CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 76


__ADS_3

Begitulah keseharian Devaly, duduk di lobby di temani Rhafael, mereka berdua membahas semua yang terjadi di dunia dari A sampai Z. Seringnya Rhafael datang membuat Aditya lama-lama gerah juga. Masalahnya Rhafael semakin berani mengajak Devaly ke kebun belakang, saat Basabi menegur alasannya supaya Devaly menghirup udara segar.


"Depan, belakang sama saja semua udaranya segar, namanya di desa. Kamu jangan bikin aku emosi, setiap hari nongol merayu Devaly." Aditya meradang.


"Aku setiap hari datang karena kasihan melihat seorang wanita dibantai dan setelah buta tidak diurus. Kalau aku menjadi Devaly aku lapor Polisi supaya kalian tahu rasa, dan sadar bahwa tindakan kalian salah." ketus suara Rhafael, wajahnya merah membara ketika Aditya ikut menegur nya saat dia mau mengajak Devaly ke kebun belakang.


"Aku suaminya berhak atas Devaly, kamu tahu apa tentang aku, tidak usah merasa paling berjasa dan aku suaminya berhak jika melarang mu!!"


"Sebagai suami perhatianmu kurang, Kalau aku tidak datang, tidak ada yang mengajak Devaly ngobrol atau menyuapinya. Sebelum kamu protes introspeksi diri."


"Aku tidak mengizinkan kamu datang menemui istriku lagi. Aku bisa mengurusnya."


"Mengurus apa membunuh, aku meragukan niatmu. Urus Mayang sajalah, suami tidak berguna. Saat istri sakit kamu berselingkuh dengan Leak."


"Tidak usah diperpanjang lagi, semua punya tujuan baik supaya Devaly cepat sembuh. Aku sendiri merasa sangat bersalah atas emosi sesat, tidak menyangka begini jadinya. Made ikut memberi masukan.


Tidak menyalahkan Aditya juga, terlepas dari dia kena pelet, dia tetap punya rasa cemburu. Di kebun belakang pepohonannya sangat rimbun, ada Gazebo tempat bercinta dan ada taman. Itulah yang membuat Aditya khawatir kalau Rhafael bisa saja, memeluk, mencium Devaly. Apa saja bisa terjadi namanya nafsu. Walaupun ada Kemoning dan Ghina, tapi Aditya tetap was-was.


"Pergi kamu dari sini!!" bentak Aditya.


"Aku akan pergi dengan Devaly, hanya aku tempatnya mengadu, ceraikan dia kalau kamu punya malu."


"Sampai kiamat pun aku tidak akan mau menceraikannya. Aku mencintainya, jangan mimpi kamu bisa mendekati istriku." suara Aditya meninggi.


"Hahaha...istrimu mau muntah jika kamu dekati, dia muak melihatmu. Kalau tidak percaya panggil saja Devaly di kamarnya." kata Rhafael beranjak menuju Bungalow.

__ADS_1


Mereka berjalan berendeng, keduanya terlihat tampan, berwibawa dan istimewa. Sampai di Bungalow Aditya mencari Devaly ke kamarnya, sedangkan Rhafael duduk di lobby. Sebagai orang kedua dia tahu diri, dan membiarkan Devaly memilih.


"Sayank aku datang." ucap Aditya ketar ketir. Dia ragu kalau Devaly menolaknya. Hatinya berontak ingin memiliki Devaly. Tidak akan pernah dirinya menyerahkan Devaly kepada laki-laki lain.


"Hehe..Aditya, syukurlah kamu datang, apakah kamu bertemu Rhafael di lobby? aku sepi tidak ada dia."


"Aku yang akan menemanimu, aku suamimu." sahut Aditya tersendat. Penolakan ini yang dia takut kan. Perkataan Devaly


"Maaf Aditya, aku menghapus namamu dihatiku. Aku bukan orang yang baik hati, yang bisa nenerimamu kembali. Perasaanku saat ini masih diliputi rasa marah dan dendam."


"Maaf aku Devaly, Jangan lagi mengingat tragedi itu. Tuhan saja bisa memaafkan hambanya, kenapa kamu tidak bisa, kamu tidak punya hati nurani."


