CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 50


__ADS_3

Kemarahan Malamute memuncak saat Jro dukun menjulurkan lidahnya ke tubuh Devaly yang tergeletak pingsan. Baru pertama ini dia bertempur dengan Leak, pengalaman aneh yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Semua ini secara otodidak, dia tidak pernah belajar apapun.


"Kurang ajar, beraninya kau sama orang tak berdaya." Malamute meloncat menendang dada Jro dukun. Leak itu kaget tidak menyangka sama sekali kalau Malamute akan melawan.


"Hahaha...gede juga nyalimu, kau tidak punya sopan santun melawan gurumu. Baru bisa menjadi Serigala sudah merasa hebat!!"


"Aku tidak sudi menjadi murid Leak, ini aku jalani karena terpaksa. Aku rela terpuruk demi nyawa orang lain. Supaya kau mengerti, mulai sekarang aku akan membasmi Leak jahat yang membuat masyarakat resah tiap malam." teriak Malamute geram, dia kembali menendang Jro dukun. Leak itu hampir saja jatuh ke tangga, untung dia cepat memegang tiang kayu.


Jro dukun kaget menerima kenyataan bahwa Malamute punya kekuatan sakti leluhurnya. Jarang ada Leak pemula berani melawan Jro dukun yang terkenal sakti mandraguna, atau dikenal "dukun ngiwa" adalah orang yang bisa mengobati dan menjual ilmu pengeleakkan.


Kekuatan bathin Malamute berkolaborasi dengan ilmu Leak, menimbulkan perpaduan yang luar biasa. Tadi dia merasa terdorong oleh hawa panas yang keluar dari tubuh Malamute, serta menimbulkan percikan kecil yang membuat dadanya sedikit sesak.


"Malamute jaga sikapmu, aku diam karena menghormati Ratu Leak, jika kau orang lain, dari tadi aku enyahkan kau dari jagat raya ini. Orang-orang durhaka seperti kau cocoknya di kerangkeng di pulau Paleojavanicus di bawah jembatan Sangkar putung. Jika kau berani lawan aku one by one di istana." tantangan Jro dukun membuat Malamute tertawa geli, sekarang pun one by one.


"Sekarang orang-orang sepertimu akan lenyap, karena merusak image Leak di mata dunia. Semua orang berprasangka bahwa ilmu Leak itu jahat, sehingga orang takut ke Pulau Dewata. Padahal yang menyebarkan kejahatan hanya kau tua bangka!!" kata Malamute sambil mengibaskan ekornya. d


"BRUUGGH...." Jro dukun terlempar ke bawah saat Malamute mendorongnya dengan Ajian tapak geni. Malamute sendiri kaget ketika tidak sengaja mendorong Jro dukun dengan kekuatan bathinnya. Padahal dia tidak pernah belajar masalah ini.


Tidak pernah belajar ilmu apapun, kenapa jadinya dahsyat begini. Dia sampai bengong ketika melihat ke bawah Jro dukun masih berusaha bangun.


Malamute tidak peduli lagi kepada Jro dukun, dia cepat ke kamar untuk berubah wujud menjadi Aditya sebelum Devaly sadar dari pingsannya. Dia menggendong Devaly yang masih pingsan sampai ke kamar.


Devaly mulai sadar dari pingsannya setelah Aditya menempelkan bawang merah di kaki dan telapak tangan. Tiba-tiba Devaly marah dan menyerang Aditya. Matanya liar menatap Aditya. Dia kesurupan, berontak, ingatannya hilang. Aditya cepat meringkus Devaly supaya tidak lari keluar.


"Devaly sadarlah, jangan membuat aku marah." kata Aditya, tapi Devaly tetap teriak dan mengamuk.


"Aku ingin membunuhmu!!" pekik Devaly.


"Kamu kena penyakit bebai, pasti tua bangka itu yang menenungmu." gerutu Aditya meniup ubun-ubun gadis itu. Devaly badannya lemas langsung di rebahan ke tempat tidur.


Kemuduan dia mengambil segelas air putih membacakan mantra setelah itu air itu diraup dan dipercikan. Ntah kebetulan atau air itu manjur Devaly mulai sadar dan membuka matanya.

__ADS_1


"Ohh..aku capek sekali."


"Tidurlah atau kamu ingin makan?"


"Aku takut sendirian disini, jika kamu tidak repot aku minta ditemenin."


