
Kesedihan menyesakan dada. Tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, betapa sedihnya mereka kehilangan Kenny. Orang tua Kenny datang dan membawa jasad Kenny pulang ke Los Angeles.
Gara-gara musibah ini warga desa kembali membuat peraturan yang lebih ketat. Sekarang ada penjagaan kalau masuk ke kuburan, di danau penyeberangan sudah dipasang rambu-rambu dan pengumuman yang lebih menakutkan.
Masalahnya banyak mobil masuk ke danau dan menewaskan mereka. Yang melanggar aturan di kuburan rata-rata turis, terutama turis asing yang iseng mengambil uang atau benda di kuburan. Atau orang yang tidak percaya dengan klenik, mereka hanya ingin menguji nyali.
Dengan banyaknya musibah yang terjadi malah membuat pengunjung makin membludak. Uniknya kuburan Trunyan membuat mereka tambah banyak datang, perhari bisa dua ribu pengunjung yang datang.
Semenjak peristiwa itu Abisheka mengurung dirinya. Makan sedikit, setelah itu dia suka minum sampai mabuk. Yang lain juga sedih, tapi mereka berusaha tegar.
"Abisheka kamu tidak boleh terus menerus mengikuti perasaanmu. Kita semua kehilangan, semua terpuruk, tapi mau bagaimana lagi, itu takdir. Kita juga pasti akan mati cepat atau lambat, tergantung takdir." ucap Aditya ikut duduk disamping Abisheka. Mereka habis sarapan, tapi Abisheka makan sedikit.
"Aku yang menyebabkan Kenny mati bukan takdirnya. Seharusnya Kenny masih hidup, aku sangat menyesal." jenuh Abisheka, matanya kembali berkaca-kaca.
"Kita semua bersalah, aku pribadi sangat menyesal karena terlambat menyadari. Kita hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan semoga Kenny bahagia diatas sana." Basabi ikut prihatin, dia menghampiri Abisheka.
"Aditya aku tidak ingin ke hotel lagi, aku ingin mengenang Kenny disini. Aku akan menyewa Bungalow nenek sampai batas kunjungan. Bisa enam puluh hari. Sebelum kami pulang ke Los Angeles bolehkah aku minum di Gazebo yang ada di belakang?"
"Boleh! dibelakang ada sekitar tujuh Gazebo, kamu pilih yang membuat perasaanmu nyaman. Dimanapun kamu merasa nyaman, beristirahat disitu. Aku dan teman-teman akan selalu berada disampingmu." ucap Aditya menatap Abisheka yang kucel.
"Ada apa sebenarnya, kenapa kalian seperti sedang berduka?" nenek datang dengan pakaian kebesaran nya. Kain kebaya warna hitam dan jarik warna papan catur, kepalanya memakai "cerik" atau handuk yang dipakai pembungkus rambut di kepala.
Suara tongkatnya mendekati Aditya cucu kesayangannya, dia tidak punya cucu laki-laki lagi selain pria tampan ini. Aditya adalah pewaris tunggal tanah dan segala harta yang bergerak serta tidak bergerak milik nenek Saodah, milik orang tuanya. Tapi Aditya tidak peduli semua harta itu, semasih neneknya menganut ilmu leak. Dia benci dengan ilmu yang tidak pernah bisa dibuang dari tubuh neneknya. Padahal sudah sering ke dukun, nenek juga tidak tahu darimana ilmu itu masuk ke tubuhnya.
"Kami sedang mengalami musibah gaib nek, teman kami meninggal di kuburan Trunyan, gara-gara iseng mengambil tengkorak yang ada disitu." jelas Aditya menunduk.
__ADS_1
"Astaga, dasar bandel, apa kalian tidak bisa membaca pengumuman yang menempel disitu. Atau kalian sengaja menguji penunggu disana. Ternyata kalian kalah dan kalian hanya punya nyawa satu. Menurut kalau dikasitahu demi keselamatan, dan keamanan."
"Maaf nek, aku yang bersalah." kata Abisheka berwajah mendung.
"Itu pelajaran, ambil hikmahnya saja. Semasih menjadi manusia, cobaan dan godaan selalu ada. Yang baik diambil yang jelek dibuang. Lupakan apa yang membuat sedih."
