CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.21


__ADS_3

Abisheka terbangun dari pingsannya. Dia cepat-cepat membenahi pakaiannya yang berantakan, rasanya dia ingin tidur lagi. Ahh...kepalanya terasa pening sekali ketika dia berdiri, tapi dia kuatkan untuk berjalan menuju Bungalow.


"Baru bangun Abi?" tanya nenek ketika mereka papasan. Orang tua itu berhenti dan mendekati Abisheka.


"Ya nek.." jawab Abisheka pelan.


"Kamu kenapa Abi, nenek antar ke kamarmu. Apa yang kamu perbuat sehingga letoy begini?" tanya nenek memegang lengan Abisheka.


"Aku banyak minum." kilah Abisheka pelan. Dia malas bicara, dan tidak mengerti kenapa badannya ringkih sekali.


"Nek aku tidak mau sarapan, aku mau tidur saja. Ngantuk sekali."


"Nanti pelayan yang akan melayanimu. Jika kamu mau ke dokter nenek akan panggilkan dokter."


"Tidak usah nek, aku hanya ingin tidur."


"Jangan melawan, kamu akan disuntik vitamin dan dikasi obat penambah darah."


"Tidak nek, aku hanya ingin tidur." kata Abisheka masuk ke kamar. Nenek mengantar sampai kamar. Setelah Abisheka tertidur, nenek menyelimuti tubuh pemuda itu dengan kasih sayang. Nenek keluar dengan tenang. Ternyata Abisheka hanya lelah tidak perlu diajak ke dokter. bathin nenek.


Mentari pagi bersinar cerah. Cuaca masih tetap dingin dan lembab, sepertinya disini tidak pernah ada mentari sepanas seperti di Denpasar. Aditya keluar kamar bersama Devaly. Dia merasa canggung karena semua orang menatapnya. Mungkin mereka heran biasanya Devaly selalu menghina Aditya, tapi pagi ini mereka berdua terlihat akur. Ada apa ini?


"Morning...." sapa Aditya dengan wajah cerah.


"Adit apa yang sudah terjadi, biasanya kamu seperti Tom and Jerry?" celetuk Basabi menatap Aditya.


"Aku berusaha menahan diri, berdamai dalam hati. Sejahat-jahatnya dia padaku, masih ada sisi baiknya, disamping itu dia adalah tamuku yang datang untuk traveling." sahut Aditya sekenanya. Yang jelas dia tidak mau tahu masalah itu lagi, baginya semua manusia ada sisi buruknya.

__ADS_1


"Wow...amazing!! baru kali ini aku melihat Bos mau berdamai dengan seorang wanita. Aku meragukan itikad baik bos, jangan sampai terjadi perang dibawah selimut yang membuat bos termehek-mehek." sindir Made.


"Made pakai bahasa Inggris supaya kami mengerti." Basabi berucap dengan bibir di jebikkan. Made langsung memeluk Basabi yang duduk disampingnya.


"Mari kita sarapan, tidak ada yang perlu dibahas, apa yang terjadi antara aku dan Devaly adalah sesuatu yang lumrah."


"Jika kalian pacaran juga, tidak apa-apa kita tidak protes." ucap Rakhes tersenyum. Dia heran kenapa Aditya malu-malu mengakui semua itu. Dia sudah dewasa dan bebas memilih gadis yang dia sukai.


"Aku yang protes! cucuku adalah pewaris tunggal, tidak boleh sembarangan pacaran dengan wanita lain. Jika itu terjadi jangan salahkan nenek bertindak."


"Aduh nenek, tidak ada yang pacaran. Devaly yang selalu datang ke kamarku, menggoda diriku setiap saat. Aku selalu menolak." ucap Aditya memakai bahasa Indonesia.


"Nenek hanya memperingatimu saja, kamu sebagai cucu harus mengerti posisi yang nenek hadapi saat ini. Keluarga besar kita akan bertanya jika sampai kamu menikah dengan perempuan asing yang tidak memiliki sopan santun seperti dia...." tunjuk nenek kesal.


"Nenek tenang dulu, jangan berpikiran yang aneh- aneh. Andaikata aku pacaran dengan Devaly belum tentu aku menikah. Aku cuma iseng dan diapun juga iseng. Dia kesini traveling, tidak lama lagi mereka akan pulang ke negaranya."


Dari dulu masalah yang dihadapi keluarga besar nenek, adalah pendamping hidup. Karena warisan Leak yang turun temurun menyebabkan nenek serba ketat memilih calon mantu untuk cucu.


Sudah sering kejadian, seperti suami dari kakak perempuan Aditya, mereka memilih tinggal diluar pulau Bali dan tidak berani pulang bertemu nenek, setelah mereka tahu nenek bisa ngeleak. Sekarang nenek hanya punya Aditya, nenek berharap supaya sebisa mungkin calon istri Aditya adalah orang yang bisa ngeleak juga. Karena Aditya juga akan diwariskan ilmu Leak.


