
Kuburan tua Bukit Kaleran sangat terkenal di jagat Pengeleakan. Disitulah tempat belajar Leak yang paling bagus di pulau ini, program sudah terakreditasi A. Sangat memuaskan Artinya program yang disuguhi disini sudah menerima pengakuan dari badan profesional Pengeleakan yang bertugas untuk menilai kualitas program tersebut.
Disini terkenal tempat transaksi nyawa, jual beli Pengeleakan antara orang awam, Leak dan Raja Leak. Seperti malam ini Jro dukun yang sudah sakti mempersembahkan tumbal seorang wanita yang masih suci dengan satu imbalan Mustika sakti. Naik tingkat secara reguler dan banyak bonus tambahan apabila Raja Leak berkenan.
Setelah mendapat Mustika itu Jro dukun bisa awet muda, akan lebih banyak bisa berubah wujud, atau bisa Ngelekas secepat pikiran.
"Jro dukun, apakah gadis ini hasil menculik atau dia sendiri yang ingin mengabdi atau menjadi muridku?" tanya raja leak berdiri.
"Saya menculiknya." Jawab Jro dukun pelan.
"Bukankah aku sudah sering katakan, jangan menculik orang. Akibatnya sangat fatal, roh nya bisa gentayangan, tidak bisa dikurung disini."
"Tapi dia jahat kepada saya, menghina saya, memaki saya. Sudah ada alasan untuk bisa membunuhnya."
"Oke-oke, aku mengerti penderitaan yang kamu alami. Memang susah menjadi orang jelek, selalu dihina dan disakiti. Dia dari kasta apa, atau marga apa?"
"Dia kasta tertinggi dan marganya bule." jawab Jro dukun sekenanya.
Dia kesal dibilang jelek. Mana dia tahu asal gadis itu, karena gadis ini turis bule. Yang penting menjawab, benar atau tidak urusan belakangan. Masa bodolah.
"Apa kamu satu "SANGGAH" atau satu tempat persembahyangan atau satu leluhur, jika tidak, sangat sulit membunuhnya. Kalau kamu ingin menyakitinya saja, bisa. Tidak gampang membunuh orang, apalagi kalau dia tidak bersalah, karena mereka punya Leluhur dan Tuhan."
"Bagaimana kalau saya menikahinya dan anak hasil pernikahan itu saya tumbalkan?"
"Boleh-boleh, tidak masalah." kata Raja Leak berjalan menuju altar dimana Devaly masih pingsan. Raja Leak iseng memeriksa Devaly, dan sangat tergiur oleh kecantikannya.
"Jro dukun, dimana kamu dapat gadis secantik ini. Seperti dewi dari khayangan."
__ADS_1
"Tadi nemu di jalanan, mungkin tetangga saya yang baru pindah."
"Aku akan membelinya, berapa uang yang kamu minta."
"Maaf Raja, saya juga ingin menikahinya." tolak Jro dukun mulai khawatir.
Perasaan takut menyusup ke dadanya. Jika Raja Leak memaksa mengambil gadis itu, dia harus perang tanding melawan Raja Leak, dia pasti kalah. Ilmunya jauh dibawah Raja Leak.
"Bagaimana kalau kita mengadu ilmu, siapa yang menang akan mendapatkan gadis ini."
"Aku pasti kalah." keluh Jro dukun.
Raja Leak tidak menghiraukan keluhan Jro dukun karena sudah jam setengah dua belas malam. Sudah menjadi peraturan bahwa para murid Raja Leak akan berkumpul dan menari sambil belajar ilmu yang lebih tinggi. Si Raja Leak kemudian menilai kemampuan mereka, setelah ada penilaian, mereka akan Ngelekas sesuai tingkatan.
Ada yang menjadi monyet, Babi, Anjing dan sebagainya. Setelah berubah wujud mereka di lepas untuk mencari mangsa atau roh bayi. Tergantung apa yang mereka dapat dan Raja Leak tetap tinggal dipondok akan memilih satu orang muridnya untuk memadu kasih.
"Pergi kalian semua, tidak boleh lewat jam tiga dini hari. Usahakan mendapat hasil yang bagus. Hari ini aku akan berpesta bersama nona ini.
