CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 72


__ADS_3

Jawaban Devaly yang klise membuat mereka tidak peduli dan yakin bahwa wanita baju biru adalah wanita palsu.


"Semua orang akan menjawab seperti itu, aku harap kamu tahu diri. Kamu ambisius ingin memiliki Aditya. Caramu murahan dan egois. Dengan memanipulasi tubuhmu, kamu pikir kami percaya, atau kamu berharap Aditya menerima dirimu. Aku heran dengan orang sepertimu."


Wanita berbaju biru itu diam membisu, dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Buat apa dia berbantahan lagi, jelas sudah semuanya. Aditya sendiri mengaku tidak percaya kepadanya.


"Mana berani dia mengepak sayapnya, dia itu Leak. Aku sendiri hampir dijadiin tumbal." wanita baju putih terus mengompori Aditya dan kawan-kawannya.


"Pergiii kamu dari hadapan kami." teriak wanita baju putih kasar.


Tanpa menunggu perintah dua kali wanita baju biru menuju ke kamarnya. Dia mengunci pintu dan merebahkan diri. Jika Aditya dalam jangka seminggu ini tidak mengakuinya, dia akan pulang ke Los Angeles. Buat apa disini melanjutkan pernikahan kalau membuat hidupnya hancur. Memang terasa sangat berat, mau apa lagi, dia akan jalani derita ini.


Malam semakin larut, mata Devaly tidak bisa terpejam sedikitpun. Pikirannya melayang kemana-mana. Rasa cemburu menghantui dirinya, tadi dia mendengar kalau Aditya mau tidur sendiri. Wanita baju putih itu memaksa mau tidur dengan Aditya, tapi ditolak. Bisa saja Aditya belum sepenuhnya yakin bahwa wanita baju putih Devaly asli.


Pukul 11.00 wita, Devaly membuka matanya, dia melirik jam yang menempel di dinding. Tidak ada yang membangunkannya seolah dirinya tidak dibutuhkan lagi. Perlahan dia turun dari ranjang menuju kamar mandi. Hari ini dia mau berendam di bathtub agak lama, sambil mendengarkan lagu limit to your love dari James Blake.


Selesai mandi Devaly keluar dari kamar, dia hanya memakai daster warna merah dengan rambut di kuncir kuda. Di lobby ada Aditya, Rakhes dan Made duduk sambil ngobrol. Mereka bertiga memandang Devaly dengan wajah heran, tapi wanita itu membuang muka, tidak peduli. Sakit hatinya mengingat hinaan mereka tadi malam.


"Hai, kamu Devaly?" tiba-tiba Aditya bertanya sambil tertawa mengejek.


"Aku bukan Devaly, aku adalah musuhmu, banci!!" pekik Devaly dengan mata menatap tajam. Ingin sekali kaki devaly melayangkan tendangannya ke mulut Aditya.


"Hati-hati bicara, kamu pikir dirimu siapa?" Made tiba-tiba berdiri.


"Owh...jadi kamu membela si banci? aku tidak takut. Jika kamu tidak terima laporkan tindakan ku ke polisi dan aku juga akan viralkan tingkah kalian yang mendiskreditkan aku disini."


"Apa maksudmu, bukankah kamu yang membuat masalah, jangan merasa suci. Aku sudah tahu siapa kamu. Tidak ada yang bisa tertipu, kami sudah tahu kamu Mayang Hahaha....."


Devaly kaget, benar dugaannya bahwa Mayang biang kerok dari semua masalah ini. Dia harus mencari Kemoning dan bibi Ayu untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Jadi kamu nenuduh aku Mayang, baiklah! jika perkiraanmu suatu hari salah, aku akan tetap benci padamu." kata Devaly hengkang dari hadapan mereka.

__ADS_1


"Akhirnya kamu pergi juga tanpa diusir." kata Made kembali duduk.


"Kenapa kalian marah dengan Devaly?"


Tiba-tiba Rakhes bertanya tanpa ekspresi. Dia tidak tega dan kasihan melihat Devaly, tadi malam memang dia bingung memilih, tapi sekarang dia tidak salah lihat. Dia sudah lama menjadi teman Devaly dan begitulah sifat asli wanita itu, terlihat arogan, keras dan tidak takut. Karena dia tidak ingin dipandang sebelah mata oleh pria.


