CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 97


__ADS_3

Tinggal bersama nenek membuat Mayang marah-marah melulu, karena makanannya tidak seenak di tempat Aditya. Mayang juga harus mengurus diri sendiri, soalnya paijo sibuk membuat ramuan sihir atas suruhan nenek.


Rasa kangen kepada Aditya membuat dia ingin mendatangi jalan Drakula. Tapi kakinya belum sembuh betul karena nenek mengajak kabur dari rumah sakit. Alasan nenek karena ada polisi mencari orang yang tertembsk kakinya.


Dia sangat bersyukur peluru dikakinya sudah di keluarkan oleh dokter, dan sebagian obat sempat dibawa, yang membuat pikirannya kusut adalah obat kakinya hampir habis dan parahnya lagi nenek tidak punya uang untuk membeli obat. Sedangkan ATM dan semua pakaiannya masih di rumah nenek.


"Paijo bisakah kamu mengambil beberapa pakaianku serta barang-barang yang lain di rumah Tuan Aditya?" tanya Mayang setelah seminggu berada di rumah nenek.


"Jangan gila Mayang, polisi sedang mencari keberadaan mu. Aku sudah sempat kesana dengan wujud Leak, tapi tidak menemukan barangmu. Mereka pasti memindahkan ke tempat lain, karena dikamar banyak tulang manusia dan belatung. Aku yakin pakaianmu dibakar."


"Nenek yang salah, kenapa aku dikasi ilmu Leak yang berujud Macan, efek sampingnya aku selalu ingin makan daging manusia. Aku ingin nenjadi ayam atau burung."


"Kalau kamu menjadi ayam atau burung, dulu kamu sudah dimakan siluman ular. Nenek sengaja memberimu wujud Leak perkasa, supaya bisa melawan nenek Saodah. Namun kamu malah jatuh cinta kepada cucunya. Itu yang membuat kamu celaka, cinta itu jahat." ketus suara nenek.


"Rupanya nenek masih sakit hati dengan nenek Saodah, lupakan masa lalu yang pahit dan kembali menuju masa depan yang gemilang."


"Banyak bacot, pikirkan kakimu dimana nyari uang untuk beli obat."


"Paijo suruh menjadi anjing, lalu mencuri ke kamar Tuan Aditya. Siapa tahu tas ku ada disana. Ada uang, ATM dan buku tabungan, kartu penduduk dan kartu BPJS."


"Bahaya, kalau polisi melihat KTP mu, berarti mereka tahu alamat ini....."


"Nenek aku lebih pintar dari polisi. Waktu aku bikin KTP dan semua surat-surat memakai alamat nenek Saodah. Aku tidak mau memakai alamat disini karena aku malu."


"Bagus kalau begitu, kenapa kamu malu?" tanya nenek Bungkling penasaran.


"Karena nenek miskin dan bisa ngeleak." sahut Mayang membuat nenek bungkling mengambil bantal dan melempar ketubuh cucunya.


"Dasar cucu laknat, sifatmu mirip ibumu yang durhaka." rutuk nenek kesal.


"Hahaha...biarpun ibuku durhaka tapi dia sudah bebas dari kungkungan nenek. Aku bangga dengan ibuku yang memilih jalan sendiri."

__ADS_1


"Jadi kamu bangga dengan ibumu yang bodoh, yang bunuh diri karena lelaki?"


"Setidaknya dia punya prinsip supaya nenek sadar bahwa memakan suaminya sama dengan membunuh ibuku."


Nenek terdiam air matanya bergulir jatuh melewati pipinya yang keriput. Perlahan nenek mendekati Mayang dan mengelus rambut cucunya.


"Bukan aku yang membunuh bapakmu, tapi nenek Saodah. Neneknya Aditya." ucap nenek pelan di antara isak tangisnya.


"Aku tidak menyalahkan nenek Saodah, dia mencari ilmu Leak karena nenek telah menyakiti hatinya. Dia memakan bapakku karena bapak melindungiku."


"Kamu jangan membela Saodah, dia telah merampas kebahagiaanku."


"Hahaha..nenek sadarlah, bukankah nenek yang mencuri suaminya. Nenek berselingkuh. Setelah suaminya kembali kepada nenek Saodah, nenek membunuh suaminya supaya nenek Saodah sama-sama rugi. Nenek sangat jahat dan licik."


"Elehhh..kamu tahu apa tentang cinta sejati aku ini korban, bukan Saodah yang korban, tapi aku bangga kepadamu bisa membuat Saodah mati."


"Itu suatu kebetulan saja, rencanaku buyar gara-gara peristiwa itu. Aku ingin menikah dengan Aditya karena dia sudah membuat aku hamil."


