CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 75


__ADS_3

Cobaan hidup Devaly sangat berat, selain dia tidak melihat atau penglihatannya terganggu, Aditya sekarang sudah menjadi milik Mayang ntah mereka pacaran atau sudah menikah siri, Devaly kurang tahu. Karena sampai hari ini, Aditya tidak menemuinya, atau datang memberi penjelasan kelanjutan hubungan mereka. Sikap Aditya itu membuat Devaly pasrah dan berusaha menekan kepahitan hidupnya.


Sekarang dia fokus memikirkan kesembuhan matanya. Pemeriksaan Skala Koma Glasgow sudah dilaksanakan. Ada darah menggumpal di otak, itupun sudah disedot dengan operasi kecil. Semoga dia bisa melihat, keadaannya


kembali normal seperti sedia kala. Dia ingin balik ke Los Angeles setelah sembuh, Itu rencananya. Kapok bertualang lagi.


Tempo hari saat Made dan temannya besuk, mereka menangis dan minta maaf, rasanya Devaly ingin menampar mereka satu persatu, tapi Devaly menahan amarahnya. Dia telan kesedihan hatinya, mungkin ini karmanya karena dulu dia sombong dan semena-mena, Untunglah tiap malam Malamute membisikan petuah-petuah yang menguatkan hatinya.


Sebulan berada di rumah sakit belum pernah sekalipun Aditya menengoknya, hanya Made, dan teman yang lain datang. Rhafael sering datang menghiburnya. Kebetulan juga tidak boleh berkunjung. Yang membuat Devaly tabah adalah Malamute, tiap malam Serigala itu menemaninya, menghibur dirinya dengan cara mesumnya. Hanya Malamute yang mengerti isi hatinya, seandainya Malamute manusia, dia pasti sudah menikah dengan Serigala itu.


"Nona Devaly ada Rhafael, apakah nona ingin menemuinya?" bisik Kemoning di telinganya.


"Aku akan menemuinya di lobby, tolong kursi roda nya."


"Mari aku antar." Kemoning mengambil kursi roda. Setelah Devaly berada di atas kursi roda, Kemoning mendorong Devaly keluar.


"Rhafael kau dimana, aku tidak melihatmu." ucap Devaly tersenyum tipis. Wanita Malang, dia terlihat begitu cantik dan mempesona. Raut wajahnya sedikit sendu menyiratkan ketidak berdayaan.


"Aku dibelakangmu." bisik Rhafael Hindysugo dengan haru. Laki-laki itu mencoel pipi Devaly yang kelihatan terus, karena Devaly semakin kurus.


"Kamu mempermainkan aku."


"Tidak sayank, sekarang aku ada didepanmu. Aku tidak sampai hati mempermainkan gadis secantik bidadari sorga. Pegang tanganku, aku akan bantu kamu duduk di sofa." kata Rhafael mengunci kursi roda dan membantu Devaly berdiri. Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


Tingkah Rhafael yang mesra dan sabar tidak luput dari pandangan mata Aditya dan semua kawan-kawannya. Mayang juga mengintip dari jauh keadaan Devaly. Walaupun Mayang sudah diberitahu keadaan Devaly yang tidak bisa melihat, tapi dia tetap kepo. Basabi dan Thasy tidak kuasa melihat pemandangan itu, dia menangis, begitu juga yang lain. Hanya Aditya yang tidak terima kalau Rhafael dekat dengan Devaly.


"Jam berapa ini?" tanya Devaly memegang tangan Rhafael.


"Ini sudah sore, aku sengaja kesini membawa makanan. Kamu tidak boleh sembarangan menerima makanan dari orang lain, karena mereka akan meracunimu. Mereka ingin kamu mati, aku yakin mereka tertawa melihat penderitaan mu." sindir Rhafael. Dia tidak peduli teman Devaly, dia muak melihat Aditya dan kawan-kawannya.

__ADS_1


"Sabar nona, Tuhan selalu melindungi mu." Kemoning yang masih berdiri disamping nya membelai rambut Devaly dan memberi kata- kata semangat.


"Aku akan tergantung padamu, tapi aku tidak melarang kamu pergi." tanya Devaly khawatir.


"Aku akan selalu ada untukmu, sampai kamu sembuh. Kamu harus bahagia sayank." ucap Rhafael ikut sedih.


"Rhafael melepaskan pekerjaannya demi nona, dia sudah harus ke luar negeri, ketika mendengar nona sakit, dia cepat datang. Nona tidak usah khawatir akan kesetiaannya, dia akan datang saat nona susah."


