CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.17


__ADS_3

Pulang dari Mall Aditya langsung ke kamar dan merebahkan badannya di kasur. Dia merasa kesal kepada Devaly yang membawa rombongan hanya untuk membeli pembalut. Wanita itu semakin hari ada saja ulahnya yang membuat Aditya kesal. Menjengkelkan sekali.


Dia menolak mentah-mentah saat Devaly mengajak memancing. Diajak memancing ikan jauh di belakang, kebetulan ada lomba mancing untuk umum. Made dan yang lainnya pergi ke belakang, sedangkan dia memilih tidur di kamar. Saking lelahnya Aditya tertidur pulas.


Baginya Ini hari yang menyebalkan, saat dia terbangun setelah tiga puluh menit tertidur


dia merasa ada hembusan nafas teratur di sekitar lehernya dan sesuatu yang berat menimpa perutnya. Otomatis dirinya melihat siapa pelakunya, dia pun terkejut langsung berteriak.


"Devaly..apa yang kamu lakukan dikamarku."


teriak Aditya histeris, dan Devaly yang tidur nyenyak terkejut lalu terduduk di atas kasur sambil menguap.


"Nyawaku belum terkumpul sepenuhnya tolong jangan mengganggu tidurku, kau pikir dirimu hebat. Dasar orang kampung." tanpa menghiraukan teriakan Aditya, Devaly tidur lagi di atas paha Adtya.


"Heii.. bangun Devaly, hari sudah sore aku ingin mandi. Pergi kamu dari sini!!" bentak Aditya mengguncang tubuh Devaly.


"Hey what the **** you are! (Hai! brengsek kau!). bentak Devaly masih dengan mata terpejam.


"Kau mabuk ya!!" Aditya baru menyadari kalau Devaly mabuk, tapi tidak ada bau alkohol. Bisa saja dia tidak sadar kalau salah masuk kamar. bathin Aditya.


"****!! awas kau anak kampung, aku akan mengatakan gara-gara kau, aku jadi kecebur ke kolam." gerutu Devaly, dia duduk di sisi tempat tidur sambil mengusap wajahnya.


"Gara-gara kau tidurku terganggu. Dasar pemabuk, kau pikir dengan mabuk kesedihan bisa lenyap, tidak mungkin. Malah kau terlihat binal karena berpakaian seronok." gerutu Aditya turun dari tempat tidur.


"Lihat saja nanti, akan ku balas perlakuan kau yang membuat aku jatuh ke kolam. Kau kira aku mabuk, mana mungkin Ratu Sejagat bisa mabuk. Omong kosong apa itu, menyebalkan sekali." ucap Devaly kembali tidur. Tidurnya sangat nyenyak sehingga tidak mendengar ada orang masuk.


Selesai mandi Aditya keluar hanya memakai handuk. Disini tidak seperti di rumahnya yang ada walk in closet. Pakaiannya sudah tertata di almari dua pintu yang tidak pernah diganti oleh nenek. Warna kamarnya juga cat nya tidak pernah berubah, warna putih tulang dengan plafon dari gipsun warna putih susu.


"Brengsek, dasar wanita gampang dijamah ngapain tidur ngangkang, merusak mata saja kamu pasti sengaja kan." gerutu Aditya melihat perut, komplit sampai paha terbuka bebas karena pakaian Devaly tersibak keatas. Matanya tanpa berkedip melihat bentuk penutup segitiga yang di pakai Devaly.


"Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat sempurna, Devaly sangat cantik." bisiknya dalam hati. Kepalanya geleng-geleng melihat pemandangan indah di depannya ini.


"Kenapa kamu melihat diriku seperti itu anak kampung. Apa kau bergairah dengan tubuhku yang sexy." kata Devaly membuka matanya.

__ADS_1


"Siapa sudi denganmu kerbau bule, pacarku lebih sexy dari kamu seribu kali lipat." jawab Aditya dengan wajah merah saat ketahuan mencuri pandang.


"Aku tidak percaya, kemana bajumu anak kampung. Apa kau berniat untuk menggoda, dengan keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk. Penampilan pemeriksaan seperti ini .." ucap Devaly menyeringai dan bangun dari tempat tidur. Dia berjalan maju ke arah Aditya. Pria itu otomatis mundur karena takut birahinya terpancing.


Semakin Aditya mundur semakin pula Devaly merangsek maju. Sampai Aditya mentok di tembok.


"Apa kamu takut anak kampung, aku tahu kamu punya kelainan hahaha....." sebenarnya Devaly hanya ingin mengerjai Aditya yang selalu menghindar darinya. Tapi tiba-tiba dia ingin melepas handuk yang dipakai pria itu.


