
Basabi menyelinap ke taman, dia duduk di bawah rerimbunan pohon hias. Malam ini gelap gulita, tidak satupun terlihat bintang di langit, cuaca terasa moist. Dia mendengar teriakan Made yang terus memanggilnya, Tidak ada keinginan untuk menjawab atau sekedar bersuara.
Setelah Basabi merasa aman diapun berlari ke dalam kebun menuju perumahan buruh pemetik Kopi dan Vanilli. Jauhnya sekitar satu kilometer. Ketika sampai pertengahan dia mendengar lebih dari satu ekor Serigala melolong, terasa sangat dekat.
Basabi penasaran kenapa Serigala itu selalu melolong setiap malam, apa maksudnya, apa Serigala itu manusia berilmu tinggi atau Leak ngakak. Dulu dia gencar mempelajari tentang Leak, dan membahasnya. Sekarang malah dia yang terperangkap ilmu itu. Nasibnya sangat sial, dia menderita dan sengsara.
Basabi mengintip Serigala itu, ada tiga ekor besar-besar. Seperti Siberian husky wujud Serigala itu, mirip. Anehnya Serigala itu terus melolong kearahnya. Basabi mengambil batu dan melempar ke arah Serigala itu, sengaja dia tidak mengenai hewannya yang penting Serigala itu kaget.
"Aung...kaing...kaing..."
Bukannya Serigala itu kaget, malah semakin mendekat, terus maju mendekati Basabi. Gadis itu cepat meloncat, dan naik ke pohon mangga. Dia takut digigit Serigala.
"Herrrggg..."
Suara aneh yang keluar dari mulut Basabi membuatnya kaget sendiri. Jangan-jangan aku menjadi Serigala. pikir Basabi heran.
"Apakah kamu siluman Serigala?" tanya Basabi penasaran kepada ketiga hewan itu.
Namun Serigala itu tidak menjawab, hewan itu tetap melolong. Basabi akhirnya turun dari atas pohon, dia tidak peduli dengan ķe tiga hewan itu.
"Minggir kalian, dasar hewan bau!!" bentak Basabi ingin melihat reaksi Serigala itu.
Tapi tidak ada sikap yang mencurigakan dari ke tiga Serigala itu. Mungkin Serigala ini nyata, tidak siluman. Serigala itu minggir seolah-olah mengerti apa yang Basabi ucapkan. Hewan itu akhirnya diam dan tidak melolong lagi.
Basabi melanjutkan perjalanannya setengah berlari, sampai satu kilometer perumahan buruh sudah terlihat. Sepi dan berbau mistis.
Dia mengintip dari jarak dua ratus meter, ke Dangau yang ramai. Sekitar sepuluh orang lelaki dewasa sedang asyik minum-minum. Bajingan yang memperkosa Basabi ada juga di antara mereka. Bau tubuhnya bisa di rasakan, walaupun wajah mereka tidak jelas karena waktu itu gelap.
Basabi menggigit bibirnya menahan marah, dia perlahan melangkah mendekati mereka. Darahnya tiba-tiba berdesir ketika para lelaki menggodanya dengan perkataan jorok dan hina. Ingin dia memakan mereka satu persatu.
"Ternyata kamu datang lagi. Aku tahu kamu pasti ketagihan. Mari kita berpesta sayang." kata salah satu laki-laki kemarin.
Karena gelap mereka tidak menyadari kalau tubuh Basabi setengah berubah. Tidak begitu kentara, karena yang berubah baru punggung dan taringnya. Mereka mengira Basabi memakai mantel bulu.
__ADS_1
Basabi sendiri tidak menyadari hal itu. Dia mengira dirinya tetap normal, tidak berubah sama sekali. Sakit hatinya membuat dia berani. Tekadnya sudah bulat, dia harus membunuh orang yang memperkosanya.
"Aku duluan Kacung." terdengar suara berat.
Seorang laki-laki maju mendekati Basabi dan menggandeng tangan wanita itu tanpa basa basi. Seolah-olah Basabi adalah perempuan murahan yang siap pakai. Dia menarik tangan Basabi mengajak ke sebuah Dangau yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat mereka minum.
Tapi setiap aktifitas tidak akan terlihat karena gelap gulita.
"Kata mereka kamu sangat cantik, istimewa, tidak kusangka bahwa kamu akan datang lagi setelah dirudapaksa kemarin."
"Malam ini aku akan memilikimu sampai lagi."
"Kenapa kamu diam saja, tidak guna juga bicara yang penting servis mu." pria itu terus ngoceh akibat minuman keras.
Sampai di Dangau Laki-laki itu tidak bisa menahan nafsunya dan langsung saja naik ke Dangau, meloloskan seluruh pakaiannya.
"Mari sayank kita bersenang-senang."
