
Mayang memaksa Devaly ke tempat Aditya. Sampai di Gazebo Devaly berdiri menatap Aditya tidur telentang dengan mata terpejam. Devaly tidak mengerti kenapa Aditya diam saja tidak mau membuka matanya. Padahal dia tahu bahwa Aditya tidak tidur.
"Aditya, lihatlah siapa yang aku bawa. Wanita liar yang selalu menggodamu." kata Mayang menyeringai.
"Mayang, jika kamu berpikir aku akan down, kamu salah. Aku biasa hidup bebas dengan banyak lelaki. Aditya bukanlah pria nomer satu bagiku, karena aku sangat banyak punya teman ganteng dan hampir semua aktor Hollywod. Jadi sia-sia kalau kamu berusaha membuat aku cemburu."
"Aku tidak percaya Devaly, jangan belagu dan bersandiwara didepanku, tidak usah bohong mengakulah kamu terikat dengan pacarku, kamu memang genit, dasar perempuan murahan yang bisa dibeli."
"Mayang mulutmu jaga, aku memang sering bercinta dengan Aditya kamu mau apa. Jika kamu sudah menikah baru aku tidak akan mengganggu dia lagi."
"Brengsek kau ******!!" maki Mayang.
Tiba-tiba tangan Mayang melayang dan hampir mengenai wajah Devaly. Untung Abisheka datang dan memegang tangan Mayang. Rupanya Abisheka sudah sehat dan baru bangun.
"Kamu kurang ajar kepada tamunya Aditya. Aku akan melapor kepada polisi pariwisata jika kamu sampai memukul Devaly." kata Abisheka marah.
"Aku tidak takut, sebelum kamu melapor aku sudah nembunuhmu."
"Hahaha....dasar wanita kampungan, bicara seenak udelmu, kamu pikir membunuh orang seperti membunuh lalat. Pistol saja kamu tidak punya, jangan-jangan kamu pakai membunuh pisau dapur." Abisheka tertawa ngakak.
Abisheka betul-betul meradang. Sebagai pengawal Devaly, tentu dia bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan gadis itu. Dia juga bingung melihat Aditya seperti orang linglung, tidak mau bicara bengong saja dari tadi.
"Tuan Abisheka, ajak perempuan ini ke Bungalow. Dan tolong kasitahu supaya tidak mengganggu calon suamiku."
Abisheka tidak menggubris, dia malah menelepon Made dan mengadu apa yang terjadi.
"Tuan, apa maksudmu mengadu kepada Made? kalian turis kere yang membuat kami repot saja. Kalau bukan karena Aditya, kalian tidak mungkin bisa makan gratis disini."
"Kau tuli ya... brengsek kalian semua, awas nanti malam aku makan kamu satu persatu!" Mayang mencak-mencak sambil ngomel.
Abisheka tidak peduli kepada kemarahan Mayang, Tidak lama Made datang setengah berlari, dengan nafas tidak teratur dia bertanya kepada Abisheka.
"Apa yang terjadi?" tanya Made kebingungan.
__ADS_1
"Mayang hampir memukul Devaly untung aku cepat datang dan Aditya dibikin linglung."
"Made kamu jangan percaya bacot turis ini, Aditya memang bertingkah aneh, makanya aku ajak kesini untuk diobati."
"Apa yang kamu lakukan kepada Aditya, cepat sembuhkan seperti semula. Aku tahu kamu ingin membuat Aditya mencintaimu. Mana bisa Mayang, Devaly Putri Sejagat saja disepelekan, apalagi kamu yang hanya seorang pelayan." ketus suara Made. Dia memegang Aditya yang diam mematung.
"Boss ini aku, kamu tahu ini aku?" tanya Made berusaha membuat sadar Aditya.
Mayang akhirnya mendekati Aditya, dia jadi ketar-ketir juga kalau salah mantra. Dia sendiri bingung, kenapa mantranya membuat Aditya blo'on. Takut juga kalau Aditya gila.
"Tuan sadarlah." kata Mayang menepuk pelan punggung Aditya. Perlahan Aditya menoleh kepada Mayang setelah itu Aditya pingsan.
"Boss....bagaimana ini." jerit Made takut.
"Sabar-Sabar, aku akan merapalkan mantra supaya dia normal kembali." Mayang mulai gemetar, dia sangat takut.
"Kalau terjadi sesuatu kepada Aditya, aku akan melaporkan kamu kepada nenek!!"
