
Mendengar suara tertawa yang aneh, membuat nyali Made, Rakhes, Abisheka dan Thasy mengkerut. Sedangkan Aditya, Devaly dan Basabi malah merasa dadanya panas. Leak itu mengejeknya dan mentertawakan kebodohannya.
"Leak kurang ajar, perlihatkan wujudmu. Apa kau takut dipecut pakai ekor Pari?" teriak Made kesal. Made memutar ekor Pari itu dan menyabet ke kiri serta ke kanan.
Tiba-tiba pohon Kamboja yang ada dipinggir tembok bergoyang keras. Made cepat memakai ekor ikan Pari memukul pohon itu. Sampai daun-daunnya berguguran.
"Kalian jangan takut, kita lagi dipermainkan oleh Leak. Lampu senternya jangan sampai mati. Camera harus siap." kata Aditya.
"Kita tunggu disini atau boleh masuk dalam mobil. Untung tidak hujan."
"Kita tunggu saja disini." kata Devaly. Mereka semua bersandar di mobil. Aditya merapal mantra terus menerus.
"Tidak ada apa-apa kita rugi, dalam pikiranku akan ada leak dan kita bisa vidioin. Hanya gelap saja yang terlihat, tidak lihat apa-apa."
keluh Basabi kecewa.
"Boss, aku melihat mobil Van ada dua!" seru Made kaget.
Semua melihat ke mobil. Benar kata Made, mobil ada dua, anehnya sama persis. Aditya bingung yang mana asli, rupanya mobil Leak satu. Padahal tadi mereka bersandar di body mobil.
"Teman-teman, ini yang disebut Leak mobil. Rupanya mirip mobil saya, sama persis. Tapi kalian tidak boleh takut. Pegang bawang merahnya." ucap Aditya menyemangati. Dia sebenarnya tidak mengerti apapun, hanya sering mendengar sepintas lalu cara menolak Leak.
"Ini yang disebut Leak?" tanya Basabi heran.
"Aku juga bingung mereka sangat canggih. Menurut kalian yang mana mobil yang asli?"
"Yang kita pakai senderan, kalau mobil Leak pasti kita sudah dipukul."
"Cara mengujinya kita ambil batu lempar ke mobil. Cukup satu orang yang melempar."
"Aku yang melempar." kata Abisheka mencari dua buah batu kecil.
Senter dan camera terarah ke mobil, semua mata mencari pergerakan yang kira-kira mencurigakan. Abisheka mengayunkan tangannya dan " daarrr..." mobil tidak bereaksi akhirnya mobil yang satunya di lempar batu dengan kencang "Addgvhffcbnjh...." mobil berteriak dan menghilang.
__ADS_1
"Ahhhh.....berarti mobil yang kita senderan, itu mobil Leak. Ternyata Leaknya pengecut dan menghilang." kata Made heran.
0Kita kembali ke kamar, aku sudah ngantuk." ucap Devaly menguap. Dia kecewa karena tidak mendapat sesuatu yang istimewa.
Mereka akhirnya ke kamar masing-masing dengan perasaan sedikit kecewa. Ekspektasi terlalu tinggi.
"Aku mau tidur di kamarmu Adit." bisik Devaly mesra.
"Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang membuat nenek marah, jika aku tidur dengan mu takutnya kebablasan, aku tidak bisa mengontrol diri. Jika itu terjadi nenek akan marah besar, aku bosen mendengar ocehan nenek setiap hari."
"Aku minta ditemenin tidur tidak melakukan apa-apa. Aku akan di ranjang kamu tidur di sofa."
"Tolong temani Devaly dia pasti takut seperti aku. Jika kamu tidak mau menemani aku yang menemani." ucap Abisheka kasihan melihat Devaly merajuk.
"Trimakasih Abi aku akan menemaninya. Kamu pergi dah..." Aditya terpaksa mengalah dan masuk ke Bungalow sedangkan Abisheka pergi ke Gazebo seperti biasanya.
Malam ini terasa berbeda sekali dari malam- malam kemarin. Terasa sepi dan mencekam. Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau kejadian tadi mempengaruhi suasana mistis.
Karena gelap dia tidak melihat wajah orang itu. Rasa kasihannya timbul, dia sengaja berhenti dan menyalakan baterai ponselnya, sayang sekali baterainya tidak bisa menyala.
Padahal ponsel yang dibawa Abisheka tidak bermasalah. Sudah berapa kali dicoba tapi tidak menyala.
Dia terus mendekat ingin tahu siapa orang itu semakin dia mendekat bau bangkai semakin tajam menusuk hidungnya. Abisheka hampir mau muntah, tapi dia tahan.