Aditya terdiam dia tidak tahu harus menolak atau menerima, masalahnya tubuhnya sangat peka terhadap perubahan wujud yang menjadi Malamute. Lagipula dia masih cinta kepada Devaly, tentu dia tidak ingin terjebak oleh nafsunya.


"Aku mohon Aditya." pinta Devaly dengan wajah sedih. Ia sangat takut kepada Leak yang ada diingatannya.


"Aku akan menemanimu karena kamu minta, bukan karena keinginanku, jadi jaga tingkah lakumu. Aku sekedar menemanimu tidak lebih." jawab Aditya datar.


Nyesek kalau mendengar omongan Aditya rasanya ingin mengusir pria itu, tapi dia butuh. Ketakutannya mengalahkan rasa marahnya. Devaly menyadari betapa Aditya sangat membecinya, bahkan Aditya enggan menoleh atau sekedar berbincang-bincang dengannya.


"Aku mengerti dan tidak mungkin mengajak dirimu tidur bersamaku, kita tidak level. Aku tidur di ranjang, kamu duduk atau tidur di sofa. Tugasmu sekedar menemaniku." ketus suara Devaly.


"Bagus kalau begitu kita jaga jarak. Lebih baik berteman."


"Siapa juga mau pacaran dengan kamu, aku sudah punya pacar yang baru."


"Pacarku baik, setia, romantis, hot, bisa memuaskan diriku. Ohh...aku rindu padanya." kata Devaly bergaya mesum.


"Norak, siapa dia, apa dokter Respati," Aditya menjadi emosi. Mukanya terasa ditampar oleh pernyataan Devaly yang lebih bernafsu dan mengidolakan pacarnya.


"Kamu tidak bakal tahu, namanya Malamute."


"Hu'uk.." Aditya hampir tersedak, dia menelan ketawanya.


"Walaupun aku tidak mengenalnya, aku setuju. Seperti nya kamu cocok dengannya."


"Kamu tidak cemburu..hehe..maksudku..."

__ADS_1


"Tidak lah kalau kamu sama orang lain baru aku marah, maksudku marah sebagai teman."


"Kapan-kapan aku perkenalkan denganmu, dia jarang datang menonjolkan diri."


"Tidurlah, aku mau di luar sebentar, Basabi pasti sudah datang dengan teman-teman yang lain."


"Biarin saja mereka diluar."


"Aku ingin ketemu Basabi." kata Aditya keluar kamar.


"Ternyata dia lebih penting daripada aku. Tak disangka teman makan teman." gerutu Devaly kesal.


Aditya tidak peduli ocehan Devaly, dia cepat keluar dari kamar mencari Basabi.


"Dasar mata keranjang, play Boy, buaya darat. Ngapain mengejar orang yang sudah punya pacar, Basabi sudah pacaran dengan Made tetap saja di kejar-kejar tidak tahu malu." Devaly naik darah, dia super kesal kepada Aditya.


"Kalian kemana saja sampai malam begini." kata Aditya menyambut kedatangan temannya.


"Ke posko-posko penampungan. Banyak yang menderita gara-gara gempa kemarin." kata Made duduk di sofa."


"Rakhes dan yang lain mana?" tanya Aditya celingukan, dia jarang melihat Rakhes dan Thasy.


"Dia keliling menjelajahi pulau ini, supaya tidak rugi katanya."


"Tidak apa-apa asal mengikuti aturan di tempat ini." kata Aditya datar.


"Selamat malam saudaraku, keadaan belum kondusif, harap maklum. Kami minta maaf kalau pelayanan kami kurang berkenan, karena menyesuaikan stok bahan makanan yang ada. Kendala di penyeberangan juga, dan tidak ada bahan makanan yang baru yang bisa diolah. Kami memetik sayur di ladang dan juga memancing ikan. Berusaha membuat makanan sesuai standar yang ada." kata dua orang waiter yang datang membawa nasi kotak, beberapa dessert dan setengah krat bir.


"Tidak masalah kami memaklumi, semoga saja penyeberangan cepat normal kembali." sahut Made.


"Kami juga nenginginkan yang terbaik, tapi ada kendala lagi yang akan membuat kita bertahan dengan kondisi ini. Mungkin air laut akan pasang kembali karena kemarahan para penunggu alam disini."

__ADS_1


"Ada apa lagi, apakah ada pelanggaran?" tanya Aditya khawatir.


****


__ADS_2