"Siap Raja..." kata muridnya sedih karena Raja Leak menolaknya.
Sekarang ini Raja Leak tidak mau memilih muridnya karena sudah ada Devaly. Dia yakin yang akan memenangkan pertarungan ini adalah dirinya.
"Bagaimana kalau kita berdua bergulat, mungkin kita akan seimbang karena umur kita setara." usul jero dukun.
"Kita harus ngelekas, aku tidak peduli jika kamu kalah, yang penting malam ini aku bisa tidur dengan gadis ini." kata Raja Leak acuh. Dia menari-nari sambil mendengus.
Dengan terpaksa Jro dukun ikut ngelekas, jika tidak berubah wujud mana bisa mereka menjadi muda. Sebenarnya mereka berdua sudah tua hampir berumur ratusan tahun, badan dan keperkasaan mereka juga letoy. Hanya dengan menjadi leak dan berubah wujud mereka bisa menikmati gadis-gadis muda. Itu yang menyebabkan mereka doyan berubah wujud menjadi pemuda tampan.
__ADS_1
Devaly membuka matanya, dia bingung saat menatap ke atas, bintang terlihat dari celah dedaunan. Suasananya sepi dan gelap gulita. Perasaan Devaly menjadi tidak enak kala dia sadar bahwa saat ini berada di hutan.
Badan nya terasa dingin, karena tubuh Devaly tidak memakai sehelai benangpun, apalagi sekarang dia tidur di altar yang terbuat dari batu besar, dinginnya sampai tulang sumsum dia menggeser punggungnya beberapa kali.
Ketika dia mau duduk terdengar suara tawa berderai dari Leak ngakak. Ingatannya kembali muncul ketika berada di Home Stay. Berarti Leak jelek itu membawaku kesini. pikir Devaly geram. Dia akan tetap pura-pura tidur sampai mendapat kesempatan untuk lari dari tempat ini.
"Aweerr...Aweerr ...Aweerr...Ahh..Ahh...kesini kau Leak barak, aku Raja Leak tidak akan takut denganmu...krauxx...krauxx.."
Bola api keluar dari mulut Raja Leak, bolak balik menyambar pohon Suwar sampai daun terbakar. Kekuatan semburannya secepat Jet Supersonic. Dia belum mampu mengalahkan Jro dukun yang banyak akal licik.
Sedangkan Jro dukun malah berubah wujud jadi Kodok kecil, dia tidak mau menjadi Gajah atau hewan besar lainnya. Orang pandai akan kalah dengan orang licik. Kodok bersembunyi di bawah Altar berdekatan dengan Devaly. Dia memancing Raja Leak supaya mengikuti apa yang dia inginkan. Bau wangi tubuh Devaly membuat sang kodok mengorek.
"Jro dukun kemana kau!!" bentak Raja Leak berubah menjadi ular cobra. Dengan lincah ular itu mencari keberadaan Jro dukun. Dia sudah tahu Jro dukun nenjadi kodok maka nya menjadi ular.
Keadaan menjadi mendebarkan saat ular naik ke altar dan menyelinap ke atas tubuh Devaly. Ular cobra merasa terbius oleh wangi darah Devaly.
"Harum darahmu seperti Red Wine membuat jantungku bergoyang. Aku merasa muda kembali dan menginginkan aroma tubuhmu supaya bisa menyatu denganku." bisik ular itu membuat Devaly merinding.
"Bajingan kau, kembalikan aku ke Home Stay!" teriak Devaly takut digigit ular. Dia geli ketika ular itu menyentuh bibirnya.
Jro dukun perlahan pergi dari altar dan bersembunyi di balik pohon Suwar. Dia tidak menyadari kalau Raja Leak tahu kalau Jro dukun akan ngelekas menjadi burung elang. Saat Jro dukun mau berubah, Raja Leak menyemburkan api ke tubuh burung elang.
"Gaokk...Gaookkk...Gaookkk.. "
"Hahaha...kau hanya bisa menjadi gagak ilmumu sudah punah." kata ular cobra mengejek.
****
__ADS_1
"Jro dukun licik kau.