
Setelah Aditya jatuh pingsan made spontan mau menolongnya, untungkah dia ingat bahwa dia harus tetap sembunyi. Dia kembali ke tempat semula dengan perasaan campur aduk. Tidak tahu harus bagaimana, hatinya ikut sedih melihat pengorbanan Aditya.
Jika Basabi bisa mentransfer ilmunya, berarti Aditya yang akan menjadi Leak. Sama saja, kedua orang itu dia sayangi. Aditya adalah idolanya, dia panutan. Seorang pria baik hati dan tidak sombong, padahal orangnya kaya raya dan pewaris tunggal Hotel Queen, tapi sangat royal kepada bawahan.
"Byuurrr..." khayalannya menguap ketika terdengar suara benda jatuh ke kolam. Made cepat menoleh dan melihat tubuh Basabi mengambang di kolam. Tidak begitu lama Basabi bangun sambil mengibaskan rambut panjang nya. Dia kemudian menepi dan naik mendekat nenek.
"Nenek apakah temanku pingsan?"
"Sebentar lagi dia akan siuman, kita akan tahu dia orang jahat atau baik. Kalau jahat dia akan menjadi Leak Poleng, kalau baik dia akan menjadi Leak putih."
Jro dukun menyuruh Basabi mengganti pakaian karena ritual sudah selesai, tinggal sekarang menunggu Aditya. Basabi merasa sebagai pecundang yang sangat egois. Ini adalah jalan Tuhan, dimana dia harus banyak bersyukur dan sangat berhutang budi kepada Aditya. Walaupun ini perbuatan neneknya, jika dia tidak ingin mengambil ilmu Basabi tidak menjadi masalah, namun Aditya sangat baik dan penuh tanggung jawab.
"Minumlah supaya badanmu bersih dari ilmu Leak. Tidak ada yang mustahil, semua bisa di atasi. Ingatlah, suatu hari kamu pasti akan kesini lagi."
"Tidak sudi aku ke pulau ini lagi, aku takut kena ilmu Leak. JIka sekarang tubuhku sudah bersih dari Leak, itu berarti Aditya dan nenek serta Jro dukun yang baik hati mau menolongku." kata Basabi tegas.
Made yang memantau dari balik pandopo tidak kuasa melihat Aditya terkapar. Jarak dia bersembunyi tidak jauh dari Basabi, perlahan dia menyelinap pergi, dia tidak mau melihat Bos nya berubah menjadi Leak. JIka bisa di ulang kembali mungkin dia akan mencari relawan atau orang yang ingin mempunyai ilmu Leak.
Sepanjang perjalanan perasaannya hancur Made sangat sedih mengingat Aditya begitu ikhlas menerima Leak dari Basabi. Dia sendiri belum tentu berani senekat Aditya. Ternyata rasa cinta, rasa pertemanannya dengan Basabi hanya sebatas kulit, tidak sampai masuk kehati dan ketulang sumsum. Sangat lemah dan tidak berharga. Persetan dengan diriku!! rujukan Made kepada dirinya sendiri.
Badan Aditya menggigil kedinginan, dia membuka matanya dan meloncat bangun. Kepalanya pening dan matanya berkunang- kurang. Aditya mencari pohon besar untuk bersandar. Hidungnya gatal dan seluruh badannya seperti digerayangi seribu semut rang-rang.
Aditya merasa badannya ringan, diapun melompat serta menggesekan tubuhnya ke tembok.
"Aagghhhh.....dia sudah berubah." kata nenek kaget perlahan mundur.
Seekor Serigala melolong kearahnya. Basabi menangis merasa sangat bersalah. Dulu dia juga pernah menangis tanpa henti saat dia berubah wujud, melolong sedih sepanjang malam.
__ADS_1
"Kamu orang baik, makanya perwujudanmu sangat indah, bulumu tebal halus dan wajah Serigalamu tampan. Sekarang berubahlah dan kembali ke dunia nyata, kamu belajar memanage perasaanmu supaya dirimu tidak gampang berubah wujud." ucap Jro dukun sambil melempar "Lekesan" semacam sirih untuk merubah wujud Aditya seperti semula.
"Basabi bagaimana perasaanmu, setelah bebas dari ilmu Leak?" tanya Aditya menatap Basabi ketika Aditya sudah sadar.
"Aku tidak bisa berkata-kata kecuali rasa trimakasih kuucapkan padamu, aku tidak tahu harus berkata apa, yang aku tahu bahwa aku berhutang nyawa padamu. Tanpa kamu hidupku pasti aku akhirnya."