"Jangan menghina nek, pasti yang nenek maksud istri Aditya namanya Devaly, aku cuma selingkuhannya, makanya janin dalam perutku belum berbau wangi. Darahnya masih kotor, aku belum resmi nikah dengan Aditya."


"Apa Aditya mencintaimu atau kamu hanya menjadi gula-gulanya saja. Jika dia ingkar janji aku akan mencekiknya."


"Sabar nek, belum saatnya nenek mencuri Aditya. Kalau kakiku sudah sembuh baru nenek seret Aditya kepelukan ku. Saat ini biarkanlah dia dengan bule itu. Aku sabar menunggu."


"Owh...dadaku jadi panas mendengar cerita ini. Rasanya aku ingin memindahkan hati dan jantungnya dari tubuhnya. Aku tidak bisa melihat kamu dipermainkan oleh keturunan Saodah."


"Makanya nenek menjadi ular atau tikus, curi obat yang aku butuhkan."


"Nenek hanya bisa menjadi Gorila, sudah tinggi ilmu nenek, kalau Paijo bisa menjadi anjing, harusnya dia yang mencuri uang di tempat Aditya."


"Tidak mau nek, jalan Drakula banyak Leak sakti. Kalau nona mau, jual saja kalung atau anting nona, emas sekarang harganya naik."

__ADS_1


"Dasar malas, disuruh jadi anjing tidak mau, kalau begitu kamu mencuri anak kambing supaya bisa dijual, atau mencuri sepeda. Kamu tidak kasihan melihat kakiku bengkak dan sakit luar biasa. Jika aku cepat sembuh, aku akan menikah dengan Aditya menjadi kaya raya. Nanti aku beliin kamu mobil."


"Okee..kalau begitu Aku akan mencuri di rumah orang kaya." kata Paijo nenyelinap masuk ke kamarnya.


Paijo mulai ngelekas, perlahan wujudnya berubah menjadi anjing kampung yang dekil dan bau, diapun menghilang berlari jauh. Dia bingung kemana harus mencuri, maklum di kampung jarang ada orang kaya. Paijo terus berjalan dipinggir jalan, toko sudah tutup karena sudah larut malam.


Sampailah Paijo di desa sebelah, lolongan anjing kampung menyambut kedatangannya di tengah-tengah ramainya pasar malam. Rupanya Paijo jauh berjalan, dia berada di desa ketiga. Disini agak ramai karena ada pertunjukan kesenian daerah tujuh hari tujuh malam.


Pak Lurah ngunduh mantu, acara diadakan besar-besaran, semua warga bergembira dan rela begadang ikut menghambur kan uang di pasar malam. Paijo dari tadi sudah mengintai apa yang harus di curi.


Akhirnya dia menemukan celah mencuri, dia pergi ke toilet umum, banyak ibu-ibu yang datang sendiri tanpa suami untuk buang air kecil. Mulutnya mulai membaca mantra sirep supaya ibu yang baru datang mengantuk. Dan benar saja seorang ibu langsung duduk bersandar di tembok dan tertidur. Dengan gampang Paijo menggigit tas ibu itu dan lari dari keramaian orang.


"Leak ..Leak.. mencuri tas...." teriakan warga membuat Paijo semakin cepat larinya. Ada yang mengejar memakai motor. Paijo adalah Leak, sangat gampang menyelinap di kebun orang dan pemburunya balik lagi karena mereka sejatinya takut dengan Leak.


"Nona-nona aku berhasil..." Paijo datang terengah-engah. Nenek dan Mayang sangat antusias menyambut kedatangan Paijo yang membawa tas hitam kecil.


"Masuk ke kamar untuk berubah, setelah itu datang lagi kesini. Kita akan merayakan kemenanganmu." kata Mayang tertawa senang. Rasa kantuknya mendadak sirna.


"Ternyata isinya lumayan, yang punya Ketut Sukerti, pegawai koperasi. Dompet isinya lima ratus ribu dan recehan, lumayan untuk permulaan. pikir Mayang.


"Nenek minta jatah?" tanya Mayang menoleh kesamping.


"Minta seratus, besok aku yang mencuri." sahut nenek. Mayang menyodorkan uang satu lembar.


"Paijo kamu selembar, ini upahmu. Aku tiga ratus untuk beli obat. Besok kamu ke apotek beliin aku obat."


"Trimakasih nona, besok aku mencuri lagi. Caranya gampang sekali, aku sirep orangnya dan ambil tasnya."


"Segampang itu?" tanya Mayang dan nenek.


"Sangat gampang. Aku sudah ada target lagi. Ketika aku berlari melewati rumah besar di desa sebelah, di belakang rumahnya ada kandang kambing. Aku akan mengambil dua kambing untuk di pelihara, ini cita-citaku dari dulu belum kesampaian. Semoga besok berhasil." kata Paijo yakin.

__ADS_1


*****


__ADS_2