"Bisa tidak mulutmu diam, jangan menambah panik." ucap Mayang berdiri sambil mengujar mantra supaya Aditya kembali seperti semula.
"Bos kamu ingat denganku?"
Aditya mengangguk lesu, dia langsung menyuruh Devaly dekat dan memeluknya. Melihat pemandangan itu Mayang reflek menarik tubuh Devaly dari belakang.
"Kurang ajar beraninya kamu memeluk calon suamiku!!" pekik Mayang marah.
"Mayang, kamu kurang ajar. Apapun yang bos Aditya perbuat jangan ikut campur. Dia lebih memilih Devaly dari padamu. Bisa Aditya sudah muak melihat tingkahmu."
"Devaly apa kamu tidak punya malu dan empaty kepada sesama wanita. Aditya miliku masih juga kamu rebut." Mayang mulai menangis dan menjambak rambut Devaly yang panjang.
"Perempuan iblis, lepaskan Devaly ." Abisheka menarik tubuh Mayang, dan Devaly yang kesakitan karena rambutnya terus ditarik.
"Mayang lepaskan Devaly, dia tamuku." ucap Aditya mulai tambah sadar. Wajahnya yang tadi pucat perlahan memerah.
__ADS_1
Mayang berlari ke rumah ketika Aditya memilih memeluk Devaly yang menangis kesakitan. Tadi punggung Devaly dipukul dan rambutnya dijambak.
"Apa yang terjadi Adit?" tanya Abisheka ingin tahu. Setelah agak tenang barulah Aditya bercerita tentang apa yang dia alami. Devaly juga bercerita. Mereka saling membahas tentang Mayang yang mengancam mereka.
"Aku yakin orang seperti Mayang pasti akan balas dendam." kata Abisheka menatap Aditya.
"Kalian jangan takut, Mayang tidak mengerti tentang ilmu, tadi cuma kebetulan." sahut Aditya supaya tamunya tidak takut. Dia sendiri sudah tahu kalau Mayang bisa menjadi mobil atau monyet. Sebenarnya dia ingin tahu juga bagaimana wujud Leak itu. Yang terjadi selama ini cuma cerita pelayan dan orang lain, kalau menyaksikan langsung Aditya belum pernah. Mungkin ini saatnya dia menguji nyali dan melihat yang sebenarnya terjadi. Semoga nanti malam Mayang Ngereh menjadi Leak. bathin Aditya.
"Nanti malam kita begadang untuk melihat Leak, apa kalian berani?" kata Aditya kepada Abisheka. Devaly mengerjitkan alisnya. Dia merasa takut karena pengalaman dulu.
"Apakah Mayang bisa ngeleak?" tanya Made ingin tahu.
"Tidak, tapi kampung ini banyak Leaknya. Kalau ingin tahu tentang Leak kita begadang dan nonton mereka bertarung."
"Aku ikut, mau bikin konten. Pasti seru." Abisheka sangat antusias.
"Aku takut yank." Devaly manja memeluk Aditya dan mengecup pipinya.
"Tidak usah takut, ada aku. Kita akan beramai-ramai menonton. Aku akan meracik penolak balak."
"Maksudnya apa bos?"
"Bumbu-bumbu dapur yang akan membuat Leak itu ketakutan melihat kita. Aku juga perlu mantra-mantra manjur."
"Gampang bos ada di google semuanya." kata Made percaya diri.
Mereka mulai mencari pandan berduri, Made mengambil bawang dan cabe rawit di dapur membuat bibi Ayu ngomel. Masalahnya Made mengambil bawang sekilo. Mereka juga mengambil ekor ikan pari listrik untuk tolak balak.
"Devaly tolong telepon Basabi dan Rakhes, kita akan berkumpul di Gazebo disamping kamarku. Kalau disini tidak ada lampu." ujar Aditya turun dari Gazebo sambil membawa nampan tempat bahan-bahan mengusir Leak.
"Kita juga perlu senter Led supaya lebih terang. Jangan sampai kita minum dan mabuk, lebih baik kita mengkonsumsi jamu, minuman yang bisa menghangatkan tubuh."
Setelah sampai di Gazebo taman, tidak jauh dari kamar Aditya, mereka duduk. Aditya mulai menusuk bawang, cabai rawit pandan berduri yang sudah dipotong kecil-kecil.
__ADS_1
*****