"STOP!! ngapain kamu mendekati, dasar binal. Kamu pikir aku manusia semacammu."


"Breett...handuk Aditya terlepas."


"Hahaha.....ternyata kamu sudah terangsang dari tadi, mengaku saja." suara tawa Devaly pecah melihat senjata Aditya sudah mengacung. Devaly lalu menubruk Aditya.


"Devaly jangan kurang ajar, aku tidak mau ngamilin anak orang." tolak Aditya mendorong Devaly.


Sedangkan Devaly sudah terjebak dalam kurungan hasratnya yang menggebu. Dia tidak memberi kesempatan kepada Aditya untuk menghindar. Dia semakin memajukan wajahnya dan tak lama dengan mata melotot kaget Aditya merasa bibirnya bersentuhan dengan benda kenyal yang sedang mencium bibirnya, entah dorongan dari setan atau apa, akhirnya Aditya perlahan ikut memejamkan matanya, membalas cecapan bibir Devaly. Perlahan-lahan Aditya memeluk pinggang Devaly dan mereka saling berpelukan.


"Sttss... ahhhh" desah Devaly tanpa sadar saat Aditya meremas gunung kembarnya. sedangkan Aditya yang mendengar itu tambah bernafsu. Dia lupa kalau dirinya keturunan Leak.


Devaly mulai meraba raba bagian daerah tubuh Aditya yang lain dengan tangannya yang nakal, dengan pinggulnya serta tangan kanan yang mulai meremas payudara Devaly dengan sensual sambil mencium bibir ranum Devaly kembali dan sedikit menekankan juniornya yang tegang ke area sensitif gadis itu dan Devaly merasakan sesuatu yang menggila di bagian bawahnya tak lama dan langsung melorot dan berjongkok.


"Hemm...hmmm...hmmm."


"Tok..tookk..tookk."


Suara ketukan pintu membuat Devaly melepaskan yunior Aditya dan dia ngacir ke kamar mandi. Sedangkan Aditya cepat menyambar handuknya dan menyeret kakinya ke pintu.


"Aditya, kamu sudah mandi mari kita ke notaris. Pak Winarno sudah menunggu." ternyata nenek yang membuat pesawatnya tidak jadi melandas.


"Aku tidak mau nek." sahut Aditya melengos.


"..."

__ADS_1


"Aduh.. ampun.. ampun nek." ucap Aditya ketika tangan nenek nemplok di lengannya. Dia meringis pelan pura-pura kesakitan.


"Jangan jadi anak durhaka, kau mau diusir seperti yang lain!"


"Aku minta diusir saja, daripada nenek menurunkan ilmu nenek."


Walau pun Aditya merengek-rengek tapi nenek tidak mau peduli. Dia jadi kesal sama nenek. Lalu menutup pintu kamar.


"Kamu jangan membuat anak sebelum ada upakara menikah, cari istri yang perawan, pelayan masih ada yang perawan." teriak nenek dari luar.


Bughh...


Suara pintu dipukul nenek terdengar keras. Aditya tersenyum tipis melihat tingkah nenek yang sengaja datang, supaya dia dan Devaly tidak berhubungan intim. Nenek takut kalau cucunya kecantol cewek yang kastanya lebih rendah.


Aditya cepat memakai pakaiannya sebelum Devaly keluar dari kamar mandi. Kalau Devaly keluar dia pasti minta dilanjutkan lagi.


Devaly keluar dari kamar mandi langsung terduduk di pinggir tempat tidur. Dia kesal karena tidak ada Aditya. Dia meraba bibirnya mengingat kejadian beberapa detik yang lalu.


"Kenapa bibir hangat Aditya sangat sexy ya?" Devaly berpikir mesum dan mengharap ada kesempatan kedua.


Devaly akhirnya keluar dari kamar Aditya menuju kamarnya. Dia kesal sekali melihat nenek menjebikkan bibirnya, kala pandangan mereka bertemu.


"Nenek kenapa berada disini?" tanya Devaly heran melihat nenek berada di depan pintu kamarnya. Gara-gara nenek rencananya gagal total. Dia iri melihat teman yang lain berpasangan dan setiap malam pesta mesum.


"Kamu senang sama cucuku, kamu mau menikah dengannya?" tanya nenek.


"Sekedar ingin tidur bersama, aku tidak mau menikah dengannya."


"Aku tidak mengizinkan kamu kumpul kebo disini. Kecuali menikah dulu."


"Ini sudah zaman modern masih saja kolot. Aku ingin


*****

__ADS_1


__ADS_2