"Kamu tidak usah sampai mengorbankan pekerjaan, aku kasihan padamu. Sulit mencari pekerjaan, jika kamu mau nanti kita bareng-bareng ke luar negeri." Devaly jadi tidak enak hati.


"Apapun akan aku lakukan demi kamu, asal kamu bahagia. Kamu harus sehat dan normal seperti dulu."


"Trimakasih telah membuatku berarti. Ternyata masih ada orang baik sepertimu..." kata Devaly lirih.


"Sudah.. sudah...kita makan sekarang." Rhafael cepat mengalihkan percakapan, dia berdiri mengambil makanan.


Aditya ikut bangun dan mengejar Kemoning. Dia marah, kesal dan cemburu ketika melihat perlakuan Rhafael kepada Devaly.


"Kemoning....Kemoning....." panggil Aditya. Kemoning mau berhenti, tapi tidak jadi karena Mayang mencegat Aditya.


"Sayank, mau kemana buru-buru?" Mayang tiba-tiba nongol dari balik pilar. Tentu saja Aditya kaget.


"Kamu ngapain ngumpet disini."


"Ngintipin kamu. Aku bersyukur kalau kamu tidak tertarik dengan kedatangan Devaly. Semoga kamu mengerti perasaanku, tadinya aku merasa khawatir terhadap perubahan wajahmu ketika melihat Devaly. Sekarang Devaly sudah buta dan punya pacar baru, tidak usah dipikirkan manusia liar begitu."


"Aku menurut perintahmu!!" kata Aditya. Otaknya sudah oleng, dia menurut apa yang diperintahkan Mayang.


"Sini sayank kita ke dapur." ajak Mayang menggandeng tangan Aditya.

__ADS_1


Sampai di dapur Aditya melihat Kemoning yang bibirnya cemberut. Mayang langsung menegur. Dia paling benci kepada Mayang yang ikut campur masalah pribadinya.


"Kemoning, batasi sikapmu, kamu pikir siapa yang memberi kamu makan, dasar gembel."


"Apa tidak terbalik, aku yang membatasi sikap atau kamu, manusia rendahan tidak tahu malu. Kamu telah menganiaya Devaly hingga buta, kamu merebut suaminya. Apa itu namanya, manusia tidak ada akhlak, laknat...." kata Kemoning dengan suara berapi-api. Dia sangat benci kepada Mayang yang tidak tahu diri.


"Sayank, aku dihina oleh manusia kampung, pecat dia dari sini aku benci dengannya."


Mayang merengek kepada Aditya yang tidak merespon kehendaknya. Aditya malu kepada Kemoning yang masih saudara. Tapi dia tidak bisa berkutik kalau di depan Mayang.


"Hahaha....minta bantuan, gimana Tuan menolongmu, ilmu penangkeb yang kamu masukin ketubuhnya tidak bisa kamu atur kalau berada di depanku. Nenek tidak bisa melawanku apalagi kamu. Sekarang kamu boleh bangga bisa membuat otak Tuan oleng, tunggu aku bertindak. Aku akan membasmimu." suara Kemoning meninggi.


"Bodoh! kamu mau membasmiku, kamu tahu aku selangkah lagi bisa membunuh nenek, Devaly dan kamu. Apa kamu tidak merasa umur mu berada diujung tanduk." Mayang mengejek dengan senyum sinis.


"Bruuggh......" tiba-tiba saja Mayang terpental seakan ada tenaga besar yang mendorong.


"Aduuuhhh....brengsek, siapa yang berani kurang ajar!!" pekiknya kesal.


"Aku yang berani denganmu." Ghina maju mendekati Mayang dan menendang tubuh Mayang sampai terulang.


"Ghina....." gumam Mayang perlahan bangun.


Dia takut dan masih ragu dengan Ghina Yang banyak tahu sepak terjangnya. Ghina gadis pendiam, tapi sekali bicara menyakitkan. Dia tidak tahu siapa sebenarnya Ghina kenapa gadis itu tidak takut dengan siapapun.


"Hati-hati membawa diri. Apa yang kamu perbuat itu yang kamu tuai. Karma buruk akan mengikutimu." kata Ghina memperingati Mayang. Dia kembali ke dapur.


Mayang terdiam, dia memandang punggung Ghina dengan perasaan benci. Mayang tidak menyangka kalau Ghina mempunyai ilmu bathin.


****

__ADS_1


__ADS_2