"Trimakasih nenek Odah, kami akan pindah dari hotel kesini, membayar sesuai harga yang tertera. Atas nama teman-temanku, kami semua mengucapkan banyak terimakasih kepada nenek dan minta maaf atas kelakuan kami." kata Basabi sopan.
"Bibi yang akan mengurus semua itu. Nenek tidak perlu uang, tiap hari nenek makannya hanya sirih dan bubur." ucap nenek dengan senyum khasnya yang penuh mistri.
"Ngomong-ngomong hari ini kalian mau kemana?"
"Kami mau ke Gazebo, mungkin dengan cara melihat kebun buah, kesedihan kami bisa berkurang."
"Kalian boleh memetik buah apa saja, nanti akan ada pelayan yang mengantar kalian ke kebun, mereka akan memenuhi permintaan kalian."
Setelah tamu cucunya pergi ke kebun nenek memanggil bibi Ayu. Tapi yang dipanggil tidak muncul, nenek lalu ke kamar bibi.
"Ayu kamu ada di dalam?" tidak ada jawaban. Biasanya wanita setengah bawa itu tidak pernah bangun siang. Ini sudah jam sepuluh siang tapi bibi tidak kelihatan batang hidungnya.
"Nenek cari bibi?" Komang Swasty yang melihat nenek mondar mandir iseng bertanya.
"Dimana wanita itu, apa dia kembali mencari pegangan."
"Maklumlah nek, bibi Ayu sedang kasmaran biarkan dia dengan pak Gunawan. Mereka saling mencintai."
__ADS_1
"Tapi apa pak Gunawan tahu kalau bibi mempunyai ilmu Teluh Tranjana Orang lain tahunya nenek saja yang pintar ngeleak, mereka tidak tahu kalau kalian bersepuluh lebih dasyat ilmunya dari nenek. Nenek hanya punya ilmu leak saja, tidak seperti kalian."
"Jangan keras-keras nenek, nanti di dengar orang. Kami bisa tidak laku."
"Nanti kamu juga akan dimusuhi warga, saat kamu menambah ilmu. Untuk menambah ilmu kalian harus mencari tumbal anak bayi, terus dipersembahkan kepada Ibu Sakti di kuburan."
"Baik nenek, nanti malam "Kajeng Kliwon Enyitan" aku mau shopping ke kuburan menjadi Endih (bola api).
"Hati-hati saja, sekarang kuburan diisi lampu besar-besar dan sangat terang. Pohon Kapuk Randu sudah langka di tanam di kuburan, yang ada sekarang pohon hias dan beringin. Jadi malas ke kuburan." ucap nenek mengetuk-ngetuk tongkatnya.
"Masih banyak kuburan yang angker, misalnya di kuburan delod Setra, tapi jauh. Tidak apa-apa sih disana banyak lelakinya dan kita bisa bercengkrama."
"Hahaha...kau sudah mulai ganjen, mulai berani melanglang buana ketika berubah wujud. Jika istrinya tahu kau akan di cetik (racun) dan kau mati." kata nenek sambil tertawa ngakak.
Jam setengah dua belas malam, bibi Ayu sudah melesat menjadi Endih atau bola api. Endih adalah bagian dari badan astral manusia (badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu) disini bibi bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain.
Dalam dunia leak ada juga kode etik. Sebab tidak semua orang bisa melihat Endih. Tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak.
Peraturan yang lain juga ada seperti, tidak boleh masuk serta dekat dengan orang mati. Orang ngeleak hanya shopingnya di kuburan. Jika
ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberi kan doa agar rohnya yang mati bisa mendapat tempat yang baik sesuai karmanya.
Bibi turun di kuburan delod Setra sambil membawa kelapa gading untuk dipercikan. Kadang di sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam. Dikatakan bahwa leak ke kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu, padahal bibi kesini untuk mendoakan yang baru meninggal. Apa pun status dirimu saat menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan.
Bibi berusaha sembunyi karena ada beberapa Endih datang. Mereka rata-rata mencari kesenangan, tapi malam ini terjadi perang. Mereka saling bertempur satu sama lain. Apa boleh buat akhirnya bibi ngacir dari sana.
__ADS_1
******
.