
Pukul 21.00 wita. Di kampung sudah terlihat sangat gelap. Apalagi kabut turun dari jam lima sore. Kiky memakai kain putih selutut dan menutup rambutnya dengan selembar kain putih. Ini pertama kalinya Kiky akan belajar "Ngere" dia akan merubah dirinya menjadi monyet kecil yang usil.
Kiky keluar perlahan dari kamar menuju ke kebun pepaya renteng, tempat ini biasa di pakai ngereh. Tidak ada yang boleh melihat pada saat ngereh, itu bisa membuat punah pengeleakannya. Makanya harus di tempat sepi dan tersembunyi. Terlebih dahulu dia membaca mantra sirep, supaya semua tertidur.
Dia berdiri dibawah pohon pepaya. Pertama dia mencakupkan kedua tangannya. Ke dua dia mengangkat sebelah kakinya yang disebut nengkleng, ke tiga lidah dijulurkan dan ke empat baru merapal mantra.
Perlahan-lahan Kiky berubah menjadi monyet, perasaannya seketika gembira. Tempat yang dia pijak sekarang seperti taman bunga tang asri. Tidak terasa dingin atau gigitan nyamuk.
Kiky meloncat-loncat dengan gembira, tidak ada orang yang melihatnya. Diapun berlari ke Bungalow semua pada tidur. Akhirnya dia naik ke pohon mangga, lalu naik ke tembok yang menghubungkan dengan rumah ibu Nyoman.
Matanya jeli melihat apa yang terjadi dirumah ibu nyoman. Di halaman sepi, dia lalu masuk ke dalam ruang tamu, ada empat orang tidur di lantai beralasan tikar. Dia menuju kamar bu Nyoman, ternyata kamarnya sulit tembus. Rupanya bu Nyoman sudah isi penyengker di kamarnya.
Walaupun tidak bisa menembus kamar ibu Nyoman Kiky sempat masuk ke kamar adik perempuan Melati, menyebarkan belatung supaya supaya tubuh adiknya Melati gatal karena keren.
Setelah tugasnya selesai dia pulang lewat depan, dia ingin jalan-jalan melihat manusia dan mengganggu nya saat ada yang naik motor atau sepeda. Sampai di pinggir jalan dia sengaja membuat lampu jalanan hidup mati supaya pejalan kaki ketakutan.
Tapi kegembiraannya lenyap ketika dua Leak yang berbentuk "Lenda Lendi" datang ingin mencekitnya.
"Kau siapa monyet kecil. Ini wilayahku."
"Jangan sembarangan mengakui wilayah orang, dasar tua Bangka muka jelek." maki Kiky yang tidak mengerti aturan berlaku di dunia mistis.
"Krauxx...krauxx...krauxx..."
"Gede juga nyalimu, berani kau memaki penguasa jalan Drakula. Kau belum tahu rasanya di bawa ke kuburan." kata lenda lendi itu maju nau menangkap Kiky. Dia berkelit ringan dan merasa senang mempermainkan lenda lendi itu.
Kiky tidak mengerti ini dunia mistis, semua yang berjalan ilmu. Dengan sekali sentilan, monyet kecil yang berada seratus meter dari lenda lendi langsung jungkir balik. Badannya terbanting di aspal jalannya.
"Kuex..kuex...kuex.." Kiky kesakitan. Ntah dari mana datangnya Leak Rangda berlari seolah terbang mengangkat tubuh Kiky melempar ke pinggir jalan.
"Berani kalian melewati wilayahku. Kalian berarti menantangku terang-terangan.
__ADS_1
"Tidak usah banyak bacot kita berperang saja bertiga. Siapa yang menang bisa membawa monyet kecil ini ke kuburan."
"Krauxx...krauxx...krauxx... " mata lenda lendi mengeluarkan api menyambar Rangda. Tapi Rangda cepat berubah menjadi Anjing dan menggigit Lenda Lendi.
"Lepaskan Anjing gudig." teriak Lenda Lendi dan mengeluarkan angin puyuh dari badannya.
"West...West...angin berubahlah menjadi ndih dan bakalan rambut Rangda."
Api datang bergulung-gulung menyerang Rangda, hampir membakar rambutnya. Dispun terbang menjadi burung "Celepuk" dan tertawa lantang.
"Hahaha....pukk...pukk...Lenda Lendi kau tidak bisa mengungkuli kesaktianku, dasar sontoloyo!!"
"Gaokk...Gaookkk...aku akan memakan anak buatmu Rangda....hahaha..."