Untuk itulah nenek mempersiapkan Mayang sebagai calon istri Aditya. Walaupun pelayan, Mayang orangnya tegas dan sudah pintar mengurus kebun dan Bungalow. Memang tidak secantik Devaly, tapi Mayang bahenol dan tidak malu-maluin.


Dengan wajah memberengut nenek menemui Mayang, calon pelayan kesayangannya. Dia langsung duduk di kursi kayu yang ada di dapur.


"Mayang kamu sibuk ngapain, bolak balik tidak karuan dari tadi." kata nenek dengan wajah kesal.


"Nenek ada apa? saya lagi memasak. Kita dapat kondangan ketetangga sebelah, jadi hari ini saya mempersiapkan bawaan untuk dibawa kesana."

__ADS_1


"Bawaan apa? kamu sudah tahu bahwa kita ini sudah di stempel bisa ngeleak, apapun makanan yang kita bawa akan dibuang oleh mereka. Apa kamu tidak mengerti posisi kita sekarang ini. Kita sudah dimusuhi orang sekampung. Setiap orang meninggal, yang dituduh membunuh adalah kita, walaupun yang memakan anak mereka adalah Leak dari desa lain."


"Tapi mereka menyuruh kita membawa seratus nasi kotak beserta minum." sahut bibi Ayu ikut duduk disebelah nenek.


"Kalau kita tiba-tiba menolak kurang elok juga, lain kalau mereka tidak meminta. Tadi mereka kesini nek." Mayang ikut nimbrung.


"Terserah kalian dah, nenek serba salah. Aku bilang kalian jangan dekat-dekat dengan mereka."


"Nenek, kita ini masih gadis, sedangkan di antara pemuda kampung ada saja yang suka kepada kami, jadi maafkan kami kalau kita tetap bergaul dengan mereka. Kita juga butuh suami nek." kadek Sri ikut menimpali. Dia terkenal sangat berani.


"Arghh... kamu sudah berani melawan nenek, apa kamu tidak takut ketahuan bisa ngeleak. Berpikirlah sebelum melangkah." semprot nenek sambil nginang sirih.


"Maaf nenek, kami juga ingin punya pacar, ingin punya anak dan keluarga. Jika kami menunggu laki-laki muda yang bisa ngeleak hampir tidak ada. Yang bisa ngeleak adalah kakek-kakek. Tidak mungkin kami mencari kakek-kakek nek."


"Tidak usah menikah, banyak yang begitu. Mereka memilih menjadi perawan tua dari pada menikah dengan bujangan. Bencana lebih banyak kalau menikah. Apa kalian tidak takut dibakar orang kampung jika ketahuan Ngereh (berubah wujud). Camkan itu!!" teriak nenek emosi.


"Aku mau tidak menikah dengan orang lain kalau Tuan Muda mau menikah denganku." kata Kadek Sri dengan suara tinggi.


"Tidak!! kamu jangan macam-macam Sri, Tuan Muda sudah dipersiapkan untukku. Siapa yang berani menikung, aku tidak segan-segan membunuhnya." kata Mayang sambil menyeringai sadis. Mayang pelayan kesayangan nenek selain bibi Ayu. Tingkat kesaktian ilmu leaknya sudah agak tinggi. Jadi Dia berani mengancam yang lain.


"STOPP!! kalian gila, disini ada banyak tamu. Untuk apa kalian memperebutkan diriku. Aku tidak akan memilih salah satu dari kalian." tiba-tiba Aditya datang menggebrak meja. Dari tadi dia mendengar keributan ini, tamunya tidak mengerti bahasa para pelayan tapi mengerti kalau nenek serta pelayan sedang berdebat.


"Maaf Tuan Muda, kami hanya berdebat kecil jangan diambil hati. Tarik ucapan Tuan yang tadi. Nenek telah berjanji kepadaku, akan menikahkan Tuan denganku. Malah orang tuaku sudah di kasitahu. Mereka sudah setuju dan sepakat untuk mencari hari baik." ujar Mayang menatap Tuannya.


"KURANG AJAR!! siapapun tidak boleh mengaturku, Hidupku sudah pahit kehilangan keluarga, apa nenek ingin membunuhku juga. Pikiran nenek dimana, mengapa aku harus menikah dengan Leak. Apa nenek ingin keturunanku mati satu persatu seperti yang dialami kakakku. Itu yang membuat nenek puas?"


Nenek tiba-tiba menangis, hatinya sakit. Dia juga tidak ingin jadi Leak, tapi dia tidak bisa mengelak. Sekarang Aditya sudah pandai melawan, sungguh hati nenek hancur. Jika Aditya tahu betapa situasi ini terus berulang turun temurun dan menyisakan dendam dan permusuhan, pasti Aditya akan mengerti.

__ADS_1


*****


__ADS_2