"Aku bukan Tuhan dan aku tidak pernah akan melupakan tragedi yang membuat aku tidak bisa melihat."


"Aku akan mengajakmu ke Singapore atau ke mana saja untuk berobat, yang penting kamu mau kembali padaku."


"Aku berselingkuh karena kamu juga setiap malam bergumul dengan Malamute. Kamu pikir aku tidak sakit hati, yang membuat aku marah karena Malamute membuka segelmu." kata Aditya pura-pura sedih. Tentu saja Devaly merasa malu.


Bibir Devaly langsung terkunci, Aditya senang kalau Devaly merasa bersalah. Dia akan terus mengungkit masalah Malamute. Aditya lalu berdiri, dia memeluk Devaly sambil bibirnya dengan lembut mengecup pipi Devaly.


Devaly menepis tangan Aditya tapi tidak bisa, dia belum terbiasa dengan semua yang ada. Kadang dia menabrak ranjang atau sofa.


"Jangan berbuat yang tidak-tidak baru aku tidak melihat. Aku akan berteriak supaya Rhafael datang. Atau pelakor yang datang."


"Pintu sudah dikunci, kamu adalah istriku. mau berteriak kencang aku tidak peduli." Aditya memeluk Devaly dan menciumnya.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba Aditya melepaskan pelukannya dengan kasar. Dia merasa asing dan muak dengan Devaly. Aditya seperti linglung dan tidak mencintai Devaly lagi. Tanpa permisi Aditya cepat keluar dari sana. Pikirannya menerawang jauh, dia butu-buru berjalan ke dapur.


Rhafael heran melihat wajah Aditya yang lusuh, dia yakin kalau Aditya pasti ditolak mentah-mentah oleh Devaly. Hati Rhafael bersorak senang, mengingat dia sangat mencintai Devaly. Wanita itu sudah membuat dirinya berangan-angan tinggi. Apalagi Devaly sangat tergantung padanya.


"Sayank, kamu diapain sama Aditya?" tanya Rhafael mendekati Devaly. Curiga juga, tadi Aditya lama di kamar.


"Dirayu supaya rujuk, aku tidak mungkin mau dengan pecundang itu. Dia sudah membuat aku menderita dan kehilangan masa depan."


"Jangan bersedih masa depanmu bersamaku kita akan terus bersatu sampai tiba saatnya. Aku bersyukur kamu menolak Aditya. Aku sangat takut kehilanganmu."


"Tidak mungkin aku kembali dengan Aditya, jangan khawatir. Walaupun aku masih mencintainya."


"Devaly, walaupun kita belum lama saling kenal, tapi aku telah mencintaimu semenjak kita pertama kali bertemu. Kita sudah sama- sama dewasa, bukan anak remaja yang cinta monyet. To the point saja, bahwa aku sangat mencintaimu."


Devaly hanya tersenyum, dia sudah tahu bahwa ucapan itu akan terlontar dari bibir Rhafael. Devaly bukanlah type orang yang dirayu langsung mau, dia senang dengan Rhafael yang sangat perhatian, tapi dia tidak mencintainya.


"Trimakasih Rhafael, tidak bisa aku ucapkan dengan kata-kata betapa pengorbanan mu sangat besar artinya bagiku. Aku bisa berdiri tegak di depanmu semua ini berkatmu. Aku sayang padamu, maaf aku belum bisa lebih dari rasa itu."


"Aku tahu sayank, cepat atau lambat semua akan indah pada waktunya. Kesabaran ku pasti menuai hasil. I love you more than the brightness of the sun."


"Semoga kamu tidak seperti Aditya, setelah melihat wanita lain cintamu terbelah menjadi dua. Sakit hatiku jika mengingat itu, ada laki setega itu. Untungnya ada kamu, Kemoning dan Ghina."


"Aku setia padamu, gimana kalau aku menginap disini tiap hari. Supaya aku bisa menjagamu. Aku tidak tenang kalau Mayang dan Aditya masih membencimu, mereka terus memburu nyawamu."


"Tidak..tidak Rhafael, kita belum menikah, kalau sudah menikah baru kamu boleh menginap disini." Jawab Devaly cepat. Dia takut kalau Rhafael mengetahui tentang Malamute.

__ADS_1


****


__ADS_2