Gadis itu memeluk Aditya dengan terharu, dia menangis sedih, dia tidak menyangka akan terbebas dari ilmu Leak.
"Basabi jangan berpikir tentang hidupku, kita jalani apa yang ada di depan mata, anggap seperti air yang mengalir, ikuti saja arahnya. Mari kita ke tempat teman-temannya. Aku percaya padamu tidak ada orang ketiga tahu."
"Aku tidak melihat apapun!!" sahut Basabi mantap. Dia menjamin kerahasiaan Aditya.
"Jro dukun ini sekedar sebagai ucapan rasa trimakasih kami." kata Aditya dan Basabi menyerahkan imbalan.
"Pergilah, ingat pesan-pesan dari kami." kata nenek. Setelah berbasa-basi sebentar Aditya dan Basabi kembali ketempat Cafe.
"Tuan darimana saja, daritadi aku mencari kalian. Kita minum dengan teman yang lain, mereka sudah menunggu kalian."
"Maaf Made aku mau ke kamar dulu, kamu ajak Basabi saja."
"Oh yaya Tuan, Istirahatlah. Jika Tuan ingin makan atau minum di kamar aku akan menyuruh waitres membawanya, Tuan nanti bisa hubungi aku." kata Made menatap Aditya dengan rasa kasihan.
"Kamu adalah teman terbaikku." kata Basabiqq menepuk punggung Aditya.
"Malam ini aku sangat bersyukur karena itulah yang terbaik daripada mengeluhkan segala apa yang belum aku kerjakan." lirih suara Aditya seolah ada makna diantara perkataannya. Dia kemudian beranjak dari hadapan Made dan Basabi.
Malam semakin larut, perasaan Aditya mulai resah dan gundah gulana. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil sesekali melihat jarum jam yang tergantung didinding. Sudah tengah malam, ntah apa yang akan terjadi pada dirinya jika malam menjelang.
__ADS_1
Aditya gelisah bayangan buruk yang sering di alami oleh nenek melintas sesat. Jika nenek tega memperalat Basabi, tidak apa-apa. Dia ikhlas menerima. Dengan mempergunakan Basabi nenek bisa mewariskan ilmu leaknya secara mudah tanpa harus debat kusir dengan Aditya.
Nenek sangat licik, dia tahu sifat Aditya yang tidak tegaan melihat teman susah. Apalagi masalah yang dihadapi Basabi, tapi mungkin ini sudah takdir. Aditya pasrah.
Kadang sepi menjadi sahabat yang paling mengerti, bahwa sunyi adalah bagian dari hal yang paling memahami akan semua yang terjadi. Bukan malam yang membawa sunyi, tapi hati yang sudah terlanjur sepi diam dan mati.
Nenek Saodah tertawa ngakak, cita-citanya sudah tercapai untuk mewariskan ilmu Leak kepada cucunya. Siasat ini dia rangkai begitu rapi dan menyerahkan finalnya ke Jro dukun. Walaupun baru separuh ilmunya lepas dia sudah senang, tidak mungkin dia wariskan semuanya karena dia masih ingin berlindung dengan ilmu ini.
"Kriingg...kriinggg..." suara telepon nenek berdering kencang. Nenek buru-buru bangun menyambar telepon antik itu.
"Hallo, siapa ini kamu tidak tahu ini sudah malam. Tidak ada sopan santunnya sama sekali."
"Saodah ini aku Jro dukun, cucumu cuma membayar aku satu juta, mana janjimu akan mengirim uang lima juta." terdengar suara Jro dukun di seberang sana.
"Wajar dia bayar cuma sejuta, kamu tidak bisa membuat mereka normal kembali dan ilmu Leak yang berada ditubuhnya masih utuh."
"Ilmunya sudah di transfer ke cucumu. Tapi yang wanita tidak memberi aku uang."
"Tidak mungkin, kau biasa bohong Jro. Jika dia datang aku akan menanyakannya."
"Jangan percaya Odah, yang wanita sudah bayar lima juta, pakai cek mundur."
"Hahaha...ya sudah, kalau mereka sudah balik aku kabari lagi."
Nenek menutup telepon sepihak, bagaimana hasilnya di kemudian hari Nenek tidak peduli. Sepanjang pengetahuannya, belum pernah terjadi ada Leak yang punya perkara dengan dukun ngiwa.
*****
__ADS_1