Dia memeluk pria itu dan mencari lehernya. Basabi meniupnya secara perlahan sampai pria itu tertidur. Tanpa sadar Basabi bisa melakukan itu secara otomatis. Padahal dia tidak pernah belajar. Setelah pria itu tertidur dia menancapkan taringnya, menggigit leher laki-laki itu cepat. Sampai pria itu kehabisan darah. Basabi menggulingkan tubuh pria itu sampai jatuh ke bawah.
Tidak berselang lama, Basabi kedatangan seorang pria, dia langsung menubruk tubuh Basabi yang telentang. Saat itu mulut Basabi terbuka, taringnya yang panjang merobek dada pria itu dan tangannya cepat mencabut jantung si pria. Suara teriakannya tidak dihiraukan oleh teman- temannya. Karena mereka semua sudah mabuk.
Mungkin karena mereka sudah mabuk, otak mereka menjadi tidak waras dan membuka pakaian seenaknya. Mereka balapan ingin meniduri Basabi. Gadis itu turun dari Dangau dan menyambut mereka di tempat lapang. Tidak semua datang mencari, ada lima orang termasuk tiga orang incaran Basabi.
Mereka mengurung dan menangkap Basabi. Sungguh keterlaluan dan kejam, untung Basabi sudah sakti, kalau tidak, bisa hancur tubuhnya. Mereka merebahkan Basabi dan menciuminya dengan kasar. Tiga orang yang kemarin menolaknya tertawa-tawa dan memegang kaki, dan tangan Basabi.
Ketika mereka ingin menindihnya Basabi berontak dan meloncat bangun. Mereka kaget dan mau menangkap Basabi kembali. Tentu wanita itu mengamuk, dia menggigit satu persatu senjata laki-laki sampai putus.
Tangan dan taring Basabi merobek perut dan dada setiap lelaki, sehingga isi perutnya terburai. Teriakan panjang bersautan. Basabi menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Dia memang kejam dan sadis. Siapa suruh memperkosa orang.
Tujuannya adalah membunuh tiga orang itu, jika ada yang belum terbunuh itu berarti nasibnya mujur.
Mendengar suara teriakan panjang, penghuni perumahan itu semua keluar. Mereka ada memukul kentongan, panci, penggorengan. Dan ada yang membawa tombak, clurit serta senjata lain. Itu kebiasaan untuk mengusir roh halus.
__ADS_1
Basabi cepat berlari pulang, larinya seperti peluru, ketika dia sampai di sebuah Gazebo dia berhenti sejenak. Dia melihat Abisheka sedang bergulat dengan...
"Basabi cepat kau pergi dari sini, pulang!!" dia mendengar suara telepati. Tanpa menunggu perintah dua kali Basabi halimunan, dia lenyap dan sudah berada di dalam kamarnya.
Dia menuju kamar mandi dan membungkus pakaian kotor yang banyak darah. Bau anyir membuat Basabi mau muntah. Padahal Air shower membasahi seluruh tubuhnya, tapi tidak bisa mengurangi rasa jijik. Seakan darah mereka tetap menempel di rambutnya.
Bayangan korbannya sangat mengganggu pikirannya, ada rasa bersalah tapi cepat dia tepiskan perasaan itu. Basabi mandi cukup lama sampai dia merasa benar-benar bersih.
Dia akhirnya menyudahi mandinya setelah mendengar ketukan pintu berulang-ulang.
"Tookk...tookk...tookk.."
Basabi membuka pintu dan melihat Made menatapnya tajam. Basabi melengos merasa terganggu.
"Ada perlu apa, aku tidak butuh kau." kata Basabi sarkas.
"Izinkan aku masuk hanya lima menit." kata Made mendorong pintu dan menguncinya.
"Ada apa?" tanya Basabi datar.
"Tidak ada apa, kangen saja. Apa tidak boleh."
"Kita tidak ada hubungan lagi, semenjak aku di perkosa, kita sudah putus. Aku tidak ingin mendengar apapun darimu."
Made terdiam, dia tahu sifat Basabi tegas, agak kaku. Dia berpikir mencari jalan supaya tetap pacaran dengan Basabi. Made tidak peduli kalau Basabi bekas ini itu.
Keputusan ada ditangan Basabi, dia tidak peduli Made menangis, baginya hidup sendiri itu lebih baik.
Buat apa bersatu kalau selalu sakit hati dan menangis, aku menjauh bukan berarti tidak mencintaimu, tapi karena aku ingin berhenti menyakiti diriku sendiri. Tidak menyapamu, bukan berarti tidak peduli denganmu. Aku hanya sedang menjauh, memberimu ruang, untuk apa pun yang sedang ingin kamu rayakan sendirian.
*****
__ADS_1