Tiba-tiba sudah ada puluhan "Ndih" atau bola api mengitari ketiga Leak yang sedang gigih bertempur. Ndih ikut menyerang, sejatinya dunia Leak tidak mengenal saudara setelah berubah wujud.
Mereka saling serang dan berubah wujud berkali-kali. Suara lolongan anjing membuat suasana tambah serem. Angin dingin datang bergulung-gulung menghempas Leak yang ilmunya masih belum tinggi.
Banyak korban berjatuhan, karena kena sihir. Yang kalah sampai dirumahnya akan sakit badannya, tidak mau makan dan minum, tidak bisa bangun dan akhirnya meninggal.
Kiky yang tadi di lempar Rangda perlahan bangun. Dia bersembunyi dibawah pohon, menonton pertandingan Leak. Dia sangat kagum melihat body Leak berubah secepat kilat. Ntah berapa macam perubahan dia tidak tahu.
Ketika perang Ndih berlangsung, dia kena imbasnya dan badannya terasa terbakar. Dengan terseok-seok Kiky pulang kerumah nenek. Dia menuju kamarnya dalam keadaan sekarat. Nafasnya tersengal-sengal.
"Nenek...." Kiky melihat nenek sedang berdiri di samping tempat tidurnya.
"Kamu baca mantra tang-ketong-ketong supaya kembali seperti semula." perintah nenek melihat Kiky yang belum berubah ke badan aslinya.
"Oh ya nek, aku minta maaf jika aku salah."
"Hari sudah subuh berubahlah."
__ADS_1
Kiky bangun dari ranjangnya dan membaca mantra. Seketika wujudnya berubah seperti semula. Wajahnya layu badannya hitam seperti gosong. Seluruh badannya kesakitan, dia menangis karena tidak tahan.
Nenek meninggalkan Kiky dengan tersenyum sinis. Dia sudah melarang tapi Kiky bandel. Apa yang terjadi itu sudah resikonya, tidak bisa dihindari bencana yang akan terjadi.
Nenek duduk di bangku panjang dekat kamar Kiky. Kemudian datang bibi Ayu dengan wajah sedih. Dia duduk disamping nenek.
"Kamu menonton tadi malam?" tanya nenek dengan mata kosong memandang kedepan.
"Ahh...aku tidak bisa ngomong apa-apa nek. Dia belum tahu tata cara menjadi Leak. Sangat gegabah, kecuali aku bisa mendapat roh bayi kemungkinan besar bisa menolong Kiky." ucap bibi Ayu lirih.
Dia tidak tega melihat keadaan Kiky. Jika belum takdirnya Kiky tidak mungkin mati.
"Aku harus memancing emosi orang yang punya anak bayi."
"Benar sekali, caranya dengan memancing emosi orang tua bayi mencari kesalahannya setelah dia emosi barulah kamu bereaksi. Jadi emosinya dijadikan pukulan balik untuk menyerangnya." kata nenek memberi saran. Leak tidak bisa masuk atau menyakiti orang yang tidak bersalah. Apalagi membunuh orang sembarangan, tidak bisa terjadi kalau orang yang mau dibunuh taat beribadah dan tidak bersalah sama sekali.
Kadangkala Leak yang baru belajar seperti Kiky pasti sangat jahil dan tidak tertutup kemungkinan kalau Leak mondar mandir di depan rumah orang yang punya bayi, ini sering sekali terjadi.
Banyak juga Leak namanya rusak karena Leak pemula seperti Kiky, sehingga sering di tuduh menyakiti orang. Apalagi ada orang sakit keras, Leak iseng lewat di depan rumah atau sekedar menjenguk orang yang sakit, jika orang sakit itu mati selalu yang di tuduh Leak tadi. Tidak segampang itu membunuh orang. Bisa saja orang sakit itu mati karena sakit jantung dan sudah takdir.
Untuk orang yang sakit akan mengantisipasi dan minta tolong kepada Jro dukun untuk memagari rumahnya, atau yang punya bayi itu dengan aksara sakti yang berbunyi,
"PARA PENGANUT LEAK DILARANG MASUK, JIKA NEKAT MASUK AKAN DILEBUR JRO DUKUN"
Apabila ini di langgar perang atara Leak dan Jro dukun terjadi, masalah kalah dan menang tergantung yang lebih sakti.
Nenek berhenti bercengkrama ketika mendengar suara teriakan dar kamar Kiky. Nenek dan bibi Ayu lalu masuk menahan tangis karena Kiky sudah terbujur kaku.
"Dia sudah diambil, Kiky meninggal." bibi Ayu seolah bicara dengan dirinya. Nenek komat kamit ntah apa yang dibicarakan.
*****
__ADS_1