"Hallo, kenapa makan gelap-gelapan?" tanya Abisheka iseng. Dia menutup hidungnya.
Orang itu tidak menoleh atau menjawab, dia terus mengunyah dengan suara keras. Abisheka tambah mendekat ingin tahu apa yang dimakan. Dia kaget melihat benda yang berada di atas meja ternyata bangkai anjing.
"Hueekkk...hueekkk...." Abisheka langsung muntah. Dia berlari menuju kamarnya, sudah tidak tahan bau busuknya. Walaupun gelap dia yakin benda itu bangkai anjing.
Abisheka mengeluarkan isi perutnya, dia masih ragu dengan penglihatannya. Antara ya dan tidak. Biasanya mereka sarapan atau minum-minum di tempat itu. Apakah dia harus mengadu ke Aditya sekarang?
Abisheka memutuskan untuk tidur, dia akan berbicara besok pagi. Bila perlu dia mengadu kepada nenek Saodah tentang penglihatan tadi.
__ADS_1
Malam semakin larut, Abi membaringkan tubuhnya di ranjang, menarik selimut dan mencari posisi nyaman untuk segera tidur.
Ketika dia mulai menyentuh alam bawah sadar, dia merasakan sentuhan dingin di kaki dan menjalar sampai lutut. Dia lalu menyibak selimut yang menutupi tubuhku, mencari tau apa yang menyentuh kakinya di bawah sana.
Dia kaget sekali karena melihat Mayang menjilati kakinya dengan lidah yang menjulur sangat panjang. Abisheka menarik kakinya dan berusaha menjauh dari Mayang. Tapi tubuh Abisheka terasa kaku, tidak bisa di gerakkan sama sekali.
"Mayang, ku ajar kau, dasar iblis." teriak Abisheka terus menerus.
Abisheka memanggil orang tuanya tapi tidak di dengar. Mayang merangkak mendekati tubuh Abisheka yang kaku dan tidak bisa di gerakkan sama sekali. Abisheka sangat jijik ketika Mayang menjilati tubuhnya. Air liur Mayang tidak berhenti mengeluarkan cairan.
Sekarang Mayang berada di atas tubuh Abi, lendir yang ada di mulutnya menetes dan mengenai wajah Abisheka. Kini Mayang nalah mencondongkan wajahnya mendekati wajah Abisheka. Lidah panjang itu menyapu permukaan kulit wajah pria itu. Jilatan kasar serta gesekan gigi depannya mengenai wajah Abisheka. Sungguh menjijikkan.
Abisheka kembali berteriak tapi tidak satupun temannya datang. Mulut Mayang semakin terbuka lebar memperlihatkan rongga mulutnya yang bau bangkai.
Dengan sekuat tenaga Abisheka berusaha menghindari mulut besar yang ingin menelan dirinya. Tapi sekuat apapun dia berusaha menghindar tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali. Akhirnya dia ingat dengan mantra yang dikasi Aditya, dan merapalkan dengan cepat.
"UHHH...OOHHH...UUHH..." teriak Abisheka sambil menendang Mayang.
Dia terbangun dengan keringat membasahi tubuhnya. Untung ini hanya mimpi. Mungkin karena mereka berseteru dengan Mayang, Abisheka sampai mimpi buruk.
Abisheka turun dari ranjang masuk ke kamar mandi. Dia mengguyur tubuhnya dengan air shower yang dingin. Masih jelas terbayang wajah Mayang yang aneh dan mulutnya berlendir.
Apa Mayang bisa ngeleak dan punya ilmu tinggi? terus yang majan di taman itu siapa?
Abisheka menyudahi mandinya, dia keluar hanya mengenakan boker dan singlet. Dia takut memakai piyama yang bisa dibuka oleh setan.
Tiba-tiba pintunya terbuka perlahan, angin dingin masuk menyapu wajah Abisheka. Tadi dia merasa sudah mengunci pintu, kenapa sekarang bisa terbuka?
Mata Abisheka jelalatan mencari orang yang membuka pintunya, tapi tidak ada orang sama sekali. Dia kembali masuk ke kamar dengan perasaan takut. Abisheka menutup badannya dengan selimut, dia berdoa dalam hati supaya tidak mimpi buruk lagi.
Matanya kembali mengantuk, ketika mau tidur terasa tempat tidurnya terguncang. Gempa!! dia teriak sendiri. Dia cepat bangun dan keluar. Abisheka kaget ketika ada di luar melihat ada bayangan Kenny membawa kue ulang tahun....
****
__ADS_1