain. Made mengantar bos nya seraya memesan jasa dokter.


"Kalian bermain sepuasnya ingat aturan tidak boleh bicara sembarangan. Kalau ada yang penting cari saja kami di atas."


Setelah Made naik ke atas Tashy mendekati Kemoning. Dia penasaran melihat Aditya dan Kemoning sekamar apa yang mereka lakukan berdua di kamar.


"Kemoning aku melihat kamu dekat sekali dengan Aditya. Apa yang kalian lakukan waktu di mobil Van. Apa Aditya biasa berbuat begitu kepada pelayannya nenek?"


"Aku menemaninya Tuan, karena tidak ada pelayan lain, terpaksa aku disuruh. Aku suka melayani Tuan, tidak cerewet."


Mereka saling pandang dan curiga. Selama ini mereka menganggap Aditya orang yang baik, bertanggung jawab dan setia. Mereka terkecoh oleh sikap Aditya yang baik.

__ADS_1


Tiba-tiba mereka serentak diam, karena melihat Made mengajak seorang wanita naik dan masuk ke Home Stay.


"Rupanya aditya Oedipus Complex hahaha.." celetuk Thasy karena melihat yang diajak Made wanita agak tua.


"Nona Thasy apa yang nona katakan, saya tidak mengerti. Saya harapkan nona jangan berpikiran negatif kepada Tuan saya. Dia sangat baik kepada kami dan kepada kalian. Semoga nona Thasy sehat terus dan bisa minta maaf kepada Tuan Aditya."


"Kemoning, kenapa kamu membela Aditya9 karena kamu suka padanya. Ngaku sajalah." ucap Devaly kesal.


"Semua orang suka pada Tuan, karena dia tidak pernah julid, menghina atau membuat orang susah. Dan kamu juga suka nona, tapi rasanya kamu tidak cocok bersanding dengan Tuan, karena sifatnya yang posesif."


Devaly kena mental, dia tidak menyangka Kemoning berkata begitu. Hatinya menjadi panas. Rakhes mentertawakannya.


"Siapa yang mau dengan Aditya, Amit-amit aku tidak level dengan buaya darat."


"Pegang omonganmu nona, aku berdoa supaya nona tidak menjadi majikanku."


"Sudah-sudah, stop dulu perdebatannya, kita menangkap ikan. Aku membayangkan bakar ikan sambil nonton sunset, pasti indah sekali. Kita juga perlu minum sedikit."


Abisheka memberi kode stop kepada Devaly dan Kemoning. Dia menarik Kemoning dan mengajak jalan menuju penangkaran penyu.


"Kita jalan-jalan dulu, lihat-lihat penyu dan ikan. Cukup serok sepuluh kilo saja. Udang dan kerang lima kilo."


Setelah Abisheka dan Kemoning pergi, Basabi berencana naik ke atas mencari Made. Dia ingin tahu keadaan Aditya, karena dia melihat dari tadi Aditya diam seperti sakit. Wanita yang datang seorang dokter.


Sebelum Basabi naik, duluan Devaly naik. Dia ingin melabrak Aditya. Nafasnya memburu. Emosinya seketika meluap tinggi. Dia hanya melihat Made saja, Aditya tidak kelihatan batang hidungnya.


"Made kenapa kamu duduk disini, Aditya dimana?"


"Didalam, dia sedang...."

__ADS_1


"Bruuggh...." tanpa menunggu omongan Made, pintu sudah di dobrak oleh Devaly.


*****


__ADS_2