"Karena dia Leak, itu Mayang yang berubah menjadi Devaly." jawab Made masih kesal.


"Dia Devaly, bukan Mayang seperti kalian tuduhkan. Kalian salah." sanggah Rakhes.


"Kamu tidak mengenal Leak, aku tahu dari baunya, kukunya dan dari matanya. Yang tadi itu Mayang, makanya matanya bersinar aneh. Tidak seperti mata manusia."


"Karena dia memakai softlens makanya terlihat begitu. Kalian berdua norak."


"Rakhes, jangan-jangan kamu sudah kena sihir dari Mayang sehingga pikiranmu oleng. Kalau orang sini bilang kamu sudah kena penangkeb." kata Made memandang keluar.


"Aku pikir kalian yang kena ilmu itu, aku masih normal bisa membedakan mana yang benar dan salah. Aku merasa aneh saja, istri sendiri tidak kenal, wanita lain malah kamu sayang-sayang. Itu artinya kamu buaya darat atau kalian sengaja membuat tuduhan aneh kepada Devaly supaya kamu bisa selingkuh." kata Rakhes menohok.


"Ada apa ini, kenapa ribut-ribut?" Basabi dan Thasy datang ikut duduk semeja dengan mereka.


"Tidak ada apa-apa, kalian sarapanlah." sahut Made.


"Semenjak nenek sakit makanan disini jelek. Siapa yang mengatur makanan?" tanya Basabi.


"Sekarang Mayang yang berkuasa, dia ngatur semuanya."


"Pantesan, kenapa tidak bibi Ayu. Aditya harus bicara, jangan diam saja, kamu cucu nenek."


"Nanti aku yang bicara, saat ini aku banyak pikiran. otak ku masih meragukan Devaly, aku takut salah pilih."


"Apa Devaly sudah bangun?" tanya Basabi ingin tahu.

__ADS_1


"Tadi ada yang mirip Devaly, tapi sudah pergi ke dapur setelah Made dan Aditya menolak kehadirannya." jelas Rakhes.


"Elehhh...belum tahu kebenarannya sudah main tendang saja. Masalah ini masih abu-abu, jangan terlalu prontal. Jika Devaly yang asli kita musuhi, aku tidak dapat gaji bulanan." keluh Basabi.


"Kalau begitu kita ke belakang siapa tahu ada yang asli."


"Mari.."


Akhirnya mereka pergi ke belakang, sampai di dapur mereka melihat Devaly dan bibi Ayu serta kemoning mengupas mangga sambil ngobrol serius. Devaly tidak peduli saat ke lima orang itu lewat.


"Lihat, itu pasti Mayang mana mungkin Miss Favorite ngengupas mangga sambil duduk ngobrol dengan mereka? Lihat matanya yang penuh kebencian memandang kita." bisik Basabi mengkerut.


"Harus di ingat, yang memakai daster merah Mayang. Kita mencari Devaly sekarang." kata Made. Mereka melewati dapur, tidak ingin bertemu dengan Devali daster merah.


Bibi kasihan melihat Devaly di musuhi oleh Aditya dan temannya gara-gara Mayang.


"Mereka mengira kamu Devaly palsu. Kamu yang sabar, kebenaran akan menang pada waktunya. selalu menjadi yang terbaik." nasihat bibi membuat Devaly terhenyuh Matanya berkaca-kaca. Hatinya begitu sakit.


"Trimakasih bibi dan Kemoning, kalian berdua tidak memusuhi aku."


"Hanya Mayang saja yang memusuhi kamu, pelayan yang lain tidak, tapi mereka takut dengan Mayang."


"Bibi, kerja yang benar. Ngapain manusia ini ada disini, aku yang berkuasa sekarang. Aditya sudah tidur denganku tadi malam dan menerima aku sebagai istrinya." kata Mayang jemawa.


Degg!!


Air mata Devaly bergulir jatuh, dia tidak mengangka Aditya sudah tidur dengan Mayang. Bumi seakan berputar, bibi Ayu memeluk Devaly.


"Nona Devaly, jangan sedih, tidak kurang lelaki yang baik. Kamu cantik, gampang mencari pengganti, hanya orang rendahan yang menyerahkan tubuhnya kepada suami orang." kata Kemoning geram.


*****

__ADS_1


__ADS_2